Program Hamil

30 November 2020

Catat, Begini Cara Membedakan Kram Perut Hamil dan Menstruasi

Ternyata, kram perut juga salah satu gejala kehamilan. Lantas apa bedanya dengan menstruasi?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Banyak wanita akan merasakan kram perut sebagai tanda dan gejala awal kehamilan.

Bahkan kita juga bisa merasakan kram atau nyeri di bagian atas kemaluan saat menstruasi.

Penyebab paling umum dari jenis kram ini adalah rahim sedang mengalami kontraksi. Ini adalah rasa sakit yang normal dan menunjukkan gejala kehamilan yang sehat.

Kram perut yang dialami saat menstruasi sangat mungkin mirip dengan tanda awal kehamilan.

Maka, penting bagi Moms untuk mengetahui perbedaannya.

Hal ini dilakukan agar mencegah para ibu yang tidak mengenali kehamilan. Sebenarnya mengapa awal kehamilan mengalami kram?

Baca Juga: 6 Manfaat Mengejutkan dari Menstruasi

Menurut Cynthia Cobb, seorang perawat kesehatan wanita, rasa nyeri di awal kehamilan ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim.

Proses ini disebut dengan implantasi. Nah, kondisi kram perut tak selamanya dialami oleh seluruh ibu hamil.

Moms yang mengalami kram ini sebaiknya menghindari minum obat anti-inflamasi seperti aspirin.

Sebuah studi pada 2003 menunjukkan bahwa mengkonsumsi obat anti-inflamasi saat waktu pembuahan dapat meningkatkan risiko keguguran.

Kram Perut Tanda Hamil, Benarkah?

Sakit perut apakah petanda kehamilan?

Foto: Orami Photo Stock

Kram perut di atas kemaluan rasanya seperti sakit saat menstruasi. Namun masih banyak wanita yang tidak bisa membedakan antara sakit perut gejala menstruasi atau malah petanda kehamilan?

Ya, memang benar salah satu gejala kehamilan yakni sebagian wanita merasakan kram perut. Namun, hal ini perlu dilihat perbedaanya.

Sakit perut yang dirasakan sekitar seminggu setelah ovulasi, biasanya ibu hamil akan mengalami kram perut di bagian bawah.

Kram ini menunjukkan bahwa sedang terjadi implantasi atau proses sel telur yang telah membuahi dinding rahim.

Menurut studi yang dikeluarkan oleh The American College of Obstetricians and Gynecologist, sebagian wanita mengeluarkan bercak darah di masa awal kehamilan.

Pendarahan pada trimester pertama terjadi pada sekitar 15-25% pada wanita hamil.

Pendarahan atau bercak ringan dapat terjadi 1–2 minggu setelah pembuahan ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam di lapisan rahim.

Leher rahim mungkin lebih mudah berdarah selama kehamilan karena lebih banyak pembuluh darah berkembang di area ini.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Pembersih Kewanitaan?

Untuk menegaskan perbedaan kram perut saat menstruasi atau sedang hamil adalah jika orang hamil, kemungkinan kram perut akan terasa lebih ringan namun jangka waktunya panjang.

Kram perut petanda hamil biasanya terjadi 6-12 hari masa pembuahan. Pada masa ini perut sedang proses pembuahan dan kemungkinan bercak darah akan timbul.

Kram biasanya sering dirasakan di perut bagian bawah atas kemaluan dan juga punggung belakang.

Kalau orang menstruasi, kram perut yang dialaminya biasanya lebih ringan dan sebentar. Kondisi ini juga disebut sebagai Dysmenorrhea. Menurut sebuah studi Indian Journal of Community Medicine, dysmenorrhea adalah kram yang terjadi 24-48 jam sebelum menstruasi. Rasa sakit akan berkurang saat bercak atau darah menstruasi telah keluar.

Kram menstruasi seiring bertambahnya usia akan memudar. Sedangkan kram tanda kehamilan terjadi karena rahim membesar, otot ligamen meregang dan terjadi perubahan hormon.

Memang, rasa sakit yang dialami setiap orang bisa saja berbeda sehingga harus dokter yang bisa mengetahui apakah kram yang dialami sebagai tanda kehamilan atau bukan.

Sakit Perut saat Menstruasi, Mungkinkah Jadi Tanda Hamil?

Sakit perut saat menstruasi, bisa hamil?

Foto: Orami Photo Stock

Sakit perut yang dialami wanita saat menstruasi adalah hal yang normal. Kram pada bagian bawah kiri perut memang membuat aktivitas tidak senormal biasanya.

Untuk berjalan saja membutuhkan banyak energi, apalagi untuk bekerja.

Namun, apakah sakit atau kram perut saat menstruasi mungkinkah menjadi tanda kehamilan?

Merasakan kram perut saat menstruasi, kadang juga merasa seperti begah atau berat di sekitar rahim.

Sebuah studi oleh Planned Parenthood mengatakan bahwa kram perut saat menstruasi bukanlah indikasi seseorang hamil. Pada kondisi medis, menstruasi hanya terjadi saat seseorang tidak hamil.

Meskipun banyak wanita mengalami pendarahan dan kram perut saat hamil, namun ini tidak berarti saat menstruasi mereka juga bisa hamil.

Baca Juga: 7 Gangguan Menstruasi yang Wajib Moms Ketahui

Seperti kita tahu, menstruasi adalah fase di mana sel telur tidak dibuahi, sehingga hanya dialami oleh wanita yang tidak hamil. Kram perut saat menstruasi memang hal yang lumrah dan tidak perlu khawatir kalau itu adalah pertanda awal kehamilan.

Saat menstruasi, akan merasakan kram perut dahsyat ini karena rahim sedang berkontraksi mengeluarkan lapisannya, menurut studi American College of Obstetricians and Gynecologist.

Zat hormon prostaglandin yang berperan membuat rasa nyeri dan peradangan memicu kontraksi otot rahim. Kadar prostaglandin yang lebih tinggi dapat memicu kram menstruasi yang lebih parah.

Cara paling efektif untuk memastikan Moms hamil adalah melalui tes kehamilan. Ini dapat dibeli untuk digunakan di rumah, atau dapat mengikuti tes di rumah sakit.

Tes kehamilan memeriksa keberadaan hormon kehamilan, human chorionic gonadotropin (HCG) dalam urin yang diproduksi tubuh setelah hamil.

Dokter umum juga dapat menguji kehamilan melalui tes darah, karena mereka dapat memeriksa hormon dalam darah serta urin seseorang. Tes darah dapat mengetahui apakah seseorang a hamil sekitar enam hingga delapan hari setelah berovulasi.

Tanda Awal Kehamilan Lainnya

Tanda awal kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Moms juga wajib mengetahui beberapa tanda awal kehamilan yang lainnya selain kram perut.

Kondisi ini dapat membantu Moms mengetahui apakah sakit perut yang dirasakan benar tanda awal kehamilan atau bukan.

Biasanya Moms akan mengalami kelelahan ekstrim, sakit kepala dan peningkatan suhu tubuh.

Sementara menstruasi tidak menimbulkan gejala tersebut.

Moms juga akan mengalami kondisi lainnya seperti payudara bengkak, lunak, lebih berat atau lebih penuh.

Selain itu, akan muncul rasa ingin mual atau muntah. Moms juga mungkin mengalami nafsu makan yang berkurang atau justru ngidam makanan tertentu.

Perubahan hormon sangat memungkinkan Moms mengalami sembelit.

Baca Juga: Catat, Ini Cara Mengatasi Vagina Gatal Saat Hamil yang Aman

Selain itu, dapat pula mengalami perubahan suasana hati sehingga Moms sangat mungkin merasa menangis.

Petanda kehamilan paling terlihat adalah tentu saja mengalami menstruasi terlambat.

Jika Moms mengalami tanda tersebut, sebaiknya melakukan tes kehamilan di rumah.

Waktu yang baik adalah satu hingga dua minggu setelah mengalami tanda awal kehamilan.

Sebab saat itu, sel telur yang telah dibuahi sudah menempel ke dinding rahim.

Dalam situasi ini hormon kehamilan mulai tinggi sehingga pada saat di tes hasilnya akan positif.

Moms wajib segera menghubungi dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kehamilan yang terjadi.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Baik untuk Janin yang Bisa Dilakukan Setiap Pagi

Sebab, awal kehamilan sangat mungkin terjadi masalah seperti pendarahan atau kram yang parah.

Kondisi ini bisa mengancam janin bahkan bisa berujung pada keguguran.

Perbedaan tipis antara menstruasi dan tanda kehamilan memang membingungkan. Namun lama kelamaan pasti Moms akan mengetahui perbedaannya.

Namun untuk membuat pikiran lega, Moms bisa mengunjungi dokter kandungan untuk mengetahui penyebab kram perut sebenarnya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait