Kesehatan Umum

6 Oktober 2021

Tentang Antibiotik Cefadroxil Monohydrate: Manfaat, Dosis, hingga Harganya

Hal-hal yang perlu diketahui dari antibiotik cefadroxil monohydrate
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Debora

Antibiotik untuk memerangi infeksi bakteri ada banyak jenisnya. Salah satu yang merupakan turunan sefalosporin dan bentuk hydrate dari cefadroxil adalah cefadroxil monohydrate.

Menurut National Library of Medicine - National Center for Biotechnology Information, obat ini sering digunakan untuk mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri. Jadi, obat ini tidak bisa digunakan untuk mengatasi kondisi yang disebabkan oleh infeksi virus.

Pada beberapa kasus, obat ini juga sering digunakan sebelum prosedur perawatan gigi. Terutama untuk pasien yang memiliki alergi terhadap penisilin. Infeksi bakteri pada tingkat keparahan ringan hingga sedang, bisa diatasi dengan obat ini.

Di pasaran, cefadroxil monohydrate tersedia dalam bentuk oral (diminum) seperti sirup, tablet atau kapsul, serta dalam bentuk injeksi atau suntikan. Lebih lanjut mengenai obat ini, yuk simak pembahasannya!

Baca juga: 7 Bahan Antibiotik Alami yang Bisa Moms Coba di Rumah

Manfaat Cefadroxil Monohydrate

Seperti disebutkan di awal, cefadroxil monohydrat berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini tergolong antibiotik dengan aktivitas spektrum luas, yang artinya efektif mengatasi infeksi bakteri gram positif maupun negatif.

Obat ini merupakan antibiotik generasi pertama yang dibuat semisintetik, dengan efek pelepasan yang panjang dan larut dalam air. Cara kerjanya adalah dengan mengikat protein tertentu dalam dinding sel bakteri, sehingga membuat tahap sintesis sel bakteri terhambat.

Dalam medis, cefadroxil monohydrate biasanya dimanfaatka untuk mengobati penyakit yang diakibatkan infeksi bakteri. Terutama pada orang yang memiliki alergi penisilin.

Lebih jelasnya, berikut ini beberapa masalah kesehatan yang bisa diobati dengan cefadroxil monohydrate:

1. Sistitis (Radang Kandung Kemih)

Diet Vegetarian dan ISK - infeksi saluran kemih - istockphoto.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sistitis adalah kondisi ketika kandung kemih mengalami peradangan akibat infeksi bakteri.

Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang sama dengan infeksi saluran kemih (ISK), yaitu E. coli, P. mirabilis, dan Klebsiella.

Pada beberapa kasus yang jarang, sistitis juga dapat terjadi akibat efek samping dari obat-obatan tertentu, terapi radiasi, atau zat iritan, seperti semprotan kebersihan wanita, jelly spermisida.

Penggunaan kateter dalam jangka panjang juga bisa jadi penyebab penyakit ini.

2. Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak

Belerang membantu meredakan gatal dan infeksi kulit

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi ini terjadi pada kulit dan struktur pendukungnya.

Penyebabnya biasanya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang resisten dengan methicillin dan streptococcus beta-hemolitik.

Pada kasus infeksi dengan tingkat keparahan sedang, cefradroxil monohydrate oral bisa diberikan.

Sebab, antibiotik ini bekerja dengan spesifikasi spektrum luas.

Baca juga: Manfaat Daun Andong untuk Kesehatan, Ampuh Obati Wasir

3. Faringitis dan Tonsilitis

Hero Radang Tenggorokan pada Ibu dan Anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Faringitis adalah nama lain dari radang tenggorokan, sedangkan tonsilitis disebut juga radang amandel.

Kedua penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes (Streptokokus beta-hemolitik Grup A).

Dokter biasanya meresepkan cefadroxil monohydrate sebagai pengobatan untuk kedua penyakit ini.

Untuk mengurangi perkembangan bakteri yang resisten terhadap obat, serta menjaga efektivitasnya.

Dosis Cefadroxil Monohydrate

cefadroxil monohydrate

Foto: renuerx.com

Cefadroxil monohydrate bisa digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak.

Menurut studi yang dipublikasikan di Journal of International Medical Research, obat ini memiliki efektivitas hingga 95% untuk mengatasi infeksi bakteri pada anak, setelah 3 hari pengobatan.

Namun, tentunya dosis cefadroxil monohydrate bervariasi tergantung usia dan tingkat keparahan kondisi.

Untuk orang dewasa, dosis obat ini berdasarkan kondisi yang dialami adalah:

  • Faringitis dan tonsilitis: 1 gram per hari, bisa dibagi menjadi dua dosis.
  • Infeksi saluran kemih: 1 atau 2 gram per hari, bisa dalam satu atau dua dosis terbagi.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak: 1 gram per hari, bisa dalam satu atau dua dosis terbagi.

Sementara itu, dosis cefadroxil monohydrate untuk anak-anak adalah 30 mg/kg berat badan.

Obat harus diminum setiap hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam.

Baca juga: Obat Dekongestan: Manfaat, Dosis, Efek Samping dan Aturan Minum

Cara Penggunaan Cefadroxil Monohydrate

cefadroxil monohydrate

Foto: freepik.com

Ikuti anjuran minum obat dari dokter. Cefadroxil monohydrate biasanya dapat diminum dengan atau tanpa makanan.

Moms bisa minum obat ini bersamaan dengan makanan, jika memiliki masalah pencernaan.

Bila bentuk obat yang diberikan adalah sirup atau cair, pastikan untuk mengocok botol terlebih dahulu sebelum diminum.

Takar dosis obat dengan hati-hati, dan gunakan sendok yang disediakan dalam kemasan obat. Hindari menggunakan sendok makan karena dikhawatirkan dosisnya tidak tepat.

Jika obat yang didapat berbentuk sirup kering, larutkan terlebih dahulu dengan menggunakan air hangat, lalu kocok hingga merata. Setelah itu, takar obat sesuai dosis yang sudah ditentukan dokter.

Sebaiknya, minum cefadroxil monohydrate di waktu yang sama setiap hari.

Tujuannya untuk memudahkan Moms mengingat, dan bisa mendapatkan efek yang optimal.

Pastikan untuk meminum obat ini hingga habis, meski gejala sudah mereda. Hal ini bertujuan untuk menghindari resistensi bakteri.

Bila kondisi tak kunjung membaik atau justru memburuk, segera periksakan diri lagi ke dokter.

Kemungkinan Efek Samping Cefadroxril Monohydrate

sakit perut

Foto: Orami Photo Stock

Cefadroxil monohydrate adalah obat yang aman digunakan, selama mengikuti dosis dan anjuran dari dokter.

Meski jarang, tetap ada risiko efek samping yang bisa terjadi akibat penggunakan efek samping ini, seperti:

  • Sakit perut.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Selera makan menurun.
  • Mata dan kulit menguning.
  • Urine berwarna gelap.
  • Sakit tenggorokan tak kunjung sembuh.
  • Demam.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Susah buang air kecil.
  • Perubahan suasana hati.
  • Reaksi alergi yang serius, seperti ruam, gatal, atau bengkak di wajah, lidah, dan tenggorokan.

Jika Moms mengalami gejala efek samping seperti yang disebutkan tadi setelah mengonsumsi cefadroxil monohydrate, segera hentikan konsumsi obat. Lalu, konsultasikan kembali dengan dokter.

Bila mengalami reaksi alergi serius, segera cari bantuan medis terdekat.

Baca juga: Mengenal Radang Amandel, Kondisi Infeksi di Tenggorokan yang Kerap Menyerang Anak-anak

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Konsultasi dengan dokter untuk pengobatan

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan cefadroxil monohydrate.

Sebelum menggunakan obat ini, pastikan untuk memberi tahu dokter atau apoteker tentang riwayat alergi yang dimiliki. Terutama jika ada alergi terhadap penisilin atau sefalosporin.

Selain itu, beritahukan juga riwayat kondisi kesehatan yang pernah dialami. Terutama jika pernah mengalami penyakit ginjal atau penyakit usus seperti kolitis.

Sebaiknya tunda terlebih dahulu jika memiliki rencana vaksinasi, terutama vaksin tifoid.

Sebab, cefadroxil monohydrate dapat membuat vaksin yang mengandung bakteri hidup yang dilemahkan, menjadi tidak optimal.

Cefadroxil sediaan sirup biasanya diberi tambahan gula.

Bila memiliki riwayat penyakit diabetes, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut hal ini dengan dokter.

Biasanya dokter akan mengganti dengan bentuk sediaan lain, atau menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi gula.

Karena sering juga digunakan sebelum prosedur gigi, beri tahu dokter tentang semua produk yang digunakan sebelum mengonsumsi cefadroxil mohohydrate. Termasuk obat resep, obat non resep, dan produk herbal.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika Moms sedang hamil.

Sebab, pada kondisi hamil, cefadroxil monohydrate hanya boleh digunakan jika manfaat yang didapat lebih besar dari risiko yang mungkin terjadi.

Perlu diketahui bahwa cefadroxil monohydrate dapat terserap dalam ASI.

Meski hingga saat ini belum ada laporan bahaya obat ini bagi bayi yang disusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya.

Hindari konsumsi obat diare atau opioid jika mengalami gejala efek samping berupa gangguan pencernaan. Sebab, obat ini dapat memperburuk gejala yang dialami.

Penggunaan cefadroxil monohydrate secara berulang atau dalam jangka panjang dapat menyebabkan sariawan atau infeksi jamur. Jadi, obat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam periode waktu yang lama.

Baca juga: Ketahui Jenis Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing

Harga Cefadroxil Monohydrate

Harga cefadroxil monohydrate cukup bervariasi, tergantung bentuk sediaan dan merek dagangnya.

Untuk merek generiknya, cefadroxil monohydrate tablet 500mg dijual dengan kisaran harga Rp3.290-Rp6.800 per tablet.

Sementara itu, cefadroxil Dry Syrup 60ml, sediaan sirup kering 125mg/5ml, dijual dengan harga sekitar Rp25.915 per botol.

Untuk merek dagang atau paten, sediaan kapsul dan tablet 500mg dijual dengan harga sekitar Rp2.158-Rp13.324 per kapsul atau tablet.

Sementara itu, untuk sediaan sirup kering, dijual dengan harga sekitar Rp67.948-Rp124.105 per botol

Sekian pembahasan mengenai cefadroxil monohydrate. Semoga informasi tersebut bisa membantu ya, Moms.

Bila ada yang belum jelas tentang penggunaan obat ini, Moms bisa tanyakan pada dokter atau apoteker yang menangani.

  • https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Cefadroxil-monohydrate
  • https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/030006058100900209?journalCode=imra
  • https://www.drugs.com/mtm/cefadroxil.html
  • http://pionas.pom.go.id/monografi/sefadroksil
  • https://undermedication.com/duricef-cefadroxil-monohydrate/
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1756/cefadroxil-oral/details
  • https://www.everydayhealth.com/drugs/cefadroxil
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait