2-3 tahun

3 September 2021

Bantu Cegah Sensitivitas, Dukung Daya Tahan Tubuh Si Kecil

Bantu cegah alergi Si Kecil untuk kekebalan tubuh yang optimal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Karla Farhana
Disunting oleh Adeline Wahyu

Si Kecil memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap makanan, cuaca, bahkan benda-benda di sekitarnya. Tubuhnya bisa saja menunjukkan reaksi alergi terhadap barang-barang di sekitar, debu, bahkan perubahan cuaca. Untuk itu, Moms perlu mencegah alergi Si Kecil. Mencegah alergi dapat membantu Si Kecil meningkatkan imun tubuh lho, Moms!

Dalam jurnal The Development of Allergic Inflammation, alergi merupakan reaksi berlebih pada sistem kekebalan tubuh. Biasanya, alergi timbul ketika sistem daya tahan tubuh memerangi alergen seperti makanan, bulu binatang, debu, dan juga serbuk sari bunga.

Setiap kali Si Kecil bersin atau tubuhnya menunjukkan reaksi alergi, sistem kekebalan tubuhnya membentuk antibodi immunoglobin E (IgE) terhadap alergen tersebut. Sehingga, sel mast mengeluarkan zat histamin, cytokines, dan leukotrienes untuk memengaruhi alergen tersebut.

Dengan kata lain, reaksi antara IgE terhadap alergen inilah yang memicu timbulnya reaksi alergi pada Si Kecil, Moms.

Namun, Moms tidak perlu khawatir, karena sebenarnya alergi pada Si Kecil dapat dicegah.

Sebelum membahas cara mencegah alergi pada Si Kecil, Moms perlu tahu terlebih dahulu pentingnya mencegah alergi dan kaitannya dengan kekebalan tubuh Si Kecil.

Baca Juga: Inilah Nutrisi Penting untuk Bantu Atasi Alergi pada Anak

Pentingnya Mencegah Alergi untuk Menjaga Kekebalan Tubuh Si Kecil

daya tahan tubuh anak

Foto: Orami Photo Stock

Moms, Alergi yang diturunkan orangtuanya disebut hereditary. Menurut Kids Health, seseorang bisa memiliki alergi ketika masih bayi hingga remaja, atau bahkan baru muncul ketika dewasa. Reaksinya pun beragam pada setiap buah hati, ada yang ringan, ada juga yang parah dan berlangsung selama seumur hidupnya.

Menurut studi Allergies in Children, 30-35% orang memiliki alergi. Angka ini bahkan semakin meningkat beberapa tahun belakangan.

Adapun beberapa jenis alergi yang kerap kali dimiliki Si Kecil antara lain:

  • Alergi makanan
  • Alergi serbuk sari, debu, dan jamur
  • Alergi obat
  • Alergi kulit

Dalam studi Prevention and Management of Allergic Reactions to Food in Child Care Centers and Schools: Practice Guidelines, reaksi alergi makanan pada Si Kecil yang parah bisa menyebabkan kematian. Sementara, reaksi alergi ringan tetap saja bisa berkontribusi pada penurunan kualitas hidup dan hambatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari Si Kecil.

Untuk itulah, penting sekali bagi Moms dan Dads untuk mencegah alergi dan menjaga kekebalan tubuh Si Kecil.

Baca Juga: 7+ Makanan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak, Salah Satunya Bayam!

Cara Mencegah Alergi

mencegah alergi pada anak

Foto: Orami Photo Stock

European Centre for Allergy Research Foundation (ECARF) menyatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai upaya pecegahan alergi pada Si Kecil. Apa saja upaya yang dimaksud? Mari kita simak.

1. Proses Melahirkan

Studi menunjukkan orang yang dilahirkan dengan cara sesar memiliki risiko yang lebih besar untuk punya alergi. Sementara, pada proses melahirkan normal, Si Kecil akan melakukan kontak pada mikroorganisme yang ada pada dindin-dinding saluran melahirkan.

Para ahli percaya, mikroorganisme ini akan melatih Si Kecil yang baru lahir sehingga kemungkinan untuk memiliki alergi nantinya berkurang.

2. Pilih Binatang Peliharaan

Penting memang bagi sebagian orang tua untuk mengenalkan binatang kepada Si Kecil sedini mungkin. Namun, Moms dan Dads bisa memilih binatang peliharaan yang lebih aman untuk Si Kecil.

Misalnya, burung, kucing, dan anjing bisa saja menjadi pemicu Si Kecil mengalami reaksi alergi. Jika Moms ingin memelihara kucing dalam rumah, sebaiknya Moms berkonsultasi terlebih dahulu dengan para ahli alergi dan imunologi.

3. Polusi Udara

Bagi Si Kecil yang memiliki alergi pada debu dan udara kotor, sebaiknya Moms menjaga polusi udara dalam rumah seminimal mungkin.

Formaldehida dan senyawa organik yang mudah menguap diyakini dapat meningkatkan risiko alergi, terutama asma. Zat ini dikeluarkan dari furnitur baru di rumah atau saat mengecat ulang dinding.

Sementara, asap kendaraan bermotor juga dapat memengaruhi perkembangan alergi. Kedekatan lingkungan (tinggal) seseorang dengan jalan-jalan lalu lintas padat dikaitkan dengan peningkatan risiko alergi, terutama asma.

4. Alergi Makanan

Alergi makanan sebenarnya bisa Moms cegah dan kontrol dengan cara memperkenalkan makanan solid secara bertahap.

Dilansir dari American Academi of Allergy Asthma & Immunology, Moms bisa memperkenalkan beberapa makanan yang dikenal kerap kali memicu alergi secara perlahan-lahan. Makanan tersebut antara lain:

  • Telur
  • Makanan olahan susu
  • Kacang-kacangan
  • Ikan
  • Kerang

Moms bisa memperkenalkan makanan-makanan ini perlahan dengan jeda 4-6 bulan. Sehingga, jika ada sedikit reaksi alergi pada Si Kecil, Moms bisa langsung berkonsultasi dengan dokter.

5. Protein

Selain itu, menurut laman WHO Mediterania menulis, protein merupakan salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan Si Kecil. Ketika Si Kecil mengonsumsi makanan beragam, termasuk protein, tubuhnya akan membentuk anti bodi atau sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Selain itu, Si Kecil juga harus memenuhi kebutuhan proteinnya. Paling tidak, untuk balita, 2-3 porsi per hari. Sumber protein pun beragam, Moms bisa memberikan Si Kecil makanan berprotein tinggi seperti ikan. Misalnya, salmon, sardin, dan makarel.

Selain ikan, susu juga merupakan sumber protein lainnya yang baik untuk Si Kecil.

Untuk susu, sajikan 3 porsi per hari. Si Kecil berusia 1-2 tahun bisa mendapatkan susu murni atau yogurt. Si Kecil yang makan dengan baik dapat diberikan susu semi-skim setelah 2 tahun.

Baca Juga: Gejala Ini Muncul Saat Anak Kurang Protein, Cek Yuk Moms!

6. Sistem Pencernaan Sehat

Tahukah Moms, bahwa sistem imun tubuh Si Kecil berhubungan dengan sistem pencernaan? Dilansir dari Healthline, sistem pencernaan justru memiliki peran penting bagi pembentukan imun tubuh.

Pasalnya, 70% sumber kekebalan tubuh terdapat pada saluran pencernaan. Terlebih, studi The role of gut microbiota in immune homeostasis and autoimmunity menunjukkan, mikrobiota yang terdapat pada saluran pencernaan memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama bagi pembentukan immune homeostasis.

Lantas, apa saja mikroba baik yang ada di saluran pencernaan? Harvard Health Publishing: Harvard Medical School menulis, terdapat 100 triliun bakteria baik dan buruk yang hidup di dalam sistem pencernaan. Mereka disebut dengan gut microbiota. Di antara bakteria yang ada di dalam tubuh Si Kecil, terdapat probiotik yang merupakan kombinasi mikroorganisme yang mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh Si Kecil.

Sementara, Healthline menulis, salah satu jenis probiotik yang paling penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh Si Kecil adalah Bifidobacterium lactis yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Jika kadar Bifidobacterium lactis Si Kecil rendah, maka sistem kekebalan tubuhnya akan melemah sehingga mudah sakit.

Berikan Asupan Tepat untuk Menjaga Kekebalan Tubuh Si Kecil

NANKID pHPro 3 membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Si Kecil dan mencegah sentivitas.

NANKID pHPro 3 merupakan susu pertumbuhan Si Kecil usia 1-3 tahun dengan protein whey terhidrolisis parsial yang lebih mudah dicerna. Diformulasikan Nestlé Research Centre, Switzerland. Selain itu, NANKID pHPro 3 juga mengandung kalsium yang berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Sementara, kandungan asam lemak esensial LA dan ALA, 12 vitamin dan 9 mineral serta probiotik Bifidobacterium lactis juga mendukung tumbuh kembang dan daya tahan tubuh Si Kecil.

Namun, yang paling penting, NANKID pHPro 3 ini adalah merk nomor satu yang paling sering direkomendasikan oleh dokter anak di dunia. Tak hanya itu, NANKID pHPro 3 juga merupakan satu-satunya Growing up Milk (GUM) yang mengandung B. Lactis yang terbukti klinis dapat membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh Si Kecil.

Itu dia Moms seputar alergi pada Si Kecil dan cara mencegahnya. Tambahkan asupan yang tepat untuk meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil ya, Moms!

(ADV)

  • http://www.emro.who.int/nutrition/covid-19/feeding-babies-and-young-children-during-the-covid-19-outbreak.html
  • https://www.aaaai.org/Tools-for-the-Public/Conditions-Library/Allergies/Prevention-of-allergies-and-asthma-in-children
  • https://www.ecarf.org/en/information-portal/general-allergy-info/prevent-allergies/
  • https://health.clevelandclinic.org/want-boost-childs-immune-system-5-tips/
  • https://www.westsidehn.com/are-allergies-a-sign-of-a-strong-immune-system/
  • https://www.jacionline.org/article/S0091-6749(21)00223-2/fulltext
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2805592/
  • https://kidshealth.org/en/kids/allergies.html
  • https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/a/allergies

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait