Kesehatan

KESEHATAN
2 Maret 2021

4 Jenis Cek Lab Ibu Hamil dan Fungsinya, Cari Tahu Moms!

Tes laboratorium saat hamil biasanya disarankan dokter di usia kehamilan yang sudah ditentukan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Di masa kehamilan, kira-kira apa saja jenis cek lab ibu hamil dan fungsinya?

Wanita yang mengandung mesti menjalani setidaknya 4 tes laboratorium saat hamil. Bagi yang mengalami kehamilan pertama, masa-masa itu merupakan masa terpenting dalam hidup.

Pada saat hamil, segala sesuatu harus terkontrol, termasuk kesehatan ibu dan anak yang sedang dikandung.

Saat hamil tubuh seorang wanita akan mengalami banyak perubahan, lalu peran dokter diperlukan untuk memantau kesehatan ibu dan janin melalui beberapa tes. Nah, cek lab ibu hamil inilah yang sangat penting untuk dilakukan.

Berbagai Cek Lab Ibu Hamil

Dilansir dari American Academy of Family Physicians, Moms akan ditawari serangkaian cek lab ibu hamil sebagai bagian dari perawatan antenatal.

Berikut ini merupakan beberapa tes laboratorium saat hamil yang sangat penting bagi kesehatan ibu dan janin.

1. Tes Darah

Cek lab ibu hamil

Foto: flanderstoday.eu

Pengambilan sampel darah merupakan salah satu dari rangkaian cek lab ibu hamil yang perlu dilakukan untuk mengetahui kesehatan ibu dan mendeteksi apakah ada kelainan pada janin.

Dilansir dari Family Doctor, seorang wanita yang sedang hamil akan melewati tes ini pada kunjungan pertama untuk memeriksa golongan darah dan tekanan darah.

Golongan darah ini terdiri dari 4 golongan yakni A, B, AB, atau O. Mengapa perlu dilakukan tes ini?

Mengetahui golongan darah dapat membantu apabila sewaktu-waktu melakukan transfusi darah jika terjadi pendarahan yang hebat saat kehamilan atau kelahiran. Jadi, jangan remehkan cek lab ibu hamil yang satu ini ya, Moms!

Jika resus ibu berbeda dengan janinnya, maka ibu akan diberi suntikan imunoglobulin untuk mencegah pembentukan antibodi yang dapat menyerang darah janin.

Cek lab ibu hamil yang satu ini biasa dilakukan saat usia kandungan trimester pertama.

Baca Juga: Perkembangan Janin di Trimester Pertama Kehamilan yang Menakjubkan dan Tak Terduga

2. Cek Kadar Gula Darah

Cek lab ibu hamil

Foto: babycenter.com

Tes laboratorium saat hamil ini bertujuan untuk mengetahui kadar gula darah ibu hamil yang biasa dilakukan antara 24 dan 28 minggu usia kehamilan.

Tes ini perlu dilakukan saat awal kehamilan apabila Moms berisiko tinggi mengidap penyakit diabetes yang disebabkan faktor keturunan ataupun pola makan.

Hasilnya dapat membantu, apabila positif, risikonya dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Maka dari itu, tes ini akan membantu Moms agar dapat hidup sehat saat sedang hamil.

3. Cek Infeksi

Cek lab ibu hamil

Foto: theplab.net

Dari tes darah yang dilakukan saat trimester awal, Moms juga dapat mencari tahu jika memiliki infeksi yang dapat memengaruhi ibu dan bayi dalam kandungan.

Cek lab ibu hamil jenis ini juga dapat memberitahu Anda mengetahui apakah memiliki kondisi tertentu yang termasuk penyakit menular seksual seperti HIV atau hepatitis B.

Biasanya yang diperiksa dalam tes laboratorium kehamilan adalah hepatitis B, hepatitis C, HIV, rubella, dan sipilis.

Jika seorang wanita hamil mengidap HIV, maka akan dilakukan penanganan medis untuk mengurangi risiko penularan HIV pada janin.

Baca Juga: Apakah Penderita HIV/AIDS Boleh Hamil dan Punya Anak?

4. Tes Hemoglobin

Moms Ketahui Pentingnya Tes Laboratorium Saat Hamil 4.jpg

Foto: drmorris.com.au

Anemia adalah salah satu kasus yang sering terjadi pada wanita yang sedang hamil. Kondisi seperti ini disebabkan karena meningkatnya volume darah.

Risiko anemia ini akan membuat Moms cepat lelah, lebih fatalnya akan terjadi pendarahan saat hamil atau melahirkan akibat kekurangan zat besi.

Moms sudah tahu kan pentingnya tes laboratorium saat hamil? Jadi sudah sewajarnya jika semua proses harus dilakukan demi kesehatan ibu dan janinnya.

Baca Juga: 12 Tes Kesehatan yang Harus Dilakukan Sebelum Merencanakan Kehamilan

Manfaat Cek Lab Ibu Hamil

Cek lab ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Ketika hamil, itu adalah masa yang paling rentan bagi perempuan. Karenanya, pengecekan dan penjagaan demi kesehatan calon ibu dan janin perlu untuk dilakukan.

Selain dengan memberikan asupan gizi yang seimbang, cek lab ibu hamil pun menjadi suatu hal yang diwajibkan. Berikut manfaat cek lab ibu hamil;

1. Mengantisipasi Kemungkinan Terburuk

Ketika seorang perempuan hamil, ia akan mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya. Hal tersebut pun terjadi pada janin yang tengah dikandung.

Cek lab ibu hamil sendiri berguna untuk mencegah risiko terjadinya gangguan obesitas, pre-eklampsia, dan gangguan kehamilan lain yang bisa menimpa calon ibu dan janin.

2. Persiapan Masa Kehamilan, Persalinan dan Menyusui

Agar persiapan kehamilan, persalinan dan menyusui lebih mantan, cek lab ibu hamil tentulah diperlukan.

Mengetahui risiko genetis yang akan diturunkan pada janin hingga bisa melakukan pencegahan yang tepat, mengetahui kesehatan ibu hamil dan janin secara keseluruhan.

3. Mencegah Keguguran

Hal yang sangat ditakuti oleh calon ibu dan ayah yang adalah kehilangan janin yang tenga dikandung.

Cek lab ibu hamil bisa memperkecil potensi janin gugur, cacat janin sejak dalam kandungan, mengetahui jika bayi meninggal di dalam kandungan dan lain sebagainya.

Dalam keadaan umum, pemeriksaan lab akan dilakukan tiga kali pada masa kehamilan yang baru memasuki trimester pertama, kedua dan ketiga.

Baca Juga: 11 Tips Melahirkan Lancar untuk Ibu Hamil 9 Bulan, Yuk Coba!

Gejala Berbahaya untuk Ibu Hamil

Cek lab ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Selain cek lab untuk ibu hamil, Moms juga harus waspada mengenai gejala yang bisa membahayakan ibu hamil dan juga janin. Terdapat berbagai macam gejala yang harus diwaspadai dan perlu segera diperiksakan ke dokter.

Gejala yang berbahaya tersebut adalah;

  • Pendarahan pada vagina
  • Muntah terlalu sering
  • Pecah ketuban
  • Kontraksi atau nyeri perut yang teramat sangat
  • Nyeri kepala hebat dan tak kunjung sembuh
  • Tekanan darah tinggi
  • Kejang
  • Tidak merasakan pergerakan janin

Meski saat ini kita tengah dalam kondisi pandemi atau COVID-19, Moms harus tetap melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin demin menjaga kesehatan Moms dan juga janin yang ada di dalam kandungan.

Agar terhindar dari virus COVID-19 saat melakukan pemeriksaan di dokter ataupun bidan, cobalah untuk membuat janji dengan dokter kandungan atau bidan secara online atau pesan singkat terlebih dahulu.

Hal tersebut berguna agar Moms bisa datang sesuai waktu yang sudah ditentukan dan tak perlu menunggu dan antre berlama-lama di rumah sakit.

Semakin lama Moms menghabiskan waktu di rumah sakit, berarti semakin panjang dan besar Moms bisa terpapar virus corona.

Baca Juga: 5 Jenis Tes Laboratorium yang Dialami Ibu Hamil

Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker dan siap sedia hand sanitizer ketika melakukan pemeriksaan ya, Moms! Patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak pun adalah sebuah hal yang penting.

Nah, bagaimana informasi mengenai cek lab ibu hamil yang sudah dibahas? Jika Moms memiliki berbagai pertanyaan terkait topik yang sudah dibahas, jangan lupa untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Yuk, tetap jaga kesehatan Moms dan janin dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang sesuai dengan anjuran pemerintah!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait