Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Jun 25, 2018

Cemburu atau Posesif? Ini Hal yang Harus Moms Bedakan

Bagikan


Bicara tentang hubungan pasangan suami istri, pasti tidak pernah lepas dari yang namanya konflik. Konflik kecil yang berkepanjangan bisa menjadi besar jika tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya.

Salah satu konflik kecil dalam suatu hubungan adalah masalah cemburu dan tingkat posesif pasangan yang kadang membuat kurang nyaman.

Perlu Moms ketahui, setiap pria pasti memiliki kadar cemburu yang berbeda-beda, serta cara menunjukan kecemburuan yang berbeda pula. Ada yang terang-terangan bicara bahwa ia tidak suka jika Moms berkomunikasi dengan lelaki A.

Ada juga yang tidak secara langsung mengutarakannya, tapi kadang tipe pria yang seperti ini akan berubah sikapnya lebih cuek dari biasanya sampai ada celah untuk Moms menegurnya, baru ia mengutarakannya dengan sedikit gengsi.

Cemburu sah-sah saja Moms, selama masih di batas wajar. Karena ini menunjukan bahwa dirinya mempunyai rasa memiliki yang tinggi atau dalam kata yang lebih sederhana, ia menyayangi Moms seutuhnya.

Tapi apa jadinya kalau pasangan justru memiliki sifat yang lebih dari sekadar cemburu dan terlalu posesif? Ia melarang Moms pergi dan bertemu dengan orang-orang tertentu. Tentunya hal itu sangat membatasi ruang gerak Moms.

Berikut beberapa sikap yang wajib Moms ketahui untuk membedakan antara cemburu dan posesif.

Baca Juga:Kalau Mengalami 6 Hal Ini, Tandanya Kita Sudah Merasa Bahagia dengan Pasangan

1. Alasan

Pria menjadi cemburu atau posesif memang punya alasannya masing-masing. Coba ajak bicara pasangan dan tanyakan alasan yang paling mendasar mengapa ia tidak menyukai sikap Moms.

Jika Moms merasa alasannya masuk akal, dan hal tersebut bisa merusak hubungan Moms. Berarti pasangan hanya sekadar cemburu.

Orang yang posesif cenderung tidak memiliki hal yang jelas ketika membatasi pasangannya, ia hanya ingin mengontrol hidup Moms tanpa alasan yang realistis.

2. Cara Penyampaian

Sama dengan halnya wanita, karakter pria pun berbeda-beda. Saat menyampaikan dirinya tidak menyukai Moms bergaul dengan salah seorang pria, Moms bisa lihat dari cara menyampaikan hal tersebut.

Kalau hanya teguran atau pembicaraan serius itu tandanya ia sedang menunjukan kecemburuannya. Tapi kalau ia bicara secara kasar bahkan sampai memaki-maki atau berteriak, sudah pasti ia adalah orang yang sangat posesif.

Baca Juga: Cek, Apakah Anda Termasuk Istri yang Cemburuan

3. Reaksi Pasangan

Saat tahu bahwa ada perbuatan Moms yang tidak disukai pasangan, coba bicarakan dengan teman dekat atau orang tua, apakah hal tersebut wajar dicemburui atau tidak.

Jika tanggapan mereka tidak wajar dan hal yang Moms lakukan adalah hal yang tidak menyimpang. Seharusnya Moms memberi penjelasan kepada pasangan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Lihatlah reaksi pasangan, apakah ia mengalah atau justru bicara kasar atau bahkan sampai melakukan kekerasan. Karena orang yang memiliki tingkat posesif tinggi akan melakukan tindakan kekerasan untuk membuat pasangannya merasa takut dan mematuhi segala perintahnya.

Duh Moms, kalau sudah sampai seperti ini, segera laporkan ke keluarga dekat untuk mengambil tindakan lanjut. Jangan sampai Moms salah kaprah antara cemburu dan posesif ya Moms.

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.