Di atas 5 tahun

6 Juli 2021

Cerita Pinokio: Kisah Seorang Anak yang Suka Berbohong

Dari mana anak belajar berbohong? Mungkinkah secara tak sadar justru kita yang mengajarinya?
placeholder

Foto: Shutterstock

placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Widya Citra Andini

Suatu pagi, saat sedang main bersama si bungsu Meira yang saat itu baru berumur 4 tahun, saya melihat seorang tetangga jauh yang suka kepo dengan urusan orang berjalan ke arah rumah.

Buru-buru Mei saya ajak masuk, lalu ketika si tetangga semakin mendekat, saya meminta mbak asisten rumah tangga menyampaikan kalau saya tak ada di rumah.

Mei spontan menatap saya keheranan dengan mata bulatnya. “Kok Mima bohong? Mima ada kan di rumah sama aku...”

Suara polosnya bikin saya senyum-senyum (malu) sendiri. “Duh, saya sudah memberikan contoh buruk nih,” kata saya membatin.

Dan ketika beberapa waktu kemudian giliran Mei pura-pura sakit karena tak ingin bertemu seorang temannya di playgroup, alarm di otak saya pun langsung menyala.

tips pinokio

Well, terkadang sebagai orangtua kita secara tak sadar suka melakukan white lie (anggap saja terjemahannya berbohong untuk kebaikan) di depan anak. Tanpa sadar juga anak meniru. Kita orangtuanya yang menjadikan dia Pinokio sejak kecil.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Anak Kecil Mulai Suka Berbohong

Beberapa tip berikut ini pernah saya lakukan sendiri, dan pastinya bisa Anda contoh dan adaptasikan dengan situasi Anda.

  • Buat “Catatan Harian White Lie”: beli buku kecil, lalu catat setiap kali Anda melakuan white lie. Dari catatan ini, lakukan analisa apakah kebohongan putih yang Anda lakukan tergolong berat atau ringan. Jika masuk kategori berat, lakukan sesuatu agar tak kebablasan.
  • Beri penjelasan pada anak: tentang mengapa misalnya, Anda harus melakukan white lies. Ken Reschinck seorang pakar psikologi anak dari Afrika Selatan mengatakan anak-anak biasanya masih ‘hidup dalam dunia sendiri’ dan mungkin tidak menyadari kalau Anda sedang melakukan white lie. Ia toh berpendapat, anak-anak sejak kecil harus dijelaskan tentang nilai kejujuran.
  • Orangtua adalah panutan utama anak: demikian disampaikan oleh para pakar American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. Jadi apabila anak menangkap basah Anda berbohong, segeralah menjelaskan alasan mengapa Anda lakukan itu. Tentunya dengan bahasa yang mereka pahami. Beri contoh dengan perubatan.
  • Bedakan khayalan dengan kenyataan: mengajari anak untuk tak menghisap jari dengan berbohong, misalnya nanti jarinya akan putus atau mukanya akan dipenuhi bintik-bintik hitam, tidaklah dianjurkan. Lebih baik jelaskan dengan logika sambil mengajari tentang kejahatan. Ajari bagaimana kuman dan bakteri bisa masuk ke dalam mulut dan sebagainya.
  • Ajari tentang dampak berbohong: pilih cerita-cerita klasik seperti Pinokio atau The Emperor’s New Clotes. Bisa juga Anda selipkan kisah-kisah sahabat Rasulullah yang mengajarkan kejujuran.

Cerita Pinokio

Salah satu cara untuk mengajarkan Si Kecil akan buruknya kebiasaan berbohong yaitu melalui dongeng yang mudah ia terima serta pasti disukai.

Dongeng klasik ini menceritakan petualangan pinokio yang mengubahnya dari anak nakal menjadi anak yang baik dan patuh pada orangtuanya dan berubah menjadi anak laki-laki yang seutuhnya karena bantuan peri.

Moms bisa bacakan cerita pinokio sebagai pengantar tidur, untuk memberikan dongeng penuh pesan dan manfaat.

Ini dia Moms, cerita pinokio secara lengkap. Yuk disimak!

Baca Juga: 6 Manfaat Dongeng Dalam Membentuk Karakter Anak

1. Hiduplah Si Tukang Kayu Tua Geppeto yang Kesepian dan Membuat Boneka Kayu Pinokio

Pinokio.jpg

Foto: pinterest.com

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang tukang kayu yang bernama Geppeto. Ia hidup seorang diri di rumah sederhananya yang hanya berisi barang-barang dari kayu. Geppeto bermimpi memiliki anak laki-laki yang akan menemaninya.

Suatu malam saat ia merasa kesepian, ia membuat sebuah boneka kayu. Karena Geppeto sangat andal, boneka kayu itu terlihat sangat nyata.

“Aku akan memanggilmu Pinokio,” ucapnya. “Aku berharap kamu adalah benar-benar anak laki-laki.”

Setelah selesai membuat pinokio, Geppeto pun tertidur dan cerita Pinokio bermula di malam itu.

2. Datang Peri Biru yang Mengabulkan Permohonan

6dc91ed9d05e49532c4a9ebfcedb9414.jpg

Foto: pinterest.com

Saat Geppeto tertidur, peri biru datang dan berbisik padanya.

“Geppeto yang baik, kamu selalu menjadi orang baik untuk semua orang. Sehingga aku akan memberikan kehidupan untuk pinokio kecilmu.” Ujar peri biru sambil mengayunkan tongkat ajaibnya.

Pinokio pun hidup menjadi seorang anak laki-laki sesuai keinginan Geppeto.

“Lihat aku, aku bisa bicara, aku bisa berjalan dan aku bisa menari,” ucap pinokio bersemangat.

Mendengar suara berisik di rumahnya, Geppeto pun terbangun dan sangat terkejur. Ia menemukan mimpinya yang menjadi kenyataan.

“Boneka kayu anakku, kamu hidup!” Geppeto yang sangat bahagia itu memeluk pinokio.

3. Pinokio Pergi ke Sekolah dan Bertemu Anak Seusianya

Disney-Pinocchio.png

Foto: pinterest.com

Pada keesokan harinya, Geppeto memberi pinokio uang untuk membeli buku dan mengirimnya ke sekolah.

“Pinokio sekarang kamu harus sekolah. Jangan berhenti sebelum sampai ke sekolah. Di sana, kamu akan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan,” Geppeto berpesan kepada Pinokio.

Pinokio sangat bergembira, dia berjalan menuju sekolahnya. Namun, di perjalanan dia bertemu seorang anak laki laki yang sedang bermain.

“Hai kamu mau pergi kemana dengan uang sebanyak itu, tanya si anak laki laki penuh rasa penasaran.

“Aku akan pergi ke sekolah dan membeli buku,” jawab Pinokio menjelaskan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Dongeng yang Tepat Berdasarkan Usia Anak?

4. Bukannya Membeli Buku, Justru Pinokio Membeli Permen dengan Uang dari Geppeto

4-552f6d46f79ecc9b38a6012cb17a8e4c.jpg

"Daripada untuk membeli buku dan ke sekolah, lebih baik uang itu kamu gunakan untuk membeli permen. Rasanya sangat enak!" ucap anak laki-laki itu.

Kemudian seekor belalang ajaib melompat ke pundak Pinokio dan berbisik padanya

“Jangan lakukan itu Pinokio, jangan dengarkan anak itu,” ujar sang belalang ajaib.

Namun, Pinokio tidak mendengarkan belalang ajaib, ia pun pergi masuk ke toko permen.

“Apakah semua uang ini hanya untuk permen?”,tanya pelayan toko pada Pinokio.

“Iya ayahku ingin aku membelikan semua uang ini untuk permen," ucap Pinokio.

5. Karena Terus Berbohong, Hidung Pinokio Terus Bertambah Panjang

pinocchio.jpg

Foto: pinterest.com

Namun, secara tiba-tiba hidung pinokio bertambah panjang.

Pada saat Pinokio keluar dari toko, Si anak laki laki dengan cepat mencuri semua permen dari tangan Pinokio dan melarikan diri. Pinokio telah ditipu.

Belalang ajaib kembali melompat ke pundak Pinokio lagi dan bertanya kenapa uang Pinokio berkurang.

Pinokio menjawab, ”uang nya jatuh dan hilang.” Pada saat Pinokio berbohong, hidungnya kembali bertambah panjang.

Baca Juga: Tak Disangka, Ini 4 Manfaat Membacakan Dongeng untuk Si Kecil

6. Pinokio Membeli Tiket Pertunjukan dari Serigala dan Kucing

pinokio dan serigala.jpg

Foto: pinterest.com

Pinokio pun kembali melanjutkan perjalannya ke sekolah. Di perjalanan, ia bertemu dengan serigala dan seekor kucing. Mereka kemudian memanggil Pinokio.

“Hai, kami akan mengajak kamu ke sebuah pertunjukan boneka. Kami punya satu tiket untukmu. Harganya hanya 5 koin,” ujar serigala dan kucing.

Pinokio berpikir itu adalah tawaran yang sangat menarik sehingga ia memutuskan untuk ikut.

“Aku punya lima koin, ayahku menyuruhku pergi ke pertunjukan yang menarik.”

Setelah mengatakan itu, hidung Pinokio pun kembali bertambah panjang.

7. Pinokio Akhirnya Bertemu Stombolli dan Bergabung ke Pertunjukan

pinokio tertipu.jpg

Foto: pinterest.com

Ketika Pinokio pergi ke pertunjukan boneka tersebut, ternyata tiket yang dibelinya adalah tiket palsu. Penjaga pertunjukan tidak memperbolehkannya masuk. Pinokio pun duduk sambil menangis.

Kemudian datang seorang laki-laki asing dengan rambut dan janggut panjang, ia melihat pinokio yang sedang menangis. Ternyata ia adalah Strombolli, pemilik pertunjukan boneka.

Ia sangat terpesona saat melihat pinokio yang merupakan boneka kayu hidup tanpa memakai tali pengatur.

Strombolli kemudian mengajak Pinokio bergabung dalam pertunjukan. Pinokio kemudian naik ke panggung. Dia menari dan bernyanyi, para penonton menyukai Pinokio. Mereka bertepuk tangan untuk Pinokio.

8. Stombolli Mengurung Pinokio dan Tidak Membiarkannya Pulang ke Rumah

8-1c5c89d961e02bca976b281316cf8d9e.jpg

Foto: pinterest.com

Pinokio yang semakin bersemangat tidak menghiraukan arah gerak tubuhnya. Tanpa sadar, hidungnya yang panjang tersangkut tali boneka yang lain.

Akhirnya, pertunjukan berhenti karena menjadi kacau. Seluruh, penonton menertawakan pertunjukan itu.

Pinokio yang sangat lelah, ia juga merindukan Geppeto. Pinokio meminta ijin pada Strombolli bahwa ia ingin pulang.

Namun ternyata, Strombolli memasukkan Pinokio ke dalam sangkar dan berkata, “Kamu milikku sekarang!” kata Strombolli.

Ketika Pinokio duduk dan menangis dalam sangkar, belalang ajaib muncul kembali.

“Lihat Pinokio? jika kamu pergi ke sekolah seperti apa yang diminta oleh Geppeto, tentu kejadian ini tidak akan pernah terjadi.”

Baca Juga: Cara Memilih Cerita Dongeng yang Tepat untuk Bayi di Bawah 1 Tahun

9. Geppeto Datang dan Membantu Pinokio untuk Segera Melarikan Diri

Pinocchio-and-Gepetto-1024x762.jpg

Foto: pinterest.com

Belalang ajaib kemudian memberi kesempatan kedua untuk Pinokio agar mau berubah. Dengan cepat ia pergi ke rumah Geppeto dan memberitahu apa yang telah terjadi pada Pinokio.

Segera Geppeto pergi ke pertunjukan boneka dan menyelamatkan Pinokio dari Sangkar Strombolli.

“Pencuri, pencuri!” Teriak Strombolli sambil berlari mengejar Gepeto.

“Boneka itu milikku!” Teriaknya

Pinokio berpikir dengan cepat dan membuat jebakan sehingga Strombolli jatuh menimpa kotak boneka

"BRAKKKK"

Pinokio dan Geppeto pun bisa pergi melarikan diri.

10. Pinokio Meminta Maaf dan Berjanji untuk Berkata Jujur, Kemudian Peri Biru Mengubahnya Menjadi Anak Lelaki Seutuhnya

pinocchio-1024x576.jpg

Foto: pinterest.com

Pinokio, lihatlah hidungmu. Itu yang akan terjadi jika kamu berbohong," kata Geppeto.

Pinokio sangat malu dan akhirnya memutuskan selalu berkata jujur. Ia pun kemudian berjanji tidak akan berbohong lagi, sehingga hidungnya semakin mengecil sampai kembali seperti semula.

Akhirnya, Pinokio mengetahui kesalahannya dan berubah menjadi anak yang baik. Peri biru memberi mantera sehingga Pinokio menjadi anak laki laki yang sesungguhnya.

Geppeto dan Pinokio pun hidup bahagia.

Baca Juga: Yuk Rutin Membacakan Dongeng Untuk Anak!

Dongeng ini memberikan pesan bahwa masalah yang dialami oleh Pinokio muncul akibat sikapnya yang suka berbohong pada orang tua maupun orang lain.

Namun, pengalaman yang dialaminya mengubah Pinokio menjadi anak yang peduli pada perasaan orang lain dan patuh pada orangtuanya. Sekian cerita pinokio kali ini, semoga Si Kecil bisa mengambil nilai moralnya ya, Moms!

Sampai lain kali!

banner mba chichi

Memulai karier sejak tahun 1995 di sebuah grup media ternama di Jakarta, Pangesti 'Chichi' Bernardus konsisten berada di jalur editorial sampai saat ini. Kini dia dipercaya untuk memimpin sebuah majalah bergenre kesehatan, Women's Health dan Men's Health Indonesia. Selain berkecimpung di media, Chichi yang biasa dipanggil Mima oleh keempat anaknya, Bongbong, Kitkit, Lala, dan Meimei juga seorang yogi dan entrepreneur di bidang craft. Chichi adalah pemilik usaha kerajinan Monster bag bernama OMB (Ojo Medheni Bocah) dan Siotjia Djawa --- Chinoiserie by Chichi Bernardus. Oh ya, satu lagi, wanita yang memiliki kediaman di Lenteng Agung ini juga seseorang yang concern dengan aromaterapi. Get updates from Mima Chichi here.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait