Pernikahan & Seks

19 Oktober 2021

Childfree, Istilah untuk Pasangan yang Memilih Tidak Mempunyai Anak

Kebahagian tidak selalu dengan anak, beberapa orang mencari kebahagiaan dengan childfree
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menikah dan memiliki anak adalah bagian dari kebahagiaan sebagian besar orang. Namun belakangan, banyak pasangan yang memilih untuk childfree. Apa Moms salah satunya?

Kenyataannya, banyak pasangan yang tampaknya masih menginginkan dikarunia anak seiring meningkatnya minat penggunaan teknologi IVF atau bayi tabung. Namun, fakta lainnya juga banyak wanita masih sering dipermalukan karena memilih untuk tidak menjadi ibu atau childfree.

Siapa yang benar? Apakah seseorang cenderung lebih bahagia dengan anak-anak atau justru childfree? Ini jelas merupakan pertanyaan yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat, karena faktor individu akan memainkan peran besar dalam keputusan seseorang akan childfree dan bagaimana hal itu akan berjalan baik untuk mereka.

Dikutip dari Science Focus, tahap awal saat bayi lahir merupakan kondisi yang sangat intens, setidaknya bagi ibu.  Proses melahirkan dan menyusui menyebabkan sistemnya dibanjiri oksitosin, 'hormon pelukan', yang memperkuat ikatan emosional dan menyebabkan seseoranh mengalami lebih banyak kesenangan dengan hubungan interpersonal.

Dan sulit membayangkan hubungan interpersonal yang lebih kuat daripada hubungan antara ibu dan bayi. Jadi, emosi yang seorang ibu alami setelah memiliki anak akan jauh lebih intens daripada yang mungkin seseorang alami ketika memilih childfree.

Baca Juga: Ayah Mengalami Perubahan Setelah Memiliki Anak? Benarkah?

Hal ini juga berlaku untuk ayah dan jenis orang tua lainnya juga.  Ibu kandung mungkin memiliki koneksi paling 'langsung' dengan bayinya karena menciptakannya di dalam tubuhnya sendiri. Terlebih, setiap otak manusia terprogram untuk merespons bayi secara positif.

Bau yang mereka keluarkan, fitur wajah mereka yang besar, kerentanan mereka, dan ukuran si Janin. Otak seseorang mengalami respons yang tinggi terhadap semua ini, sehingga memaksa untuk melindungi dan terikat dengan sumbernya.

Namun, pengalaman ikatan yang intens dan kebahagiaan yang tak hingga ini pada akhirnya mungkin bisa saja hilang. Bukannya orang tua tidak mencintai anak-anak mereka atau menyesalinya, tetapi bayi dan kemudian anak-anak, sangat menuntut. Sehingga, orang tua bertanggung jawab penuh atas mereka.

Malam-malam tanpa tidur, popok kotor, pengeluaran, kekacauan, fakta bahwa hidup seorang ibu bukan lagi milik pribadinya, semua ini dan lebih banyak hal lagi dapat benar-benar meningkatkan stres dan emosi negatif terkait. Begitulah cara otak seseorang bekerja.

Akan tetapi kemudian, seorang ibu atau orang tua lainnya yaitu ayah juga mengalami kegembiraan pencapaian, cinta yang kuat untuk anaknya. Kesenangan yang dimiliki bersama serta kesenangan melihat mereka dewasa, yang mungkin saja tidak dapat dirasakan orang-orang yang memilih childfree.

Baca Juga: Ini Kelebihan dan Kekurangan Memiliki Anak Semata Wayang

Apa Itu Childfree?

childfree

Foto: lawtransform.mo

Childfree adalah keputusan untuk tidak mau memiliki anak dengan berbagai pertimbangan dan alasan yang mendasari pasangan yang bersangkutan. Namun, sampai saat ini banyak yang menilai bahwa childfree bertentangan dengan norma agama dan budaya.

Meski begitu, saat ini konsep DINKS – Double Income No Kids sedang naik daun. Faktanya, apa pun alasan untuk tidak memiliki anak, menjadi childfree tidak didasari oleh anggapan bahwa bayi sangat mengerikan. Ini hanya tentang gaya hidup yang dipilih. Karena bagaimanapun keputusan untuk hidup sebagai childfree adalah pilihan pribadi.

Alasan tidak punya anak bisa bermacam-macam, mulai dari karir, perjalanan, keuangan, dan lainnya. Jika pasangan memilih untuk bebas anak, bukan berarti hidup tidak membosankan atau membosankan atau tanpa arah bagi mereka!

Bahkan dalam sebuah penelitian baru dari psikolog Michigan State University, para peneliti menemukan seperempat orang dewasa yang memilih untuk childfree mereka tetap bisa hidup dengan bahagia. Pasangan yang memilih keluar dari peran sebagai orang tua tampaknya lebih menghargai pasangannya.

Childfree merupakan pilihan hidup bagi sebagian orang saat ini, bahkan wanita muda. Mulai banyak orang yang berpandangan dan menyadari manfaat yang berbeda dengan childfree.

Dengan demikian, mereka membuat keputusan berdasarkan informasi untuk menjalani kehidupan childfree. Ada juga pasangan yang sudah menikah dan memiliki hobi bepergian dan bekerja keras untuk mempertahankan hobi mereka.

Di tengah kesibukannya sebagai pekerja, mereka membutuhkan waktu luang untuk pergi mendaki atau bersantai di tepi pantai, yang semuanya mungkin tidak akan tercapai dengan kehadiran anak di sekitar mereka.

Ada banyak selebritas yang juga memilih untuk hidup tanpa memiliki anak. Oprah Winfrey dengan pasangan lamanya tidak pernah memiliki rencana untuk membesarkan anak mereka sendiri. Demikian juga, George Clooney dan istrinya menjalani kehidupan childfree. Jennifer Anniston juga menyatakan, menjadi seorang ibu bukan prioritasnya.

Baca Juga: Punya Anak dengan Seabrek Aktivitas? Kenapa Tidak!

Alasan Pasangan Memilih Childfree

childfree

Foto: parentmap.com

Pasangan childfree adalah pasangan yang sengaja memilih untuk tidak memiliki anak, sehingga tidak menyerah pada tekanan sosial dan patriarki untuk memiliki anak. Bukan berarti mereka egois.

Sekali lagi, memutuskan untuk chlidfree adalah pilihan pribadi. Memiliki anak hanya untuk menyenangkan masyarakat di sekitar, meski tidak menginginkannya adalah konyol.

Terlebih ketika finansial Moms dan Dads untuk membesarkan anak tidak mendukung. Lebih baik menjadi egois daripada menjadi bodoh. Memiliki anak bukanlah suatu pencapaian, terutama jika Moms dan Dads ragu-ragu untuk berkomitmen dalam mengasuh anak.

Berikut adalah beberapa alasan ketika pasangan memutuskan untuk hidup tanpa anak, seperti dilansir dari Bonobology.

1. Masalah Keuangan

Menurut artikel Times of India, biaya membesarkan anak dari konsepsi hingga perguruan tinggi adalah sekitar 7 juta Rupee India atau lebih dari 1 milyar rupiah. Belum termasuk uang untuk hiburan, kesehatan, dan pengeluaran lain-lain untuk anak tersebut.

Jadi pada dasarnya, memiliki anak berarti Moms harus memilih antara memiliki mobil atau rumah mewah atau membesarkan anak. Bertanya-tanya mengapa tidak memiliki anak itu baik? Pilihannya terlihat sedikit sederhana sekarang, bukan?

2. Manfaat lingkungan

Sudah jadi rahasia umum, dunia sedang sekarat dengan adanya perubahan iklim yang akan berdampak di masa depan. Populasi meningkat. Salju mencair.

Tingkat kriminalitas tinggi. Ini juga menjadi pertimbangan pasangan untuk hidup sebagai childfree daripada harus membesarkan anak di lingkungan yang seperti itu.

Baca Juga: Hubungan Suami Istri Setelah Punya Anak, Benarkah Jadi Lebih Dekat?

3. Tidak Bisa Melihat Sebagai Orang Tua

Moms dan Dads sekeren pasangan bisa. Tetapi Moms dan Dads tidak melihat diri sebagai orang tua.

Menjadi orang tua berarti bertanggung jawab atas rumah tangga dan anak. Sementara Moms dan Dads hampir tidak pernah belajar bagaimana tidak tidur sepanjang sore pada hari Sabtu.

4. Selalu Dapat Bepergian

Jalani hidup. Bepergian hanya untuk dua orang! Jika Moms dan Dads adalah tipe pasangan yang bekerja keras sepanjang minggu dengan prospek manis perjalanan ke tempat terdekat selama akhir pekan, maka keputusan menjadi childfree adalah hal tepat.

Karena hal tersebut tidak mungkin dilakukan ketika Moms dan Dads memiliki balita yang menangis dan buang air besar yang menolak untuk berpakaian.

Salah satu alasan populer bagi pasangan untuk tidak memiliki anak adalah karena mereka ingin menghabiskan waktu mereka bepergian dan tidak memeriksa prasekolah terbaik untuk anak-anak mereka.

Tanpa bayi di pesawat, Moms dan Dads dapat memilih untuk bepergian kapan pun, sesukanya.

Selain itu, tanpa biaya tambahan untuk membesarkan anak, Moms dan Dads memiliki sarana untuk benar-benar membuat rencana dadakan.

5. Miliki Hal-hal yang Lebih Baik di Rumah

Moms bisa mendekorasi rumah dengan barang pecah belah favorit tanpa  tanpa takut anak-anak memecahkannya. Selain itu, tirai rumah akan bebas cat. Dinding juga tidak akan memiliki kata-kata acak yang ditulis dengan krayon.

Tidak ada susu yang tumpah, tidak ada mainan yang tergeletak di sekitar, tidak perlu khawatir tentang botol anggur yang setengah kosong di bawah tempat tidur. Secara harfiah dengan childfree, Moms dan Dads dapat memilih untuk memiliki barang-barang bagus di rumah tanpa berpikir harus menjaga tempat itu.

Baca Juga: 9 Kebiasaan yang Jadi Penyebab Kemandulan, Segera Hentikan!

6. Bisa Tidur Nyenyak

Tidak ada panggilan ganti popok rutin pada pukul 2:30 setiap malam selama dua tahun berturut-turut. Moms bisa mendapatkan tidur yang cukup dan bahkan tertidur di sofa sambil menonton acara tv favorit tanpa khawatir harus si kecil akan terbangun lagi.

7. Naluri Sebagai Pekerja Profesional akan Berjalan Baik

Jika Moms dan Dads berpikir memiliki kekuatan di tempat lain, misal mendisain. Hal itu bisa Moms atau Dads salurkan untuk menangani krisis pekerjaan, daripada mengawasi anak di tempat tidur.

Memilih untuk childfree dapat membuat Moms dan Dads fokus pada pekerjaan, tanpa gangguan. Bahkan jika Moms dan Dads bekerja dari rumah. Keseimbangan kehidupan kerja jauh lebih penting daripada merawat bayi 24 kali 7.

8. Memiliki Rencana Hari Tua

Banyak orang yang menyebutkan, Moms dan Dads membutuhkan anak karena mereka yang akan merawat kalian saat tua. Mungkin Moms dan Dads harus memeriksa panti jompo di daerah rumah, apakah setiap tahun jumlahnya bertambah atau berkurang.

Memiliki anak bukanlah suatu pencapaian, juga bukan suatu kebutuhan. Jika Moms dan Dads sudah memiliki rencana di hari tua, menghabiskan waktu bersama teman-teman yang satu frekuensi dengan kalian, mungkin childfree adalah menjadi keputusan yang tepat.

9. Dapat Bepergian Dengan Mudah

Keputusan untuk childfree bisa membuat Moms pergi kemana pun dan kapan pun, tanpa perlu memertimbangkan lokasi ramah anak, tanpa perlu menghadapi anak yang mendadak rewel. Moms dan Dads juga tidak perlu berkemas atau memikirkan liburan sekolah atau pekerjaan rumah. Kemasi saja tas dan pergi.

10. Seks Di Mana Saja dan Kapan Saja

Tidak ada bayi yang menangis untuk merusak orgasme Moms. Para orang tua, kapan terakhir kali Moms dan Dads bersenang-senang tanpa gangguan? Apakah punya anak mengganggu kehidupan seks Moms dan Dads?

Salah satu alasan terbaik untuk childfree adalah karena mereka berpotensi menghambat kehidupan pernikahan Moms dan Dads hingga tidak memungkinkan kalian menikmati seks yang hebat.

Pada dasarnya, penelitian dan kenyataan menunjukkan bahwa memiliki anak atau tidak memilih childfree dapat membuat seseorang lebih bahagia. Tidak memilih childfree  juga bisa membuat Anda merasa tidak bahagia, atau terus-menerus stres, atau cemas, dan sebagainya. 

Secara keseluruhan, sepertinya pengalaman emosional keluarga yang childfree dan tidak, akan cukup berbeda karena keluarga yang tidak memilih childfree akan lebih intens. Namun, tentu semuanya kembali pada pilihan masing-masing dan juga pastinya sesuai kesepakatan bersama pasangan.

Apapun pilihannya, childfree atau tidak, akan memberikan dampak positif dan negatif tersendiri yang mana harus diatasi oleh masing-masing sesuai dengan konsekuensi pilihan tersebut.

  • https://msutoday.msu.edu/news/2021/childfree-adults
  • https://www.bonobology.com/awesome-reasons-childfree/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait