Rupa-rupa

23 Juni 2021

Punya Kenalan yang Childish? Begini Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya

Menghadapi orang yang kekanak-kanakan dapat menguras energi dan emosi, bagaimana sebaiknya ya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Adeline Wahyu

Pernahkah Moms dan Dads bertemu atau kenal dengan orang yang memiliki sifat tidak dewasa atau memiliki pemikiran yang seperti anak kecil? Sifat itu merupakan salah satu ciri orang dengan sifat childish. Apa sebetulnya childish itu dan bagaimana cara menghadapi mereka?

Sifat Childish

Dalam praktik klinis psikiater, mereka banyak menangani orang-orang yang berjuang melawan depresi, kecemasan, kemarahan yang berlebihan, atau kesulitan pernikahan.

Alasan terbesar dan paling sering adalah karena banyak orang yang tidak pernah tumbuh dewasa. Tak sedikit orang mencapai usia dewasa tanpa menguasai elemen inti dari fungsi emosional sebagai orang dewasa.

Dalam World Journal of Clinical Pediatrics disebutkan usia fisik dapat dihitung dengan jumlah hari lahir. Usia fisik, terutama anak-anak, juga cenderung berkorelasi dengan tinggi badan, kekuatan, dan fungsi kognitif.

Sebaliknya, usia psikologis atau emosional lebih jelas dalam kebiasaan emosional. Sebagai contoh, orang yang dewasa bisa tetap mengendalikan emosinya sedangkan anak-anak cenderung lebih cepat marah.

Orang dewasa juga dapat melakukan penilaian yang cermat sebelum berbicara, sedangkan anak-anak mungkin secara impulsif melontarkan kata-kata yang tidak bijaksana dan dapat menyakitkan.

Salah satu cara untuk mengenali bagaimana anak kecil berbeda dari orang dewasa yang matang secara emosional adalah membandingkannya dengan sosok anak-anak yang dikenal, seperti anak, cucu, keponakan, atau tetangga sendiri.

Dikutip dari Medlineplus, sifat childish dapat dikategorikan sebagai gangguan kepribadian jika semakin hari semakin parah.

Gangguan kepribadian adalah sekelompok penyakit mental yang melibatkan pola pikiran dan perilaku jangka panjang yang tidak sehat dan tidak fleksibel. Perilaku-perilaku ini dapat menyebabkan masalah serius dengan hubungan dan pekerjaan.

Baca Juga: Mengenal Toxic People, Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya

Ciri-ciri Sifat Childish

Dikutip dari Mental Disorders in Early Childhood, sifat childish adalah ketika seseorang belum matang secara emosional, sehingga akan kesulitan untuk mengomunikasikan atau memproses emosi mereka secara efektif dan seringkali terlihat egois atau menyendiri.

Sifat childish juga bisa didefinisikan sebagai seseorang yang berusia dewasa secara fisik, tetapi masih sering bersifat seperti anak-anak atau belum memiliki kedewasaan secara psikologis atau emosional.

Seseorang yang memiliki sifat childish, dapat menjadi sangat merugikan dan membawa tekanan batin bagi orang di sekelilingnya.

Sifat childish juga sebaiknya tidak dinormalisasi, ada baiknya untuk menegur dan memberikan mereka pengertian.

Dilansir dari Healthline, berikut ini beberapa ciri seseorang yang memiliki sifat childish:

1. Tidak Suka Mengobrol Terlalu Dalam

Orang childish menghindari obrolan dalam

Foto: Freepik.com

Salah satu ciri pasangan yang tidak dewasa secara emosional yaitu akan menunda percakapan yang sulit, sebab mereka tidak dapat memahami perasaan mereka sendiri atau merasa terlalu sulit untuk ditangani.

Mereka yang childish akan menelusuri permukaan topik saja tanpa mengungkapkan banyak hal dan sulit berkoneksi dengan orang lain pada level yang lebih dalam.

Berikut adalah beberapa contoh taktik pengalihan yang mungkin digunakan oleh orang yang childish:

  • Tertawa bukannya terbuka atau memberi tanggapan
  • Mengalihkan topik pembicaraan
  • Mengatakan bahwa mereka terlalu stres untuk berbicara
  • Menunda diskusi untuk lain waktu

2. Segalanya Tentang Mereka

Sikap ini tentunya dapat menjadi masalah besar. Orang yang tidak dewasa secara emosional akan selalu memasukkan "faktor saya" pada waktu yang tidak tepat.

Mereka mungkin kesulitan memahami bahwa dunia sebenarnya tidak berputar di sekitar mereka.

Jika seseorang tidak memperhatikan kekhawatiran atau minat pasangannya, hal ini pertanda jelas bahwa mereka memiliki beberapa aspek emosi yang harus dikembangkan.

3. Bersikap Defensif

Orang childish cenderung defensif

Foto: Freepik.com

Ketika Moms atau Dads mengungkapkan sesuatu, mereka yang childish akan mengambil sikap defensif.

Misalnya, jika ada keluhan bahwa mereka tidak membuang sampah seperti yang seharusnya, mereka akan menjawab dengan "kenapa ngurusin hidup orang sih?" atau membuat lelucon yang merendahkan seperti, "sensitif banget, lagi PMS, ya?".

Baca Juga: Kenapa Toxic Relationship Susah untuk Dilupakan?

4. Takut Berkomitmen

Berbicara tentang masa depan bisa terasa menakutkan bagi seseorang yang tidak dewasa secara emosional.

Mereka akan menghindari perencanaan bersama karena takut akan membatasi kebebasan mereka.

Apakah pasangan Moms atau Dads membuat sejuta alasan untuk tidak bertemu orang tua atau mencoba menjadwalkan liburan bersama? Hal ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa mereka fobia terhadap komitmen.

5. Melakukan Perundungan

Orang childish suka bullying

Foto: Freepik.com

Seorang anak yang secara fisik lebih besar dari anak-anak lain seusianya, dapat menghampiri anak lain yang sedang asyik dengan mainannya, kemudian mengambilnya begitu saja.

Anak yang lain mungkin tidak mengatakan apa-apa agar si penindas tidak menyerang mereka dan menciptakan permusuhan.

Orang dewasa seharusnya sebaliknya, yaitu memahami dan menghormati batasan: milikmu adalah milikmu, dan milikku adalah milikku.

6. Narsisme

Apapun yang mereka inginkan, mereka ambil. Kecenderungan narsistik ini pada awalnya mungkin terlihat seperti kekuatan.

Tetapi pada kenyataannya, hal ini mencerminkan kelemahan serius, yaitu tidak dapat melihat melampaui diri sendiri.

Dikutip dari Psychology Today, orang yang kuat secara psikologis mampu mendengarkan orang lain, serta mencoba untuk memahami perasaan, perhatian, dan preferensi orang lain.

Sedangkan orang yang narsis dan kekanakan hanya mendengar diri mereka sendiri dan akibatnya rapuh secara emosional.

Baca Juga: 5 Tanda Toxic Parent yang Kerap Tak Disadari

Cara Menghadapi Orang yang Childish

Menghadapi orang yang childish

Foto: Freepik.com

Moms dan Dads merasa jengah dengan perilaku childish kenalan atau orang terdekat?

Jangan putus asa, karena mereka yang childish, masih bisa diajak untuk mengembangkan emosinya menjadi lebih baik lagi. Asalkan, mereka yang kekanakan ini memang mau berubah.

Di bawah ini adalah beberapa cara menghadapi orang yang childish:

1. Buat Batasan Sehat

Jangan menormalisasi perbuatan mereka yang tidak pantas meskipun mereka adalah orang terdekat.

Penting bagi mereka yang childish untuk memahami bahwa perilaku mereka memiliki konsekuensi, serta orang lain tidak akan terus berpartisipasi dalam hubungan yang tidak sehat.

Berikut adalah beberapa cara untuk menjadi lebih tegas dan menetapkan batasan sebagai cara menghadapi orang yang childish:

  • Meningkatkan kesadaran diri sendiri. Memiliki kesadaran akan tingkat kenyamanan diri sendiri penting dalam menghadapi orang yang childish. Identifikasi situasi mana yang menimbulkan rasa sakit hati, gelisah, atau marah.
  • Komunikasi. Sebutkan bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak akan ditoleransi, seperti diteriaki atau dibohongi.
  • Membuat Jarak. Ini bisa berarti pergi keluar ruangan selama mereka mengamuk dan memberi tahu mereka bahwa Moms atau Dads akan bersedia untuk berbicara setelah mereka siap untuk berdiskusi berbagai hal secara dewasa.

Baca Juga: 5 Tanda Kepribadian Narsistik, Coba Dicek!

2. Mulailah Percakapan Langsung

Sebagai cara menghadapi orang yang childish, salah satu hal paling sederhana namun ampuh yang dapat dilakukan adalah berbicara langsung dan terbuka untuk umpan balik.

Moms dan Dads dapat memberi tahu mereka bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang lain dengan menggunakan pernyataan "saya" dan kemudian mengusulkan solusi yang memungkinkan.

Cara ini melatih otak seseorang untuk merespons, dan tidak bereaksi karena marah atau frustrasi.

3. Kunjungi Psikolog atau Psikiater

Untuk membantu perkembangan kesadaran diri tentang pengaruh tindakan mereka terhadap orang lain, ajak mereka yang childish untuk belajar membicarakan ketakutan dan ketidaknyamanan mereka.

Jika orang dengan sifat childish tersebut bersedia memperbaiki diri, mencari solusi dari masalah dengan terapis yang berkualifikasi dapat membantu mereka mengidentifikasi perasaannya dan belajar mengelola keterampilan mengatasi masalah yang lebih sehat.

Baca Juga: 9 Tanda Anak dengan Toxic Parents, Moms Wajib Tahu!

Jika tidak diatasi, sikap kekanak-kanakan cenderung akan membawa dampak negatif untuk para pelakunya sendiri dan orang di sekelilingnya. Namun, perilaku ini secara perlahan dapat diperbaiki melalui dukungan dan kemauan yang kuat.

  • https://www.healthline.com/health/mental-health/emotional-immaturity
  • https://www.psychologytoday.com
  • https://medlineplus.gov/personalitydisorders.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4496484/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5803568/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait