Newborn

NEWBORN
20 Desember 2020

5 Ciri ASI Basi, Jangan sampai Salah Diberikan pada Si Kecil Ya Moms!

Ciri ASI basi akan terasa, salah satunya saat melihat tekstur atau baunya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tidak ada yang lebih buruk daripada mengetahui bahwa ASI menjadi basi lebih cepat dari yang diharapkan padahal kita sudah memompa sepenuh hati. Tidak ada seorang ibu pun yang mau membuang setetes susu yang diperolehnya dengan susah payah.

Tidak berbeda dengan susu sapi, ASI akan busuk jika dibiarkan terbuka, atau bahkan di lemari es lebih lama dari waktu yang dianjurkan seharusnya. ASI harus dibiarkan pada suhu kamar tidak lebih dari empat hingga enam jam.

Demikian pula, ASI harus didinginkan tidak lebih dari delapan hari. Setelah itu, susu harus dibekukan, atau segera digunakan, selama tidak ada ciri ASI basi yang terlihat. Ada beberapa hal tentang ASI yang harus Moms ketahui untuk menyadari ciri ASI basi lainnya.

Baca Juga: Bolehkah Memberikan ASIP Menggunakan Sendok?

Hal yang Mempengaruhi Bau dan Rasa ASI

Menurut Journal of Pediatric Clinics of North America, saat bayi menyusu dari ibunya, sebagian air liurnya kembali ke payudara ibu melalui sinus laktiferus (lubang utama tempat ASI mengalir).

Tubuh ibu secara efektif membaca air liur sebagai penanda pertumbuhan, cedera, dan penyakit, serta mengubah faktor bioaktif yang dihasilkan payudara.

Hal ini akan menyebabkan perubahan tekstur dan bau susu dari satu pemberian ASI ke pemberian lainnya. Jika bayi sakit, ASI mungkin memiliki lebih banyak antibodi spesifik atau agen anti-inflamasi dibandingkan saat bayi 100 persen sehat.

Hal-hal yang mempengaruhi bau ASI adalah:

  • Makanan
  • Obat tau pengobatan
  • Proses pembekuan
  • Wadah penyimpanan

Karena bau dan rasa sangat erat kaitannya, faktor yang sama yang memengaruhi bau ASI juga dapat memengaruhi rasanya. Makanan merupakan faktor yang sangat penting, misalnya rasa yang kuat, terutama rasa ‘pedas’ atau rempah yang menyengat dapat mempengaruhi ASI dengan rasa tersebut.

Dilansir Verywell Family, ASI yang ‘normal’ memiliki berbagai warna. Beberapa di antaranya adalah kuning, putih pucat, berwarna biru, dan juga sedikit jingga.

Warna ASI bahkan dapat bervariasi dalam sesi pemompaan yang sama. Sebagian besar variasi ini disebabkan oleh rasio spesifik dari foremilk (lebih encer dan lebih encer) dengan hindmilk (lebih kental dan lebih berlemak), yang cenderung berubah dari pagi ke malam.

Namun, hal-hal lain seperti diet, pengobatan, jamu, dan hidrasi juga berperan. Hal yang penting adalah adanya rentang yang luas dari "normal", dan perubahan warna ASI Anda tidak otomatis membuatnya buruk.

Baca Juga: Bolehkah Susu Formula Dibekukan Layaknya ASIP?

Ciri ASI Basi

Setelah mengetahui ciri ASI basi ini, Moms tidak lagi harus bermain tebak-tebakan mengenai kondisi ASI yang berharga.

1. Ciri ASI Basi: Berbau Busuk yang Menyengat

5 Ciri ASI Basi -1.jpg

Foto: Thedailymeal.com/Shutterstock

Sebagai tanda yang pertama, ciri ASI basi memiliki bau yang mirip dengan susu sapi busuk. Selain itu, banyak Moms yang meilhat adanya bau logam tektstur susu yang seperti sabun pada ASI. Bau ini biasanya disebabkan oleh tingkat enzim lipase yang lebih tinggi yang diproduksi beberapa ibu.

ASI mengandung lipase yang memecah lemak untuk bayi. Pada Moms dengan ASI lipase tinggi, enzim tersebut dapat menyebabkan ASI yang dicairkan berbau asam atau seperti sabun dan masih aman dikonsumsi, dikutip La Leche League International .

2. Ciri ASI Basi: Tidak Bercampur saat Diaduk

5 Ciri ASI Basi -2.jpg

Foto: Kellymom.com

Meskipun ASI sering kali terpisah menjadi lapisan berlemak dan tidak berlemak saat disimpan, namun jika ASI masih segar biasanya akan kembali mengental saat diaduk dengan lembut. Jika ASI tidak tercampur saat diaduk atau jika ada gumpalan di dalam ASI, itu adalah ciri ASI yang basi.

Namun, perlu dicatat bahwa beberapa bayi akan menolak ASI ini. Jadi, sebelum membekukan ASI dalam jumlah besar, mungkin ada baiknya memberi ASI segar untuk melihat apakah bayi akan menerimanya atau tidak.

Jika tidak, Moms dapat mengatasi masalah ini dengan mendidihkan ASI sebelum dibekukan. Atau Moms juga bisa menyiasatinya dengan selalu memberikan ASI hangat pada bayi, dengan menyesuaikan suhunya setelah dicairkan dari lemari es atau freezer.

3. Ciri ASI Basi: Disimpan di Lemasi Es Lebih dari 3 Hari

5 Ciri ASI Basi -3.jpg

Foto: Healthline.com

Menurut Baby Center, ASI yang telah diperah akan tetap segar saat disimpan di dalam lemari es selama tiga sampai lima hari, tergantung pada suhu dan tempat menyimpan ASI tersebut.

Untuk masa simpan yang maksimal, simpan ASI di tempat uyang paling dingin di dalam lemari es dan bukan di bagian pintu yang suhunya paling fluktuatif. Perhatikan cara dan tempat menyimpan ASI di dalam kulkas ini agar nutrisi dari ASI dapat terjaga dengan baik.

4. Ciri ASI Basi: Tidak Disegel dengan Benar

5 Ciri ASI Basi -4.jpg

Foto: Care.com

Jika ASI tidak tersegel atatu tertutup dengan benar misalnya karena kantung atau wadahnya sobek, kemungkinan ASI rusak sangat meningkat. Pastikan untuk menurut rapat wadahnya dan menyimpan ASI dengan posisi yang benar sebelum dimasukkan ke dalam lemari es.

The Mayo Clinic merekomendasikan untuk menyimpan ASI dalam wadah plastik keras, atau dalam kantong ASI yang dirancang khusus , karena kemungkinan kecilnya untuk sobek atau membiarkan kontaminan masuk.

5. Ciri ASI Basi: Rasanya Asam

5 Ciri ASI Basi -5.jpg

Foto: Apumpingmamaslife.com

Cara termudah untuk mengetahui apakah ASI basi atau tidak adalah dengan mencicipinya sendiri. Banyak Moms yang merasakan bahwa akan terasa mirip dengan susu sapi busuk dan terasa asam. Jadi, jika Moms merasakan sesuatu yang aneh, sebaiknya tidak memberikannya kepada bayi.

Pedoman Menyimpan ASI

Ada dua fase ASI, yakni ASI ‘segar’ dan ASI yang ‘dapat digunakan’. Sesuai namanya, ASI ‘segar’ adalah susu yang baru saja dipompa, memiliki puncak kesegaran, dan penuh dengan nutrisi dan antibodi khas yang dimiliki oleh ASI.

ASI ‘yang dapat digunakan’ adalah ASI yang telah melewati masa idealnya tetapi masih baik untuk diberikan pada bayi. ASI ini telah disimpan dengan benar di lemari es atau freezer, tidak mengandung bakteri, dan tidak akan mengancam kesehatan bayi.

Moms dapat menjamin ASI untuk si kecil, tetapi beberapa manfaatnya mungkin akan berkurang karena kondisi ASI yang tidak lagi ‘segar’. Liga La Leche League memberikan pedoman penyimpanan ASI agar tidak cepat menunjukkan diri sebagai ASI basi sebagai berikut:

  • Suhu kamar: 4 jam (ideal) hingga 6 jam (dapat diterima).
  • Kulkas: 72 jam (ideal) hingga 8 hari (dapat diterima).
  • Freezer: 3-6 bulan.
  • Deep Freezer: 6-12 bulan.

Ada juga 6 rules yang dipahami oleh banyak ibu yang didapatkan dari pertugas kesehatan dari klinik kesehatan. 6 rules tersebut artinya ASI bisa bertahan selama:

  • 6 jam di atas meja
  • 6 hari di lemari es
  • 6 bulan di dalam freezer

Meskipun mungkin ASI akan bertahan melebihi waktu tersebut, dalam keadaan tertentu 6 rules ini adalah cara mudah untuk mengingat jadwal penyimpanan yang aman. Selain itu, ada dua faktor utama yang memengaruhi lamanya waktu untuk mengawetkan ASI secara efektif.

  • Suhu. ASI yang disimpan di lemari es sebaiknya disimpan di bagian belakang, dimana suhunya paling dingin dan paling stabil, tidak terpengaruh oleh buka tutup pintu. ASI yang disimpan dalam freezer lemari es dapat bertahan hingga enam bulan.
  • Wadah penyimpanan. Simpan ASI dalam kantong penyimpanan khusus ASI yang dibuat khusus untuk pembekuan atau dalam botol plastik keras atau botol kaca. Keduanya harus bersih dan tertutup rapat sebelum disimpan untuk mencegah kontaminasi, yang dapat menyebabkan pembusukan ASI.

Baca Juga: 6 Kondisi yang Membuat Ibu Perlu Bantuan Donor ASI Perah (ASIP)

Tips Seputar Ciri ASI Basi

Ada beberapa hal yang perlu Moms ketahui seputar ciri ASI basi, yakni:

  • Mirip dengan tes mengendus, cicipi ASI sebelum diberikan pada bayi. Rasanya akan terasa berbeda dari susu sapi, tetapi rasa apa pun selain tengik atau asam dapat diterima dan aman diberikan untuk bayi.
  • Jika Moms menyimpan susu di lemari es dan rasanya tengik atau asam, kemungkinan susu sudah membusuk dan tidak boleh diberikan kepada bayi.
  • Jika ASI membeku, lihat langkah-langkah di atas untuk menentukan apakah ASI cenderung memiliki rasa asam (tapi aman) setelah dibekukan karena lipase yang tinggi. Jika tidak demikian, tetapi pada satu kasus ASI mulai terasa asam, buang ASI karena kemungkinan sudah membusuk.
  • Moms harus yakin bahwa ASI yang diberikan kepada bayi tidak akan membuatnya sakit, dan mengetahui cara mengujinya saat terlihat ciri ASI basi di atas.

Apakah Moms pernah melihat ciri ASI basi atau tips tambahan untuk menguji ASI yang basi? Jangan sampai salah memberikan ASI basi pada Si Kecil ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait