Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
21 Agustus 2020

Ciri-Ciri Toxic Parents, Apakah Moms Salah Satu di Antaranya? Simak Bahanyanya Bagi Anak!

Apakah Moms salah satu dari toxic parents?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kebanyakan orang tua ingin melakukan yang terbaik untuk anak-anak mereka, terutama dalam memberi kasih sayang dan perhatian.

Sayangnya, beberapa orang tua sering melampaui batas sehingga menyebabkan perilaku mereka menjadi toxic.

Terlepas dari sengaja atau tidak, ada beberapa perilaku yang dapat menyebabkan kerusakan emosional dan mental Si Kecil.

Ciri-Ciri Toxic Parents

Menurut studi dari European Journal of Sociology And Anthropology karakter anak ditentukan dari sebagaimana ia dilahirkan dan dibesarkan.

Perilaku orang tua terhadap anak dapat sangat menentukan kondisi emosional dan mental Si Kecil sejak kecil bahkan hingga dewasa nanti.

Toxic parents biasanya tidak menyadari bahwa mereka orang tua yang toxic. Oleh karena itu, penting bagi Moms dan Dads mengetahui bagaimana ciri-ciri toxic parents. Berikut adalah ciri-ciri toxic parents:

1. Selalu Mengutamakan Diri Mereka

ciri-ciri toxic parents 1.jpg

Foto: Freepik.com

Orang tua yang toxic akan mengesampingkan kepentingan anak dan mengutamakan diri mereka sendiri.

Meskipun mengatakan bahwa mereka menyayangi Si Kecil, mereka akan selalu menempatkan keinginan dan kebutuhannya lebih dahulu dibanding anak.

2. Tidak Peduli

ciri-ciri toxic parents 2.jpg

Foto: Freepik.com

Sikap tidak peduli pada anak juga merupakan ciri-ciri toxic parents, Moms.

Orang tua toxic tidak akan mempertimbangkan bagaimana kata-kata atau tindakannya dapat memengaruhi Si Kecil, atau bahkan melukai perasaannya.

Toxic parents tidak suka mendengarkan pendapat anak dan selalu memaksakan pendapatnya sendiri.

3. Tidak Simpati

ciri-ciri toxic parents 3.jpg

Foto: Freepik.com

Tidak menunjukkan simpati apapun kepada anak, bisa menjadi ciri-ciri toxic parents.

Meskipun mereka tahu anaknya terluka, mereka akan memilih berpura-pura tidak tahu atau bahkan tidak mempedulikannya.

Toxic parents tidak akan berpikir tentang rasa sakit yang dirasakan Si Kecil karena menganggap bahwa hal tersebut biasa dan tidak perlu dibicarakan.

4. Sering Berperilaku Kasar

ciri-ciri toxic parents 4.jpg

Foto: Freepik.com

Orang tua toxic akan sering berbicara dan bertindak kasar kepada anak. Toxic parents seringkali meluapkan kemarahannya dengan kasar secara verbal maupun nonverbal.

Hal inilah yang dapat memengaruhi pertumbuhan psikologis Si Kecil. Tanpa disadari, Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang penakut dan penuh kecemasan atau bahkan menjadi pribadi yang sama-sama memilih kekerasan sebagai jalan keluar.

5. Menuntut Anak

ciri-ciri toxic parents 5.jpg

Foto: Freepik.com

Si Kecil akan dibuat untuk selalu menuruti keinginan orang tuanya, bahkan jika itu bukan hal yang baik.

Sebenarnya tidak salah mengarahkan anak untuk memilih atau melakukan sesuatu, tetapi jika itu melampaui kemampuan anak, tentu akan membuat anak merasa tertekan.

6. Meremehkan Anak

ciri-ciri toxic parents 6.jpg

Foto: Freepik.com

Ketika orang tua memperlakukan anak selalu seperti anak kecil dan mengabaikannya secara terus menerus, ini termasuk ciri-ciri toxic parents, Moms.

Orang tua yang toxic tidak pernah menganggap pendapat anak dan akan selalu meremehkan semua hal yang anak lakukan.

7. Sering Menyalahkan

ciri-ciri toxic parents 7.jpg

Foto: Freepik.com

Beberapa orang tua toxic akan menyalahkan anak mereka atas kesalahan yang terjadi dalam hidup mereka. Segala sesuatu yang berkaitan dengan Si Kecil akan selalu menjadi hal yang menyebalkan bagi mereka.

Untuk itu, mereka akan merasa kesal setiap waktu, meskipun saat Si Kecil tidak melakukan kesalahan.

Dilansir dari Life Hack, toxic parents akan mengkritik anak dari waktu ke waktu. Maka dari itu, kebanyakan anak korban dari toxic parents mengalami gangguan pada sisi psikologisnya.

Kondisi mental anak juga akan terguncang, jika terus-menerus mendapatkan tekanan dari orang tua mereka.

Bahaya Bagi Anak dengan Toxic Parents

Seperti bom waktu, bahaya anak dengan toxic parents ternyata dapat menciptakan efek yang cukup besar, Moms. Setelah mengetahui ciri-ciri toxic parents, Moms perlu tahu bahaya anak dengan toxic parents, berikut di antaranya.

1. Kesulitan Menghargai Diri Sendiri

bahaya anak dengan toxic parents 1.jpg

Foto: Freepik.com

Kesulitan menghargai diri sendiri merupakan salah satu bahaya anak dengan toxic parents. Anak akan kesulitan memilah mana yang seharusnya ia dapatkan dan yang harus dihindari.

Seperti yang dikutip pada jurnal berjudul A Toxic Mother Is More Dangerous Than An Absent Father, toxic parents biasanya akan menggali kekurangan anaknya seperti kurang pintar, mengkritik tinggi badan, berat badan atau apapun dengan alasan lelucon.

Hal seperti sangat erat kaitannya dengan rasa percaya diri Si Kecil, sehingga saat tumbuh dewasa nanti dirinya sangat sulit menghargai diri sendiri karena hari-hari mereka selalu didominasi oleh berbagai macam lelucon yang berisi ejekan.

Baca Juga: 5 Tanda Toxic Parent yang Kerap Tak Disadari

2. Kecenderungan Berperilaku Sama

bahaya anak dengan toxic parents 2.jpeg

Foto: Pexels.com

Toxic parents bisanya bersifat agresif, mudah tersinggung, selalu menuntut, dan sulit sekali diajak berdiskusi.

Konsekuensi yang harus diterima atau bahaya anak dengan toxic parents seperti ini adalah kecenderungan anak meniru perilaku yang sama.

Sebab, menurutnya hal yang sehari-hari mereka alami adalah sebuah kewajaran.

3. Selalu Menyalahkan Diri Sendiri

bahaya anak dengan toxic parents 3.jpg

Foto: Freepik.com

Ketakutan anak di masa kecil saat tidak bisa mencapai nilai ulangan yang bagus dapat memicu anak bersikap perfeksionis.

Dampaknya, Si Kecil bisa tumbuh dalam keterpurukan saat sesuatu tidak berjalan dengan baik.

Bahaya anak dengan toxic parents sangat memungkinkan anak untuk melakukan tindakan kekerasan pada dirinya sendiri lho, Moms.

Bisa dengan membenturkan kepalanya, menggunakan benda tajam untuk melukai diri sendiri, sampai dengan tindakan bunuh diri.

Baca Juga: 5 Cara Terbaik Membuat Anak Tumbuh Jadi Pribadi Disiplin Tanpa Menggunakan Kekerasan

4. Tidak Menghargai Ketulusan

bahaya anak dengan toxic parents 4.jpg

Foto: Freepik.com

Toxic parents bersedia memuji, memberikan hadiah, dan membanggakan diri anaknya apabila sang anak telah mencapai nilai bagus atau sudah menuruti keinginan orang tua dengan baik.

Tapi, kalau hal itu tidak dilakukan, toxic parents tidak segan-segan memberikan hukuman.

Ketulusan sangat sulit dirasakan oleh anak yang tumbuh dari toxic parents, karena menurutnya sebuah apresiasi hanya dapat diraih oleh upaya-upaya keras seperti yang dirasakan anak pada masa lalunya.

5. Kesulitan Menentukan Pilihan

bahaya anak dengan toxic parents 5.jpg

Foto: Freepik.com

Toxic parents tidak memiliki toleransi pada anak untuk mengatakan “tidak.” Mereka akan terus menekan anaknya melakukan hal sesuai standar yang ditentukan.

Anak tidak diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, ide, dan gagasan. Dampaknya, anak akan kesulitan menentukan pilihan, karena menurutnya semua keputusan harus berdasarkan kepuasan dan persetujuan orang tua.

6. Berisiko Mengalami Gangguan Kecemasan

toxic parents

Foto: Orami Stock Photos

Riset di tahun 1998 telah menunjukkan bahwa anak yang dididik oleh toxic parents punya risiko tinggi mengalami gangguan kecemasaan ketika ia dewasa.

Riset tersebut diikuti 940 orang dewasa dan telah membuktikan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan toxic parents cenderung mengalami kecemasan.

Toxic parents juga akan membuat anak lebih sulit mengidentifikasi tanda awal kecemasan yang telah dialaminya.

Pasalnya, toxic parents seringkali tidak bisa menerima dengan baik rasa takut serta rasa cemas dari sang anak.

Inilah yang seringkali menyebabkan anak terlambat mendapatkan penanganan dini sehingga mengakibatkan gangguan mental pada usia dewasa.

Baca Juga: 9 Tanda Anak dengan Toxic Parents, Moms Wajib Tahu!

Moms dan Dads, dampak dari toxic parents bagi Si Kecil sangat besar, lho. Anak bisa mengalami gangguan psikologis, seperti krisis kepercayaan diri, kecemasan berlebihan, bahkan depresi.

Untuk itu, orang tua dan anak perlu menyadari sejak diri ciri-ciri toxic parents sejak dini, agar dapat dilakukan penanganan dengan tepat.

Artikel Terkait