Kesehatan

31 Januari 2021

6 Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 1

Kanker kelenjar getah bening dapat diidentifikasi mulai dari stadium 1
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kelenjar getah bening adalah organ kecil yang menyerupai kadang di dalam tubuh. Organ ini berfungsi untuk memproduksi dan menyimpan sel darah yang membantu melawan penyakit dan infeksi.

Selain itu, kelenjar getah bening juga memiliki fungsi untuk membuang limbah sel dan cairan dari getah bening atau cairan limfatik, dan menyimpan limfosit (sel darah putih). Karena kelenjar ini bagian dari sistem limfatik, sehingga kelenjar getah bening tersebar di seluruh tubuh, termasuk leher, ketiak, perut, dan selangkangan.

Baca Juga : Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Kelenjar Getah Bening Membengkak

Iranian Journal of Medical Sciences ada lebih dari 600 kelenjar getah bening yang ada di tubuh. Fungsinya untuk menyimpan sel kekebalan tubuh dan menyaring kuman, sel mati dan rusak, serta hal-hal yang tidak dibutuhkan oleh tubuh Moms.

Kelenjar getah bening bisa mengalami pembengkakan. Biasanya hal ini disebabkan oleh menumpuknya limbah atau zat yang merugikan untuk tubuh. Pembengkakan ini juga bisa menjadi ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1 atau terjadi infeksi karena bekerja terlalu keras.

Seringkali, pembengkakan kelenjar getah bening akan berada di organ sekitarnya. Saat Moms mengalami radang tenggorokan, kelenjar getah bening di leher Moms bisa ikut membengkak. Sementara, wanita yang menderita kanker payudara mungkin mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak.

Saat kelenjar getah bening membangkak mungkin saja itu tanda bahwa ada masalah di tubuh Moms. Sebaiknya, Moms segera memeriksakan diri ke dokter karena bisa jadi hal tersebut adalah ciri kanker getah bening stadium 1.

Baca Juga: Kelenjar Getah Bening Balita Membengkak Setelah Makan, Ini 3 Penyebabnya

Tipe Kanker Getah Bening

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening saat Hamil, Mengapa Bisa Terjadi.jpg

foto: Orami Photo Stock

Ada dua jenis utama kanker getah bening atau limfoma, limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin.

1. Limfoma non-Hodgkin

Limfoma non-Hodgkin, yang merupakan jenis yang paling umum, biasanya berkembang dari limfosit B dan T (sel) di kelenjar getah bening atau jaringan di seluruh tubuh. Pertumbuhan tumor pada limfoma non-Hodgkin mungkin tidak mempengaruhi setiap kelenjar getah bening, seringkali melompati beberapa dan tumbuh pada yang lain.

Menurut National Cancer Institute (NCI), limfoma non-Hodgkin menyumbang 4,2% dari semua kanker di Amerika Serikat. Ada sekitar 2,2% orang memiliki risiko terkena penyakit ini.

2. Limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgkin adalah kanker sistem kekebalan tubuh, dan dokter dapat mengidentifikasinya dengan adanya sel Reed-Sternberg, yang merupakan limfosit B besar yang tidak normal. Pada orang dengan limfoma Hodgkin, kanker biasanya berpindah dari satu kelenjar getah bening ke kelenjar yang berdekatan dengannya.

NCI memperkirakan bahwa limfoma Hodgkin menyumbang 0,5% dari semua kanker dan ada sekitar 0,2% orang di A.S. didiagnosis penyakit ini setiap tahunnya.

Baca Juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening saat Hamil, Mengapa Bisa Terjadi?

Ciri Kanker Getah Bening Stadium 1

Gejala atau ciri kanker getah bening mirip dengan penyakit lain yang disebabkan oleh virus, seperti flu. Hanya saja, gejala yang dialami akan berlanjut dalam waktu yang lebih lama.

Beberapa orang tidak akan mengalami gejala apapun. Namun, adapula yang mengalami pembengkakan pembengkakan kelenjar getah bening, seperti di leher, selangkangan, perut, atau ketiak.

Pembengkakan terkadang tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika terus membesar dan menekan organ di sekitarnya Moms akan merasakan rasa sakit. Biasanya saat pembengkakan ini membesar, Moms akan merasakan nyeri di punggung.

Namun, tidak semua pembengkakan di kelenjar getah benih merupakan ciri dari tumbuhnya sel kanker. Karena kelenjar getah bening juga bisa membengkak karena infeksi umum, seperti pilek. Nyeri yang ditimbulkan mungkin juga terjadi karena infeksi.

Melansir Medical News Today berikut beberapa ciri kanker getah bening stadium 1 yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: 4 Gejala Penyakit Kelenjar Getah Bening, Catat!

1. Nyeri dan Pembengkakan

nyeri-punggung-atas.jpg

foto: Orami Photo Stock

Nyeri atau pembengkakan pada kelenjar getah bening merupakan gejala umum kanker getah bening, seperti limfoma non-Hodgkin dan limfoma Hodgkin.

2. Demam Tanpa Infeksi

Pengaruh demam terhadap janin - sumber republika.jpg

foto: Orami Photo Stock

Demam yang terjadi secara terus menerus tanpa adanya gejala infeksi lain, bisa menjadi salah satu ciri kanker getah bening stadium satu. Gejala ini biasanya disertai dengan suhu tubuh yang terus meningkat. Jika mengalami gejala seperti ini, sebaiknya Moms segera memeriksakan diri ke dokter.

3. Berkeringat Pada Malam Hari

tanda leukemia - berkeringat di malam hari (shutterstock).jpg

foto: Orami Photo Stock

Berkeringan pada malam hari juga bisa menjadi salah satu ciri kanker getah bening stadium 1. Gejala ini biasanya disertai dengan demam dan juga kedinginan atau menggigil.

4. Berat Badan Menurun dan Kehilangan Nafsu Makan

Nafsu Makan Hilang? Berikut 5 Cara Mengatasinya!

foto: Orami Photo Stock

Ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1 juga bisa ditandai dengan hilangnya nafsu makan sehingga berat badan menurun.

5. Gatal yang Tidak Biasa

Belerang membantu meredakan gatal dan infeksi kulit

foto: Orami Photo Stock

Kanker kelenjar getah bening juga bisa ditandai dengan adanya gatal yang tidak biasa di beberapa bagian tubuh. Gejala ini juga bisa bersamaan dengan gejala lainnya.

6. Merasa Lelah dan Kekururangan Energi

Kelelahan Bekerja, Hati-hati Alami Burnout-3.jpg

foto: Orami Photo Stock

Salah satu fungsi kelenjar getah bening adalah memproduksi dan menyimpan sel darah yang membantu melawan penyakit dan infeksi. Jika organ ini mengalami gangguan, Moms mungkin akan mudah lelah dan merasa kekurangan energi.

Kanker getah bening dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui sistem limfatik. Saat kanker ini menyebar ke jaringan lain, sistem ini tidak dapat bertahan melawan infeksi secara efektif.

Baca Juga: Apa Beda Kelenjar Getah Bening Bengkak dan Kelenjar Tiroid yang Bengkak?

Cara Mendiagnosa Kanker Kelenjar Getah Bening

Untuk memeriksa adanya kanker di kelenjar getah bening, dokter akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan termasuk apakah ada keluarga yang pernah mengalami kondisi yang sama.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan perut, dagu, leher, selangkangan dan ketiak atau dimana terjadinya pembengkakan.

Selain itu, dokter akan mencari tanda-tanda infeksi di dekat kelenjar getah bening. Karena hal tersebut mungkin menjadi penyebab utama terjadinya pembengkakan di kelenjar getah bening.

Cara Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening

Kelenjar Getah Bening di Leher Bengkak Ini 5 Obat Alaminya!.jpg

foto: Orami Photo Stock

Perawatan untuk kanker di kelenjar getah bening bergantung pada berbagai faktor, termasuk ukuran dan lokasi tumbuhnya bejolan atau tumor, serta apakah kanker telah bermetastasis (menyebar) ke area lain di tubuh.

Sementara pembengkakan di kelenjar getah bening yang tidak membesar atau tidak mengeluarkan gejala apapun, mungkin tidak diperlukan pengobatan.

Namun, jika kanker kelenjar getah bening sudah masuk stadium 1 dokter akan memberikan pengobatan berikut ini.

1. Terapi Biologis

Pengobatan ini adalah perawatan obat yang merangsang sistem kekebalan untuk menyerang kanker. Obat mencapai ini dengan memasukkan mikroorganisme hidup ke dalam tubuh.

2. Terapi Antibodi

Metode pengobatan ini akan dilakukan oleh profesional di bidang medis memasukkan antibodi sintetis ke dalam aliran darah. Pengobatan ini dapat membunuh racum yang menyebabkan racun kanker.

3. Kemoterapi

Perawatan ini dilakukan untuk membunuh sel kanker dengan beberapa obat secara agresif.

4. Radioimunoterapi

Pengobatan ini dilakukan dengan cara memberikan dosis radioaktif berkekuatan tinggi langsung ke sel B kanker dan sel T untuk menghancurkannya.

5. Terapi Radiasi

Dokter juga dapat merekomendasikan jenis terapi ini untuk menargetkan dan menghancurkan area kecil kanker. Terapi radiasi menggunakan dosis radiasi terkonsentrasi untuk membunuh sel kanker.

6. Transplantasi Sel Induk

Cara ini dapat membantu memulihkan sumsum tulang yang rusak setelah kemoterapi dosis tinggi atau terapi radiasi.

7. Steroid

Dokter juga mungkin akan melakukan pengobatan dengan menyuntikkan steroid untuk mengobati limfoma.

8. Operasi

Operasi pengangkatan limpa atau organ lain setelah kanker menyebar. Namun, spesialis kanker, atau ahli onkologi, akan lebih sering meminta pembedahan untuk mendapatkan biopsi.

Baca Juga: 6 Ciri Penyakit Kelenjar Getah Bening yang Jarang Disadari Pasien

Moms, demikian penjelasan mengenai ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1 dan juga cara pengobatannya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait