Kesehatan

14 Oktober 2021

Clindamycin: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Obat

Biasanya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Karinta Ariani
Disunting oleh Karla Farhana

Clindamycin termasuk salah satu obat untuk membantu mengobati infeksi bakteri.

Biasanya obat ini diberikan atas resep dokter. Selain itu, ada manfaat lain dari clindamycin, lho. Berikut ulasannya untuk Moms.

Manfaat Clindamycin

obat-penambah-darah (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Clindamycin adalah antibiotik yang bantu melawan bakteri di dalam tubuh dan menghentikannya untuk berkembang biak.

Biasanya obat ini digunakan untuk mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri, misalnya saja jerawat dan bakterial vaginosis.

Selain itu, obat ini juga terkadang diberikan untuk beberapa infeksi berikut, di antaranya:

  • Infeksi telinga
  • Tonsilitis (amandel bengkak)
  • Faringitis (infeksi belakang tenggorokan)
  • Toksoplasmosis
  • Endokarditis (infeksi katup jantung)

Obat ini tersedia dalam bentuk sirup, kapsul, busa oles, gel oles, losion oles, larutan oles, supositoria vagina, dan krim vagina.

Selain itu, obat ini juga tersedia dalam bentuk obat intravena atau dimasukkan melalui infus.

Dosis Clindamycin

clindamycin

Foto: Orami Photo Stock

Dosis clindamycin biasanya akan disesuaikan oleh beberapa faktor, seperti berikut:

  • Usia
  • Kondisi kesehatan
  • Seberapa parah infeksi bakterinya
  • Masalah kesehatan lain yang dimiliki
  • Reaksi tubuh terhadap dosis pertama

Namun umumnya, obat ini perlu diminum 3-4 kali dalam sehari. Pastikan mengikuti anjuran dokter atau membaca label kemasan.

Clindamycin kapsul biasanya langsung diminum tanpa tambahan apapun. Usahakan untuk minum segelas air saat mengonsumsinya untuk menghindari iritasi pada tenggorokan.

Sementara itu, jika berbentuk larutan atau sirup, pastikan menggunakan sendok takar yang diberikan, bukan sendok makan biasa.

Baca Juga: Obat Dekongestan: Manfaat, Dosis, Efek Samping dan Aturan Minum

Jangan lupa untuk mengocok botol obat sebelum meminumnya.

Meski Moms sudah merasa lebih baik, antibiotik ini perlu dihabiskan sesuai petunjuk dokter.

Jangan menghentikannya di tengah jalan hanya karena sudah merasa sembuh.

Pasalnya, hal ini bisa meningkatkan risiko resistensi antibiotik, yaitu kondisi saat obat ini tak lagi berpengaruh untuk mengatasi penyakit.

Lantas, bagaimana jika Moms lupa minum obat? Segera minum clindamycin begitu Moms ingat.

Namun, jika waktunya sudah mendekati jadwal minum obat berikutnya, tak perlu meminumnya dobel.

Biarkan dosis yang terlewat tersebut dan tak perlu menggantikannya.

Penting untuk diingat, usahakan untuk menyimpan obat di tempat yang jauh dari sinar matahari langsung. Simpan di suhu ruangan agar kualitas obat tidak berubah.

Efek Samping Clindamycin

Clyndamicin

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari laman Medline Plus, klindamisin dapat menyebabkan berbagai efek samping umum, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Rasa aneh atau sensasi logam di mulut
  • Nyeri sendi
  • Nyeri saat menelan
  • Maag
  • Bercak putih di mulut
  • Keputihan yang kental dan berwarna putih
  • Sensasi terbakar, gatal, dan bengkak pada vagina

Biasanya berbagai efek samping ringan ini hilang dalam waktu beberapa hari hingga seminggu.

Namun, adakalanya efek samping juga bisa lebih serius. Segera kunjungi rumah sakit terdekat jika mengalami berbagai gejala, seperti:

  • Kulit terkelupas atau melepuh
  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Sulit bernapas atau menelan
  • Suara serak
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau tungkai bawah
  • Kulit atau mata menguning
  • Jarang buang air kecil
  • Diare parah

Peringatan Sebelum Minum Obat

clindaymicin

Foto: Orami Photo Stock

Clindamycin dapat menyebabkan diare atau masalah usus yang cukup parah.

Jika Moms mengalami diare parah atau bahkan berdarah, segera hubungi dokter.

Selain itu, dilansir dari laman Drugs, Moms tidak disarankan untuk minum obat ini, jika:

  • Alergi terhadap clindamycin atau lincomycin
  • Kolitis, penyakit Crohn, atau gangguan usus lainnya
  • Eksim atau reaksi alergi kulit
  • Penyakit hati
  • Asma atau reaksi alergi parah terhadap aspirin
  • Alergi terhadap pewarna makanan kuning

Baca Juga: Mengenal Syok Anafilaksis yang Bisa Mengancam Nyawa

Jika Moms sedang hamil, beri tahu dokter, ya. Meski penelitian pada hewan tidak menunjukkan bahaya apapun, namun belum diketahui secara pasti efeknya pada manusia.

Untuk itu, jika Moms sedang hamil atau menyusui, konsultasikan dulu kepada dokter Moms apakah boleh mengonsumsi clindamycin .

Ini karena klindamisin yang dikonsumsi Moms bisa masuk ke dalam ASI dan menyebabkan efek samping pada bayi yang sedang disusui.

Itulah beragam informasi penting seputar clindamycin. Namun, perlu diingat bahwa informasi ini bukanlah pengganti konsultasi dokter.

Selalu konsultasikan ke dokter sebelum minum antibiotik yang satu ini, ya.

  • https://www.drugs.com/clindamycin.html
  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682399.html
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322549#interactions
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait