Rupa-rupa

9 September 2021

Crab Mentality, Fenoma Ketidaksenangan Melihat Kesuksesan Orang Lain

Kenapa diberi nama Crab Mentality ya? Yuk disimak, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Saat berusaha mencapai kesuksesan, ada satu hal yang mungkin dapat menjerumuskan ke dalam kegagalan. Hal tersebut adalah crab mentality.

Pernahkah Moms melihat beberapa ekor kepiting di dalam ember yang mencapit satu sama lain ketika salah satu di antara mereka akan naik?

Faktanya, hal tersebut juga terjadi di dunia nyata dan disebut sebagai crab mentality.

Moms tentu pernah memiliki teman, atau bahkan diri sendiri, yang ketika melihat orang lain sukses, justru memberikan komentar negatif atas kesuksesannya.

Mungkin, Moms justru menjadi korban dari komentar negatif orang karena kesuksesan yang Moms peroleh.

Bisa saja, komentar negatif atau nyinyiran ini bertujuan agar lebih berhati-hati dalam mempertahankan kesuksesan.

Namun terkadang, hal ini justru membuat orang lain jatuh dari kesuksesan yang diraihnya. 

Beriku ini adalah penjelasan mengenai crab mentality. Disimak yuk, Moms!

Baca Juga: 5 Potensi Diri Anak yang Harus Dikembangkan Agar Bisa Sukses

Apa Faktor Penyebab Crab Mentality?

Crab Mentality.jpg

Foto: shutterstock.com

Ada beberapa hal yang menyebabkan fenomena crab mentality ini terjadi. Salah satunya adalah ketergantungan manusia dalam hidup berkelompok.

Umumnya, manusia bergabung satu sama lain untuk memudahkan mereka mencapai tujuan bersama.

Sementara itu, hidup berkelompok juga berarti akan ada persaingan dalam hal makanan dan pasangan.

Melansir Psychology Today, crab mentality dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti cemburu, malu, dendam, harga diri yang rendah, hingga sifat kompetitif.

Crab mentality menghasilkan hubungan yang tidak sehat dalam sebuah kelompok karena tidak akan menguntungkan siapa pun.

Kritik terhadap kesuksesan dan kebahagiaan orang lain tidak akan benar-benar mengangkat Moms ke level yang sama meskipun terasa seperti itu.

Walaupun sindrom ini menghasilkan perasaan positif terhadap orang yang melakukannya, tidak menutup kemungkinan efeknya tidak berlangsung lama.

Pasalnya, akan selalu ada orang yang lebih kaya, pintar, dan beruntung dari orang lain.

Baca Juga: Menumbuhkan Percaya Diri Bayi Dengan Digendong

Cara Mengatasi dan Menghindari Crab Mentality

crab mentality.jpg

Foto: shutterstock.com

Berada pada kelompok dengan orang yang memiliki sikap crab mentality bisa membuat Moms insecure, selalu merasa tertekan, tidak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Juga kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.

Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk mengetahui cara menghindari orang dengan sikap crab mentality untuk bisa mencapai kesuksesan yang kamu inginkan.

Mengutip Journal of Leadership and Organizational Studies, cara-cara tersebut antara lain adalah:

1. Tetap gigih untuk mencapai kesuksesan

Agar bisa mencapai kesuksesan, Moms harus tetap optimis dan percaya pada diri sendiri.

Ketika ada orang lain yang memberikan komentar negatif, tutup telinga dan tetap lakukan apa yang menurut Moms benar.

Dengan begitu, Moms tidak akan memusingkan kritik atau sindiran orang lain terhadap apa yang sedang dilakukan.

2. Terus kembangkan kemampuan diri sendiri

Cobalah untuk terus bersemangat dalam mengembangkan kemampuan, agar rasa percaya diri Moms semakin meningkat dan tidak mudah terhasut oleh komentar orang lain.

Moms bisa mengembangkan keahlian atau mencoba hal yang belum pernah Moms lakukan sebelumnya.

Baca Juga: Anak Sering Minder? Yuk Bantu Bangun Kepercayaan Dirinya

3. Evaluasi diri ketika merasa gagal

Mencapai suatu tujuan tidaklah luput dari kegagalan.

Namun, jangan sampai kegagalan membuat Moms menyerah dan menelan mentah-mentah komentar negatif orang lain yang justru bisa membuat diri semakin terpuruk.

Ingatlah bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran yang dapat diambil. Jadi, cobalah untuk mengevaluasi diri atas kegagalan yang Moms alami.

Dengan begitu, rasa percaya diri akan bangkit kembali dan Moms semakin bersemangat untuk meraih kesuksesan.

4. Berkelompok dengan orang yang suportif

Meninggalkan sebuah kelompok dengan orang yang memiliki sikap crab mentality, terlebih jika mereka adalah teman lama, memang tidak mudah.

Namun, tetap berada dalam kelompok tersebut hanya akan menyulitkan Moms untuk mencapai kesuksesan.

Nah, mulailah untuk mengurangi berkumpul dengan kelompok lama tersebut dan menambah teman-teman baru yang lebih suportif.

Jadi, ketika sedang melangkah mencapai kesuksesan, Moms punya kelompok lain yang suportif sebagai penyemangat.

Benarkah crab mentality merupakan tanda harga diri rendah?

crab mentaities.jpg

Foto: freepik.com

Crab mentality dapat menjadi tanda harga diri yang rendah. Saat merasa harga diri rendah, Moms kemudian berusaha mencari cara untuk meningkatkannya.

Sayangnya, cara yang dilakukan terkadang kurang tepat, termasuk dengan merendahkan orang lain untuk menjaga harga diri tetap tinggi di mata orang lain.

Crab mentality hanya akan mempertahankan perasaan tidak berharga dalam diri. Selain itu, crab mentality juga berpotensi merusak hubungan Moms dengan orang lain, baik dengan teman kerja, sahabat, maupun keluarga.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, pastikan Moms meningkatkan harga diri dengan cara yang benar.

Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan harga diri sekaligus mencegah crab mentality, antara lain:

1. Memperlakukan diri sendiri secara positif 

Perlakukan diri sendiri sama seperti saat Moms memperlakukan orang-orang tersayang. Jangan bersikap dan bertindak terlalu keras terhadap diri Moms sendiri, terutama ketika melakukan kesalahan.

2. Jangan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain

Tanamkan dalam diri bahwa setiap orang mempunyai kehidupan yang berbeda. Terlalu sering membanding-bandingkan diri sendiri hanya akan memicu perasaan rendah harga diri. Berusahalah untuk menerima diri sendiri beserta kekurangan yang ada.

3. Akui hal-hal positif

Jangan menganggap raihan atau keberhasilan sebagai suatu keberuntungan. Akui hal-hal positif yang telah berhasil dicapai. Terima juga pujian yang diberikan orang lain pada diri Moms.

Baca Juga: 5 Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak Pemalu

4. Lupakan kegagalan di masa lalu

Tinggalkan masa lalu Moms dan mulai fokus pada kehidupan sekarang. Mengingat apa yang terjadi di masa lalu hanya akan mengingatkan Moms kembali pada kesedihan dan kekecewaan lama. Jadikan kegagalan yang dialami sebagai lecutan untuk lebih baik lagi ke depannya.

5. Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater

Jika harga diri rendah memicu kemunculan crab mentality dalam diri dan Moms kesulitan mengatasi hal tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Penanganan sedini mungkin dapat meminimalkan efek buruk yang mungkin ditimbulkan bagi kehidupan Moms.

6. Menciptakan lingkungan kerja yang suportif

Membangun, menjalin relasi, dan menciptakan grup pertemanan dalam lingkungan kerja merupakan hal yang baik, bahkan wajib agar Moms bisa bekerja secara optimal.

Namun, grup pertemanan ini akan menjadi grup yang baik. Sebab Moms mendapatkan support yang sangat membantu.

Baca Juga: Kenali Tanda Anak Butuh Pergi ke Psikolog/Psikiater

Itu dia Moms informasi seputar crab mentality. Semoga dapat membantu, ya!

  • https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1548051819849009
  • https://get-kalm.com/en/2021/03/02/crab-mentality/
  • https://voi.id/en/lifestyle/27580/crab-mentality-kondisi-saat-seseorang-suka-menghalangi-keberhasilan-orang-lain
  • https://www.omaritani.com/blog/the-crab-mentality
  • https://www.definitions.net/definition/crab+mentality
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait