Di atas 5 tahun

30 Juli 2021

Mengenal Cyberbullying, Kasus Kekerasan Dunia Maya yang Kerap Menyerang Anak, Waspada!

Sebagai orang tua, Moms harus memahami cyberbullying, cara mencegah, serta cara mengatasinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Jika Moms memperhatikan bagaimana dunia media sosial saat ini, maka Moms akan melihat praktik cyberbullying yang terjadi di mana saja dan kapan saja. Biasanya, beberapa cyberbullying yang terjadi dan terlihat jelas adalah kasus cyberbullying pada anak atau keluarga artis dan public figur.

Namun, bagaimana dengan anak Moms dan anak-anak lainnya? Perilaku bullying bukanlah hal baru, tetapi cara orang melakukannya telah berubah. Apa yang dulu terjadi untuk halaman sekolah, sekarang telah terjadi di rumah atau di tempat kerja melalui media sosial.

Penelitian di Center of Parenting Education juga menujukkan bahwa anak-anak kita jauh lebih mungkin menjadi sasaran cyberbullying daripada menjadi sasaran pemangsa seksual. Hasil dari intimidasi kedua hal tersebut sama membahayakannya dan juga efeknya.

Sebagai orang tua, Moms perlu menyadari bahwa cyberbullying dapat terjadi di rumah kita tanpa kita sadari. Itu artinya, Moms harus melakukan yang terbaik untuk melindungi anak-anak dari predator seksual dan cyberbullying.

Berikut ini, Orami akan membahas pengertian cyberbullying, cara menghadapi cyberbullying, dan juga efeknya. Kali ini, kita akan mencoba fokus pada cyberbullying pada anak-anak. 

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Balita Menjadi Pelaku Bullying

Pengertian Cyberbullying

cyberbullying

Foto: orissapost.com

Apa itu Cyberbullying? Cyberbullying adalah penyebaran sebuah komunikasi yang bersifat mempermalukan, melecehkan, atau pengrusakan karakter melalui Internet atau ponsel dengan menggunakan pesan teks atau gambar. Cyberbullying bisa dikatakan berupa penindasan dunia maya yang pada anak-anak bisa mengakibatkan bolos sekolah, merusak persahabatan, dan setidaknya dalam beberapa kasus yang terdokumentasi, cyberbullyung dapat menyebabkan bunuh diri.

Idealnya, para orang tua pasti ingun meminimalkan kemungkinan anak-anak mereka menjadi korban cyberbullying. Akan tetapi, kemungkinan anak-anak termasuk anak Moms akan mengalami cyberbullying di beberapa titik selama karir sekolah mereka merupakan suatu potensi yang cukup besar.

Sulit untuk melindungi anak-anak kesayangan Moms jika Moms sendiri sebagai orang tua tidak memahami masalah cyberbullying atau melihatnya terjadi secara langsung. Namun bagaimanapun, orang tua harus menjadi tempat anak-anak mereka pergi ketika ada sesuatu yang salah terutama ketika mereka mengalami ketidakadilan cyberbullying.

Anak-anak korban cyberbullying kerap merasa merasa dipermalukan, diabaikan, atau menjadi bahan gosip online setidaknya sekali seminggu. Itulah kenapa komentar kasar atau intimidasi secara umum oleh pelaku cyberbullying dapat membuat seseorang merasa terluka, sedih, atau marah, yang mengarah pada perasaan depresi, kecemasan, atau masalah harga diri.

Ketika komentar kasar atau intimidasi online diterima anak-anak sebagai korban cyberbullying di saat mereka melihat media sosial di rumah atau di tempat kerja, itu bisa menjadi lebih buruk karena fakta tersebut terjadi di tempat di mana mereka seharusnya merasa aman. Cyberbullying bisa terjadi ketika anak-anak berada di sekitar orang-orang penting bagi mereka seperti di sekitar anggota keluarga mereka.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjelaskan Bullying Pada Anak?

Cara Menghadapi Cyberbullying

cyberbullying

Foto: bitdefender.com

Sayangnya, anak-anak terkadang enggan menyampainan keluhannya sebagai korban cyberbullying. Hal ini justru sering membuat orang tua tidak tahu bahwa anaknya adalah korban cyberbullying.

Berikut adalah tips praktis untuk membantu orang tua, anak, dan sekolah mencegah dan menghentikan cyberbullying kepada anak-anak kesayangan Moms.

Cara Orang Tua Menghadapi Anak yang Menjadi Korban Cyberbullying

  1. Simpan komputer di area umum di rumah. Jangan biarkan komputer di kamar tidur anak-anak dan antau penggunaan online mereka karena komputer adalah salah satu media untuk melihat cyberbullying.
  2. Pelajari cara kerja berbagai aplikasi dan situs jejaring sosial. Kenali Snapchat, Facebook, Instagram, dan Twitter. Tanyakan kepada anak-anak Moms, apakah mereka akan menunjukkan halaman profil mereka Moms.
  3. Bicaralah secara teratur dan khusus dengan anak-anak Moms tentang masalah cyberbullying. Beri tahu mereka, bahwa mereka dapat meminta bantuan kepada Moms and Dads jika ada sesuatu yang tidak pantas, menjengkelkan, atau berbahaya karena cyberbullying.
  4. Bangun kepercayaan dengan anak-anak.  Tetapkan batas waktun bermain media sisial, jelaskan alasannya, dan diskusikan aturan untuk keamanan online dan penggunaan Internet agar cyberbullying tidak terjadi. Mintalah anak-anak untuk berkontribusi dalam menetapkan aturan, maka mereka akan lebih cenderung untuk mengikuti mereka.
  5. Beri tahu anak-anak untuk tidak menanggapi ancaman atau komentar cyberbullying apa pun secara online. Namun, jangan hapus pesan apa pun yang diterima. Sebaliknya, cetak semua pesan, termasuk alamat email atau pegangan media sosial si penindas siber. Moms akan memerlukan pesan-pesan tersebut untuk memverifikasi dan membuktikan bahwa ada cyberbullying.
  6. Jangan bereaksi berlebihan dengan menyalahkan anak. Jika mereka mengalami cyberbullying, beri dukungan dan pengertian.  Cari tahu berapa lama intimidasi telah terjadi dan pastikan bahwa Moms and Dads akan bekerja sama untuk menemukan solusi. Beri tahu anak-anak bahwa mereka tidak dapat disalahkan karena diintimidasi oleh pelaku cyberbullying.
  7. Jangan meremehkan dengan mengatakan kepada anak-anak Moms untuk ‘mengabaikannya’.  Rasa sakit emosional karena diintimidasi sangat nyata dan dapat memiliki efek jangka panjang. Jangan menggoda mereka tentang hal itu atau menanggapi dengan sikap yang seolah menggambarkan bahwa mereka masih anak-anak.
  8. Jangan mengancam untuk mengambil ponsel atau komputer anak, jika mereka datang kepada Moms and Dads dengan masalah. Ini hanya akan membuat anak-anak untuk menjadi lebih tertutup.
  9. Bicaralah dengan konselor bimbingan sekolah, sehingga mereka dapat mengawasi intimidasi yang dilakukan pelaku cyberbullying selama hari sekolah.
  10. Jika ada ancaman kekerasan fisik atau bullying terus meningkat, libatkan penegak hukum.

Baca Juga: Pelajar Tewas karena Saling Ejek di Facebook, Ini 5 Cara untuk Mencegah Anak Menjadi Korban Cyberbullying

Cara Anak Menghadapi Cyberbullying

  1. Jangan menanggapi email, pesan aplikasi, atau pesan teks apa pun yang dikirim oleh cyberbullies.
  2. Jangan menjadi kaki tangan dengan meneruskan pesan apa pun kepada anak-anak lain.
  3. Simpan, screenshot dan print semua pesan sebagai bukti perlakuan cyberbullying.
  4. Jika merasa diintimidasi, segera beri tahu orang dewasa untuk mendapatkan bantuan memecahkan masalah.

Cara Sekolah Menghentikan Cyberbullying

  1. Mengadopsi kebijakan tanpa toleransi untuk semua jenis intimidasi.  Jelaskan bahwa setiap intimidasi, pelecehan, atau perilaku mengancam akan ditangani dengan cepat dan serius.
  2. Distrik sekolah harus memiliki kebijakan anti-intimidasi dan semua orang (administrator sekolah, guru, orang tua, dan siswa) harus mengetahui kebijakan tersebut di awal setiap tahun ajaran.
  3. Memasukkan kelas Internet Safety Awareness ke dalam kurikulum.
  4. Libatkan siswa, orang tua, dan guru dalam diskusi tentang pencegahan cyberbullying.  Mintalah dewan siswa atau panel siswa membahas masalah tersebut kepada rekan-rekan mereka di majelis sekolah, pertemuan orant tua anaj, dan acara sekolah lainnya. Libatkan semua orang!

Baca Juga:Bagaimana Cara Membantu Anak Menghadapi Bullying?

Pengaruh Cyberbullying pada Anak

cyberbullying

Foto: cyberbullying

Setiap jenis intimidasi dapat memiliki efek fisik dan psikologis pada anak, temasuk intimidasi dari cyberbullying. Sebuah penelitian menunjukan bahwa kecemasan, ketakutan, depresi, rendah diri, masalah perilaku, dan perjuangan akademis hanyalah beberapa tantangan yang mungkin dialami anak-anak jika mereka menjadi target cyberbullying.

Menyadari semua efek dari cyberbullying tidak hanya membantu Moms and Dads mendukung anak yang terpengaruh, tetapi juga membantu Moms and Dads menjadi lebih sadar akan tanda-tanda yang mungkin menjadi alasan untuk khawatir.

1. Efek Emosional dari Cyberbullying

Tidak mengherankan, cyberbullying adalah stresor yang signifikan dalam kehidupan anak muda.  Faktanya, penelitian sebelumnya juga menunjukan bahwa 32 persen anak-anak yang menjadi target cyberbullying melaporkan mengalami setidaknya satu gejala stres

Selain merasa tertekan, mereka juga mungkin merasa malu, terluka, dan bahkan takut akan keselamatan mereka. Mereka bahkan mungkin menyalahkan diri mereka sendiri atas cyberbullying yang dialaminya.

Jika Moms and Dads melihat perubahan suasana hati anak, jangan ragu untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan untuk dievaluasi dan juga diberi dukungan.

2. Efek Mental dari Cyberbullying 

Ketika cyberbullying sedang berlangsung, korban mungkin berhubungan dengan dunia di sekitar mereka secara berbeda dari yang lain. Bagi banyak orang, hidup bisa terasa putus asa dan tidak berarti.

Mereka mungkin kehilangan minat pada hal-hal yang pernah mereka nikmati dan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman. Dan, dalam beberapa kasus, depresi dan pikiran untuk bunuh diri dapat muncul.

Baca Juga: Ini Faktor Penyebab Bullying pada Anak Menurut Psikolog!

3. Efek Perilaku dari Cyberbullying

Efek cyberbullying.jpeg

Foto: kaspersky.com

Anak-anak yang mengalami cyberbullying mungkin menunjukkan perubahan perilaku yang sama dengan mereka yang ditindas dengan cara yang lebih tradisional. Misalnya, mereka menunjukkan hilangnya minat dalam kegiatan dan terlibat dalam perilaku rahasia.

Dalam kasus ekstrim atau ketika cyberbullying berkepanjangan, anak-anak terkadang menunjukkan perubahan perilaku yang lebih signifikan, salah satunya seperti menggunakan narkoba atau alkohol.

4. Efek Fisik dari Cyberbullying

Menjadi sasaran cyberbullying dapat menghancurkan hidup, terutama jika banyak anak-anak yang berpartisipasi di dalamnya. Perasaan kewalahan dan stres dapat bermanifestasi secara fisik, yang masalah-masalahnya seperti masalah gastrointestinal, gangguan makan dan seeta gangguan tidur.

Baca Juga: Dampak Psikologis Verbal Bullying pada Anak dan Cara Menghentikannya

Jika Moms and Dads memperhatikan bahwa anak di rumah mengalami perubahan dalam kebiasaan makan dan tidur mereka, atau jika mereka mengalami peningkatan masalah fisik, penting untuk berbicara dengan dokter anak. Ini bisa menjadi tanda masalah yang lebih besar dan perlu  dievaluasi, salah satuny karena cyberbullying. 

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait