Kesehatan

KESEHATAN
25 Juni 2020

Dampak Hipokalsemia, Kondisi Tubuh Ketika Kadar Kalsium Rendah

Hipokalsemia merupakan kekurangan kalsium yang bisa menyebabkan komplikasi ringan hingga kondisi serius
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Hipokalsemia dikenal sebagai penyakit defisiensi kalsium. Kondisi ini terjadi ketika kadar kalsium dalam darah rendah.

Padahal kekurangan kalsium jangka panjang dapat menyebabkan perubahan gigi, katarak, perubahan pada otak dan osteoporosis, yang menyebabkan tulang menjadi rapuh.

Dilansir oleh healthline.com, kalsium adalah mineral vital tubuh yang digunakan untuk membangun tulang dan gigi. Kalsium juga dibutuhkan agar jantung dan otot berfungsi dengan baik.

Ketika seseorang tidak mendapatkan cukup kalsium, maka kondisi ini bisa meningkatkan risiko gangguan, seperti osteoporosis, osteopenia dan penyakit kekurangan kalsium (hipokalsemia).

Gejala Hipokalsemia

hipokalsemia  kekurangan kalsium (1).jpg

Foto: pixabay.com

Kekurangan kalsium tahap awal mungkin tidak menyebabkan gejala apa pun. Namun, gejalanya akan muncul seiring dengan perkembangan kondisinya. Adapun gejala hipokalsemia berat meliputi:

  1. Kebingungan atau kehilangan ingatan
  2. Kejang otot
  3. Mati rasa dan kesemutan di tangan, kaki, dan wajah
  4. Depresi dan halusinasi
  5. Kram otot
  6. Kuku lemah dan rapuh
  7. Mudah patah tulang

Kekurangan kalsium dapat mempenaruhi semua bagian tubuh, menyebabkan kuku lemah, pertumbuhan rambut lebih lambat, kulit tipis dan rapuh.

Kalsium juga memainkan peran penting dalam pelepasan neurotransmitter dan kontraksi otot. Jadi, kekurangan kalsium dapat menyebabkan kejang pada orang sehat.

Baca Juga: Kekurangan Kalsium saat Hamil Bisa Picu Osteoporosis, Waspada ya Moms!

Penyebab Hipokalsemia

hipokalsemia  kekurangan kalsium (2).jpg

Foto: pixabay.com

Hipokalsemia paling sering terjadi ketika terlalu banyak kalsium yang hilang dalam urine atau ketika kalsium tidak cukup dipindahkan dari tulang ke dalam darah. Penyebab hipokalsemia dilansir oleh MSD Manuals, meliputi:

  1. Hormon paratiroid tingkat rendah (hipoparatiroidisme), seperti yang dapat terjadi ketika kelenjar paratiroid rusak selama operasi kelenjar tiroid.
  2. Kurangnya respons terhadap hormon paratiroid dengan kadar normal, yakni pseudohypoparatiroidisme.
  3. Tidak memiliki kelenjar paratiroid saat lahir. Misalnya, sindrom DiGeorge.
  4. Tingkat magnesium rendah ( hipomagnesemia ), yang mengurangi aktivitas hormon paratiroid.
  5. Kekurangan vitamin D, karena konsumsi makanan yang tidak memadai atau paparan sinar matahari yang tidak memadai dan lainnya.

Baca Juga: 3 Cara Alternatif Memenuhi Kebutuhan Kalsium Balita

Seberapa Umum dan Apa Dampak Kekurangan Kalsium?

hipokalsemia  kekurangan kalsium (3).jpg

Foto: pixabay.com

Menurut laporan 2013 dalam Journal of American College of Nutrition, adapun orang yang berisiko mengalami kekurangan kalsium termasuk orang tua, remaja dan orang yang kelebihan berat badan.

Pada 2013, penulis di universitas-universitas Inggris melaporkan bahwa kekurangan kalsium umum terjadi pada orang yang sakit kronis. Menurut perkiraan global yang diterbitkan pada 2015, sekitar 3,5 miliar orang berisiko kekurangan kalsium.

Penulis di universitas-universitas Pakistan pun telah meneliti 252 peserta perempuan. Hasilnya, 41 persen kekurangan kalsium dan vitamin D. Lalu 78 persen melaporkan gejala yang konsisten dengan defisiensi kalsium, termasuk rasa sakit di punggung, kaki, dan sendi.

Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa banyak wanita memiliki kadar nutrisi dan kalsium yang rendah tetapi tidak menyadarinya.

Adapun komplikasi yang mungkin terjadi jika seseorang mengalami kekurangan kalsium, antara lain:

  1. Kejang
  2. Masalah gigi
  3. Depresi
  4. Nyeri sendi dan otot kronis
  5. Patah tulang
  6. Disabilitas

Sebuah studi dengan melibatkan 1.038 orang yang menjalani perawatan kritis di Rumah Sakit Universitas Royal Liverpool menemukan bahwa 55,2 persen pasien dirawat karena mengalami hipokalsemik dan 6,2 persen dari orang-orang ini memiliki kekurangan parah.

Baca Juga: Harus Tahu! Ini Pentingnya Menambah Asupan Kalsium Bagi Ibu Hamil

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait