Parenting

PARENTING
9 Juni 2020

Berkaca pada Kasus KD, Ini 5 Dampak Psikologi Orang Tua Jauh dari Anak

Aurel menyampaikan kekesalannya ke kolom komentar akun Instagram milik Krisdayanti.
placeholder

Foto: instagram.com/krisdayantilemos, instagram.com/aurelie.hermansyah

placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Dunia hiburan dihebohkan dengan perseteruan antara penyanyi sekaligus anggota DPR RI, Krisdayanti (KD), dengan anak sulungnya, Aurel Hermansyah.

Pertengkaran tersebut diduga karena sindiran Aurel kepada KD yang menyebut bahwa ibunya tak punya waktu untuknya. Aurel menyampaikan kekesalannya ke kolom komentar akun Instagram milik KD.

Di kolom komentar tersebut, Aurel menanyakan kapan KD memiliki waktu luang untuk bertemu dengannya? Jika tidak bisa bertemu secara langsung Aurel meminta KD untuk melakukan video conference melalui aplikasi Zoom.

Selain itu, Aurel juga menyatakan bahwa ia menulis komentar di akun Instagram KD karena pesan Whatsapp yang dikirimkan tidak dibalas oleh KD.

Masalah ini lantas mengundang kemarahan Azriel, anak kedua KD bersama Anang Hermansyah, dalam Instagram Story-nya, Azriel mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap KD yang hanya diam dan terkesan mengabaikan kedua anaknya.

Baca Juga: Dampak Buruk Psikologis Anak Akibat Pertengkaran Orangtua

Dampak Psikologi Anak Jauh dari Orang Tua

Kasus perceraian antara Anang Hermansyah dan Krisdayanti pada tahun 2009 silam tak pelak menimbulkan trauma batin dan psikis bagi kedua anaknya. Terlebih, setelah bercerai dan menikah dengan Raul Lemos, KD tinggal Timor Leste bersama sang suami.

Perceraian, jarak, dan kesibukan membuat intensitas pertemuan KD dengan kedua anaknya berkurang dibandingkan sebelumnya. Hal ini bisa berdampak pada psikologi anak. Berikut ini dampak psikologi anak yang jauh dari orang tua.

1. Trauma

Ini Dia Efek Mengejutkan Anak Alami Trauma Emosional 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms, perpisahan orang tua dengan anak yang diakibatkan karena perceraian akan membuat anak menjadi trauma.

Bahkan setelah orang tuanya sudah bisa membangun komunikasi yang baik melalui jarak jauh, anak akan merasa ketidakpastian di kehidupan orang tuanya dan menyebabkan perasaan sedih, putus asa, bersalah, emosi negatif, hingga depresi.

Dalam hubungan keluarga, orang tua berperan dalam memberikan dukungan dan membina anak serta menjaga perkembangan kesehatan anak-anaknya.

Jelas, perpisahan orang tua menimbulkan trauma mendalam karena anak merasa orang tuanya gagal memberikan perlindungan. Bahkan hal ini bisa berdampak buruk hingga anak berusia remaja dan dewasa.

Menurut jurnal penelitian yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health berjudul Children’s reactions to parental separation and divorce menyebut bahwa dalam dua tahun, orang tua bisa menjalin kembali komunikasi jarak jauh dengan mantan pasangan dan anak-anaknya.

Namun, sebagian anak dilaporkan masih merasa sakit hati dengan perceraian orang tua mereka. Bahkan sebagian anak lainnya diketahui memiliki gejala penyakit trauma berkepanjangan karena faktor internal dan eksternal.

2. Tingkat Percaya Diri yang Rendah

Ciri-ciri Anak dengan Rasa Percaya Diri Rendah 7.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seorang anak yang kehilangan figur orang tua akibat perceraian atau jarak akan bergelut dengan rasa kepercayaan diri yang rendah. Tak menutup kemungkinan anak akan merasa dirinya tidak layak dicintai.

Hal ini tentu akan berpengaruh ketika menjalin hubungan dengan orang lain, karena adanya perasaan takut ditinggalkan. Bahkan jika tidak diawasi dengan baik, tak jarang anak akan terjerumus pada pergaulan bebas atau lingkungan yang membuatnya merasa diterima dan aman.

Baca Juga: 5 Perilaku Orangtua yang Mengganggu Psikologi Anak

3. Permasalahan Emosional

Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Menghadapi Anak Marah 03.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms, konsekuensi yang ditimbulkan akibat jarak terhadap psikologi anak ialah munculnya masalah emosional, seperti perilaku antisosial hingga kenakalan remaja.

Sementara itu, menurut studi yang diterbitkan oleh HHS Public Access berjudul Early Mother-Child Separation, Parenting, and Child Well-Being in Early Head Start Families, mengungkapkan ketika anak terpaksa terpisah dengan orang tua karena jarak atau perceraian anak akan menunjukan kemarahan, perilaku agresif, hingga permasalahan hubungan antara emosi seseorang dengan lingkungan sekitarnya.

4. Kesehatan Mental

5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Foto: Orami Photo Stock

Perceraian hingga perpisahan dengan orang akan memicu gangguan beradaptasi pada anak. Terutama di tahun pertama anak terpisah dari orang tua, mereka cenderung mudah emosi, sulit percaya dengan orang lain, cemas berlebihan hingga stress.

Perceraian, jarak dan perpisahan dengan orang tua bisa menjadi tantangan yang besar bagi sebagian anak dan jika tidak ditindak dengan tepat bisa menyebabkan masalah serius pada kesehatan mental anak.

Baca Juga: Mengenal Play Therapy, Terapi Bermain untuk Mengatasi Masalah Psikologis Anak

5. Menimbulkan Masalah di Usia Dewasa

5 Alasan Anak Tidak Semangat Belajar, Ternyata Bukan Sekadar Malas! 5.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Studi yang dilakukan oleh Gateway to Mental Health Services berjudul How Parents’ Divorce Impacts Children’s Mental Health menyebut bahwa perceraian dan anak yang jauh dengan orang tua meningkatan masalah serius seperti penggunaan narkoba, psikiatris hingga masalah mental lainnya di usia dewasa.

Tak hanya itu, hubungan percintaan, pekerjaan hingga proses pendidikan anak juga akan berpengaruh hingga ia dewasa.

Itulah lima dampak psikologi yang dirasakan anak ketika orang tua bercerai dan harus terpisah jarak dengan ibu atau ayahnya. Kerjasama antara kedua orang diperlukan agar anak tidak kekurangan kasih sayang dan merasa diperhatikan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait