Kesehatan

29 September 2021

9 Penyebab Darah Haid Hitam, Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya, Waspada!

Daripada Moms jadi panik, cari tahu kemungkinannya di sini, yuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Darah haid yang umum biasanya berwarna merah tua atau merah terang. Akan tetapi, warna darah ketika Moms sedang menstruasi memang bisa berubah-ubah. Bahkan, Moms mungkin pernah mengalami darah haid hitam.

Perubahan warna ini dapat menandakan kondisi kesehatan pada tubuh, lho.

Lalu apa artinya jika darah haid berwarna hitam atau jadi sangat pekat? Mungkinkah darah yang menghitam menjadi gejala penyakit serius?

Penyebab Darah Haid Hitam

warna darah haid hitam - 1

Foto: Orami Photo Stocks

Yuk, simak apa saja kemungkinan penyebab darah haid hitam dalam ulasan berikut ini.

1. Darah Lama Mengendap

Jangan panik dulu, Moms. Perubahan warna darah haid itu, belum tentu artinya sedang sakit.

Beberapa orang wanita pernah mengalami setidaknya 1 kali keluar darah haid hitam dalam hidupnya. Jadi, sebetulnya kondisi ini tidak begitu langka.

"Darah menstruasi berwarna hitam itu sering kali hanya merupakan 'darah lama' yang belum keluar, menggumpal, serta menjadi lebih pekat," terang seorang spesialis kandungan dari University of North Carolina di Amerika Serikat, dr. Rachel Peragallo Urrutia.

Ketika lapisan pada dinding rahim meluruh setiap bulannya, darah belum tentu langsung keluar semua hingga tuntas.

Kadang masih ada darah yang terjebak di dalam rahim, Moms.

Nah, semakin lama darah ini terjebak di rahim, darah akan mengendap dan warnanya akan terus bertambah pekat hingga jadi hitam. Ini terjadi akibat proses oksidasi di dalam rahim.

Selama darah berwarna hitam tidak menimbulkan gejala seperti kram perut hebat, tak perlu dikhawatirkan ya, Moms.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur

2. Penyakit Radang Panggul

Dilansir dari pusat riset di Amerika Serikat, Mayo Clinic, penyakit radang panggul adalah infeksi yang terjadi pada saluran reproduksi wanita.

Infeksi ini bisa terjadi ketika bakteri dari vagina menyerang rahim, tuba falopi, atau indung telur.

Penyakit radang panggul bisa ditandai salah satunya oleh warna darah haid hitam.

Nah, Moms juga harus jeli memerhatikan gejala radang panggul lainnya, seperti:

Bila Moms mengalami gejala-gejala tersebut selain darah menstruasi yang warnanya menghitam, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk meredakan infeksi.

Baca Juga: 8 Mitos Seputar Kista Ovarium yang Perlu Moms Ketahui

3. Perdarahan Implantasi

Selain karena kemungkinan penyakit, ternyata warna darah haid hitam juga bisa menandakan kehamilan, lho.

Ya, darah menstruasi yang gelap hingga kehitaman bisa disebabkan oleh implantasi.

Seperti yang dijelaskan oleh American Pregnancy Association, implantasi adalah perdarahan yang terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi selama 6-12 hari menempel pada dinding rahim.

Pergerakan sel telur yang telah dibuahi ini bisa menyebabkan keluarnya darah yang pekat.

Tenang saja, hal ini tidak berbahaya dan tergolong wajar. Akan tetapi, memang tidak semua wanita hamil mengalami gejala yang satu ini.

4. Perubahan Hormon

Penyebab lain dari darah haid hitam karena adanya perubahan hormon dalam tubuh, Moms.

Ini bisa berupa gangguan tiroid atau masa menjelang menopause.

Umumnya, darah menstruasi akan berwarna hitam dalam jumlah yang sedikit.

Perubahan ini pun juga sangat umum terjadi ketika tengah menggunakan pil kontrasepsi atau ketika sedang menyusui.

Meski begitu, segera periksakan ke dokter apabila mengalami kondisi ini disertai gejala lain yang tak wajar, ya.

5. Kanker Serviks

Meski jarang terjadi, darah haid hitam menjadi salah satu pemicu kanker serviks, Moms.

Ini dapat terjadi apabila mengalami siklus haid yang tidak teratur serta mengalami pendarahan hebat setelah berhubungan seks.

Kanker serviks stadium awal umumnya tidak memiliki tanda atau gejala.

Pada kanker serviks stadium yang lebih lanjut, mungkin ada gejala seperti:

  • Mudah lelah
  • Menstruasi yang lebih lama atau lebih berat
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri panggul
  • Kesulitan buang air kecil dan besar
  • Bengkak di kaki

Tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mendapat tengah mengalami salah satu gejala di atas. Semakin dini untuk diketahui, peluang untuk sembuh akan semakin tinggi, lho.

6. Tanda Keguguran

Sejumlah wanita tak sadar ketika dirinya tengah hamil. Bercak merah tua, yang mungkin disalahartikan dengan darah haid hitam, terkadang dapat mengindikasikan keguguran dini.

Keguguran dapat terjadi dalam 20 minggu pertama kehamilan.

Selain darah menstruasi yang menghitam, gejala seperti nyeri hebat pada perut juga bisa terjadi.

Bahkan, beberapa ibu hamil tidak merasakan bahwa dirinya sedang keguguran.

Untuk memastikan hal ini, perlu tindakan USG untuk mengetahui kondisi janin dengan lebih detail.

Baca Juga: 5 Penyebab Tenggorokan Kering dan Obat Alaminya

7. Lochia

Pendarahan yang terjadi 4 sampai 6 minggu setelah melahirkan bayi dikenal sebagai lochia.

Secara tak sadar, orang mengira ini adalah darah haid yang menghitam.

Seseorang yang mengalami lochia akan ditandai dengan aliran darah yang deras, disertai gumpalan kecil. Biasanya, akan mereda dalam beberapa hari setelahnya.

Seiring waktu, warna darah berubah menjadi krem ​​atau kuning sebelum berhenti sepenuhnya.

Meskipun begitu, tidak semua wanita mengalami ini pasca melahirkan.

8. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Darah haid hitam telah dikaitkan dengan infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore.

Keputihan berwarna coklat tua atau hitam terkadang disertai dengan gejala IMS lainnya seperti:

  • Keputihan dengan bau yang tidak sedap
  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Pendarahan selama atau setelah berhubungan seks
  • Tekanan atau nyeri panggul
  • Vagina gatal

Jika tidak diobati, IMS dapat menyebar dan menyebabkan penyakit radang panggul. Ini dapat menginfeksi leher rahim bagian organ reproduksi lainnya.

Untuk kasus yang parah, hal ini dapat menjadi pemicu gangguan kesuburan dan sulit untuk hamil.

9. Endometriosis

Moms, jangan sepelekan darah menstruasi berwarna hitam, ya. Mungkin ini bisa jadi tanda Moms mengalami endometriosis.

Endometriosis adalah pertumbuhan jaringan kista atau polip di luar rahim.

Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri hebat di daerah panggul.

Gejala yang paling menonjol yakni darah haid hitam dapat berlangsung hingga 7 hari.

Kondisi yang menyerupai ini lainnya seperti fibroid rahim dan kehamilan ektopik.

Kondisi Darah Haid Hitam, Kapan Harus ke Dokter?

warna darah haid hitam - 3

Foto: Orami Photo Stocks

Darah haid hitam pada awal dan akhir menstruasi tidak perlu dikhawatirkan.

Biasanya, menstruasi berlangsung 3-10 hari, sehingga mengalami darah haid hitam dalam jangka waktu tersebut adalah normal.

Moms perlu memeriksakan diri ke dokter bila muncul darah haid hitam di luar jadwal menstruasi.

Bila Moms sedang hamil atau baru saja melahirkan, segera hubungi dokter bila mengalami darah haid hitam, apalagi bila terjadi gejala tidak wajar seperti demam dan kram perut.

Moms yang sudah menopause juga perlu ke dokter saat tiba-tiba muncul darah haid hitam atau perdarahan. Gejala tersebut bisa menjadi sebuah tanda kondisi kesehatan yang lebih serius.

Baca Juga: 7 Manfaat Kunyit Asam Selain untuk Nyeri Haid

Pastikan saja Moms senantiasa memelihara kesehatan dengan menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidur dan istirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan baik.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594?page=0&citems=10
  • https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/what-is-implantation-bleeding/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait