Kesehatan Umum

3 Agustus 2021

Darah Haid Menggumpal dan Berwarna Hitam, Ketahui Penyebab dan Pengobatannya

Hati-hati, bisa menjadi tanda infeksi pada rahim, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Menstruasi merupakan siklus bulanan yang terjadi pada wanita. Saat menstruasi, ada 4 jenis warna darah menstruasi yang mungkin keluar yaitu merah terang, merah pekat, kecokelatan, serta oranye. Selain bertekstur cair, darah haid menggumpal kerap terjadi pada sebagian wanita.

Warna darah haid yang hitam dan menggumpal, tak selalu jadi tanda bahaya. Kondisi ini bisa jadi disebabkan karena darah tersebut tersimpan di dalam tubuh cukup lama.

Selain itu, tubuh kita biasanya melepaskan zat pencegah pembekuan darah. Namun, ketika volume darah menstruasi sedang tinggi, zat tersebut biasanya tak memiliki cukup waktu untuk mencegah pembekuan darah. Itulah yang menyebabkan darah menggumpal.

Namun, bagaimana bila ternyata ada penyebab lain? Mari kita simak masalah kesehatan yang menyebabkan darah menstruasi hitam dan menggumpal.

Baca juga: 4 Fakta Pembalut yang Jarang Diketahui Perempuan

Penyebab Darah Haid Menggumpal

Banyak menjadi kekhawatiran wanita, apa penyebab darah haid menggumpal seperti hati ayam?

Warnanya yang hitam pekat dan berbentuk seperti daging, tentu membuat banyak wanita merasa sedikit was-was.

"Gumpalan darah saat menstruasi masih dikategorikan normal, walau tidak banyak kasusnya. Hal ini tidak mengindikasikan penyakit tertentu." jelas dr. M. Charnaen Ibrahim, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Namun, ada beberapa kondisi yang bisa jadi penyebab darah haid menggumpal. Simak bersama, Moms!

1. Perubahan hormon

Darah Menggumpal Saat Haid.jpeg

Foto: Orami Photo Stocks

Hormon estrogen serta progesteron punya pengaruh pada siklus menstruasi yakni dalam pembentukan selaput dinding rahim.

Bila kedua hormon ada dalam komposisi seimbang, jumlah darah saat menstruasi akan normal.

Namun, ketika keduanya tidak seimbang, pembentukan dinding rahim bisa terlalu tebal atau berlebihan.

Penebalan abnormal ini bisa membuat darah yang keluar lebih banyak dari biasanya dan menggumpal seperti daging.

Ketidakseimbangan tersebut dapat disebabkan karena obesitas, konsumsi obat steroid, atau keadaan rahim Moms yang mengecil pasca melahirkan.

2. Keguguran

Saat janin tak dapat bertahan dalam kandungan, janin akan dikeluarkan dari rahim melalui vagina berbentuk darah yang encer atau menggumpal.

Oleh karenanya, keguguran merupakan salah satu penyebab darah haid menggumpal seperti hati ayam.

Dalam kasus ini, bisa jadi, Moms sebenarnya sudah hamil sehingga mengira darah yang keluar adalah darah haid.

Padahal sebenarnya itu adalah janin yang keluar melalui vagina sehingga berbentuk gumpalan.

Melansir National Health Services adapun sejumlah gejala yang dirasakan ketika seseorang keguguran, meliputi:

  • Kram dan nyeri di perut bagian bawah.
  • Keluarnya cairan dari vagina.
  • Keluarnya jaringan dari vagina.
  • Tidak lagi mengalami gejala kehamilan, seperti rasa sakit dan nyeri payudara.

Baca juga: 5 Hal Berbahaya Yang Dilarang Saat Menstruasi

3. Mioma uteri

darah-haid-menggumpal-rahim-bermasalah.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pernah mengalami darah haid menggumpal seperti daging? Ini bisa jadi tanda Moms mengidap mioma uteri.

Mengutip Mayo Clinic, kondisi ini disebabkan oleh perubahan genetik.

Hal ini kerap kita sebut dengan tumor jinak yang ada di uterus dan akan memperluas endometrium.

Penderita tumor jinak ini biasanya akan merasa nyeri luar biasa ketika menstruasi dan darah yang keluar sangat deras.

Pada beberapa kasus, estrogen dan progesteron yang tidak seimbang mendorong pertumbuhan tumor jinak ini, Moms.

4. Fibroid

Bila Moms memiliki fibroid di dalam rahim, tentu darah yang keluar akan semakin banyak dan menggumpal.

Hampir mirip dengan uteri, bedanya darah haid yang menggumpal ini lebih mengarah ke tumor ganas.

Fibroid adalah pertumbuhan sel yang tidak normal di rahim. Kondisi ini tidak berpotensi kanker, tetappi bisa menimbulkan nyeri saat datang bulan dan penggumpalan darah menstruasi.

Penyebab fibroid tidak diketahui dengan pasti. Faktor risiko penyakit ini meliputi riwayat keluarga dengan fibroid, obesitas, atau pubertas dini.

Gejalanya meliputi perdarahan menstruasi yang berat, haid yang lama atau melebihi siklus normal. dan nyeri panggul.

Baca juga: Bisakah Hamil Saat Menstruasi?

5. Infeksi rahim

darah haid menggumpal seperti daging

Foto: Orami Photo Stocks

Terjadinya infeksi pada rahim serta salurannya membuat siklus menstruasi menjadi lebih lama.

Selain itu, darah yang dikeluarkan menjadi semakin banyak dan menggumpal.

Darah haid menggumpal dan banyak bisa meningkatkan risiko anemia atau kekurangan darah. Hal ini karena sel darah merah hilang banyak karena pendarahan.

Dalam Cleveland Clinic disebutkan, wanita yang mengalami anemia saat haid akan merasa lelah, lemah, dan bahkan mungkin kesulitan bernapas.

6. Obstruksi

Obstruksi atau sumbatan juga bisa mengakibatkan darah haid menggumpal seperti daging.

Hal ini terjadi karena adanya polip pada leher atau mulut rahim dan sebagiannya disebabkan oleh infeksi yang menyumbat aliran reproduksi.

Rasa nyeri pada pinggang, rasa mual dan muntah, merupakan gejala yang sering dialami.

Baca juga: Apakah Hamil Jika Telat Menstruasi Namun Test Pack Negatif?

7. Adenomiosis

fibroid rahim darah haid menggumpal-1.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Adenomiosis adalah kondisi ketika terjadi perubahan pada otot rahim. Hal ini menyebabkan rahim membesar dan gangguan kontraksi pada otot rahim.

Tak jarang, ini menjadi penyebab darah haid menggumpal seperti hati ayam.

Bahkan, volume darah yang keluar terbilang lebih banyak dari standar normalnya.

Mengutip National Center for Biotechnology and Information, rata-rata wanita kehilangan antara 30 dan 40 mililiter, atau 2 hingga 3 sendok makan darah selama menstruasi.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka ini sebenarnya mendekati 60 mililiter, atau sekitar 4 sendok makan.

8. Dampak Operasi Caesar

Darah menggumpal saat haid seperti hati ayam bisa karena kondisi satu ini, Moms.

European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology menemukan timbulnya bercak darah pascamenstruasi dengan jumlah banyak setelah 1 tahun operasi caesar.

Bila Moms mengalami pendarahan yang terlalu banyak, ini bisa disebut sebagai pendarahan pascapersalinan.

Ini bisa terjadi ketika organ dipotong, pembuluh darah tidak dijahit sepenuhnya, atau ada keadaan darurat selama persalinan.

Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh robekan pada vagina atau jaringan di dekatnya, episiotomi besar, atau rahim yang pecah

Cara Mengatasi Darah Haid Menggumpal

Setelah kita telah tahu penyebab darah haid menggumpal seperti hati ayam, ketahui pengobatannya, yuk!

"Upaya pencegahan dan mengatasinya adalah dapat dengan mengurangi makanan mengandung estrogen, seperti kedelai, tempe, dan lain-lain," tambah dr. Ibrahim.

Selain itu, ada beberapa cara lain yang bisa dicoba, seperti:

1. Meningkatkan Asupan Zat Besi

mengatasi darah haid menggumpal dengan zat besi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pendarahan menstruasi yang berkepanjangan dan berat seperti hati ayam adalah penyebab umum anemia pada wanita usia reproduksi.

Faktanya, Pakistan Journal of Medical Sciences menemukan bahwa 63,4 persen wanita yang mengalami menorrhagia juga mengalami anemia.

Menorrhagia adalah jumlah darah haid yang keluar berlebihan berlangsung dalam waktu lebih dari 7 hari.

Anemia dapat membuat tubuh merasa lelah, lemah, pusing, dan tidak berdaya.

Untuk mengobati kondisi tersebut, lebih baik konsumsi asupan zat besi tambahan untuk mengembalikan kadar normalnya dalam darah.

Minum suplemen zat besi tidak akan membuat menstruasi terasa lebih ringan. Namun, itu dapat memperbaiki gejala anemia dan membantu mengganti sel darah merah dengan yang sehat.

2. Minum Obat Anti Nyeri

Obat anti nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen, dapat mengurangi rasa sakit atau kram saat menstruasi.

Meskipun aspirin adalah NSAID lain yang digunakan untuk mengobati rasa sakit dan peradangan, meminumnya dapat meningkatkan aliran menstruasi.

Jika ragu, bisa berkonsultasi dengan dokter supaya bisa diberikan obat yang tepat.

Baca Juga: Selain Hamil, Ini 6 Penyebab Telat Menstruasi yang Harus Diwaspadai

3. Terapi Hormonal

posisi tidur untuk mengurangi nyeri darah haid menggumpal-1.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Progesteron, estrogen, atau kombinasi keduanya dapat membantu mengurangi perdarahan saat menstruasi.

Hormon-hormon ini dapat diresepkan sebagai kontrasepsi atau dalam dosis tertentu.

Perbedaan utama antara terapi hormonal dan kontrasepsi hormonal adalah bahwa terapi hormonal menjaga kesuburan.

Oleh karena itu, ini adalah pilihan yang lebih disukai bagi wanita yang mencoba untuk hamil tetapi juga ingin mengontrol perdarahan menstruasi yang berat.

4. Obat Antifibrinolitik

Obat antifibrinolitik seperti lysteda (asam traneksamat) atau amicar (asam aminokaproat) dapat membantu mengurangi darah haid menggumpal seperti hati ayam.

Dalam Contraception and Reproductive Medicine, lysteda dapat mengurangi aliran menstruasi hingga 58%.

Fungsi spesifik obat antifibrinolitik adalah untuk memperlambat fibrinolisis, yakni proses pemecahan bekuan darah.

Baca Juga: Arti Perbedaan Warna Darah Menstruasi, Yuk Disimak!

Bila menstruasi dengan darah haid menggumpal dan hitam seperti daging tak kunjung mereda, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter, ya, Moms!

  • https://www.nhs.uk/conditions/miscarriage/symptoms/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288#:~:text=Genetic%20changes.,promote%20the%20growth%20of%20fibroids.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/3929-anemia
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279294/
  • https://www.ejog.org/article/S0301-2115(19)30536-6/fulltext
  • http://pjms.org.pk/index.php/pjms/article/view/644
  • https://contraceptionmedicine.biomedcentral.com/articles/10.1186/s40834-020-00142-5
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait