Trimester 1

9 Juni 2021

Sama-sama Diawali dengan Flek, Ini Beda Darah Keguguran dan Mestruasi, Catat!

Cari tahu perbedaan antara darah keguguran dengan menstruasi biasa di sini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setelah bersuka cita melihat dua garis biru di tespek, Moms merasakan sesuatu di celana dalam. Setelah di periksa, ternyata terlihat warna merah di sana. Apakah itu adalah darah keguguran? Sebenarnya, apa saja tanda keguguran yang harus diwaspadai?

Keguguran adalah keluarnya darah secara spontan sebelum usia kehamilan 20 minggu. Sekitar 8 hingga 20 persen kehamilan yang diketahui berakhir dengan keguguran, dengan mayoritas terjadi sebelum minggu ke-12, menurut Mayo Clinic.

Namun, tidak semua darah yang keluar dari vagina adalah darah keguguran. Ada hal-hal yang bisa mengakibatkan keluarnya darah dan tidak menjurus kepada keguguran. Ada baiknya bagi Moms untuk mengetahui seperti apa darah keguguran dan bagaimana membedakannya dengan darah yang lain.

Baca Juga: 5 Mitos Seputar Keguguran

Tanda dari Darah Keguguran

Darah Keguguran -1

Foto: Orami Photo Stock

Didefinisikan sebagai kehilangan bayi secara spontan dalam 20 minggu pertama kehamilan, keguguran adalah fenomena yang sangat umum. Faktanya, sekitar 15 hingga 20 persen kehamilan yang diketahui berakhir dengan keguguran, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

“Kram dan pendarahan rahim adalah gejala keguguran yang paling umum,” kata Dr Joshua Hurwitz, spesialis OBGYN dan infertilitas bersertifikat.

Sebenarnya, tanda dan gejala keguguran pada setiap perempuan akan berbeda, dan dapat bervariasi dan salah satunya tergantung dari usia saat orang tersebut hamil. Namun, gejala keguguran secara umum biasanya termasuk:

  • Bercak atau pendarahan dari vagina,
  • Kram perut atau nyeri di punggung bawah,
  • Bagian jaringan, cairan, atau bentuk lain yang keluar dari vagina.

Pendarahan yang menghasilkan darah keguguran biasanya dimulai dengan adanya bercak ringan atau bisa lebih berat dan tampak seperti semburan darah. Saat serviks membesar hingga kosong, perdarahan akan terlihat dan terasa lebih berat dirasakan.

Perdarahan terberat biasanya akan selesai dalam waktu tiga sampai lima jam sejak pendarahan hebat dimulai, menurut American Family Physician. Pendarahan ringan dapat berhenti dan mulai dalam satu hingga dua minggu sebelum benar-benar berhenti.

Warna darah keguguran dapat terlihat berwarna merah muda, merah merah, hingga coklat. Darah merah adalah darah segar yang keluar dari tubuh dengan cepat. Sebaliknya, darah coklat adalah darah yang sudah lama berada di dalam rahim.

Moms mungkin akan melihat keluarnya warna darah keguguran yang seperti warna bubuk kopi atau hampir hitam. Berapa banyak darah keguguran yang keluar bergantung pada berbagai keadaan, termasuk seberapa lama darah keguguran terlihat dan apakah keguguran berlangsung alami atau tidak.

Sama seperti jumlah darah yang akan dilihat, durasi keguguran akan bervariasi untuk setiap orang bahkan dari kehamilan ke kehamilan. Dalam banyak kasus, keguguran akan memakan waktu sekitar dua minggu untuk berlalu secara alami.

Dokter mungkin akan meresepkan obat misoprostol (Cytotec) untuk membantu keguguran berlangsung lebih cepat. Pendarahan dapat dimulai dalam dua hari setelah memulai pengobatan bahkan hingga dua minggu, dilansir The Women’s .

Setelah keguguran dimulai, jaringan dan perdarahan terberat harus dikeluarkan dalam waktu sekitar tiga sampai lima jam. Setelah janin keluar, Moms mungkin masih mengalami bercak dan kehilangan jaringan ringan selama satu hingga dua minggu.

Baca Juga: Rainbow Baby, Bayi yang Lahir Pasca Keguguran

Membedakan Darah Keguguran dan Menstruasi

Darah Keguguran -2

Foto: orami Photo Stock

Mungkin sulit untuk membedakan darah keguguran yang sangat dini dari menstruasi yang terlambat. Faktanya, banyak keguguran yang terjadi bahkan sebelum seorang perempuan tahu bahwa dirinya sedang hamil.

“Gejala keguguran bervariasi untuk setiap orang dan pendarahan tidak selalu ada. Beberapa perempuan tidak mengalami gejala keguguran sama sekali. Ini sering disebut ‘keguguran yang terlewat’ dan hanya terdeteksi melalui USG,” kata Jennifer Jolley, M.D., Asisten Profesor Maternal Medicine di University of Washington di Seattle.

Secara umum, keguguran akan menyebabkan gejala yang lebih intens dibandingkan saat menstruasi, misalnya:

  • Darah menstruasi mungkin relatif sama dari bulan ke bulan, dengan hari-hari berat dan hari-hari ringan. Keguguran juga bisa terjadi pada hari-hari yang berat dan ringan, tetapi pendarahan terkadang sangat berat dan berlangsung lebih lama dari biasanya,
  • Darah akibat keguguran juga mungkin akan terlihat seperti gumpalan besar dan jaringan yang biasanya tidak pernah dilihat selama menstruasi,
  • Kram bisa menjadi bagian dari siklus bulanan normal, tetapi saat keguguran, kram mungkin akan terasa lebih menyakitkan saat serviks membesar,
  • Warna darah selama menstruasi dapat berkisar dari merah muda hingga merah hingga coklat. Jika Moms melihat warna yang tidak biasa, itu mungkin bisa menjadi tanda keguguran.

Baca Juga: 7 Makanan yang Harus Dimakan dan Dihindari setelah Keguguran

Kapan Harus Mencari Bantuan

Darah Keguguran -3

Foto: Orami Photo Stock

Selalu hubungi dokter jika sedang hamil dan mengalami pendarahan. Meskipun keguguran tidak dapat dihentikan setelah dimulai, dokter dapat menjalankan tes untuk membantu menentukan apakah itu adalah darah keguguran atau hal yang lain.

Untuk mendiagnosis keguguran, dokter kemungkinan akan melakukan USG untuk mencari detak jantung bayi jika umur kandungan lebih dari 4 bulan. Dokter juga mungkin akan meminta tes darah untuk memeriksa kadar human chorionic gonadotropin (hcG) untuk melihat apakah naik atau turun.

Jika keguguran dikonfirmasi, dokter mungkin menyarankan ‘manajemen hamil’ atau menunggu keguguran berlalu secara alami. Ini biasanya terjadi dalam dua minggu. Keguguran mungkin tidak lengkap jika:

  • Pendarahan sangat berat,
  • Demam,
  • USG mengungkapkan masih ada jaringan di rahim.

Jika ini masalahnya, dokter mungkin menyarankan pelebaran dan kuretaseyang merupakan prosedur pembedahan untuk menghilangkan jaringan yang tersisa. Prosedur ini dilakukan dengan bius total atau regional dan dianggap aman. Ini juga biasanya tidak menyebabkan komplikasi jangka panjang.

Penting juga untuk melaporkan perdarahan atau rasa sakit yang dialami selama kehamilan kepada dokter. Dalam beberapa kasus, Moms mungkin mengalami apa yang disebut terancam keguguran, dan mungkin ada perawatan tertentu yang dapat membantu, seperti:

  • Suplemen hormon jika perdarahan disebabkan oleh progesteron rendah,
  • Cerclage (jahitan di serviks) jika masalahnya adalah pembukaan serviks sebelum waktunya.

Moms bisa kembali berbicara dengan dokter jika berencana untuk hamil kembali setelah keguguran. Meskipun mungkin aman untuk mulai mencoba setelah haid normal pertama, Moms mungkin ingin menjadwalkan pemeriksaan dan tergantung pada penyebab atau jumlah keguguran yang dialami.

Penyebab keguguran sendiri tidak selalu dapat diketahui, tetapi sekitar setengah dari keguguran disebabkan oleh masalah pada kromosom bayi. Penyebab lain yang mungkin termasuk adanya masalah rahim, ketidakseimbangan hormon, dan sebagainya.

Setelah keguguran, Moms mungkin memiliki hcG dalam darah selama satu hingga dua bulan yang dapat menyebabkan tes kehamilan positif yang palsu. Dalam kebanyakan kasus, siklus menstruasi akan kembali dalam empat hingga enam minggu, meskipun mungkin dapat mulai berovulasi segera setelah keguguran.

Bicarakan juga dengan dokter tentang pilihan kontrasepsi jika Moms tidak ingin hamil lagi setelah keguguran. Sebab, mengalami satu kali keguguran tidak selalu meningkatkan peluang untuk mengalami keguguran lagi.

Jangan terlalu panik saat melihat dara, dan segera hubungi dokter untuk mengetahui apakah itu adalah darah keguguran atau bukan, serta melakukan beberapa perawatan yang dibutuhkan.

  • https://www.parents.com/pregnancy/complications/miscarriage/the-lowdown-on-bleeding-and-miscarriage/
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/what-does-a-miscarriage-look-like#bleeding-and-miscarriage
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134
  • https://www.aafp.org/afp/2011/0701/p85.html
  • https://www.aafp.org/afp/2011/0701/p85.html
  • https://www.thewomens.org.au/health-information/pregnancy-and-birth/pregnancy-problems/early-pregnancy-problems/treating-miscarriage
  • https://www.acog.org/womens-health/faqs/early-pregnancy-loss
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait