Kesehatan

12 Oktober 2021

Ini Gejala, Penyebab, dan Serba-Serbi Tentang Darah Manis

Pernah mendengar istilah darah manis? Yuk, ketahui penjelasan selengkapnya di sini.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nevy
Disunting oleh Widya Citra Andini

Apakah Moms pernah melihat seseorang yang mengalami gatal pada kulit hingga muncul bekas luka yang sangat sulit hilang? Jika iya, bisa jadi orang tersebut menderita darah manis.

Darah manis, atau yang dikenal dengan istilah prurigo (bekas luka kehitaman pada kulit) membuat kulit penderita tampak kehitaman atau korengan, seperti bekas digigit nyamuk atau serangga.

Untuk lebih jelasnya, simak di sini serba-serbi selengkapnya tentang darah manis!

Apa Itu Darah Manis?

Ini Gejala, Penyebab, dan Serba-Serbi Tentang Darah Manis

Foto: Orami Photo Stocks

Darah manis adalah sebutan masyarakat awan untuk menggambarkan kulit gatal, mudah luka dan berdarah, serta meninggalkan bekas kehitaman.

Dilansir dari DermNet, darah manis memiliki 2 jenis lesi kulit, yaitu primer dan sekunder. Lesi primer berbentuk benjolan seperti jerawat, dan berbentuk kubah.

Bentuknya kecil, simetris, dan terasa sangat gatal. Terkadang disertai dengan lepuhan kecil.

Lesi primer umum dijumpai pada tingkat, kepala, leher, pantat, dan badan. Kondisi tersebut dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Saking gatalnya, lesi primer terkadang hilang dari kulit akibat digaruk. Rasa gatalnya sendiri bahkan dapat mengacaukan jam tidur malam seseorang.

Sementara lesi sekunder adalah papula yang tergores kuku, bersisik, serta mengalami penebalan kulit.

Jika lesi primer bisa saja hilang saat digaruk, lesi sekunder dapat menyebabkan jaringan parut setelah digaruk.

Memang sangat sulit menahan keinginan untuk menggaruk. Alih-alih hilang, gatal yang dibiarkan tanpa digaruk justru membuat seseorang jadi jengkel.

Gatal memang sembuh setelah digaruk, tetapi akan menimbulkan masalah baru, yaitu lecet pada area luka.

Nah, lecet tersebut yang membuat kulit tampak lebih gelap dan mengalami penebalan.

Permukaan kulit yang luka menjadi kasar, kering, dan timbul koreng. Luka tersebutlah yang dikenal masyarakat umum sebagai darah manis.

Baca juga: 4 Manfaat Kurma Bagi Penderita Diabetes

Bukan Hanya Gatal yang Menjadi Gejala Darah Manis

Darah manis akan tampak seperti benjolan keras pada kulit, berwarna gelap, berukuran kurang dari 1 cm, dan terasa sangat gatal.

Koreng juga terkadang dialami akibat terlalu sering menggaruk area kulit yang terasa gatal.

Selain beberapa ciri tersebut, kulit juga mudah berdarah dan muncul bekas luka yang sangat sulit hilang, bahkan bisa saja permanen.

Jika dilihat sekilas, bekas luka pada penderita darah manis tampak seperti digigit nyamuk atau serangga.

Dalam kasus yang sering terjadi, gatal yang tidak ditangani dengan baik dapat berlangsung dalam kurun waktu yang lama.

Istilah Darah Manis Hanya Mitos, Ini Penyebab Aslinya

Jika banyak orang beranggapan kulit gatal digigit nyamuk atau serangga akibat memiliki darah yang manis, hal tersebut hanya mitos.

Faktanya, hingga kini belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab darah manis.

Pasalnya, sejumlah ciri khas baru akan muncul jika Moms terus menggaruk area kulit yang gatal hingga menimbulkan luka.

Meski demikian, berikut ini beberapa hal yang dicurigai menjadi penyebab darah manis:

1. Digigit Nyamuk atau Serangga

Penyebab darah manis yang satu ini tidak terjadi secara langsung. Rasa gatalnya memang memicu rasa ingin menggaruk.

Alih-alih menghilangkan rasa gatal, menggaruk justru meningkatkan risiko terjadinya infeksi, hingga bekas luka yang sulit hilang.

2. Mengalami Stres Berkepanjangan

Ketika dilanda stres, seseorang cenderung tidak mampu mengendalikan diri. Salah satu cirinya dapat terlihat dari terus menggaruk kulit.

Terus-menerus menggaruk kulit biasanya dilakukan secara tidak sadar, sampai bekas luka di kulit pun muncul.

3. Menderita Kondisi Medis Tertentu

Dilansir dari British Association Dermatology, sebanyak 80 persen orang yang menderita darah manis, mengalami kondisi medis tertentu.

Beberapa di antaranya, seperti asma, demam, eksim, atau dermatitis herpetiformis.

Selain itu, beberapa masalah kesehatan lain juga dapat meningkatkan risiko darah manis pada seseorang.

Beberapa masalah kesehatan tersebut, meliputi:

Baca juga: Manis dan Alami, Simak 9 Manfaat Gula Aren yang Tak Disangka!

Simak, Begini Tips Mengatasi Darah Manis

Ini Gejala, Penyebab, dan Serba-Serbi Tentang Darah Manis

Foto: Orami Photo Stocks

Faktanya, hingga kini belum ada cara terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi darah manis.

Dilansir dari Patient, prurigo akibat darah manis yang dapat menyebabkan gangguan fungsional dan morbiditas.

Kondisi tersebut disebabkan karena kontrol diri yang buruk dari gatal atau garukan, serta gejala psikologis yang muncul.

Pada beberapa orang, mereka akan mengalami lesi kehitaman, atau jaringan parut yang terjadi secara permanen.

Meski demikian, darah manis dapat dikendalikan secara bertahap. Sebagian besar kasusnya dapat membaik seiring dengan berjalannya waktu.

Hal tersebut memang membutuhkan waktu yang lama, yaitu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Terutama bagi penderita kondisi medis tertentu.

Dilansir dari Healthline, berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meringankan darah manis yang dialami:

  • Tahan diri untuk tidak menggaruk area kulit yang gatal. Ingat, menggaruk meningkatkan risiko infeksi kulit.
  • Oleskan pelembap di area yang terkena agar tidak kering. Kulit kering menjadi salah satu pemicu munculnya rasa gatal.
  • Gunakan produk perawatan kulit untuk kulit sensitif.
  • Kompres dingin area yang terasa gatal. Kompres dapat menggunakan kain atau handuk yang direndam air dingin.
  • Jaga suhu ruangan agar tetap nyaman untuk menenangkan rasa gatal.
  • Jangan menggunakan baju atau sprei dari bahan yang panas dan tidak menyerap keringat.

Jika sejumlah langkah mengatasi darah manis tersebut tidak berhasil, justru membuat rasa gatal semakin parah, segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: 7 Tanda Diabetes yang Muncul di Kulit, Waspada!

Penanganan Darah Manis yang Biasa Dilakukan Dokter

Ini Gejala, Penyebab, dan Serba-Serbi Tentang Darah Manis

Foto: Orami Photo Stocks

Dilansir dari Rare Diseases, langkah diagnosis dilakukan dengan melakukan biopsi kulit.

Langkah tersebut bertujuan untuk mencari tanda penebalan saraf di kulit. Jika hasil dinyatakan positif, tes penunjang lain dilakukan.

Beberapa tes penunjang yang dilakukan, meliputi tes darah, dan fungsi hati serta ginjal untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain.

Langkah selanjutnya adalah mengatasi penyakit. Berikut ini beberapa langkah mengatasi darah manis yang biasa dilakukan oleh dokter:

1. Penggunaan Salep atau Obat Oles

Dokter biasanya memberikan salep atau obat oles untuk menenangkan kulit dan meringankan rasa gatal. Beberapa obat yang direkomendasikan, meliputi:

  • Salep steroid
  • Salep yang mengandung vitamin D3
  • Salep capsaicin
  • Salep yang mengandung mentol

2. Penggunaan Obat-Obatan Sistemik

Penggunaan obat-obatan sistemik bertujuan untuk mengurangi rasa gatal, sehingga Moms dapat tidur nyenyak di malam hari.

Terkadang dokter juga memberikan obat antidepresan, agar penderita berhenti menggaruk kulit yang gatal.

3. Penggunaan Obat-Obatan Lain

Dalam kasus yang parah, dokter biasanya memberikan obat penekan sistem imun tubuh. Tujuannya untuk membantu mengurangi peradangan.

Obat diberikan dalam jangka pendek, karena sangat berisiko. Penggunaannya pun harus berada dalam pengawasan, dan tidak boleh dikonsumsi tanpa resep dokter.

  • https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/7480/prurigo-nodularis
  • https://patient.info/doctor/prurigo-nodularis-pro
  • https://www.bad.org.uk/shared/get-file.ashx?id=110&itemtype=document
  • https://dermnetnz.org/topics/prurigo
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait