Kesehatan

13 Mei 2021

Mengenal Penyakit Darah Tinggi, Si 'Silent Killer' Tanpa Gejala

Darah tinggi pada beberapa orang bisa berakibat fatal, lho, Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Darah tinggi atau hipertensi adalah suatu kondisi medis yang serius dan tentunya tidak asing di telinga Moms. Darah tinggi juga terkenal sebagai "silent killer", karena dapat menjadi faktor pemicu sejumlah penyakit kronis dan bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan yang berbahaya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 1,13 miliar orang di seluruh dunia menderita darah tinggi, dan sebagian besar (dua pertiga) tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Masih menurut WHO, kondisi hipertensi ini secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, ginjal, dan penyakit kronis lainnya. Maka dari itu, hipertensi disebut sebagai penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.

Mengejutkan, bukan? Jangan sepelekan kondisi darah tinggi yang mungkin saat ini Moms alami. Pahami penyebabnya dan ketahui cara mengatasi, atau paling tidak mencegah terjadinya gejala yang lebih parah. Simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Bahaya Darah Tinggi yang Harus Diwaspadai

Bahaya Darah Tinggi yang Harus Diwaspadai.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Banyak orang memiliki tekanan darah tinggi, tetapi tidak mengetahuinya. WHO menyebutkan, 1 dari 4 pria, serta 1 dari 5 wanita menderita hipertensi. Akan lebih baik apabila Moms secara rutin memeriksa tekanan darah untuk memastikan apakah menderita hipertensi atau tidak.

Tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang.

Tekanan darah yang normal dianggap antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Mengutip dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, dijelaskan bahwa hingga saat ini darah tinggi masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Pengontrolan darah tinggi belum adekuat meskipun obat-obatan yang efektif sudah banyak tersedia. Banyak pasien memiliki dengan tekanan darah tidak terkontrol dan jumlahnya terus meningkat.

Benjamin Wedro , MD, FACEP, FAAEM, Profesor Klinis di Departemen Kedokteran, University of Wisconsin-Madison, mengatakan komplikasi dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau tidak dirawat dengan baik menghasilkan kerusakan kronis yang terjadi pada berbagai organ di dalam tubuh.

Komplikasi itu termasuk serangan jantung, gagal jantung kongestif, serangan stroke, penyakit arteri perifer, dan aneurisma atau melemahnya dinding suatu arteri yang mengarah ke pembentukan kantung atau balon dinding arteri.

"Aneurisma dapat ditemukan di otak, sepanjang rute aorta yaitu arteri besar yang meninggalkan jantung, dan arteri lain di perut dan ekstremitas," katanya seperti dikutip dari emedicinehealth.com.

Kerusakan pada ginjal juga dapat menjadi salah satu komplikasi darah tinggi. Ginjal menyaring kelebihan cairan dan limbah dari darah. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan ginjal rusak. Kondisi ini bisa mengakibatkan terjadinya gagal ginjal.

Komplikasi dari tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan sindrom metabolik. Kondisi ini terjadi ketika adanya gangguan metabolisme tubuh, termasuk peningkatan ukuran pinggang, trigliserida tinggi, penurunan kolesterol high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol "baik", tekanan darah tinggi, dan kadar insulin tinggi.

Kondisi ini membuat Moms lebih mungkin untuk mengalami penyakit diabetes, penyakit jantung, dan serangan stroke. Jadi, dapat dikatakan bahwa komplikasi tekanan darah tinggi atau hipertensi itu beragam dan bisa berakibat fatal.

Baca Juga: Kenali Makanan Yang Boleh Dikonsumsi Maupun Dihindari Penderita Hipertensi

Mengenal Gejala dan Tanda Penyakit Darah Tinggi

Mengenal Gejala dan Tanda Penyakit Darah Tinggi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Rupanya tekanan darah tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala, itu sebabnya penyakit ini sering disebut "silent killer”. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya tidak mengetahuinya sampai tekanan darahnya diukur.

Kadang-kadang orang dengan tekanan darah tinggi dapat mengalami komplikasi karena organ ditekan ketika terkena tekanan tinggi. Gejalanya bisa berhubungan dengan otak dan jantung.

Dilansir dari WebMD, gejala darah tinggi yang sudah parah akan ditandai dengan beberapa gejala, yaitu:

  • Sakit kepala parah;
  • Mimisan;
  • Kelelahan atau kebingungan;
  • Masalah penglihatan atau penglihatan kabur;
  • Mual dan muntah;
  • Nyeri dada;
  • Sulit bernapas atau sesak napas;
  • Detak jantung yang tidak teratur;
  • Darah dalam urine.

Wedro menjelaskan bahwa banyak orang tidak mencari perawatan medis sampai akhirnya mereka memiliki gejala yang timbul dari kerusakan organ yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi kronis yang berkelanjutan dan jangka panjang.

Jenis kerusakan organ yang bisa menjadi tanda menderita darah tinggi ini biasanya terlihat pada penderita tekanan darah tinggi kronis. Misalnya masalah jantung, stroke atau mini stroke (transient ischemic attack), kerusakan mata dengan kehilangan penglihatan progresif, serta penyakit arteri perifer yang menyebabkan nyeri kaki saat berjalan.

Selain itu, ada sekitar 1 persen orang yang dengan tekanan darah tinggi, tetapi tidak mencari perawatan medis. Akhirnya hal ini membuat tekanan darah tinggi yang diderita menjadi sangat parah.

Tekanan darah tinggi dinilai parah ketika memasuki suatu kondisi yang dikenal sebagai hipertensi ganas atau keadaan darurat hipertensi (hipertensi maligna).

Hipertensi maligna biasanya memerlukan intervensi darurat agar tekanan darah tinggi bisa turun dan mencegah pendarahan pada otak atau stroke. Pada hipertensi maligna, tekanan darah diastolik (angka yang lebih rendah) seringkali melebihi 120 mm Hg.

"Sangatlah penting untuk menyadari bahwa tekanan darah tinggi dapat tidak dikenali selama bertahun-tahun, tanpa menyebabkan gejala, tetapi menyebabkan kerusakan cepat pada jantung, organ lain, dan pembuluh darah," katanya menambahkan.

Baca Juga: Hati-hati! Hipertensi Bisa Menyebabkan 5 Komplikasi Penyakit Ini

Penyebab Penyakit Darah Tinggi

Penyebab Penyakit Darah Tinggi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Melihat gejala darah tinggi yang sering kali tidak disadari, muncul pertanyaan tentang penyebab seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Sebenarnya, penyebab darah tinggi akan sangat beragam.

Setiap orang juga mungkin memiliki penyebab yang berbeda-beda. Namun, umumnya jenis makanan tertentu, obat-obatan, gaya hidup, faktor usia, dan genetika dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi.

Dilansir dari National Health Service UK, ada beberapa faktor umum lainnya yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yaitu:

  • Diet tinggi garam, lemak, dan/atau kolesterol.
  • Kondisi kronis seperti masalah ginjal dan hormon, diabetes dan kolesterol tinggi.
  • Riwayat keluarga, terutama jika orang tua atau kerabat dekat memiliki tekanan darah tinggi.
  • Terlalu sedikit kalium dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kalium membantu menyeimbangkan jumlah natrium dalam sel tubuh.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Usia yang semakin tua.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Beberapa obat KB.
  • Tingkat stres yang tinggi.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Kebiasaan minum-minuman beralkohol dalam jangka waktu yang lama. Minum terlalu banyak alkohol dapat merusak kesehatan jantung.
  • Mengalami gangguan tidur.

Jadi, penyebab seseorang mengalami darah tinggi sebenarnya sangat beragam. Ada baiknya Moms segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Sementara itu, ketahui juga cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tekanan darah semakin tinggi. Simak ulasan berikutnya, ya!

Baca Juga: Hipotensi dan Hipertensi, Apa Bedanya?

Mencegah Penyakit Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi dapat dicegah atau dihindari saat Moms tahu apa sebenarnya faktor yang mungkin bisa memicu penyakit ini.

Jika tekanan darah tinggi disebabkan oleh faktor gaya hidup, maka Moms dapat mengambil langkah-langkah berikut ini:

1. Menurunkan Berat Badan

Menurunkan Berat Badan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika penyebab darah tinggi adalah obesitas atau berat badan berlebih, maka Moms harus mencapai berat badan ideal.

Center for Disease Control and Prevention merekomendasikan penurunan berat badan 0,5-1 kg seminggu. Itu berarti memulai makan 500 kalori lebih sedikit per hari dari apa yang biasanya dimakan.

Untuk itu, perhatikan pola makan sehari-hari yang dikonsumsi. Darah tinggi bisa diatasi dengan mengontrol makanan yang masuk dalam tubuh. Apa saja yang termasuk makanan penurun darah tinggi?

  • Kacang putih. Memiliki berbagai jenis zat yang dapat menggantikan peran garam sehingga dapat menghindarkan Moms dari komplikasi darah tinggi. Kacang putih sendiri memiliki kandungan kalsium sebesar 13 persen, magnesium 30 persen, dan potasium sebanyak 24 persen yang dibutuhkan tubuh tiap harinya.
  • Cokelat. Ada kabar baik bagi Moms yang suka makan cokelat. Makanan satu ini ternyata baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Cokelat adalah sumber antioksidan sehingga memberikan pengaruh positif dalam mengendalikan tekanan darah. Dark chocolate adalah jenis cokelat yang paling baik karena kandungan flavonoid yang tinggi.
  • Sayur bayam. Kaya serat yang tinggi, rendah kalori, dan mengandung banyak nutrisi potasium, folat, dan magnesium yang lagi-lagi berfungsi untuk menurunkan darah tinggi.
  • Seledri. Seledri adalah sayuran populer yang memiliki efek positif pada tekanan darah. Berdasarkan jurnal dalam Phytotherapy Research, bahan ini mengandung senyawa yang disebut phthalides, yang membantu mengendurkan pembuluh darah dan menurunkan darah tinggi.
  • Greek yoghurt. Greek yogurt adalah produk susu padat nutrisi yang dikemas dengan mineral yang membantu mengatur tekanan darah, termasuk kalium dan kalsium.
  • Buah-buahan. Cobalah lengkapi nutrisi dengan mengonsumsi buah sitrus untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Dilansir dari Role of Dietary Components in Modulating Hypertension, buah-buahan ini sarat dengan vitamin, mineral, dan senyawa tanaman yang membantu menjaga kesehatan jantung kita dengan mengurangi faktor risiko penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Makanan Kaya Antioksidan Bantu Tingkatkan Kesuburan, Ini Penjelasannya!

2. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Apabila tekanan darah tinggi disebabkan oleh penyakit atau obat yang diminum, berbicara dengan dokter adalah solusinya.

Dokter mungkin dapat meresepkan obat yang berbeda. Selain itu, mengobati penyakit yang diderita seperti misalnya mengendalikan diabetes, dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

3. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan Gaya Hidup.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Perubahan gaya hidup juga dapat dilakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi. Perubahan gaya hidup yang dimaksud, yaitu menghentikan kebiasaan minum alkohol, tidak merokok, dan melakukan metode relaksasi.

Rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga setiap hari juga dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menurut Harvard Health Publishing, kunci olahraga yang efektif adalah konsistensi.

Moms tidak perlu berolahraga berat selama berjam-jam. Nyatanya, berolahraga terlalu berat juga tidak disarankan.

Cukup lakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit atau olahraga dengan intensitas berat selama 15 menit, paling tidak 2-3 kali dalam seminggu. Namun, Moms bisa melakukan peregangan setiap hari agar badan tidak terasa kaku.

Itulah penjelasan tentang penyebab, cara mengatasi, serta mencegah kondisi darah tinggi yang bisa berakibat fatal.

Si "silent killer" ini memang harus dideteksi sejak dini, agar mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya. Ingat, kunci untuk terhindari dari penyakit ini adalah menjalani gaya hidup sehat.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31464016/
  • http://cdc.gov/healthyweight/losing_weight/index.html
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
  • https://www.nhs.uk/conditions/high-blood-pressure-hypertension/
  • https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/how-much-exercise-do-you-need
  • https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/hypertension-symptoms-high-blood-pressure
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait