Kesehatan

17 Mei 2021

Fakta Daun Bungkus Papua, Benarkah Efektif Memperbesar Alat Vital?

Tertarik mencoba daun bungkus papua? Sudah tahu hal-hal berikut ini?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Ukuran penis yang besar merupakan impian sebagian besar lelaki karena dianggap dapat meningkatkan kenikmatan seksual. Dengan demikian, semakin banyak produk-produk yang ditawarkan untuk memuaskan hasrat lelaki ini. Salah satunya adalah daun bungkus papua.

Produk-produk yang diklaim membesarkan ukuran penis telah diincar sejak dahulu, mulai dari pil hingga obat tradisional bisa ditemukan di situs marketplace hingga media sosial. Namun, apakah benar produk-produk ini bisa berhasil memperbesar ukuran penis?

Dalam hasil penelitian yang dirilis tahun 2015, 3 dari 10 pria khawatir dengan persepsi pasangannya terkait dengan performa seksual dan ukuran penisnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa secara teori pria dan wanita menyetujui ukuran penis yang ideal memang sedikit lebih panjang dari rata-rata ukuran normal, tetapi para pria menganggap bahwa wanita menyukai penis yang lebih panjang lagi sebagai ukuran ideal.

Persepsi dan kekhawatiran ini mendorong pria mencari solusi untuk mengubah ukuran penis menjadi ideal menurut persepsinya. Padahal, ukuran penis tidak selalu berdampak pada orgasme pasangan dan dorongan seksual.

National Health Service menunjukkan bahwa kebanyakan penis pria sebenarnya berukuran normal dan mereka seharusnya tidak perlu khawatir.

Meskipun demikian, kaum pria dengan kekhawatiran tentang ukuran penis bisa berkonsultasi dengan ahli medis sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan bahan-bahan tertentu dalam upaya untuk memperbesar ukuran penisnya.

Kevin Wylie, seorang profesor dan konsultan di bidang kesehatan seksual mengatakan bahwa pria yang khawatir tentang ukuran penis mereka biasanya memiliki masalah citra tubuh secara keseluruhan. Sehingga, seringkali konseling dapat membuat perbedaan nyata bagi pasien dengan krisis percaya diri tentang tubuh mereka sendiri.

Baca Juga: Benarkah Ada Cara Memperbesar Penis? Ini Fakta Medisnya!

Fakta Daun Bungkus Papua

Daun bungkus papua telah lama menjadi buah bibir di kalangan pria sebagai upaya untuk memperbesar ukuran penis.

Berdasarkan Jurnal Antropologi Indonesia Umbara dari Universitas Padjajaran, fakta daun bungkus papua adalah tumbuhan dengan nama lain daun tiga jari, dan memang dikenal sebagai teknologi lokal untuk memperbesar alat kelamin.

Kegiatan pembungkusan ini dilakukan melalui beberapa cara, pertama dengan mengiris daun sampai lapisan kulit daun terkelupas dan kemudian dibungkuskan pada alat kelamin.

Cara kedua adalah dengan menumbuk daun sampai lembut kemudian dibalurkan pada alat kelamin dan dibungkus dengan kain atau kasa, dan cara yang terakhir dengan menumbuk daun lalu hasil tumbukan ditempelkan pada alat kelamin.

Perlu diketahui bahwa daun tiga jari yang bisa digunakan adalah daun yang sudah tua, yang berwarna hijau pekat dan masih baru dipetik dari pohon.

Namun, benarkah daun bungkus papua tersebut memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi penis pria? Berikut faktanya:

1. Populer di Kalangan Pria Papua

Daun bungkus papua telah digunakan masyarakat papua

Foto: freepik.com

Fakta daun bungkus papua di tempat asalnya, perilaku seksual para pria dihubungkan dengan nilai maskulinitas.

Pria yang memiliki banyak anak di Irarutu, Papua, akan mendapatkan pengakuan hebat oleh masyarakat sekitarnya. Dengan nilai adat setempat, kekuasaan juga didapat dari pengakuan keperkasaan ini.

Metode membungkus penis dengan daun tiga jari merupakan salah satu cara untuk memperbesar alat kelamin dengan tujuan meningkatkan keperkasaan.

Pembungkusan ini dilakukan tidak oleh sembarang orang karena berisiko menimbulkan permasalahan pada kelamin.

2. Belum Terbukti Secara Ilmiah

Hingga saat ini, ahli medis yang bergerak di bidang pengobatan herbal masih kesulitan untuk membuktikan manfaat dan fakta daun bungkus papua secara medis.

Perhimpunan dokter herbal medik Indonesia dikutip dari DetikHealth, menegaskan bahwa belum ada penelitian yang membuktikan khasiat daun bungkus papua untuk memperbesar alat vital.

Ia mengatakan penis dapat membesar karena aliran darah arteri yang terus menerus ke bagian korpus skrotum serta menghambat aliran darah baliknya yaitu vena. Pada akhirnya, hal ini akan membuat korpus skrotum terisi darah dan membesar.

Baca Juga: 12 Cara Membesarkan Penis Agar Dads Lebih Percaya Diri

3. Menimbulkan Masalah Rumah Tangga

Kekerasan dalam rumah tangga akibat ukuran penis

Foto: freepik.com

Masih dari jurnal antropologi Indonesia, fakta daun bungkus papua ini ternyata selain berpotensi meningkatkan risiko kerusakan alat kelamin, membungkus penis dengan daun bungkus tiga jari juga menimbulkan permasalahan dalam rumah tangga.

Contohnya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berhubungan dengan reaksi pasangan yang merasakan sakit yang luar biasa ketika sedang berhubungan seksual.

Beberapa wanita mengaku mengalami tindakan pemaksaan saat melakukan hubungan seksual. Terdapat pula kasus di mana istri merasa tidak mampu melayani suaminya, sehingga istri membiarkan suaminya mencari kepuasan seksual pada perempuan lain.

Ketika pembiaran tersebut banyak dilakukan, maka hal ini akan menimbulkan dampak lain yaitu perilaku seks bebas yang rentan menyebarkan HIV/AIDS dan tertular PMS (penyakit menular seksual).

4. Berisiko Membuat Penis Melepuh

Pembungkusan oleh daun tiga jari ini dilakukan sampai alat kelamin terasa panas dan ketika sudah terasa sangat panas, maka bungkus harus segera dilepas.

Keterlambatan melepas bungkus akan berisiko membuat alat kelamin melepuh serta risiko mengubah bentuk alat kelamin.

Faktanya, daun bungkus papua jika digunakan dengan sembarangan, dampak jangka panjangnya dapat merusak alat kelamin akibat infeksi atau peradangan.

Setelah pembungkusan, pria yang membungkus penisnya dengan daun tiga jari juga tidak diperbolehkan mandi selama tiga hari untuk menghindari risiko yang timbul akibat reaksi ramuan terhadap kulit seperti membuat penis melepuh.

Reaksi yang ditimbulkan dari daun bungkus papua yang membuatkan penis membengkak sebetulnya disebut dalam dunia medis sebagai edema.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Mayo Clinic, edema sendiri disebabkan oleh pembengkakan karena kelebihan cairan yang terperangkap di jaringan tubuh.

Edema dapat disebabkan oleh mengaplikasikan daun bungkus papua yang akhirnya dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit gagal jantung kongestif, penyakit ginjal atau sirosis hati.

Tanda-tanda edema meliputi:

  • Pembengkakan pada jaringan tepat di bawah kulit penis
  • Kulit mengkerut atau tampak jauh lebih mengkilap
  • Kulit yang membentuk seperti lubang ketika ditekan dalam beberapa detik dan sulit untuk kembali seperti semula.

Nah, jika Dads mengalami gejala seperti di atas perlu berkonsultasi ke dokter. Terlebih lagi ketika gejala semakin memburuk, seperti keluar nanah dan rasa terbakar.

Baca Juga: Simak 8 Cara Pembesar Penis yang Efektif

Memperbesar Ukuran Penis Secara Alami

Memperbesar penis secara alami

Foto: freepik.com

Menggunakan metode pembungkusan dengan daun bungkus papua mengandung risiko yang cukup berbahaya.

Namun, jika Dads tetap merasa ukuran penis belum ideal, disarankan untuk melakukan usaha non operasi seperti mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung vitamin, mineral dan bahan-bahan herbal yang terhindar dari pestisida dan bakteri E.coli.

Dads juga bisa menggunakan ‘pompa penis’ yang melibatkan penempatan tabung di penis dan memompa udara keluar untuk menciptakan ruang hampa. Alat ‘vakum’ ini memang terkadang digunakan dalam pengobatan impotensi jangka pendek.

Tetapi penggunaan pompa penis secara berlebihan dapat merusak jaringan penis, yang menyebabkan ereksi lebih lemah.

Meskipun pria tidak bisa berbuat banyak untuk memperbesar ukuran penis dengan cara yang aman, namun ada berbagai macam hal yang bisa dilakukan untuk memperbesar ukuran penisnya dengan cara yang lebih alami. Beberapa di antaranya:

  • Merapikan rambut kemaluan dengan cara mengguntingnya. Gumpalan dari rambut kemaluan bisa membuat penis pria terlihat lebih kecil dari ukuran yang sebenarnya.
  • Menurunkan berat badan. Perut yang buncit dan menggantung di atas penis dapat membuat ukurannya terlihat lebih kecil.
  • Menerapkan pola hidup sehat. Menjadi sehat dan bugar tidak hanya akan membuat pria jauh merasa lebih menarik tetapi juga meningkatkan kehidupan seks.

Baca Juga: Benarkah Ukuran Penis dan Peluang Kehamilan Saling Berkaitan?

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa ukuran penis tidak selalu berbanding lurus dengan performa seks dan orgasme wanita, namun persepsi pria yang terbentuk selama berabad-abad memengaruhi kecemasannya dan berdampak pada kepercayaan dirinya.

Sebaiknya utamakan berkomunikasi dengan pasangan untuk agar Moms dan Dads dapat mencapai kepuasan seksual bersama, ya.

  • https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/penis-enlargement/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/edema/symptoms-causes/syc-20366493
  • http://jurnal.unpad.ac.id/umbara/article/view/29640/14188
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4558040/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait