Balita dan Anak

15 Juni 2020

DBD pada Anak, Ketahui Gejala, Diagnosis, Perawatan dan Pencegahannya

Demam berdarah juga dikenal sebagai "demam patah tulang"
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Penyakit demam berdarah atau DBD pada anak masih menjadi hal yang mengkhawatirkan. Pasalnya, penyakit ini sendiri bisa menyerang segala kalangan usia, baik itu bayi, anak, atau bahkan orang dewasa.

Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), demam berdarah merupakan penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk. Virus ini dibawa oleh nyamuk betina, terutama dari spesies Aedes aegypti.

Demam berdarah tersebar luas di daerah tropis, dengan variasi risiko lokal yang dapat dipengaruhi oleh curah hujan, suhu, kelembapan, dan tingkat urbanisasi cepat yang tidak terencana.

Ketahui apa saja yang menjadi gejala, diagnosis, pengobatan dan pencegahan yang bisa dilakukan terhadap penyakit DBD pada anak berikut ini, Moms.

Baca Juga: Demam Berdarah Saat Hamil, Bahayakah Bagi Janin?

Gejala Demam Berdarah pada Anak

DBD pada anak-1

Foto: Orami Photo Stock

Gejala demam berdarah pada anak dapat berlangsung dari 2 hari hingga 1 minggu. Kadang-kadang gejalanya bisa naik-turun, yaitu demam 2-5 hari pertama, lalu suhu tubuh turun 1-2 hari, dan suhu tubuh naik kembali.

Menurut jurnal American Academy of Pediatrics, ada beberapa gejala dari demam berdarah, seperti:

  • Demam suhu tinggi tiba-tiba (38.9° C hingga 40.6° C)
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau pegal-pegal (mialgia)
  • Nyeri sendi (artralgia)
  • Mual dan muntah
  • Perubahan sensasi rasa
  • Kadang-kadang ada ruam

Pada bayi dan anak-anak, biasanya gejala demam berdarah bisa tidak spesifik, seperti demam, pilek, ruam, dan diare.

Sementara gejala untuk anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, demam ini bisa terasa seperti mengalami tulang patah, padahal sebenarnya penyakit ini tidak mematahkan tulang. Karena hal ini, demam berdarah biasa disebut sebagai "demam patah tulang" atau breakbone fever.

Baca Juga: Berikan 5 Makanan Super Ini Saat Anak Demam Berdarah

Diagnosis Demam Berdarah pada Anak

DBD pada anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Johns Hopkins All Children's Hospital, untuk bisa mengetahui diagnosis DBD pada anak, dokter akan memeriksa anak dan mengevaluasi gejalanya.

Selain itu, dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan anak dan kegiatan perjalanan yang baru-baru ini dilakukan, serta menguji sampel darah anak untuk dicari tahu penyakitnya.

Karena itu, bila Si Kecil baru-baru ini berkunjung ke daerah berisiko demam berdarah yang tinggi, dan mengalami demam atau sakit kepala yang parah, segera menghubungi dokter.

Ada faktor-faktor yang meningkatkan risiko terhadap penyakit demam berdarah pada anak. Faktor tersebut adalah:

  • Tinggal atau bepergian di daerah tropis. Berada di daerah tropis dan subtropis meningkatkan risiko terkena virus yang menyebabkan demam berdarah. Beberapanya seperti Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik barat, Amerika Latin dan Karibia.
  • Sebelumnya terinfeksi virus demam berdarah. Infeksi dengan virus demam berdarah sebelumnya bisa meningkatkan risiko gejala yang lebih parah jika terinfeksi lagi.

Baca Juga: Ciri-Ciri DBD (Demam Berdarah Dengue) dan Pengobatan yang Tepat

Perawatan Demam Berdarah pada Anak

DBD pada anak-3

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan DBD pada anak bisa dilakukan di rumah, dengan catatan gejalanya termasuk tingkat yang ringan. Tidak ada obat untuk menyembuhkan demam berdarah secara langsung, dan Moms hanya bisa meredakan gejalanya.

Menurut Kids Health, untuk kasus ringan, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Banyak beristirahat
  • Minum obat paracetamol yang meredakan demam
  • Hindari obat aspirin atau ibuprofen, karena meningkatkan risiko perdarahan

Sebagian besar kasus demam berdarah akan hilang dalam beberapa minggu dan tidak akan menyebabkan masalah jangka panjang. Tetapi demam berdarah juga bisa membutuhkan perawatan di rumah sakit dengan cairan intravena (IV) dan pemantauan ketat.

Karena itu, jika gejala DBD pada anak menjadi parah atau semakin memburuk setelah demamnya menurun pada 1-2 hari, segera konsultasikan ke dokter atau ke UGD fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: 7 Obat Alami untuk Mengatasi Demam Berdarah

Pencegahan Demam Berdarah pada Anak

DBD pada anak-4

Foto: Orami Photo Stock

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang mencegah dari infeksi virus demam berdarah. Jika Moms berkunjung ke lokasi berisiko tinggi demam berdarah, ada langkah-langkah perlindungan yang bisa dilakukan.

Mengutip Mayo Clinic, cara terbaik untuk mencegah DBD pada anak adalah dengan menghindari gigitan nyamuk yang membawa penyakit tersebut. Berikut langkah yang bisa dilakukan:

  • Pakai pakaian pelindung. Terutama saat pergi ke daerah yang dipenuhi nyamuk, dengan mengenakan baju lengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.
  • Gunakan obat nyamuk. Baik itu obat nyamuk semprot, atau bentuk losion yang mengandung setidaknya 10 persen konsentrasi DEET. Moms juga bisa menggunakan kelambu untuk melindungi dari gigitan nyamuk saat tidur.
  • Mengurangi habitat nyamuk. Karena nyamuk bertelur di air, maka singkirkan genangan air. Ganti air bersih pada wadah seperti ember dan vas bunga setidaknya seminggu sekali.

Baca Juga: 5 Makanan Ini Tepat untuk Anak DBD

Demam Berdarah Parah pada Anak

DBD pada anak-5

Foto: Orami Photo Stock

Gejala demam berdarah bisa menjadi parah dalam beberapa jam. Demam berdarah parah pada anak merupakan keadaan darurat medis yang perlu ditangani segera.

Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan, sekitar 1 dari 20 orang yang mengalami demam berdarah akan mengalami DBD parah. Demam berdarah parah dapat menyebabkan syok, pendarahan internal, dan bahkan kematian.

Beberapa kelompok yang rentan mengalami DBD parah seperti mereka yang sebelumnya pernah terinfeksi demam berdarah, bayi, dan juga ibu hamil.

Gejala Demam Berdarah Parah

Gejala atau tanda-tanda demam berdarah yang parah umumnya dimulai dalam 24-48 jam setelah demam menurun. Segera konsultasi ke dokter atau hubungi faskes terdekat bila anak mengalami gejala ini:

  • Sakit perut
  • Muntah (minimal 3 kali dalam 24 jam)
  • Pendarahan dari hidung atau gusi
  • Muntah darah, atau darah pada tinja
  • Merasa lelah, gelisah, atau mudah tersinggung

Pengobatan Demam Berdarah Parah

Jika Si Kecil mengembangkan tanda-tanda peringatan demam berdarah yang parah, hubungi penyedia layanan kesehatan atau segera pergi ke unit gawat darurat faskes terdekat.

Demam berdarah parah merupakan keadaan darurat medis, sehingga memerlukan perhatian medis atau rawat inap.

Itu dia Moms, informasi mengenak DBD pada anak, dang juga penjelasan mengenai demam berdarah parah yang bisa menyerang.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait