Pernikahan & Seks

29 Desember 2021

Manfaat dan Topik Deep Talk dengan Pasangan, Biar Makin Lengket dan Harmonis!

Deep talk bisa menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas hubungan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Deep talk atau deep conversation umumnya dilakukan oleh seseorang yang sudah dalam tahap akrab atau ingin mengenal orang lain lebih jauh.

Kegiatan ini penting untuk dilakukan ketika seseorang ingin memiliki hubungan yang lebih serius atau sekedar ingin mengenal seseorang lebih jauh.

Topik yang dibicarakan pun beragam namun akan meninggalkan kesan. Jadi, apa sih deep talk itu? Yuk bahas di sini!

Baca Juga: 55 Kata-Kata Bijak untuk Suami agar Hubungan Langgeng

Apa Itu Deep Talk?

Deep Talk

Foto: Orami Photo Stock

Deep talk adalah salah satu cara mengenal seseorang lewat pembicaraan atau obrolan.

Deep talk juga bisa dilakukan dengan keluarga, sahabat, bahkan teman dekat.

Tujuannya dari obrolan mendalam ini biasanya untuk mengetahui perasaan terjujur atau mengenal seseorang lebih jauh lewat cara pandang atau topik obrolannya.

Dilansir dari Baby Center, deep talk terjadi ketika Moms memiliki obrolan dengan lawan bicara lebih dalam dari biasanya.

Jika biasanya Moms hanya membicarakan tentang kegiatan harian, obrolan mendalam ini bisa membawa Moms lebih serius.

Lawan bicara atau bahkan Moms bisa mencurahkan perasaan atau memberikan cara pandang Moms secara jujur.

Baca Juga: Moms, Ini Perasaan Suami Jika Istri Menolak Berhubungan Serta Hukumnya dalam Islam!

Manfaat Deep Talk

Deep Talk

Foto: Orami Photo Stock

Kegiatan deep conversation ini sedang banyak diperbincangkan di media sosial.

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, ketika kita membuka obrolan yang serius dan mendalam, hal ini bisa membuat hubungan kita dengan orang lain pun semakin akrab.

Jadi, tidak heran ketika dua orang yang saling tertarik ingin melakukan kegiatan ini.

Terlebih, kita juga bisa mengerti apa yang ada di benak pasangan ketika kita melakukan obrolan serius. Hal-hal yang ia rasakan dan ada di kepala akhirnya bisa disampaikan dengan baik.

Jadi, kenapa sih deep talk itu diperlukan? Dan apa lagi manfaatnya? Yuk, simak di sini!

Baca Juga: Mengenal Meditasi, Cara Mudah dan Cepat Menghilangkan Stres, Yuk Coba!

1. Membuat Jadi Lebih Bahagia

Salah satu manfaat deep talk adalah membuat kita menjadi lebih bahagia.

Dilansir dari sebuah jurnal berjudul Eavesdropping on Happiness: Well-being is Related to Having Less Small Talk and More Substantive Conversations, melakukan obrolan mendalam menjadi salah satu indikasi seseorang bahagia.

Ketika seseorang secara rutin melakukan deep talk atau berbicara dengan orang lain, maka kualitas hidupnya juga akan meningkat dan menjadi lebih bahagia.

Obrolan menarik, penuh makna dan kompleks bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan rasa kesepian.

2. Memiliki Hubungan yang Lebih dekat dan Erat

Tak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial. Ketika obrolan menjadi semakin bermakna, hal itu bisa mempererat hubungan dan menghilangkan rasa kesepian.

Meski seseorang memiliki kepribadian introver, hal itu tak membuat mereka menjadi tak butuh berinteraksi.

Orang dengan kepribadian introver pun butuh melakukan sosialisasi seperti kepribadian ekstrover dan ambivert.

Ketika bertemu dengan seseorang yang satu frekuensi, kita bisa memulai untuk mencari topik pembicaraan yang sama-sama bermakna untuk kedua belah pihak.

Misalnya, Moms adalah orang tua baru yang memiliki grup dengan keadaan serupa. Moms bisa mulai pembicaraan dengan topik berapa jam mereka tidur setelah punya anak, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 7 Cara Bikin Suami Puas Saat Berhubungan Badan, Sudah Coba?

3. Hadirnya Dukungan Emosional

Membagikan cerita atau pengalaman dengan orang lain membuat lawan bicara menjadi mengerti kita lebih dalam.

Dengan mendengarkan orang lain, kita juga bisa memahami kesulitan hidup mereka, sifat mereka, cara mereka berpikir dan lain sebagainya.

Terlebih, ketika kita terbuka, maka kita bisa mendapatkan dukungan emosional atau dukungan moral dari orang lain yang mengerti. Tentunya hal ini bisa membuat kita lebih lega dan beban kehidupan menjadi terasa lebih ringan.

Tak sampai di sana, ketika kita menemukan seseorang dengan permasalahan hidup, pengalaman, atau kisah yang sama, kita tidak akan merasa sendirian dalam menghadapi kesulitan.

4. Mengurangi Risiko Terkena Gangguan Mental

Seperti yang sudah disebutkan, manusia adalah makhluk sosial.

Memiliki perasaan stres, kesepian, dan toxic relationship menjadi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami gangguan mental.

Agar hal ini bisa dihindari, kita memerlukan support system yang baik dan bisa mengerti cara pandang kita.

Melalui percakapan yang sehat, jujur, dan terbuka orang yang dipercaya, Moms tentu akan lebih mudah untuk terbuka. Sikap terbuka ini bisa membuat Moms merasa bahwa diterima dan tentunya lebih lega.

Obrolan mendalam dengan orang terdekat bisa menjadi salah satu cara menghilangkan stres, Moms!

Baca Juga: Ini 3 Tips Berdiskusi Masalah Fertilitas dengan Pasangan

Topik Deep Talk dengan Pasangan

Deep Talk

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms merasa selama ini kurang melakukan quality time bersama dengan pasangan, deep talk bisa menjadi sebuah solusi.

Dengan melakukan hal ini, kita jadi lebih mengerti perasaan Dads dan bisa menemukan jalan keluarnya bersama-sama.

Berikut topik deep talk dengan pasangan!

1. Tanyakan Kabar

Ketika kurang melakukan waktu berkualitas, tentu kita hanya melihat keseharian tanpa mengetahui secara pasti isi hatinya.

Hindarilah pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak. Moms bisa mencoba mengawali deep talk dengan menanyakan kabar Dads.

Tanyakan apa yang membuat dia sibuk dan apa yang terjadi di kantor sehingga kurang bisa meluangkan waktu di rumah.

Pekerjaan di kantor yang menumpuk terkadang membuat kita terlalu lelah sehingga ingin langsung beristirahat ketika sampai di rumah.

2. Mulai Cerita Terlebih Dahulu

Terkadang akan terasa menegangkan jika kita tiba-tiba menanyakan sesuatu pada pasangan.

Ada baiknya jika Moms mulai bercerita terlebih dahulu.

Mulailah dengan menceritakan kegiatan seru harian atau perkembangan Si Kecil. Atau Moms juga bisa bercerita tentang kesulitan yang tengah Moms hadapi.

Pastikan suasana nyaman ketika sedang mulai bercerita

Ciptakanlah "zona aman" agar Moms dan Dads bisa saling mengerti lebih dalam. Pastikan Dads juga tidak dalam keadaan terlalu lelah atau emosional sehingga bisa menjadi pendengar yang baik.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membuka Obrolan dengan Ibu Teman Anak?

3. Menanyakan Pandangan

Jika Moms ingin memutuskan sesuatu namun tidak yakin, Moms bisa menanyakan pandangan pasangan tentang hal tersebut.

Misalnya jika Moms perlu memutuskan mengenai sekolah yang baik untuk anak. Keputusan ini tentunya tidak bisa dilakukan sebelah pihak saja.

Menanyakan pandangan pasangan adalah hal yang wajib. Keputusan serius ini pun perlu dilakukan lewat obrolan serius.

Cobalah untuk berdiskusi ringan mengenai hal ini. Moms bisa memberikan pandangan mengenai pilihan sekolah yang Moms buat.

Meski demikian, Moms juga perlu mendengarkan pendapat Dads.

Jangan sampai perbedaan pandangan membuat Moms dan Dads bertengkar, ya!

Deep talk sendiri dimaksudkan agar kedua belah pihak lebih memahami cara berpikir masing-masing.

Baca Juga: 6 Cara Berdiskusi Tentang Keuangan Rumah Tangga Bersama Suami

Nah, itu dia Moms definisi deep talk, manfaat, serta topik yang bisa Moms gunakan. Selamat mencoba!

  • https://www.babycenter.com/family/motherhood/how-to-have-deeper-conversations-with-other-parents_40007078#:~:text=Deep%20talk%20happens%20when%20you,other%20new%20or%20expecting%20parents.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2861779/
  • https://socialpronow.com/blog/deep-conversations/
  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-secret-lives-introverts/201706/why-we-need-have-deeper-conversations
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait