Balita dan Anak

17 Maret 2020

Depresi pada Anak Bisa Disebabkan Orang Tua, Kenali Tanda dan Bentuk Pertolongannya

Sedih berkepanjangan bisa menjadi tanda ia depresi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Anak-anak dikenal sebagai sosok yang ceria, enerjik, dan menyenangkan. Tetapi, akan ada momen di mana Si Kecil merasa murung dan sedih, dan ini merupakan hal yang umum terjadi.

Namun, bila Si Kecil terlalu lama berlarut dalam kesedihan hingga mengganggu aktivitasnya, bisa jadi anak mengalami depresi.

Karena itu, Moms dan Dads sebagai orang tua penting untuk mengenali gejala dan tanda depresi pada anak agar dapat mengatasi dan membuat kondisi psikologis anak membaik.

Baca Juga: Kenali Tanda dan Gejala Depresi pada Anak Berikut Ini

Tanda Depresi pada Anak

depresi pada anak-1.jpg

Foto: smartparents.sg

Tanda-tanda depresi pada anak kadang sulit dibedakan dengan perasaan yang umumnya dialami anak, seperti sedih dan murung. Tanda-tanda anak mengalami depresi, antara lain:

  • Perasaan sedih dan menjadi sensitif sepanjang hari
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang disenangi
  • Kehilangan energi dalam melakukan kegiatan, bahkan kegiatan sederhana
  • Perubahan berat badan yang signifikan, naik ataupun turun
  • Sering menyendiri dan tidak ingin ditemani oleh keluarga dan teman
  • Perasaan rendah diri, bersalah, atau tidak berharga
  • Sulit fokus dan bisa berdampak pada performa akademisnya
  • Tidak memiliki harapan masa depan
  • Memiliki pikiran, atau bahkan percobaan untuk bunuh diri

Baca Juga: Suami Mengalami Depresi? Kenali Tanda-tandanya!

Pengaruh Orang Tua Terhadap Depresi pada Anak

depresi pada anak-2.jpg

Foto: awomanstime.com

Orang tua memegang peran penting dalam pembentukan psikologi anak. Apabila orang tua melakukan pola asuh yang salah atau abusif, tentunya psikologi anak akan terganggu. Kondisi ini lambat laun dapat menyebabkan depresi. Beberapa hal berikut dapat memengaruhi terjadinya depresi pada anak:

1. Kehangatan dari Orang Tua

Kehangatan yang diberikan oleh orang tua menjadi faktor kunci dalam mencegah terjadinya depresi pada anak. Orang tua yang dapat mendekatkan diri dengan anak dapat membuat anak lebih terbuka dan memiliki pemikiran positif.

Hal ini dapat mengurangi kemungkinan anak untuk mengalami depresi. Orang tua yang memiliki hubungan erat dengan anak mampu membuat anak menceritakan segala kesulitannya pada orang tua.

2. Pemberian Otonomi pada Anak

Pengaruh lainnya adalah faktor otonomi yang diberikan oleh orang tua pada anak. Hal ini akan memengaruhi psikologi anak saat beranjak dewasa. Anak dapat mengatur emosi secara lebih baik dan juga memengaruhi hubungan pertemanan yang terjalin.

Sebaliknya, keterlibatan berlebihan orang tua terhadap pilihan hidup anak juga turut memberikan dampak. Orang tua diharapkan dapat berperan dengan menunjukkan dukungan dan penghargaan terhadap minat anak, serta mengetahui kapan perlu memberikan batasan.

Perasaan dihargai dan didukung akan meningkatkan kepercayaan diri anak dan mencegah terjadinya depresi pada anak.

Baca Juga: Waspada Depresi! Kenali 5 Gejalanya Sejak Dini

3. Konflik dalam Keluarga

Konflik antar orang tua berperan besar dalam perkembangan psikologi anak terhadap proses internalisasi masalah. Konflik yang terjadi memengaruhi kerentanan emosional yang dialami anak saat remaja.

Resolusi dari konflik akan menghasilkan output yang lebih baik pada anak dan mencegah depresi pada anak.

Banyaknya konflik antara anak dan orang tua menyebabkan tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara kedua pihak. Selain itu, anak akan merasa kurang mendapat dukungan.

Anak dengan kondisi demikian cenderung memiliki kontrol emosi yang lebih buruk. Hal ini membuatnya lebih rentan untuk mengalami depresi.

4. Pemberian Hukuman pada Anak

Seringkali orang tua memberikan hukuman pada anak jika mereka berbuat salah. Hukuman yang diberikan dapat berdampak buruk bagi psikologi anak. Anak yang banyak diberikan hukuman oleh orang tuanya lebih rentan terhadap depresi.

Baca Juga: Ketahui Masalah Bipolar dan Depresi Anak dari Giginya

Cara Memperlakukan Anak yang Depresi

depresi pada anak-3.jpg

Foto: psycom.net

Perhatian dan perlakuan orang tua sangat memengaruhi psikologi dalam mencegah terjadinya depresi pada anak. Jika Si Kecil tampak depresi, cobalah untuk menjadi pendengar yang bagi anak.

Berikan kesempatan anak untuk bercerita mengenai perasaannya dan kejadian yang membuatnya sedih, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitarnya.

Dukungan dan kedekatan emosional antara anak dan orang tua berperan penting dalam pendekatan pada anak yang sedang depresi.

Selain memengaruhi psikologi anak, Moms sebagai orang tua berperan dalam memastikan kondisi kesehatan anak, seperti aktivitas makan, tidur, dan hubungan positif dengan orang-orang di sekitarnya.

Jangan ragu untuk mengajak Si Kecil ke psikiater atau psikolog untuk membantu anak keluar dari kondisi depresi yang dialaminya. Anak dianjurkan menjalani screening terhadap depresi setiap tahun sejak usia 12-21 tahun.

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait