Home & Living

29 Juli 2021

7+ Desain Green House yang Cocok di Indonesia

Bisa untuk dibangun rumah kaca 2 lantai
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Rumah kaca atau green house adalah salah satu tempat hidup sejumlah 'tanaman' khusus. Meskipun Indonesia beriklim tropis, ada lho tanaman yang membutuhkan rumah kaca minimalis.

Tak selalu untuk negara beriklim dingin yang membutuhkan rumah kaca. Di Indonesia sendiri, rumah kaca membantu tanaman untuk selalu hidup dan panen di sepanjang musim.

Fungsi dari rumah kaca adalah untuk 'menangkap' cahaya matahari sekaligus melindungi tanaman dari suhu dingin ataupun panas.

Biasanya manfaat rumah kaca di Indonesia digunakan untuk menanam sayuran, buah-buahan, bunga dan lain sebagainya.

Lantas, desain rumah kaca minimalis seperti apa yang cocok untuk di Indonesia? Yuk, cari tahu, Moms!

Desain Green House Minimalis

Untuk di Indonesia mungkin kita jarang menemukan green house di setiap rumah penduduk.

Namun umumnya, dapat dengan mudah kita temukan di tempat pembudidayaan tanaman.

Meski begitu, rumah kaca atau greenhouse ini bisa dibangun dengan mudah, lho.

Yuk, manfaatkan lahan tersisa di rumah untuk membangun rumah kaca minimalis yang praktis!

Berikut beberapa ide desain green house minimalis yang cocok di Indonesia, antara lain:

1. Desain Tunnel

Desain Rumah Kaca Minimalis Tunnel.jpg

Foto: motherearthnews.com

Sepertinya ini salah satu desain green house minimalis yang paling banyak diadopsi di Indonesia. Seringnya kita jumpai di daerah dataran tinggi atau perbukitan.

Bagian dinding dan atapnya menyatu dan melengkung setengah lingkaran membentuk kubah.

Negara beriklim subtropis cocok untuk memakai desain minimalis green house tipe ini.

Untuk tanaman yang cocok adalah sayur dan buah-buahan. Peletakan tanaman biasanya tumbuh tepat di atas tanah seperti di taman.

Ini juga merupakan bentuk perlindungan tanaman yang sangat baik dari suhu panas, dingin, hujan, dan sinar matahari yang kuat.

2. Desain Piggyback

Rumah Kaca Minimalis Piggyback 2.jpg

Foto: id.pinterest.com

Desain green house minimalis lainnya adalah model piggyback. Greenhouse ini juga salah satu desain yang cocok untuk daerah tropis.

Jika dilihat dari desainnya, ini menyerupai bentuk rumah dengan ventilasi transparan di atap dan dindingnya.

Bagian atapnya akan dibiarkan terbuka sedikit sebagai bentuk ventilasi utama. Ventilasi ini untuk pertukaran udara dan menjaga kelembapan suhu.

Untuk membuat desain green house minimalis ini membutuhkan lahan yang besar. Cocok untuk lokasi yang tak banyak angin lewat.

Pot tanaman dibutuhkan untuk media tanam sayuran, buah, bunga dan lain sebagainya.

Meski begitu, sejumlah tipe tanaman khusus juga bisa langsung ditanam di tanah, Moms.

Baca Juga: 6 Cara Menanam Mawar di Rumah Supaya Kebun Tampak Cantik

3. Desain Multispan

Desain Rumah Kaca Minimalis Mulstispan.jpg

Foto: scbldgj.globalimporter.net

Moms, pertimbangkan desain green house ini yuk! Ini adalah model perpaduan rumah kaca tunnel dan piggyback.

Cocok untuk daerah dataran tinggi dengan lahan pertanian yang cukup luas dan besar.

Dari bentuk atapnya, menyerupai desain tunnel melengkung setengah lingkaran. Sementara bagian dindingnya seperti piggyback dengan model transparan.

Untuk atapnya bisa memanfaatkan penutup kaca plastik tembus pandang.

Banyak orang menggunakan desain green house minimalis ini karena terbilang ergonomis untuk budi daya pertanian.

4. Desain Hoophouse

Rumah Kaca Hoophouse.jpg

Foto: baileylineroad.com

Tak punya lahan besar untuk membangun green house? Coba lihat desain green house minimalis satu ini, yuk!

Ini namanya adalah hoophouse green house yang cocok untuk budidaya tanaman skala kecil.

Dengan bentuk setengah lingkaran, ini dibangun dengan cukup mudah. Bahkan ini hanya menggunakan plastik penutup tebal, lho!

Konsepnya sangat sederhana dan manfaatnya cukup bagus.

Sejumlah kelebihan membangun desain rumah kaca minimalis ini antara lain:

  • Biaya lebih sedikit.
  • Ukuran rumah kaca dapat disesuaikan.
  • Cocok untuk ilkim sub tropis dan tropis.
  • Tanaman di tanam di tanah langsung.

Meski begitu, Moms harus mengeluarkan tenaga lebih untuk mengatur suhu panas dan dingin pada desain tipe ini, ya.

5. Desain A-frame

Rumah Kaca Minimalis 2 Lantai.jpg

Foto: eurekacarpenter.wordpress.com

Bagaimana dengan model green house yang satu ini? Sepertinya tak kalah menarik, lho!

Green house A-frame memiliki lebih banyak ruangan di dalamnya. Ditambah desain rumah menyerupai huruf A menambah estetika pada desainnya.

Membangun green house tipe ini tentunya akan membutuhkan biaya lebih. Mulai dari atap membentuk huruf A dan lahan yang cukup luas.

Diperlukan juga sejumlah pot dan peralatan tanaman yang lebih optimal.

Baca Juga: Tips Menanam Bunga Matahari, Ketahui Hal yang Perlu Diperhatikan

6. Desain Gothic

Rumah Kaca Gothic.jpg

Foto: gothicarchgreenhouses.com

Desain green house berikutnya adalah gothic.

Atapnya sekilas menyerupai atap bangunan Notre Dame yang melengkung dan meruncing di atasnya.

Ingin membangun green house sederhana tapi terlihat unik? Moms bisa menggunakan ide arsitektur gothic ini!

Banyak kebun raya memiliki desain gothic karena memungkinkan mereka untuk membuat ruangan lebih besar dan tinggi tanpa perluasan lebarnya.

Desain arsitektur gothic kuno ini cukup fungsional dan indah.

7. Desain Shadehouse

Rumah Kaca Minimalis Shadehouse.jpg

Foto: id.pinterest.com

Beberapa tanaman menyukai matahari dan tanaman lainnya sebaliknya. Nah, desain green house minimalis satu ini bisa jadi pertimbangan, Moms!

Cocok untuk menanam berbagai jenis tanaman.

Desain shadehouse adalah tipe green house semi terbuka yang cocok untuk di Indonesia.

Untuk atapnya, bisa menggunakan jaring, kain, atau bilah kayu untuk menciptakan area luar ruangan yang teduh untuk pertumbuhan tanaman.

Biaya yang dikeluarkan terbilang lebih hemat. Cocok untuk pemula yang ingin memulai bisnis pertanian.

8. Desain Lean to Greenhouse

Rumah Kaca Leanhouse.jpg

Foto: whatshed.co.uk

Desain green house minimalis berikutnya ini cocok untuk lahan yang tak begitu besar.

Banyak orang memanfaatkan desain lean-to karena memungkinkan mereka untuk menempelkan struktur langsung ke rumah untuk akses yang lebih mudah.

Pintu masuk green house ini dibuat nyambung dengan dinding rumah utama kita, Moms.

Dalam membangun green house model ini, perlu sedikit konsep yang lebih matang ya.

Mulai dari izin pembangunan, rincian biaya, material green house, serta jenis tanaman yang ingin dipilih.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Merawat Tanaman Indoor, Yuk Terapkan!

Nah Moms, itulah sejumlah desain green house yang bisa jadi inspirasi. Semoga membantu!

  • https://bibitonline.com/artikel/kelebihan-dan-tipe-greenhouse-hidroponik
  • https://greenhouseinfo.com/types-greenhouses/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait