Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Mar 17, 2019

Dianggap sebagai Pengganti Rokok, Ini 4 Bahaya Vape

Bagikan



Banyak orang memutuskan untuk berhenti merokok dan beralih menghisap vape. Mereka berpendapat bahwa vape bisa menjadi solusi untuk perokok yang masih belum bisa sepenuhnya berhenti merokok.

Banyak yang percaya juga bahwa vape lebih sehat ketimbang rokok yang bisa memicu kanker paru-paru dan penyakit lainnya.

Padahal, pemikiran tersebut salah. Dikutip dari medicalxpress.com, vape juga mempunyai efek yang buruk bagi kesehatan.

Apa saja efek buruknya? Yuk kita cari tahu Moms!

Mengandung Nikotin yang Membuat Ketagihan

Sebagian besar jenis vape, termasuk merek Juul yang paling populer, mengandung nikotin, obat adiktif yang ditemukan dalam rokok tembakau tradisional.

Satu buah Juul mengandung kira-kira jumlah nikotin yang sama dengan yang ditemukan di 20 batang rokok (atau satu bungkus).

Nikotin sangat adiktif dan dapat menyebabkan perubahan otak yang mengarah pada penggunaan e-rokok secara kompulsif.

Baca Juga: Tidak Merokok, Ibu Hamil Malah Pilih Vape. Bolehkah?

Foto: vapingdaily.com

Efek Jangka Panjang Vape Tidak Diketahui

Meskipun vape dikembangkan sebagian untuk membantu perokok dewasa memotong penggunaan tembakau dan memberikan alternatif "sehat", belum ada penelitian yang dapat memberikan informasi tentang efek jangka panjang dari penggunaan vape.

Karena peningkatan dramatis dalam penggunaan vape baru-baru ini, temuan awal sekarang menunjukkan bahwa ada efek negatif pada fungsi jantung dan paru yang terkait dengan penggunaan vape.

Namun, masih belum ada jawaban pasti apakah risiko ini lebih besar daripada manfaat beralih dari rokok tembakau tradisional.

Vape Meningkatkan Jumlah Perokok dari Kalangan Remaja

Pengguna vape remaja sebenarnya berisiko lebih tinggi untuk merokok tembakau dibandingkan dengan yang bukan pengguna.

Lebih dari 30 persen pengguna vape usia remaja mulai menghisap rokok tembakau tradisional dalam waktu enam bulan.

Baca Juga: Mengganti Rokok dengan Vape, Apa Benar Asapnya Lebih Aman Jika Dihirup Orang Lain?

Foto: businessinsider.sg

Asap Vape Mengandung Logam Berat

Vape identik dengan asap yang banyak. Meskipun asapnya tidak bau seperti rokok, asap tersebut tetap berbahaya. Asap dari vape mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk timah dan logam berat lainnya.

Perasa yang ada pada vape juga bisa memicu penyakit paru-paru. Jika dihirup, asap tersebut bisa meningkatkan risiko kesehatan.

Itulah dampak buruk dari vape. Jadi, hilangkan jauh-jauh pemikiran bahwa vape lebih sehat dari rokok ya Moms!

(AND/IRN)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.