Bayi

29 November 2019

Diare pada Bayi, Yuk Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Segera bawa anak ke dokter untuk diobati
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Diare merupakan salah satu penyakit yang seringkali dialami oleh anak-anak. Bahkan diare merupakan salah satu penyebab kematian bayi tertinggi. Moms bisa mengenali bayi terkena diare dari warna kotorannya.

Warna kotoran bayi memang berubah berdasarkan apa yang mereka konsumsi. Namun jika warnanya berubah drastis secara keseluruhan, baik dari warna, tekstur, dan juga baunya, bisa jadi Si Kecil sedang diare lho Moms.

Baca Juga: Anak Sering Mengeluh Sakit Perut? Kenali 5 Penyebabnya Disini!

Diare pada bayi harus segera ditangani sebelum terlambat. Namun, ada baiknya jika Moms terlebih dahulu mengetahui penyebab diare pada bayi agar dapat lebih waspada dan sebisa mungkin dihindari.

Penyebab Diare pada Bayi

diare pada bayi

Foto: kidhealth.com

Penyebab diare pada bayi bisa disebabkan karena banyak hal. Apa saja hal yang harus Moms waspadai? berikut daftarnya:

  • Kuman merupakan penyebab utama diare pada bayi. Si Kecil dapat terinfeksi kuman melalui kontak dengan makanan atau air yang kotor. Bisa juga karena menyentuh benda kotor, lalu memasukkan tangan ke mulut.
  • Infeksi virus, bakteri, atau parasit. Bayi dapat terkena infeksi dari kuman yang menyebar melalui kontak dengan anak lain yang terinfeksi atau karena bertukar mainan maupun barang-barang dengan anak lain.
  • Alergi makanan atau alergi terhadap obat-obatan
  • Minum terlalu banyak jus buah
  • Keracunan makanan

Baca Juga: Cara Mengolah Makanan yang Benar Agar Tidak Keracunan Makanan

Efek Diare pada Bayi

diare pada bayi

Foto: healthline.com

Tahukah Moms, bahwa diare merupakan reaksi tubuh untuk memberikan perlindungan dalam membuang racun di dalam tubuh. Namun, terdapat efek diare pada bayi yang perlu diwaspadai karena kondisi ini bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan mineral yang disebut elektrolit.

Jika dibiarkan, bayi bisa dehidrasi dengan cepat. Tentunya, hal ini sangat berbahaya bagi bayi, terutama bayi baru lahir. Segera hubungi dokter, apabila Moms melihat tanda-tanda dehidrasi pada bayi:

  • Rewel dan menangis
  • Frekuensi pipis berkurang
  • Mulut kering
  • Bagian atas kepala bayi cekung dan lunak
  • Mengantuk dan lesu
  • Kulit bayi tidak kembali setelah dicubit perlahan dan dilepaskan dengan lembut

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

diare pada bayi

Foto: momjunction.com

Cara mengatasi diare pada bayi memerlukan perhatian khusus. Beberapa langkah harus benar-benar Moms perhatikan agar perawatan yang dilakukan efektif untuk menyembuhkan si buah hati.

Langkah pertama yang perlu dilakukan saat menyadari bahwa Si Kecil diare adalah segera konsultasikan dengan dokter. Bayi yang mengalami diare berat dan dehidrasi harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan cairan infus.

Baca Juga: Apa Obat untuk Mengatasi Diare Pada Bayi Usia 9 Bulan?

Selain itu, cara mengatasi diare pada bayi seperti di bawah ini juga mungkin dilakukan:

  • Dokter mungkin akan memberi resep antibiotik yang mencegah infeksi bakteri atau parasit.
  • Dokter juga mungkin memberikan larutan rehidrasi oral. Produk ini bisa dibeli di apotik, supermarket, atau toko obat secara bebas.
  • Jika bayi sudah bisa mengonsumsi makanan padat, sementara waktu hindari makanan yang lunak.
  • Bagi bayi yang masih menyusu, ibu disarankan menghindari makanan yang memicu diare pada bayi, seperti makanan pedas, produk susu dan keju, makanan berminyak, dan sebagainya.
  • Diare bisa disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri yang ditransfer dari tangan. Jaga agar tangan Moms dan anak tetap bersih.
  • Jagalah area kulit yang terkena popok selalu bersih dan lembap. Gunakan krim popok agar kulit bayi tidak iritasi dan tetap nyaman.

Itu adalah beberapa cara mengatasi diare pada bayi yang dapat diikuti. Jangan tunda untuk memeriksakan anak ke dokter ya Moms.

Ditinjau oleh dr. Miranda Rachellina

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait