Momspiration

20 Januari 2021

Dinyatakan Positif Covid-19, Saya, Suami, dan Si Bungsu Rawat Isolasi di RS selama 10 Hari

Sedihnya kami terpaksa harus berpisah dengan si sulung yang dirawat oleh kakek dan neneknya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Oleh Vicky Yunita (31), ibu dari 2 orang anak laki-laki, Arsakha Shakeel Tahir (3 tahun) dan Arvino Niscalief Tahir (2 tahun), dan freelance Make Up Artist.

Tidak terasa sudah hampir satu tahun lamanya kita hidup berdampingan dengan penyakit bernama Covid-19. Berbagai protokol kesehatan ketat telah dilakukan, tapi nampaknya Covid-19 masih betah dan tidak pergi-pergi.

Melihat para korban yang terinfeksi dari berita di TV, lalu ada tetangga yang terinfeksi juga, semakin dekat ke sanak saudara, hingga akhirnya tanpa disadari, diri kita sendiri pun akhirnya dinyatakan positif Covid-19, itulah yang dirasakan oleh Moms Vicky.

Banyak dari mereka yang tidak memiliki gejala Covid-19 seperti yang dikatakan, tidak sedikit pula yang menunjukkan gejala virus ini dan Moms Vicky adalah salah satunya.

Ini dia kisah perjuangan Moms Vicky melawan Covid-19 yang akhirnya bersarang di dirinya. Disimak yuk, Moms.

Baca Juga: Seperti Mimpi Buruk, Baby Raska Tak Lagi Bangun dari Tidur Siangnya Bersama Kami Hari Itu

Saya Salah Satu yang Positif

cerita di tengah covid-19

Foto: Dok. Vicky Yunita

Sedih, ini hal yang pertama yang bisa saya katakan. Sampai sekarang pun saya masih tidak percaya bahwa Covid-19 ini benar-benar sudah meluluhlantakkan dunia.

Dampaknya terutama di keluarga, lingkaran terkecil hingga banyaknya retail yang tak mampu bertahan dan akhirnya collapse. Mau sampai kapan dunia berduka karena Covid-19 yang tidak kunjung reda ini? Malah semakin meningkat setiap harinya.

Dan sayangnya, saya adalah salah satu dari mereka yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 itu.

Saya mulai merasa tidak enak badan disertai demam pada pertengahan Agustus 2020 lalu. Setelah tiga hari tidak membaik, saya langsung periksa ke UGD RSPI. Tapi karena tenaga medis curiga dengan gejala saya, saya pun dipindah periksa ke bagian UGD khusus pasien Covid-19. Tapi Alhamdulillah tidak ada yg mencurigakan.

Lalu satu minggu kemudian, demam saya sudah hilang tapi ganti badan saya rasanya lemas, tidak fit dan mulai terasa sakit di tengah dada saat bernapas. Saya pikir mungkin karena tensinya juga sedang tinggi ya. Tapi anehnya, saya tidak punya riwayat asma, jadi kenapa sulit sekali bernapas panjang? Tidak seperti biasanya.

Lalu saya cek rapid mandiri di rumah, hasilnya non reaktif. Satu minggu kemudian karena sesak semakin jadi, saya rapid mandiri kedua kali tapi hasilnya juga non reaktif.

Nah setelah itu dengar bahwa di kantor suami ada yang positif Covid-19, lalu suami langsung melakukan swab dan ternyata hasilnya positif! Jadi besoknya saya dan anak-anak langsung swab juga. Hasilnya saya positif dan anak saya yang kedua pun positif.

Baca Juga: Saya Positif COVID-19, Kami Sekeluarga Jalani Karantina Mandiri

Kebetulan swab dilakukan di rumah, memanggil tenaga medis ke rumah. Setelah swab saya, suami dan anak saya yang positif langsung melakukan isolasi mandiri di tempat lain.

Keluarga benar-benar kaget dan sedih mendengar kabar ini. Apalagi anak saya baru usia 1,5 tahun. Lalu kita memutuskan untuk rawat isolasi di Siloam Bekasi Sepanjang Jaya selama 10 hari. Alhamdulillah masih dapat kamar kosong, jadi kami bertiga bisa satu ruangan.

Bersyukur karena saya dan suami jadi bisa fokus merawat Si Kecil yang saat itu mogok makan. Mungkin karena stres lihat kondisi dan para tenaga medis yang pakai APD.

Fokus Merawat Diri Saja, Karena Si Kecil di Rawat Kakek dan Neneknya

cerita di tengah covid-19

Foto: Dok. Vicky Yunita

Seperti yang sudah saya katakan, jadi saya, suami, dan anak saya terpaksa harus melakukan isolasi mandiri bertiga.

Di rumah masih ada Si Kecil satu lagi. Nah, kebetulan mertua saya datang ke Jakarta, karena perihal kami yang dinyatakan positif Covid-19 ini. Jadi anak saya yang sulung juga sekalian bisa dijaga oleh kakek neneknya.

Ada nanny juga yang akan membantu. Jadi kami bisa lebih tenang meninggalkan anak dan fokus merawat diri untuk kesembuhan kami.

Paling biasa kendalanya adalah rindu dengan anak kami. Jika sudah begini, kami pasti menyempatkan diri untuk video call dengan anak. Waduh sedihnya minta ampun kalau diingat-ingat lagi.

Untuk pekerjaan, kebetulan saya bekerja freelance, selain itu saya juga total menjadi ibu rumah tangga. Jadi untuk urusan pekerjaan, untungnya tidak perlu terlalu dipusingkan.

Namun karena saya bekerja sebagai makeup artist lepasan. Tantangan terbesar saya dan teman-teman sesama MUA sepanjang pandemi adalah banyaknya job yang dibatalkan karena alasan Covid-19. Tapi, Alhamdulillah sekarang sudah mulai normal dan bisa mengajar kelas make up lagi.

Teman-teman saya juga Alhamdulillah sangat mendukung kesembuhan kami bertiga. Karena kondisi sudah membaik, saat ini saya sudah kembali aktif mengerjakan proyek-proyek lepasan juga. Jadi memang sudah sehat.

Baca Juga: Sedih dan Berat Rasanya, Didiagnosis Covid-19 Membuat Saya Harus Menjauhi Anak-anak

Meskipun Sehat, Tapi Stamina Menurun

cerita di tengah covid-19

Foto: Orami Photo Stock

Saat ini Alhamdulillah kondisi saya, suami, dan anak kami sudah membaik. Tapi satu kondisi, setelah dinyatakan sembuh, entah mengapa performa dan stamina terutama saya dan suami menurun.

Kami jadi mudah sekali merasa capek. Misalnya pada suami saya, capek sedikit saja, besoknya pasti langsung pilek. Pun dengan saya, capek sedikit saja, pasti dada saya mulai terasa sesak. Seperti itu terus, tidak tahu apa penyebabnya. Daya tahan tubuh kami jadi menurun.

Namun saya tetap berdoa dan ikhtiar agar bisa diberikan kesembuhan yang optimal. Kami sekeluarga diberikan sakit karena memang mungkin sedang diuji oleh Yang Maha Kuasa. Saya percaya selalu ada hikmah dalam setiap musibah yang dihadapi.

Untuk melindungi keluarga agar tidak ada yang positif terinfeksi Covid-19 lagi. Pertama tentunya menerapkan protokol kesehatan, terutama ke anak-anak. Untuk ini saya sudah stok masker dan sanitizer di rumah, di mobil dan di tas anak-anak tentunya. Lalu tetap olahraga rutin, makanan pun harus sesuai porsi dan minum vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Untuk itu, bagi para Moms di luar sana, saya ingin mengatakan bahwa Covid-19 mengintai di mana-mana, bukan hanya berita belaka, tapi nyata adanya.

Baca Juga: Sedih Sekeluarga Didiagnosis COVID-19, ASI Saya Berhenti Mengalir

Tetap lindungi diri dan keluarga dengan protokol kesehatan, makanan yang bergizi dan kalau tidak terlalu penting, jangan keluar rumah.

Tetap sabar dan tawakal juga ya Moms. Dan satu lagi, jangan percaya RAPID! Saya sudah dua kali melakukan rapid dan hasilnya non reaktif, lalu dua hari kemudian tes Swab dan hasilnya positif. Jika ada rezeki lebih, ada baiknya langsung Swab saja ya Moms.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait