Parenting Islami

Bacaan Doa Menerima Zakat, Sebagai Adab Menerima Zakat dari Muzakki

Doa menerima zakat sebagai bentuk membalas kebaikan pada orang yang memberi zakat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Dalam ajaran agama Islam setiap hal dianjurkan untuk diiringi dengan doa. Ada beragam bacaan doa, salah satunya doa menerima zakat yang diamalkan setelah memperoleh zakat dari orang yang berzakat.

Zakat ialah perkara wajib yang harus ditunaikan oleh seluruh umat Islam. Tak hanya disebutkan dalam Rukun Islam, zakat juga telah diperintah dalam Alquran.

Tepatnya dalam Surat Al Baqarah ayat 43 Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”

Dalam Surat At-Taubah ayat 103, Allah SWT juga menerangkan perkara zakat yang artinya, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka”

Bahkan, perintah zakat ini diserukan secara berulang di dalam Alquran dalam berbagai ayat hingga sebanyak 32 kali.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Alquran

Setiap Muslim Wajib Zakat

Setiap Muslim Wajib Zakat

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional, zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan. Sebagai salah satu rukun Islam, Zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf).

Menurut istilah dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu.

Orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik.

Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Zakat dikeluarkan dari harta yang dimiliki. tetapi, tidak semua harta terkena kewajiban zakat. Syarat dikenakannya zakat atas harta di antaranya:

  • Harta tersebut merupakan barang halal dan diperoleh dengan cara yang halal
  • Harta tersebut dimiliki penuh oleh pemiliknya
  • Harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang
  • Harta tersebut mencapai nishab sesuai jenis hartanya
  • Harta tersebut melewati haul, dan
  • Pemilik harta tidak memiliki hutang jangka pendek yang harus dilunasi.

Baca Juga: 13 Manfaat Sedekah, Membuat Hati yang Tentram Hingga Syafaat di Akhirat

Seorang umat muslim yang telah diwajibkan berzakat ini disebut juga sebagai Muzakki.

Adapun syarat-syarat seorang umat Islam disebut sebagai Muzzaki, dilansir dari Lembaga Amil Zakat Gema Indonesia Sejahtera, meliputi:

1. Beragama Islam

Kewajiban zakat hanya diwajibkan kepada orang Islam. Hadits Rasulullah SAW menyatakan:

“Abu Bakar Shidiq berkata, ‘inilah sedekah (zakat) yang diwajibkan oleh Rasulullah kepada kaum Muslim.” (HR Bukhari).

2. Merdeka

Kewajiban membayar zakat hanya diwajibkan kepada orang-orang yang merdeka. Hamba sahaya tidak dikenai kewajiban berzakat.

3. Dimiliki Secara Sempurna

Harta benda yang wajib dibayarkan zakatnya adalah harta benda yang dimiliki secara sempurna oleh seorang Muslim.

4. Mencapai Nishab

Seorang Muslim wajib membayar zakat jika harta yang dimilikinya telah mencapai nishab. Nishab zakat harta berbeda-beda, tergantung jenis harta bendanya.

5. Telah Haul

Harta benda wajib dikeluarkan zakatnya jika telah dimiliki selama satu tahun penuh. Hadits Rasulullah menyatakan:

“Abdullah ibnu Umar berkata, ‘Rasulullah SAW bersabda ‘Tidak ada zakat pada harta seseorang yang belum sampai satu tahun dimilikinya.” (HR Daruquthni).

Baca Juga: 5+ Doa Minta Rezeki untuk Mendapatkan Keberkahan, Yuk Panjatkan!

Mustahik Zakat

Mustahik-Zakat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Orang-orang yang berhak menerima zakat ini disebut dengan mustahik zakat. Terdapat 8 golongan yang termasuk dalam mustahik zakat, yaitu:

  • Fakir, orang yang tidak mempunyai harta atau mata pencaharian yang layak yang bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhannya baik sandang, papan dan pangan.
  • Miskin, orang yang memiliki mata pencaharian, tetapi tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
  • Riqab, orang yang diperbudak pada awal perkembangan Islam, dalam hal ini zakat bertujuan untuk memerdekakan budak dari majikannya sehingga dapat hidup dengan layak.
  • Gharimin atau Gharim, orang yang tengah terlilit hutang.
  • Mualaf, non-muslim yang pindah agama menjadi orang Islam atau orang yang baru memeluk agama Islam.
  • Fisabilillah, seseorang atau sebuah lembaga yang memiliki kegiatan utama berjuang di jalan Allah dalam rangka menegakkan agama Islam.
  • Ibnu Sabil, seseorang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal sehingga tidak bisa meneruskan perjalanannya.
  • Amil, orang yang bertugas untuk mengumpulkan dana zakat yang telah diberikan oleh muzzaki (orang yang memberikan zakat).

Baca Juga: Ini 12 Amalan Bulan Ramadhan yang Dicontohkan oleh Rasul

Doa Menerima Zakat

doa-menerima-zakat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan adab, orang yang berhak menerima zakat (mustahik zakat), sudah sepatutnya untuk membalas kebaikan orang yang memberikan zakat. Salah satunya dengan doa menerima zakat.

Melansir laman NU Online, adab menerima zakat ini disampaikan oleh Syekh M Nawawi Banten yang mengutip hadits Rasulullah SAW sebagai berikut:

Artinya: “Seyogianya orang yang menerima zakat mendoakan mereka yang menyerahkan zakatnya sesuai hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa saja yang memberikan kebaikan kepadamu, maka balaslah kebaikannya. Jika kalian tidak sanggup membalasnya, doakanlah dia.’ Dengan kata lain, siapa saja yang berbuat kebaikan kepadamu, maka balaslah ia dengan kebaikan serupa. Jika kalian tidak sanggup, maka doakanlah ia dengan sungguh-sungguh hingga terwujud pembalasan kebaikan yang setara,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 177).

Syekh Nawawi Banten menganjurkan mereka yang menerima zakat untuk melafalkan doa menerima zakat berikut ini:

Thahharallāhu qalbaka fī qulūbil abrār, wa zakkā ‘amalaka fī ‘amalil akhyār, wa shallā ‘alā rūhika fī arwāhis syuhadā’.

Artinya, “Semoga Allah menyucikan hatimu pada hati para hamba-Nya yang abrar. Semoga Allah bersihkan amalmu pada amal para hamba-Nya yang akhyar. Semoga Allah bershalawat untuk rohmu pada roh para hamba-Nya yang syahid.”
Sementara mengutip Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur, mustahik zakat bisa juga melafalkan doa menerima zakat di bawah ini:

Aajarokallaahu fiimaa a’thoita wabaaroka fiima abqoita waja’alahu laka thohuuron.

Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu.

Itulah penjelasan mengenai zakat dan bacaan doa menerima zakat yang dapat diamalkan. Semoga bermanfaat.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait