Parenting Islami

23 Desember 2021

Doa Qunut Witir Lengkap dengan Bacaan dan Tata Caranya

Doa ini bisa dibaca setiap hari saat salat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Doa qunut adalah doa khusus yang dibaca saat shalat dalam posisi berdiri. Ada tiga doa qunut yang terkenal, yakni doa qunut Subuh, doa qunut witir, dan doa qunut nazilah.

Hingga kini, masih ada yang selalu melakukannya namun ada pula yang hanya menjalankannya pada waktu-waktu tertentu saja.

Baca Juga: Bolehkah Shalat Tahajud 2 Rakaat Dilakukan? Cek Dalilnya di Sini!

Mengenal Qunut

sholat gaib

Foto: Orami Photo Stock

Kata Qunut (الْقُنُوْتُ) berasal dari qonata (قَنَتَ) yang artinya tunduk, patuh, atau taat. Qunut juga berarti berdiri lama, diam, doa dan khusyu’.

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ

(Wa lahụ man fis-samāwāti wal-arḍ, kullul lahụ qānitụn)

Artinya: “Dan kepunyaan-Nya lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.” (QS Ar Rum: 26)

Secara istilah, qunut adalah doa yang dibaca saat shalat dalam posisi berdiri dan cukup lama sebagai bentuk ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Ada juga yang sering memanjatkan doa qunut witir setelah memasuki pertengahan bulan Ramadan, mulai dari malam ke-15 Ramadhan.

Menurut studi Ash-Shahabah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, penyebab adanya qunut adalah saat Rasulullah SAW mendengar 70 orang yang diutusnya untuk membantu kabilah Bani Salim, dibantai oleh kabilah tersebut ditengah perjalanan (di sumur Ma’unah).

Peristiwa ini dikenal dengan nama Al-qurra Maka. Saat itu, Rasulullah SAW melakukan qunut setiap shalat subuh sebagai rasa bela sungkawa yang mendalam.

Selain itu, beliau juga mendoakan dan melaknat kabilah-kabilah melakukan pengkhianatan. Setelah sebulan, turunlah ayat 128 surah Ali Imran sebagai larangan mendoakan kebinasaan, kejelekan dan melaknat orang lain.

لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِّنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوْا خَاۤىِٕبِيْنَ

(Liyaqṭa'a ṭarafam minallażīna kafarū au yakbitahum fa yangqalibụ khā`ibīn)

Artinya: "Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bantuan) adalah untuk membinasakan segolongan orang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa pun." (QS Ali Imran: 128)

Setelah itu, Rasulullah berhenti mendoakan kebinasaan orang lain, tetapi tetap qunut dalam shalatnya sebagaimana yang dijelaskan Anas bin Malik dalam riwayat Imam Bukhari.

Namun, dari hadis itu Imam al-Baehaqi dalam kitabnya al-Sunnah Kubra menjelaskan bahwa qunut yang tidak mengandungan doa kebinasaan, kejelekan dan melaknat orang lain masih tetap dilakukan oleh beliau saat shalat subuh.

Baca Juga: Sholat Qobliyah Subuh, Sunnah yang Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Hukum Qunut

qobliyah-subuh.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mengenai hukum qunut, masih terdapat perbedaan pendapat dari kalangan ulama. Para ulama Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa qunut hanya dibaca dalam sholat witir.

Namun untuk waktu membacanya, dua mazhab ini berbeda pendapat. Menurut mazhab Hanafi, qunut witir dibaca sebelum ruku’. Sedangkan menurut mazhab Hanbali, qunut witir dibaca sesudah ruku’ (i’tidal).

Menurut mazhab Maliki dan Syafii, sholat yang ada doa qunutnya adalah sholat Subuh. Menurut keduanya, hukum qunut Subuh adalah sunnah.

Dibaca sebelum ruku’ menurut mazhab Maliki, dibaca sesudah ruku’ (i’tidal) menurut mazhab Syafi’i.

Sedangkan untuk qunut nazilah, doa qunut dibaca dalam semua sholat fardhu menurut Syafi’i dan Hanbali.

Namun menurut Hanafi hanya dibaca dalam sholat jahriyah seperti shalat Maghrib, Isya’ dan Subuh. Dan menurut Maliki hanya dibaca saat shalat Subuh.

Imam Syafi’i mengatakan bahwa doa qunut Witir ini sunnah diucapkan setiap shalat subuh setelah ruku, saat witir, dan di setiap shalat wajib lima waktu ketika ada bencana.

Baca Juga: Tata Cara dan Niat Sholat Gerhana Bulan, Yuk Laksanakan!

Bacaan Doa Qunut Witir

doa-agar-anak-sukses-dan-berhasil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa versi doa Qunut Witir, yakni saat sendiri atau berjamaah. Imam Syafi’i mengatakan bahwa kalimat doa qunut yang paling utama adalah yang diajarkan Rasulullah SAW pada cucunya Hasan bin Ali RA.

Berikut ini adalah doa Qunut Witir ketika shalat sendirian:

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ. وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ. وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ. وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ

وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ. إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ. وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ. وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

(Alloohummah dinii fiiman hadait. Wa ‘aafinii fiiman ‘aafait. Wa tawallanii fiiman tawallait. Wa baariklii fiimaa a’thoit.

Wa qinii syarro maa qodloit. Innaka taqdli wa laa yuqdlo ‘alaik. Wa innahu laa yadzillu maw waalait. Wa laa ya’izzu man ‘aadait. Tabaarokta wa ta’aalait)

Artinya: “Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepadaku.

Jauhkanlah aku dari kejelekan apa yang Engkau telah takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, wahai Rabb kami Yang Maha Tinggi.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Dan ini adalah doa Qunut Witir jika shalat berjamaah dan menjadi imam:

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ

فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

(Allahummahdinaa fiiman hadait, wa ’aafinaa fiiman ‘aafait, wa tawallanaa fiiman tawallait, wa baarik lanaa fiima a’thoit, wa qinaa syarro maa qodhoit.

Fa innaka taqdhi wa laa yuqdho ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, tabaarokta robbanaa wa ta’aalait)

Selain itu, disunnahkan juga melafalkan doa minta ampun dan shalawat setelah melafalkalkan doa qunut tersebut, seperti:

فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

(Fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam)

Artinya; “Segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Inilah penjelasan mengenai doa Qunut Witir yang bisa dibaca sesuai dengan ketentuan dan bacaan yang dicontohkan.

  • https://bersamadakwah.net/doa-qunut-subuh/
  • https://rumaysho.com/24312-bacaan-doa-qunut-witir-bagi-imam-dan-yang-shalat-sendirian.html
  • https://bincangmuslimah.com/ibadah/doa-qunut-dan-waktu-pelaksanaannya-29736/
  • https://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/ASH/article/view/173
  • https://worldquran.com/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait