Parenting Islami

PARENTING ISLAMI
18 Februari 2021

Doa Sebelum Makan dan Setelahnya, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Ajarkan si kecil doa sebelum makan agar menjadi kebiasaan yang baik hingga dewasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kebiasaan baik yang selalu dilakukan sejak kecil akan menjadi kebiasaan yang akan terus dilakukan hingga dewasa. Salah satu yang bisa dilakukan oleh Moms adalah kebiasaan dan pola makan yang baik, dan juga jangan lupa untuk juga mengajarkan doa sebelum makan dan sesudahnya.

Aktivitas makan adalah hal yang akan terus dilakukan. Sebab, makanan akan menjadi sumber energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bukan hanya perlu memperhatikan apa yang akan dimakan, Moms juga perlu mengajarkan adab makan sedari kecil.

Ada beberapa adab yang harus diperhatikan ketika hendak memakan makanan. Misalnya:

  • Mencuci kedua tangan.
  • Membaca bismillah.
  • Membaca doa sebelum makan.
  • Makan dengan sopan.
  • Tidak berbicara saat melut penuh.
  • Membaca doa setelah selesai.

Selain itu, doa sebelum makan dan setelahnya juga akan menjadi tambahan pahala yang diberikan karena telah mengikuti sunnah nabi SAW. Ada beberapa hal tentang makan menurut Islam dan juga penelitian yang harus Moms tahu.

Baca Juga: Pentingnya Mengonsumsi Makanan Sehat Sejak Kecil

Makan Menurut Sunnah

Doa Sebelum Makan -1

Foto: Orami Photo Stock

Agama Islam memperhatikan kehidupan umatnya hingga hal-hal yang kecil, misalnya tentang makan. sebab, makan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Ini juga akan mempengaruhi manusia saat melakukan Ibadan dan hal-hal baik lainnya.

Sehat atau sakitnya seseorang salah satunya bisa ditentukan dari apa yang dimakan. Sebab, makan yang cukup bergizi akan berpengaruh positif pada kemampuan fisik dan mental, sedangkan makanan yang kurang bergizi akan membuat fisik dan mental menjadi lemah.

Makanan juga akan menentukan apakah jiwa seseorang akan tenang atau gelisah. Nabi Muhammad SAW menjelaskan: “Sesungguhnya, hati itu akan merasa tenang terhadap yang halal dan tidak akan tenang terhadap yang haram.” (HR Thabrani).

Hadits ini memberi petunjuk tentangan makanan yang halal dan haram. Nantinya, apa yang diberikan untuk anggota keluarga akan membentuk karakternya juga. Meski terkesan sepele, makanan memiliki andil yang besar dalam kehidupan fisik, sikap mental, dan juga kepribadian.

Fakta ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa makanan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap tubuh, jiwa, emosi, dan akal. Karena itu, sudah semestinya Moms juga menaruh perhatian terhadap masalah makanan ini. Dalam Alquran Allah SWT berfirman: “Maka, seharusnya manusia memerhatikan makanannya.” (QS Abasa: 24).

Baca Juga: 5 Trik Menumbuhkan Selera Makan Anak

Doa Sebelum Makan dan Sesudahnya

Doa Sebelum Makan -2

Foto: Orami Photo Stock

Bagaimana agar makanan yang masuk ke dalam tubuh mendapat keberkahan sehingga menghasilkan dan kemaslahatan? Salah satunya adalah dengan membaca doa sebelum makan dan sesudahnya sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW.

1. Doa Sebelum Makan

“Alaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaa bannar,”.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah untukku dalam sesuatu yang Engkau rezekikan kepadaku, dan peliharalah aku dari siksa neraka,” (HR Ibnu Sunni).

Moms dan keluarga yang beragama Islam mungkin telah akrab dengan doa sebelum makan di atas. Sebab, banyak Moms yang sudah mengajarkannya sejak anak usia dini, atau mendapat pengajarannya di sekolah atau sekolah agama.

Ternyata, ada makna yang terkandung dalam doa sebelum makan itu. Di awal doa, ada permohonan agar diberi keberkahan atas rezeki makanan yang telah diberikan oleh Allah SWT dalam kalimat “Allaahumma baarik lana fiima razaqtana…” yang artinya: “Ya Allah, berkahilah untukku dalam apa yang Engkau rezekikan kepadaku.”

Kalimat tersebut mengandung makna bahwa orang yang membaca doa ini akan diingatkan pada arti pentingnya keberkahan, dan diajak untuk mencari dan mengejar keberkahan. Ini adalah modal dasar untuk memperoleh keberkahan.

Keberkahan makanan itu terkait dengan tiga hal, yaitu:

  • Sumber makanan. Apakah cara mencari nafkah dan memberikan makanan dari cara halal? Sebab, sesuatu yang haram tidak bisa menghasilkan keberkahan. Tidaklah daging yang terbuat dari hal yang haram, kecuali akan membuahkan perbuatan yang haram.
  • Cara memakannya. Setelah yakin bahwa makanan tersebut halal, setelah itu seseorang harus menjaga etika makan. Karena jika makan tanpa aturan, maka yang didapat bukannya keberkahan, tapi malah menimbulkan bahaya dan penyakit. Maka, orang yang membaca doa sebelum makan akan terdorong untuk makan dengan tenang. Makan dengan tangan kanan, tidak tergesa-gesa, tidak berlebihan, tidak memubazirkan makanan, dan tidak rakus.
  • Pentasarrufan makanan. Tasarruf artinya mengembalikan kembali. Maksudnya adalah agar orang yang telah membaca doa sebelum makan, ia akan termotivasi kuat untuk melakukan amal kebaikan sehingga hidupnya akan dipenuhi keberkahan dari Allah. Karena makan bukan sekedar mengobati rasa lapar dan memenuhi selera, tapi untuk menjaga ketaatan kepada Allah.

Kemudian, di akhir doa ini terdapat kalimat “…Waqinaa ‘adzaa bannar,” yang artinya memohon perlindungan kepada Allah agar dipelihara dan dijauhkan dari siksa neraka. Kalimat ini mengandung makna bahwa timbulnya perbuatan karena kekuatan yang dihasilkan dari makanan yang diproses dalam tubuh.

Jika seseorang melakukan dosa atau kemaksiatan, itu tidak jauh dari pengaruh makanan yang dikonsumsinya. Rasullah SAW bersabda: “Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka neraka lebih utama baginya.” (HR Baihaqi).

Keinginan dijauhkan dari siksa neraka tentunya juga ingin terlepas dari godaan setan. Dengan membaca doa sebelum makan, seseorang akan terhindar dari gangguan dan keikutsertaan setan dalam proses makan. Rasul SAW bersabda: “Sesungguhnya setan bisa makan jika tidak disebut nama Allah SWT padanya (makanan itu).” (HR AHhmad, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i).

2. Doa Setelah Makan

“Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiin”

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim,” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi).

Apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam doa tersebut adalah bersyukur atas kenikmatan makanan yang telah diberikan Allah Kepada diri kita. Maka, dengan membaca doa sesudah makan ini, kita diingatkan pada hakikat rubbubiyah Allah dan sifat kuasa-Nya.

Yaitu kuasa-Nya dalam mendatangkan makanan, memasukkan makanan, dan membuat kenyang dengan makanan. Sesunggunya, proses makan dari awal sampai akhir adalah murni kekuasaan Allah bukan atas kemauan kita.

Membaca doa sebelum dan setelah makan juga berarti tidak memberi peluang bagi setan untuk menggoda saat makan. Sebab, setan juga bisa menggoda manusia lewat perjalan darahnya. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, setan itu berjalan dalam tubuh manusia mengikuti jalan peredaran darahnya.” (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Selain itu, Rasulullah SAW juga memperingatkan dampak lain terkait bismillah sebelum membaca doa sebelum makan. “Dampak lainnya, makanan yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, maka sesungguhnya ia adalah penyakit, dan tidak ada keberkahan di dalamnya.” (HR.Dailami dan Ibnu’Asakir).

Inilah pentingnya bacaan bismillaah saat makan. Di samping dapat menghalang setan untuk bisa turut makan, juga untuk menghasilkan keberkahan makanan yang akan dimakan. Karena itu, orang Islam tetap dianjurkan membaca doa bismillah ini meski tengah-tengah makan saat terlupa membacanya di awalnya.

Diriwayatkan dari Aisyah RA bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Jika salah seorang dari kalian makan makanan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa menyebut nama Allah di awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Dengan menyebut nama Allah di awalnya dan akhirnya'.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Hakim).

Baca Juga: Bingung Bagaimana Mengolah Makanan Sehat? Yuk Coba 3 Metode Ini

Manfaat Pola Makan Sehat

Doa Sebelum Makan -3

Foto: Orami Photo Stock

Makanan yang halal tentu makanan sehat. Jangan lupa juga untuk menambahkan pola hidup sehat dalam makanan yang dikonsumsi oleh keluarga sehari-hari. Ini akan melengkapi ikhtiar mendapatkan makanan halalan thayyiban selain membaca doa sebelum makan dan setelahnya.

Mengikuti pola makan sehat juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk membangun tulang yang kuat, melindungi jantung, mencegah penyakit, dan meningkatkan mood. Masih banyak lagi manfaat lainnya, seperti:

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit jantung adalah penyebab utama kematian orang dewasa di Amerika Serikat. Tekanan darah tinggi, atau hipertensi adalah masalah dapat menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, dan juga stroke.

Beberapa sumber melaporkan bahwa perubahan gaya hidup dan pola makan, meningkatkan aktivitas fisik dimungkinkan untuk mencegah penyakit jantung hingga 80%. Membatasi jenis lemak tertentu juga dapat meningkatkan kesehatan jantung. Misalnya, menghilangkan lemak trans mengurangi kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah.

2. Mengurangi Risiko Kanker

Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dapat mengurangi risiko seseorang terkena kanker dengan cara melindungi sel dari kerusakan. Antioksidan akan membantu menghilangkan radikal bebas dan juga menurunkan kemungkinan penyakit ini.

Banyak fitokimia yang ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan bertindak sebagai antioksidan, termasuk beta-karoten, likopen, dan vitamin A, C, dan E. Menurut National Cancer Institute, meskipun uji coba pada manusia tidak meyakinkan, ada penelitian laboratorium dan hewan yang menghubungkan antioksidan tertentu dengan penurunan insiden kerusakan radikal bebas akibat kanker.

Mengalami obesitas juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker dan memberikan hasil yang lebih buruk. Mempertahankan berat badan yang sedang dapat mengurangi risiko ini. Dalam sebuah studi tahun 2014 American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti menemukan bahwa diet yang kaya buah-buahan mengurangi risiko kanker saluran cerna bagian atas.

3. Peningkatan Memori

Pola makan yang sehat juga dapat membantu menjaga kognisi dan kesehatan otak. Sebuah studi pada 2015 oleh Neurology, Psychiatry and Brain Research mengidentifikasi nutrisi dan makanan yang melindungi dari penurunan kognitif dan demensia.

Para peneliti menemukan bahwa makanan yang mengandung vitamin D, vitamin C, vitamin E, asam lemak omega-3, flavonoid dan polifenol serta ikan bagus untuk kesehatan otak jika rutin mengkonsumsinya.Di antara diet lainnya, diet Mediterania menggabungkan banyak nutrisi ini.

4. Tulang dan Gigi yang Kuat

Mengkonsumsi makanan yang memiliki kalsium dan magnesium yang tinggi juga cukup penting untuk tulang dan gigi yang kuat. Menjaga kesehatan tulang dapat meminimalkan risiko masalah tulang di kemudian hari, seperti osteoporosis.

Makanan yang mengandung kalsium seperti produk susu rendah lemak, brokoli, kol bunga, kubis, ikan kalengan dengan tulang, tahu dan kacang-kacangan adalah beberapa makanan yang harus dimasukkan dalam makanan sehat yang harus dikonsumsi secara rutin.

5. Meningkatkan Kesehatan Anak

Anak-anak akan mempelajari sebagian besar perilaku yang berhubungan dengan kesehatan dari orang dewasa di sekitar mereka, dan orang tua yang mencontohkan kebiasaan makan dan olahraga yang sehat pada anak akan diikuti oleh anak di kemudian hari.

Makan bersama di rumah juga dapat membantu kebiasaan baik tersebut. Anak-anak yang rutin makan bersama keluarga biasanya akan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan lebih sedikit makanan manis, dibandingkan teman sebayanya yang lebih jarang makan di rumah.

Mengajarkan doa sebelum makan dan setelahnya sejak dini kepada anak merupakan investasi akhirat yang akan terus berkelanjutan dan teringat oleh anak sepanjang usianya. Yuk Moms segera ajarkan agar anak terbiasa.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait