Parenting Islami

23 April 2021

Selain Ikhtiar, Yuk Amalkan Doa Terbebas dari Hutang Ini!

Ada beberapa doa terbebas dari hutang yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dikehendaki atau tidak, sepertinya tidak ada yang bisa terlepas dari hutang. Karena hutang adalah sesuatu yang harus dibayarkan, selain dengan mengusahakannya, seseorang sudah seharusnya juga meminta pertolongan kepada Allah SWT dengan membaca doa terbebas dari hutang.

Sebab, jika tidak diselesaikan di dunia, hutang akan berlanjut di akhirat. Rasulullah SAW bersabda: “Demi jiwaku yang ada di Tangan-Nya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi, kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki utang, sungguh ia tidak akan masuk surga sampai utangnya dibayarkan.” (HR Nasa’i).

Namun nyatanya, hingga kini hutang masih menjadi masalah bagi semua kalangan. Penelitian MIT World Peace University, di Kothrud India menunjukkan bahwa adanya kesenjangan antara keuangan dan kemampuan kaum milenial dalam mengelolanya yang menyebabkan banyak di antara mereka yang terlilit hutang.

Baca Juga: Ini 6 Tips Mengelola Keuangan Agar Jauh dari Hutang

Hutang dalam Pandangan Islam

Doa Terbebas dari Hutang -1.jpg

Foto: Nerdwallet.com

Hutang piutang adalah saat seseorang memberikan pinjaman kepada orang lain dengan perjanjian untuk dikembalikan pinjamannya dalam jangka waktu yang disepakati. Sebagai sesuatu yang bisa saja dilakukan oleh seseorang, Islam pun memberikan aturan tentang hal ini.

Karena, memberi itu lebih utama daripada menerima, Rasulullah SAW senantiasa menganjurkan agar seseorang membantu saudara yang berada dalam kekurangan. Memberikan pinjaman atau hutang bisa menjadi salah satu solusinya.

Bagi orang yang memberikan hutang kepada orang yang membutuhkan, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala yang besar. Hal ini sesuai dengan keterangan dari Rasulullah SAW tentang hutang, yakni saat beliau bersabda:

“Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya dari kesusahan di hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan orang miskin, maka Allah akan memberi kemudahan untuknya di hari kiamat.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

Rasulullah SAW selalu mengingatkan agar jangan senang berutang. Karena berutang tanggung jawabnya di dunia maupun akhirat. Orang yang menunda-nunda membayar hutang sedangkan dia mampu, maka itu adalah kezaliman.

Rasulullah SAW bersabda: “Menangguhkan utang orang yang mampu adalah suatu kezaliman. Dan, apabila diantara kamu sekalian itu dibayar oleh orang yang mampu dengan cara cicilan maka terimalah yang demikian itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Jika seseorang berutang dengan niat yang benar ingin membayaranya dan berusaha untuk melunasinya sesuai perjanjian, maka Allah SWT akan memberi rezeki untuk membayarnya. Apalagi jika dibarengi dengan membaca doa terbebas dari hutang.

Ibnu Majah dalam Sunan-nya menuliskan salah satu judul yakni ‘peringatan keras tentang hutang’. Hal ini terisyaratkan dalam salah satu hadis di dalamnya bahwa agar mudah masuk surga, seorang mukmin harus terbebas dari hutang.

Hal ini juga menjadi penjelasan dari hadis Rasulullah SAW saat bersabda: “Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal, maka ia masuk surga. Tiga hal itu adalah sombong, ghulul (khianat) dan hutang.” (HR Ibnu Majah).

Orang mukmin yang ketika meninggal masih memiliki hutang, jiwanya akan tergantung pada hutang tersebut. Rasulullah SAW bersabda: “Jiwa seorang mukmin masih tergantung dengan hutangnya hingga ia melunasinya.” (HR Tirmidzi).

Baca Juga: 3 Kebiasaan yang Membuat Anda Merasa Selalu Dililit Hutang

Doa Terbebas dari Hutang

Doa Terbebas dari Hutang -2

Foto: Orami Photo Stock

Seseorang tentunya harus melakukan segala cara untuk terlepas dari hutang, termasuk dengan sering membaca doa terbebas dari hutang. Salah satunya adalah dengan doa yang pernah diajarkan Rasulullah SAW kepada seorang sahabat Anshar, dikutip NU Online.

Disebutkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid. Ternyata di sana sudah ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah. Beliau kemudian menyapanya, “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?”

Abu Umamah menjawab, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul.” Beliau kembali bertanya, “Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?”

Umamah menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah: “Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl.”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”

Abu Umamah menuturkan, “Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan melunasi utang.” (HR Abu Dawud no 1555).

Ada juga doa terbebas dari hutang lainnya yang fadhilahnya memudahkan seseorang melunasi hutangnya, yakni: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, serta cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR Tirmidzi).

Selain kedua doa tersebut, Rasulullah juga pernah mengajarkan doa terbebas dari hutang kepada Abu Umamah untuk dibaca setiap pagi dan petang. Dengan doa ini diharapkan agar tidak lagi terlilit hutang dan terhindar dari hutang lainnya.

Doa tersebut yakni: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari beban hutang dan dominasi orang lain.” (HR Abu Daud).

Baca Juga: 5 Cara Melunasi Hutang Kartu Kredit

Tanam Kebaikan saat Membayar Hutang

Doa Terbebas dari Hutang -3.jpg

Foto: Mswri.com

Selain membaca dan mengamalkan doa terbebas dari hutang, seseorang juga perlu melakukan kebaikan kepada orang yang telah berjasa memberikan pinjaman. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kamu ialah yang paling baik dalam membayar utangnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Berbuat baik saat membayar utang bisa berarti dua hal. Yang pertama adalah membaguskan pembayaran hutangnya. Maksudnya, seseorang yang berhutang dapat mengembalikan hutang tersebut dengan jumlah yang lebih baik.

Misalnya, jika berhutang 50.000, saat melunasinya bisa memberinya uang kelebihan 20.000. Namun, ini bukan berarti memberi bunga atau riba. Sebab, ini hanyalah sebuah bentuk kebaikan kepadanya orang yang telah memberi hutang dengan menyedekahkan uang kelebihan tersebut.

Namu, hal tersebut hanyalah sebatas anjuran. Imam Nawawi berkata: “Disunnahkan bagi orang yang punya utang atau lainnya, mengembalikan (utangnya) dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang ada padanya.

Ini termasuk bagian dari sunnah dan aklaqul karimah. Dan, itu bukan termasuk utang yang menarik manfaat (bunga), karena sesungguhnya hal itu terlarang. Sebab yang dilarang adalah yang ada perjanjian sewaktu akad hutang.”

Yang kedua, mendoakan kebaikan bagi yang telah memberi hutang. Dalam hal ini, Rasulullah SAW telah mencontohkan doanya, yakni: “Baarakallahu laka fii ahlika wamaalika (semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu).” (HR Nasa’I, Ibnu Majah dan Ibnu Sunni).

Dalam doa ini, seseorang meminta kepada Allah SWT agar memberikan keberkahan yang terus melimpah, baik kepada keluarga dan juga hartanya. Sebab, hutang itu berkaitan dengan hal keduniaan sehingga yang diminta juga bertambahnya kebaikan dalam hal dunia.

Keberkahan keluarga berarti kebaikan yang ada dalam keluarganya, berupa ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan rumah tangga. Sedangkan keberkahan dalam harta berarti bertambahnya nilai atau jumlah harta tersebut dengan disertai kebaikan di dalamnya.

Dengan memanjatkan doa terbebas dari hutang sambil terus berikhtiar untuk melunasinya, mudah-mudahan segera Allah SWT kabulkan permohonan itu dan memberikan ketentraman pada jiwa. Aamiin.

  • https://www.researchgate.net/publication/344580069_A_Study_of_Debt_Management_practices_of_Millennials_in_India
  • https://islam.nu.or.id/post/read/67360/doa-dari-rasulullah-agar-terlepas-dari-bingung-dan-utang
  • https://wisatanabawi.com/doa-terbebas-hutang/
  • https://bersamadakwah.net/amalkan-doa-ini-insya-allah-hutang-lunas/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait