Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

ASI & MPASI | Nov 11, 2018

Dokter Tidak Sarankan BLW jadi Metode Utama Pemberian MPASI, Ini Alasannya!

Bagikan


Metode pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) baby led weaning (BLW) masih jadi kontroversi di masyarakat. Perdebatan mengenai metode ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini masih terus terjadi.

Banyak Moms yang percaya bahwa selain memberikan banyak keuntungan untuk kesehatan, metode ini bisa membantu menstimulasi motorik Si Kecil sambil belajar makan. Tapi, apakah betul seperti itu?

Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) dr. Juwalita Surapsari punya penjelasannya. Kita simak yuk Moms!

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memberikan Telur Sebagai MPASI

BLW Kurang Tepat untuk Metode Utama MPASI

dr. Lita menilai bahwa metode BLW saat ini sudah cukup banyak diterapkan oleh masyarakat di Indonesia.

Namun, sebenarnya metode tersebut kurang tepat dan tidak efektif jika digunakan sebagai metode primer pemberian MPASI.

"Di awal MPASI, anak belum bisa duduk mandiri dan harus disangga. Memasukkan makanan pun belum tentu sampai ke mulut. Bisa jadi masuk mata atau telinga. Tidak efektif," kata dr. Lita pada sesi talkshow Orami Cooking Class di Modena Experience Center Suryo, Sabtu (13/10).

Selain alasan itu, dr. Lita juga mengungkap alasan lain mengapa BLW tidak disarankan dijadikan metode primer dalam pemberian MPASI.

Menurutnya, anak usia 0-2 tahun butuh asupan bergizi untuk membantunya memaksimalkan pertumbuhan di 1000 hari pertama.

Tanpa asupan gizi yang cukup, anak bisa terancam mengalami stunting atau pendek karena kurang gizi.

Anak dikhawatirkan tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup jika pemberian MPASI-nya menggunakan metode BLW.

dr. Lita menuturkan, anak belum tahu makanan apa saja yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka.

Makanan yang disodorkan belum tentu dimakan habis oleh anak meskipun sudah disesuaikan kebutuhan protein, karbohidrat, dan seratnya.

"Anak belum tahu nilai gizi yang sesuai. Jadi metode ini sangat tidak efektif. BLW boleh saja asal tidak dijadikan metode primer," terang dr Lita.

Baca Juga: 6 Menu MPASI untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi 6-12 Bulan

Dia menyarankan anak untuk tetap duduk di highchair dan makan dengan cara spoon feeding alias disuapi. Memasuki usia 8 bulan, anak mulai boleh dikenalkan dengan metode BLW melalui finger food.

"Tapi ini jadi makanan selingan atau snack, bukan yang utama. Mereka tetap disuapi untuk makanan utamanya," katanya.

Cara ini jauh lebih efektif karena anak bisa mendapatkan gizi sesuai dengan kebutuhannya sesuai dengan anjuran WHO.

Melalui fingerfood, dia juga punya pengalaman makan berbeda. Dia bisa memegang, merasakan sendiri tekstur makanan, dan menyuapkan sendiri ke mulutnya.

Nah, ternyata ada alasan tersendiri mengapa banyak ahli yang tidak menyarankan pemberian MPASI dengan BLW sebagai metode utama. Bagaimana pendapat Moms? 

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.