3-5 tahun

3-5 TAHUN
25 Oktober 2020

7 Dongeng Anak Laki-laki yang Bisa Jadi Inspirasi Buah Hati

Moms, berikut ini rekomendasi dongeng anak laki-laki yang bisa diketahui.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Dina Vionetta

Daftar isi artikel

Moms, tahukah banyak manfaat yang bisa diberikan saat membacakan dongeng pada anak? Membacakan dongeng anak bisa menjadi salah satu kegiatan bonding pada orang tua dan anak.

Selain itu, membacakan dongeng pada anak juga bisa melatih daya imajinasi anak dan menciptakan pengalaman bersama yang menyenangkan.

“Dongeng masih memiliki banyak hal untuk diberitahukan kepada anak-anak tentang kehidupan, dan memang memberikan banyak pengalaman imajiner kunci yang membentuk kita sepanjang kehidupan,” ungkap Sally Goddard Blythe, psikolog anak dan penulis dari The Genius of Natural Childhood: Secrets of Thriving Children.

Baca Juga: Pelajari 5 Cara Asyik Membacakan Dongeng untuk Anak

Dongeng Anak Laki-laki

Nah, berikut ini dongeng anak laki-laki yang bisa Moms atau Dads bacakan menjelang waktu tidurnya.

1. The Lorax

The Lorax

Foto: pinterest.com

Dongeng satu ini ditulis oleh pengarang buku anak-anak, Dr. Seuss. Kisahnya juga sudah diangkat dalam film layar lebar tahun 2012 lalu. Moms bisa membacakan cerita ini sebagai dongeng anak laki-laki. Sebab, banyak hal yang bisa diambil melalui cerita The Lorax, termasuk tentang belajar cara mencintai lingkungan.

Ceritanya tentang seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang akan melakukan apa pun untuk bisa mendapatkan gadis impiannya. Nah, ia harus menemukan Lorax, makhluk kecil penjaga hutan yang pemarah. Namun, sebenarnya Lorax sangat peduli dan berjuang untuk melindungi dunianya.

The Lorax juga mengisahkan kerusakan dan gundulnya hutan yang disebabkan sifat tamak manusia. Hilangnya hutan pada akhirnya membuat Lorax dan penghuni hutan lain meninggalkan hutan dan mencari rumah baru.

2. Malin Kundang

malin kundang

Foto: penuliscilik.com

Dongeng anak laki-laki yang sudah terkenal ini berasal dari Sumatera Barat, Indonesia. Bercerita tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan setelah itu, ia dikutuk menjadi batu.

Ceritanya tentang Malin Kundang, anak seorang janda bernama Mande Rubayah, awalnya adalah anak yang rajin dan penurut pada ibunya. Namun, suatu hari, Malin meminta izin pada sang ibu bahwa ia ingin merantau pergi ke kota.

Tujuan Malin pergi ke kota untuk mengubah nasib. Awalnya, sang ibu tidak mengizinkan, namun akhirnya ibunya pun mengalah. Bertahun-tahun lamanya Malin merantau, hingga suatu ketika ia berhasil menjadi pria sukses dan kaya raya.

Bersama istrinya, Malin mengunjungi tempat tinggal sang ibu. Namun, Malin tidak mengakui keberadaan ibunya di depan istrinya yang telah meludahi Mande. Kisah ini mengajarkan bahwa seorang anak jangan pernah menjadi anak durhaka dengan melupakan sang ibu atau keluarganya meskipun sudah menjadi sosok yang sukses.

Baca Juga: Yuk Rutin Membacakan Dongeng Untuk Anak!

3. Pinokio

pinokio

Foto: thepeoplesmovie.com

Dongeng tentang cerita boneka kayu yang berubah menjadi anak laki-laki ini tentunya sudah melegenda. Ditulis oleh Carlo Collodi, kisah Pinokio juga sudah sering diangkat menjadi sebuah film. Pesan moral yang terdapat dalam kisah ini membuat Pinokio bisa menjadi dongeng anak laki-laki.

Ceritanya bermula ketika seorang tukang kayu bernama Geppetto hidup seorang diri di rumah sederhananya. Geppetto bermimpi bahwa suatu hari ia akan memiliki anak laki-laki untuk menemaninya. Suatu hari, ia merasa kesepian dan membuat sebuah boneka kayu. Lalu, boneka itu diberi kehidupan oleh seorang peri. Maka, terciptalah Pinokio.

Geppetto sangat menyayangi Pinokio layaknya anaknya sendiri. Bahkan, ia juga memberikan uang untuk membelikan buku dan mengirimnya ke sekolah. Namun, ia menjadi suka berbohong yang menyebabkan hidungnya bertambah panjang.

Dongeng tentang Pinokio ini berakhir dengan bahagia karena Pinokio akhirnya mengakui kebohongannya dan selalu jujur pada Geppetto. Dongeng ini juga mengajak anak untuk memahami pentingnya kejujuran dan kemauan untuk mengakui kesalahan sejak masih dini.

4. Hansel dan Gretel

Dongeng Anak Laki-laki-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dongeng klasik yang berasal dari Jerman ini menceritakan tentang kisah kakak beradik yang ditinggalkan oleh orang tuanya di hutan. Suatu hari, Hansel dan Gretel sedang dalam perjalanan mencari sumber makanan. Mereka menemukan jalan ke sebuah rumah yang terbuat dari kue, manisan, permen dan makanan manis lainnya.

Ternyata, rumah tersebut dihuni oleh seorang penyihir kanibal. Penyihir ini ingin menculik dan berbuat jahat pada Hansel dan Gretel. Disebutkan, penyihir ini juga gemar memakan anak-anak. Pada akhirnya, dua anak tersebut berhasil kabur dengan selamat. Dongeng ini sudah sering diadaptasi ke berbagai media, salah satunya film Hansel and Gretel: Witch Hunters.

Kisah Hansel dan Gretel bisa menjadi dongeng anak laki-laki dan memberikan pemahaman pada anak Moms bahwa kakak dan adik itu harus saling tolong-menolong. Selama hidup masih berlangsung, kakak dan adik tetap akan saling membutuhkan satu sama lain.

Baca Juga: 6 Cerita Dongeng yang Bisa Dikenalkan Pada Anak

5. Si Kancil dan Buaya

Dongeng Anak Laki-laki-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms, sudah pernah membacakan cerita tentang Si Kancil dan Buaya pada Si Kecil? Nah, dongeng satu ini bisa mengembangkan daya imajinasinya. Ceritanya juga cocok dijadikan untuk dongeng anak laki-laki.

Ceritanya, di hutan belantara yang luas, banyak sekali aneka ragam satwa. Salah satunya adalah seekor kancil yang sudah terkenal memiliki kecerdikan luar biasa. Kancil juga selalu bersikap ramah pada satwa lainnya dan membuat ia banyak disukai.

Nah, suatu hari, si kancil sedang dalam perjalanan pulang setelah mencari makan. Kancil bermaksud untuk menyeberangi sungai. Namun, banyak buaya di sungai tersebut yang sudah menunggu untuk menyerang kancil. Kancil pun terkejut karena melihat seekor buaya datang menghampirinya. Buaya ini ingin memakan kancil dan kancil pun segera mencari akal untuk bisa melarikan diri.

Kancil berkata sebenarnya ia ingin menyerahkan diri, namun ia ragu apakah dagingnya cukup untuk semua buaya yang ada. Kancil meminta buaya untuk berkumpul dan berbaris agar ia bisa menghitung jumlahnya.

Akhirnya, kancil berhasil kabur dari buaya-buaya yang berbaris rapi menyerupai formasi jembatan. Dongeng anak laki-laki ini memberikan pesan, dalam keadaan yang terdesak, jangan pernah panik. Setiap masalah pasti bisa dihadapi dengan kepala dingin dan akal yang cerdik, seperti halnya si kancil.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Dongeng Anak Tradisional Indonesia untuk Si Kecil

6. Ali Baba dan 40 Penyamun

Ali Baba dan 40 Penyamun

Foto: pinterest.com

Dongeng anak laki-laki ini berasal dari negeri Timur Tengah yang bisa Moms bacakan pada Si Kecil menjelang tidur. Bercerita tentang Ali Baba, seorang tukang kayu yang miskin. Ia tidak sengaja mendengar mantra ajaib dan menemukan harta karun para penyamun yang tersembunyi di dalam sebuah gua.

Kakak dari Ali Baba yang mendengar cerita ini juga pergi ke gua, namun ia lupa akan mantra ajaibnya. Para penyamun akhirnya menemukannya dan menyerangnya. Sementara itu, Ali Baba juga berada dalam bahaya, namun ia berhasil diselamatkan oleh pembantunya yang cerdik. Akhirnya, Ali Baba berhasil mengalahkan para penyamun tersebut.

7. Aladdin dan Lampu Ajaib

aladdin, dongeng anak laki-laki

Foto: Orami Photo Stock

Moms, tentunya tidak asing dengan dongeng klasik Aladdin dan Lampu Ajaib. Kisah ini juga sudah diangkat ke film layar lebar. Bercerita tentang Aladdin, pria biasa dan miskin yang mencari uang dengan cara menipu.

Suatu hari, ia memiliki lampu ajaib yang berisi jin. Jin tersebut mengabulkan tiga permintaan Aladdin. Dengan bantuan jin dari lampu ajaib tersebut, Aladdin akhirnya berhasil menyelamatkan seorang raja dan putrinya yang cantik bernama Yasmin. Akhirnya, Aladdin dan Yasmin pun jatuh cinta.

Baca Juga: 6 Manfaat Membacakan Dongeng untuk Anak

Itulah dongeng anak laki-laki yang bisa Moms pilih. Tentunya, masih banyak cerita lainnya yang juga seru untuk didongengkan pada anak. Terpenting, selipkan nilai-nilai moral sebagai pembelajaran juga untuk Si Kecil, ya, Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait