2-3 tahun

2-3 TAHUN
1 November 2020

7 Dongeng Anak Perempuan, Bacakan untuk Si Kecil Yuk!

Moms, berikut ini rekomendasi dongeng anak perempuan yang bisa dipilih.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Daftar isi artikel

Moms, seberapa sering membaca dongeng untuk Si Kecil? Ternyata, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika membacakan dongeng anak, lho. Membaca dongeng pada anak mampu mempererat bonding antara orang tua dan anak.

Selain itu, membaca dongeng bersama anak juga meningkatkan daya imajinasi, serta membantu proses tumbuh kembang anak lewat stimulasi.

Menurut Indian Journal of Health and Wellbeing, membacakan dongeng untuk anak juga bisa membantu mengurangi masalah tidur dan kebiasaan anak bangun di malam hari.

Jadi, sudah paham kan membacakan dongeng pada anak bukan hanya sekadar bercerita? Nah, buat Moms yang memiliki anak perempuan, ada baiknya membacakan dongeng yang tepat untuknya.

Dongeng Anak Perempuan

Berikut ini dongeng anak perempuan yang bisa Moms bacakan untuk Si Kecil, yaitu:

1. The Ugly Duckling

the ugly duckling

Foto: parenting.firstcry.com

Rekomendasi dongeng anak perempuan ini adalah salah satu cerita pengantar tidur klasik. Ceritanya tentang seorang anak itik yang buruk rupa.

Ia berbeda dengan saudara-saudaranya, yang mana lainnya berbulu kuning dan bisa berkicau riang. Sedangkan ia tampak berbeda dengan bulunya yang berwarna abu-abu.

Itik yang berbeda ini dianggap aneh dan berbeda, bahkan termasuknya ibunya sendiri. Suatu hari, itik ini sedih dan melarikan diri ke rawa sampai musim dingin tiba.

Seorang petani merasa kasihan padanya karena ia terlihat kelaparan. Akhirnya, itik ini diberikan makanan dan tempat berlindung di rumah.

Namun, ia takut pada anak-anak petani yang berisik dan kemudian itik ini melarikan diri ke gua di tepi danau. Ketika musim semi tiba, sekawanan angsa yang indah turun ke danau dan anak itik sudah dewasa.

Ia merasa kesepian dan akhirnya berusaha mendekati angsa. Hal yang mengejutkan, angsa ini menyambutnya. Dia melihat bayangannya di dalam air dan menyadari bahwa dia bukan lagi itik jelek, tapi angsa yang cantik.

Nah, Moms bisa memberitahu Si Kecil tentang makna dari cerita dongeng ini. Kehidupan malang dari anak itik dalam cerita yang dikarang oleh Hans Andersen ini mengungkapkan bahwa pentingnya menerima perbedaan orang lain.

Sebaiknya, orang tidak boleh menilai orang lain karena mereka berbeda. Menanamkan sikap menghargai sesama itu penting dilakukan sejak anak masih dini.

Baca Juga: 6 Manfaat Membacakan Dongeng untuk Anak

2. Cinderella

cinderlella

Foto: parenting.firstcry.com

Cinderella rasanya masih tepat menjadi dongeng anak perempuan dengan cerita yang klasik dan penuh keajaiban. Cerita Cinderella pun sudah diadaptasi ke berbagai versi cerita hingga film layar lebar.

Bercerita tentang seorang gadis bernama Cinderella yang tinggal bersama ibu tiri dan dua saudara tirinya yang jahat.

Ibu tirinya selalu menyuruhnya melakukan semua pekerjaan rumah. Dua saudaranya juga selalu bersikap jahat pada Cinderella. Sampai suatu hari, ibu tiri dan saudara tiri pergi ke pesta dansa.

Cinderella ingin ikut, namun ia ditinggal dan merasa sedih. Tiba-tiba, seorang ibu peri muncul dan menggunakan sihirnya untuk mengubah Cinderella menjadi seorang putri.

Cinderella menjadi sangat cantik dengan gaun sepatu kacanya. Dia juga mengubah labu dan beberapa tikus menjadi kereta dan kuda. Akhirnya, Cinderella bisa menghadiri pesta dansa. Ibu peri memperingatkannya bahwa sihir akan hilang pada tengah malam dan Cinderella harus pulang sebelum itu.

Ketika Cinderella tiba di pesta dansa, pangeran melihatnya, dan mereka jatuh cinta. Mereka menari bersama sampai tengah malam. Jam menunjukkan pukul dua belas, Cinderella bergegas ke gerbongnya, meninggalkan salah satu sepatu kacanya.

Pangeran menggeledah setiap rumah di kota untuk mencari gadis misterius yang kakinya masuk ke dalam sepatu kaca. Dia sampai di rumah ibu tiri yang jahat itu dan menemukan bahwa sepatu itu milik Cinderella. Akhirnya, pangeran dan Cinderella menikah dan hidup bahagia.

Kisah tentang seorang putri yang akhirnya bahagia memang menjadi cerita menarik untuk anak perempuan.

Namun, Moms juga bisa memberikan makna lain dari dongeng Cinderella, seperti setiap penderitaan atau kesusahan dalam hidup pasti tidak akan berlangsung selamanya. Kebahagiaan dan kesedihan akan selalu berjalan beriringan, maka tetap berbuat baik kepada orang lain.

3. Sabai Nan Aluih

dongeng anak perempuan, sabai nan aluih

Foto: Orami Photo Stock

Dongeng anak perempuan Moms juga bisa berasal dari negeri sendiri. Moms bisa menceritakan tentang cerita rakyat dari Padang, Sumatera Barat ini.

Berkisah tentang pasangan suami istri bernama Rajo Babanding dan Sadun Saribai yang tinggal di daerah Padang bersama 2 anak mereka, laki-laki dan perempuan. Mereka bernama Mangkutak Alam dan Sabai Nan Aluih.

Dua anak ini memiliki sifat yang jauh berbeda. Sabai sering membantu ibunya di rumah, sedangkan Mangkutak lebih suka bermain di luar. Sabai punya paras yang cantik, sedangkan Mangkutak tidak demikian.

Kecantikan Sabai sudah diketahui oleh semua orang, termasuk Raja Nan Panjang. Raja Nan Panjang adalah seorang yang sangat disegani di kampung Situjuh.

Raja Nan Panjang mengirimkan pengawalnya ke rumah Raja Babanding untuk melamar Sabai Nan Aluih. Namun, lamaran itu ditolak oleh ayahnya Sabai. Raja Babanding bahkan menantang Raja Nan Panjang.

Raja Nan Panjang pun menerima tantangan itu. Ia datang dengan pengawalnya dan perkelahian pun berlangsung.

Perkelahian itu rupanya berlangsung lama, tetapi para pengawal telah tiba lebih dulu. Raja Babanding dan Raja Nan Panjang masih terus berkelahi sampai akhirnya Raja Babanding terkena peluru oleh salah satu pengawal dari Raja Nan Panjang yang muncul dari semak-semak.

Raja Babanding tergeletak dan tidak bergerak. Kejadian ini dilihat oleh seorang gembala. Gembala ini kemudian pergi ke rumah Raja Babanding untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga Raja Babanding.

Sabai tidak bisa menahan amarahnya dan langsung menarik pelatuk senapan ke Raja Nan Panjang hingga ia terjatuh.

Kisah Sabai Nan Aluih mungkin memang tidak berakhir bahagia, namun ada makna yang bisa disampaikan pada Si Kecil tentang kepatuhan pada orang tua, berani, dan tidak takut untuk membela kebenaran.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Dongeng yang Tepat Berdasarkan Usia Anak?

4. Thumbelina

thumbelina

Foto: pinterest.com

Dongeng anak perempuan berikutnya yang bisa Moms bacakan untuk Si Kecil adalah Thumbelina. Kisah Thumbelina menjadi salah satu cerita klasik yang ditulis oleh Hans Christian Andersen.

Bercerita tentang pasangan suami istri yang hidup bahagia, namun kebahagiaan mereka tidak lengkap karena tidak memiliki anak. Suatu hari, sang istri pergi ke rumah penyihir agar dapat memiliki seorang anak.

Namun, ia hanya diberikan sebutir biji yang harus ditanam dalam pot bunga. Sang istri menanam biji dan merawat hingga menyerupai bunga tulip.

Lalu, ketika bunganya mekar terdapat anak gadis yang sangat cantik dan bertubuh mungil. Ia diberi nama Thumbelina. Orang tuanya sangat menyayangi Thumbelina dan mereka hidup bahagia.

Namun, suatu hari ketika Thumbelina sedang tertidur lelap, datanglah seekor katak yang buruk rupa. Ia berniat jahat ingin membawa Thumbelina.

Akhirnya Thumbelina berhasil melarikan diri dan menemukan banyak kejadian berharga selama ia tidak bisa kembali ke rumah. Namun, Thumbelina merasa bahwa ia tidak akan menemukan pria yang mau menyayanginya sebab tubuhnya sangat kecil.

Sampai akhirnya, Thumbelina bertemu dengan pria yang sama mungil dengan dirinya. Kisah Thumbelina memberikan pelajaran bahwa kita menolong orang lain maka suatu saat akan mendapatkan kebaikan pula.

Baca Juga: 8 Nama Bayi Laki-laki Keren Seperti Tokoh Kisah Dongeng

5. The Three Little Pigs

the three little pigs

Foto: worldstories.org.uk

Dongeng anak dengan karakter binatang bisa menjadi pilihan yang menarik, salah satunya kisah tentang tiga babi kecil ini. Suatu ketika, terdapat tiga babi kecil yang hidup satu atap bersama orang tuanya.

Ketika melihat anaknya sudah tumbuh besar, sang ibu meminta anaknya untuk hidup mandiri dan membangun rumahnya sendiri. Ibunya berpesan, mereka harus berhati-hati sebab ada serigala jahat yang bisa mengganggu.

Akhirnya, tiga babi kecil ini akhirnya berniat untuk membangun rumah sendiri. Namun, mereka masih berdiskusi tentang rumah yang terbaik. Suatu hari, mereka diganggu oleh seekor serigala yang besar dan jahat.

Serigala ini ingin menyerang para babi kecil ini. Mereka pun mencari cara agar bisa membangun rumah yang aman untuk ditinggali.

Adapun usaha babi kecil yang pertama dan kedua tidak berjalan dengan baik, tetapi babi kecil ketiga membangun rumahnya dari batu bata, jadi cukup kuat untuk menahan terjangan dari serigala lapar.

Tiga babi kecil ini pun akhirnya bisa selamat dari serigala karena sudah memiliki rumah yang aman.

Kisah ini memberikan pesan kepada anak untuk bersikap berani dan teguh dalam menghadapi segala situasi. Seperti seekor babi kecil yang berani mencari cara agar bisa bertahan dari serangan serigala.

Baca Juga: Yuk, Bacakan 5 Dongeng Sebelum Tidur Terbaik Ini untuk Anak-Anak Moms

6. Moana

Moana

Foto: Orami Photo Stock

Kisah tentang Moana memang sudah diangkat ke dalam film layar lebar, namun Moms tetap bisa menjadikannya sebagai dongeng anak perempuan.

Sebab, moral cerita yang diberikan bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk Si Kecil. Karakter Moana adalah gadis yang berani dan teguh dalam pendiriannya.

Dahulu kala, ada dewi pulau bernama Te Fiti, yang mana dia juga memberikan kehidupan kepada semuanya.

Suatu hari, manusia setengah dewa bernama Maui mencuri hati Te Fiti dan kemudian menghilangkannya. Sejak saat itu, kegelapan merajalela di lautan. Hal ini menyebabkan orang-orang tidak berani lagi berlayar.

Moana, gadis muda dari Pulau Motunui dipilih untuk menemukan Maui dan mengembalikan hati Te Fiti.

Perjalanan Moana untuk menemukan Maui sungguh tidak terduga, karena ia bepergian ke tempat-tempat yang tidak diketahui. Selain itu, banyak dari keputusan besar yang harus diambil Moana.

Kisah Moana mengajarkan untuk tidak takut mengambil risiko dan bersikap berani dalam segala situasi.

Karakter Moana cocok untuk menjadi panutan pada anak perempuan untuk tetap bisa bersikap lembut namun tetap berani.

Baca Juga: 6 Manfaat Dongeng Dalam Membentuk Karakter Anak

7. Legenda Asal-usul Danau Telaga Warna

Legenda Asal-usul Danau Telaga Warna

Foto: Orami Photo Stock

Dongeng berikutnya yang bisa Moms ceritakan pada Si Kecil, yaitu tentang legenda asal-usul danau telaga warna.

Bercerita tentang Raja Prabu Suwartalaya dan permaisurinya, Ratu Purbamanah. Raja dan ratu ini sangat bijaksana sehingga kerajaan yang dipimpin makmur. Namun, pasangan ini tidak memiliki anak.

Mereka disarankan untuk mengangkat anak, namun mereka tidak mau. Mereka pun terus berdoa, sehingga suatu ketika pasangan kerajaan ini berhasil memiliki anak yang sangat disayangi.

Semua permintaan anak tersebut dikabulkan, sehingga ia tumbuh menjadi anak yang mana.

Cerita ini memiliki pesan moral agar orang tua dapat mengasuh dan merawat anak tetap dengan menerapkan kedisiplinan agar anak tumbuh tidak menjadi seseorang yang manja.

Itulah dongeng anak perempuan yang bisa jadi pilihan Moms. Mana cerita yang paling disukai?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait