Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Mar 25, 2018

Duh, Kok Anak SD Sudah Pacaran?

Bagikan


 

Belum juga masuk sekolah menengah, anak Moms sudah mulai pacaran? Fenomena anak SD pacaran memang marak terjadi akhir-akhir ini. Apalagi karena perkembangan media sosial seperti Facebook, Whatsapp, dan Instagram. Anak jadi semakin mudah kenal dan dekat dengan orang lain.

Wajar saja kalau Moms khawatir, buat apa anak kecil pacaran dan apa saja dampak pacaran di usia yang sangat muda? Inilah empat hal yang perlu Moms pertimbangkan kalau anak usia sekolah dasar sudah pacaran.

 

Kebiasaan berbohong

Sebuah penelitian di Kanada menunjukkan bahwa anak-anak yang pacaran sebelum berusia 12 tahun cenderung lebih sering berbohong. Ini karena biasanya anak malu atau takut menceritakan pada Moms soal pacarnya.

Supaya anak bisa lebih terbuka, Moms bisa mengajak anak mengobrol dengan hangat. Pancing dirinya dengan menceritakan berbagai hal soal Moms sendiri. Misalnya pacar pertama Moms atau pengalaman kencan yang tak terlupakan. Anakpun jadi lebih percaya pada Moms.

Sebaiknya Moms juga tidak 'menginterogasi' anak dengan nada mengancam kalau ia habis bermain atau pulang terlambat. Sebaliknya, ciptakan suasana yang tenang dan ajak anak duduk bersama.

Dengan nada bicara yang lembut, tanyakan pada anak, “Kakak tadi dari mana? Kok, tumben, pulangnya sore sekali?” Membangun hubungan yang mesra dan positif dengan anak akan membantunya jadi lebih terbuka dan bertanggung jawab dengan kepercayaan yang Moms berikan.

 

Prestasi akademis menurun

Banyak kasus anak SD pacaran yang berakibat pada menurunnya nilai mata pelajaran. Karena terlalu sibuk chatting dengan pacarnya atau stalking orang yang mungkin merebut pacarnya, anak jadi lupa mengerjakan PR-nya. Di sekolah juga mungkin anak kesulitan berkonsentrasi karena pikirannya melayang ke mana-mana.

Kalau anak Moms sudah menunjukkan tanda-tanda ini, bantu anak untuk melihat kembali pentingnya pendidikan. Moms juga bisa menyimpan HP anak saat belajar dan saat tidur supaya ia tak mudah terganggu.  

 

Perlukah membatasi hubungan anak?

Jika Moms memang tidak nyaman dengan anak SD yang sudah mulai pacaran, Moms bisa saja meminta anak untuk menunggu sampai usianya lebih besar kalau mau pacaran.

Akan tetapi, berikan pengertian yang bisa dicerna anak. Jangan hanya melarang dengan kata-kata, “Pokoknya anak kecil tidak boleh pacaran, nanti saja kalau sudah lulus SMA!”

Bisa juga Moms membatasi sejauh mana anak pacaran. Misalnya, anak tidak boleh pergi berdua saja dengan si teman dekatnya. Harus ada orang dewasa yang menemani, misalnya Moms dan Dads atau kedua orang tua teman dekat anak.

Jika khawatir anak terlalu sibuk pacaran, beri syarat juga untuk tidak saling menghubungi selama belajar atau selama anak sedang menghabiskan waktunya bersama keluarga.

 

Yang bisa Moms lakukan kalau anak sudah pacaran

Selalu pantau keberadaan anak dan dengan siapa saja ia sedang bermain. Bujuk anak untuk mengundang sahabat-sahabat dan si teman dekat anak untuk main ke rumah.

Dengan begitu, Moms bisa mengenal dan menilai sendiri secara langsung. Mintalah nomor telepon orang tua masing-masing supaya Moms lebih mudah memantau anak kalau tidak bisa dihubungi. Namun, tetap berikan anak keleluasaan untuk bergaul. Terlalu mengekang anak justru bisa membangunkan sifat pemberontak dalam diri anak.

 

Apakah anak Moms yang dalam usia SD juga sudah mulai pacaran? Apa yang Moms lakukan setelah mengetahuinya? Ceritakan di kolom komentar, yuk, Moms!

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.