Kesehatan Umum

6 Oktober 2021

Ketahui, Ini Gejala, Penyebab, dan Langkah Mengatasi Edema Paru

Edema paru dapat membahayakan nyawa jika tidak diatasi dengan baik. Ketahui penanganannya di sini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nevy
Disunting oleh Widya Citra Andini

Edema paru adalah istilah untuk menggambarkan adanya penumpukan cairan dalam organ paru-paru.

Saat bernapas, seharusnya paru-paru berisi udara. Namun pada penderita edema paru, proses tersebut justru menyebabkan paru-paru terisi dengan cairan.

Ada 2 penyebab utama edema paru, yaitu akibat adanya gangguan pada jantung (kardiogenik) atau tanpa gangguan pada jantung (non kardiogenik).

Lantas, apakah batuk berdarah bisa menjadi salah satu gejala edema paru?

Batuk Berdarah Jadi Salah Satu Gejala Edema Paru

Foto: Orami Photo Stocks

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari National Health Service, batuk berdarah yang menjadi gejala edema paru bukan hal yang perlu dikhawatirkan berlebih, terutama jika kamu masih muda dan memiliki kesehatan yang baik.

Namun, gejala yang satu ini perlu diwaspadai bagi orangtua, terutama dengan kebiasaan merokok.

Tanda batuk berdarah pada penderita edema paru berwarna merah cerah dengan sedikit busa.

Darah tersebut berasal dari paru-paru, dan merupakan komplikasi dari batuk berkepanjangan atau infeksi pada rongga dada.

Jika darah terlihat kecokelatan seperti kopi, darah tersebut diduga berasal dari sistem pencernaan.

Baca juga: Apa Penyebab Sesak Napas dan Bagaimana Penanganannya?

Waspadai Gejala Edema Paru Lainnya

Edema Paru

Foto: Orami Photo Stocks

Bukan hanya batuk berdarah saja yang menjadi gejala edema paru.

Dilansir dari Penn Medicine, edema paru adalah gangguan kesehatan yang sering disebabkan oleh gagal jantung kongestif, akibat organ jantung tidak mampu memompa darah secara efisien.

Proses tersebut akan membuat darah kembali ke pembuluh darah melalui paru-paru.

Saat tekanan di pembuluh darah tersebut meningkat, cairan dipaksa masuk ke dalam ruang udara dalam paru-paru.

Nah, cairan tersebut yang kemudian mengurangi pergerakan oksigen di dalam paru-paru, sehingga muncul gejala lainnya berupa sesak napas.

Pada penderita kondisi ini, gejala bisa saja muncul secara tiba-tiba dan berkembang seiring berjalannya waktu.

Dilansir dari WebMD, berikut ini gejala edema paru berdasarkan intensitas keparahannya:

Gejala akut

Kondisi ini ditandai dengan kesulitan bernapas, merasa tercekik, mengi, kulit terasa dingin, cemas berlebihan, kulit kebiruan, dan detak jantung tidak teratur (palpitasi).

Gejala kronis

Kondisi ini ditandai dengan kesulitan bernapas saat beraktivitas atau berbaring, sesak napas di malam hari, mengi, kenaikan berat badan, batuk yang semakin parah, dan rasa lelah berlebihan.

Gejala tingkat tinggi

Kondisi ini ditandai dengan sakit kepala, sesak napas yang memburuk saat beristirahat, batuk kering di awal, detak jantung sangat cepat, kelemahan, sakit pada dada, dan demam.

Waspadai, gejala tingkat tinggi pada penderita cenderung semakin parah saat malam hari.

Baca juga: Ini Penyebab Nafas Berat dan Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Munculnya Sejumlah Gejala Edema Paru?

Seperti pada ulasan sebelumnya, ada 2 penyebab utama edema paru, yaitu akibat adanya gangguan pada jantung (kardiogenik) atau tanpa gangguan pada jantung (non kardiogenik).

Berikut ini penjelasannya masing-masing:

1. Kardiogenik

Penyebab edema paru yang satu ini umumnya disebabkan oleh gagal jantung kongestif.

Kondisi tersebut terjadi akibat ketidakseimbangan organ paru dalam memompa dan mempertahankan sirkulasi darah dalam tubuh.

Akibat ketidakseimbangan tersebut, akhirnya terjadi kebocoran di kapiler paru ke ruang udara paru-paru.

Bukan hanya gagal jantung kongestif saja, ini beberapa penyakit lain yang menjadi penyebab edema paru:

2. Non Kardiogenik

Penyebab edema paru yang satu ini lebih jarang dialami ketimbang jenis kardiogenik.

Pemicunya adalah kerusakan dan peradangan pada jaringan dalam organ paru-paru.

Gangguan tersebut kemudian memicu pembengkakan dan penumpukan cairan pada rongga udara paru-paru, sehingga kadar oksigen yang tersebar dalam aliran darah menjadi berkurang.

Berikut ini beberapa penyakit yang menjadi penyebab edema paru non kardiogenik:

  • Gagal ginjal
  • Terpapar zat beracun
  • Sering berada di ketinggian
  • Efek samping pengobatan
  • Gangguan pada sistem saraf
  • Infeksi virus
  • Hampir tenggelam

Edema paru adalah penyakit yang dapat dialami oleh semua orang dari segala usia.

Risiko menderita edema paru menjadi semakin tinggi ketika seseorang memiliki beberapa faktor risiko berikut ini:

  1. Berusia lanjut
  2. Memiliki riwayat penyakit jantung
  3. Memiliki riwayat penyakit paru-paru
  4. Perokok aktif

Sejumlah penyebab dan risiko tersebut perlu diwaspadai, karena kehilangan nyawa menjadi komplikasi paling parah yang bisa saja dialami.

Oleh karena itu, segera periksakan diri jika gejala parah berikut ini terjadi:

  • Sesak napas tiba-tiba
  • Merasa seperti terceki
  • Terengah-engah meski sedang beristirahat.
  • Batuk dengan dahak berbusa atau berdarah
  • Kesulitan bernapas dan berkeringat
  • Kulit menjadi kebiruan atau keabu-abuan
  • Kebingungan
  • Penurunan tekanan darah yang diikuti dengan pusing, pusing, lemas, atau berkeringat

Baca juga: Mengenal Fungsi Alveolus, Kantong Udara Kecil di Paru-Paru

Berbagai Langkah Mengatasi Edema Paru

Hidup Sehat

Foto: Orami Photo Stocks

Dilansir dari American Heart Association Journal, edema paru dikaitkan dengan banyak penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, ginjal, otak, dan paru-paru, trauma pada tengkorak atau dada, infeksi, dan syok.

Langkah penanganannya pun dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasari.

Jika muncul gejala akut seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penderita perlu mendapatkan perawatan intensif segera.

Perawatan dilakukan dengan mengeluarkan cairan dari dalam paru-paru, agar jantung dapat bekerja lebih maksimal.

Langkah lain dilakukan dengan memberikan alat bantu pernapasan lewat tabung oksigen.

Pengobatan dan penanganan akan berbeda-beda. Berikut ini beberapa jenis pengobatan yang biasanya dilakukan dokter untuk mengatasi edema paru:

  1. Diuretik. Obat berfungsi untuk mencegah masuknya cairan ke dalam organ jantung dan paru-paru.
  2. Morfin. Obat berfungsi untuk meringankan gejala sesak napas, dan cemas berlebihan.
  3. Nitroprusside. Obat berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga beban organ jantung pun berkurang.
  4. Obat-obatan untuk jantung. Obat berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, dan melebarkan pembuluh darah.
  5. Hindari tempat tinggi. Segera pergi ke tempat yang lebih rendah untuk mendapatkan pasokan oksigen. Jika sesak napas tidak kunjung membaik, gunakan tabung oksigen.

Perawatan Rumahan untuk Edema Paru

Ternyata, gejala edema paru dalam intensitas ringan dapat diatasi secara mandiri di rumah.

Langkah tersebut dilakukan dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Berikut ini beberapa langkah tersebut:

  • Konsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Jika Moms adalah pengidap gangguan kesehatan tertentu, jangan menambahkan, mengurangi, atau menghentikan penggunaan obat tanpa izin dokter.
  • Berhenti merokok dan jauhi jauhi rokok. Merokok mampu mengiritasi dan merusak jaringan paru-paru. Merokok juga dapat mengecilkan ukuran pembuluh darah dan ruang dalam paru-paru.
  • Menjaga berat badan ideal dengan diet sehat dan berolahraga rutin.
  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, dan penusi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sejumlah gejala seperti yang telah disebutkan perlu mendapat penanganan secepatnya.

Jika tidak segera ditangani, akan terjadi peningkatan tekanan di ruang dalam jantung yang bertugas menerima darah dari seluruh tubuh.

Jika kondisi tersebut terjadi, ruang tersebut akan gagal berfungsi, sehingga terjadi penumpukan cairan di rongga perut, pembengkakan pada tungkai, serta pembengkakan organ hati.

  • https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/pulmonary-edema
  • https://www.ahajournals.org/doi/pdf/10.1161/01.CIR.13.1.113
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5408000/
  • https://www.healthline.com/health/pulmonary-edema
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/167533#symptoms
  • https://www.nhs.uk/conditions/coughing-up-blood/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait