Pengasuhan Anak (Parenting)

Eduseries: “Dora, Lupa Ya Kalau Lagi Makan Tidak Boleh Main Hape!!

Seri: Disiplin Menggunakan Gadget
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh IDEplus
Disunting oleh Orami

Cerita Pengantar

“Doraaa... Makan, yuk!" Terdengar suara Mama Ami mengajak si kecil makan siang.

Sambil memegang smartphone, kepala menunduk, pandangan tertancap pada layar di depannya, Dora berjalan ke arah meja makan.

“Dora, kan kalau waktu makan tidak boleh sambil main hape?!!" Mama Ami mengingatkan sambil sedikit nge-gas.

“…..” Dora cemberut dan bergumam tidak jelas. Merasa kesal karena waktu mainnya terganggu.


Halo Moms and Dads,

Pernah mengalami situasi di atas? Atau sering terjadi?

Anak melekat sekali dengan gadgetnya sehingga sulit diminta melakukan hal lainnya. Bagaimana ya menyikapinya?

Temukan jawabannya pada Orami Eduseries kali ini, seri Disiplin Menggunakan Gadget.

  1. Apa saja keuntungan dan risiko ketika anak menggunakan gadget?
  2. Bagaimana aturan ideal penggunaan gadget bagi anak?
  3. Waktu main game untuk anak: Boleh setiap hari atau di akhir pekan saja?
  4. Tips agar anak disiplin menggunakan gadget

Bagian 1: Apa Saja Keuntungan dan Risiko Ketika Anak Menggunakan Gadget?

Eduseries-2-2.jpg

Moms and Dads,

Apakah penggunaan gadget pada anak selalu berdampak buruk? Tentu saja tidak jika digunakan dengan bijaksana. Namun, penggunaan yang berlebihan juga membawa risiko.

Nah, ini keuntungan menggunakan gadget bagi anak:

Eduseries-1.jpg

Ketika melakukan aktivitas fisik atau outdoor, risiko cedera pada anak, seperti jatuh, terkilir, kejeduk atau menabrak lebih besar. Berbeda ketika anak bermain dengan gawainya, tinggal duduk manis dan jari saja yang geser ke kanan-kiri. Minim risiko dan terluka. Orang tua bisa lebih tenang dan bisa melakukan kegiatan lainnya.

Lalu, banyaknya aplikasi permainan edukatif di gawai bisa digunakan untuk melatih kemampuan berpikir anak dan berstrategi. Begitu pun dengan konten edukasi dalam bentuk video di Youtube dan situs-situs pendidikan.

Berikut risiko penggunaan gadget yang perlu diwaspadai:

Eduseries-2.jpg

Hal-hal di atas dapat terjadi karena gawai membatasi anak untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan belajar secara langsung dari lingkungan sekitarnya.

Jadi, Moms and Dads, penggunaan gadget tidak sepenuhnya buruk, ya. Anak boleh kok menggunakan gadget. Supaya tidak berlebihan, tentunya ada aturan yang perlu diperhatikan. Seperti apakah itu? Mari kita simak di bagian selanjutnya.

Catatan Kecil:

Moms and Dads, gadget bagaikan pisau bermata dua. Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan dalam hidup kita. Begitu pun dalam hal pengasuhan anak. Tentunya, perkembangan ini perlu disikapi dengan bijak agar kita bisa memanfaatkan keuntungannya dan meminimalisir terjadinya risiko yang tidak diinginkan.


Bagian 2: Bagaimana Aturan Ideal Penggunaan Gadget Bagi Anak?

Eduseries-2-3.jpg

Moms and Dads, anak boleh menggunakan gadget. Tapi, tentu saja pemakaiannya perlu disesuaikan dengan usia serta tahapan tumbuh kembang anak. Begitupun dengan waktu dan lokasi penggunaannya. Sebagai panduan, berikut rekomendasi penggunaan gadget dari AAP (American Academy of Pedatrics):

Eduseries-3.jpg

Eduseries-4.jpg

Catatan Kecil:

Moms and Dads, setiap fase tumbuh kembang anak memiliki keunikan tersendiri, agar anak bisa bertumbuh dengan optimal, diperlukan stimulasi yang seimbang. Gadget bisa menjadi sarana stimulasi bagi anak. Namun, gadget tidak bisa menjadi satu-satunya media stimulasi. Pastikan anak tetap memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungannya, beraktivitas fisik, dan menjalin interaksi nyata dengan orang lain.


Bagian 3: Waktu Main Game untuk Anak, Boleh Setiap Hari atau Diakhir Pekan Saja?

Eduseries-2-4.jpg

Moms and Dads,

Familier dengan aturan, main gadget hanya boleh diakhir pekan saja?

Dengan aturan seperti ini, ketika akhir pekan tiba, anak sudah sangat haus untuk bermain gadget. Saat Moms and Dads mengajak si kecil melakukan hal lain, seperti pergi makan bersama atau jalan-jalan dengan keluarga, anak cenderung merasa kesal karena kesenangan yang hanya diperoleh seminggu sekali jadi terganggu. Akhirnya, anak pun cranky dan bertengkar dengan orang tua. Akhir pekan yang seharusnya menjadi momen santai bagi keluarga malah jadi menekan.

Sementara itu, ketika anak diberi waktu untuk bermain gadget dihari biasa, dahaganya sudah tercicil sehingga ia tidak lagi sehaus itu untuk bermain gadget ketika akhir pekan.

Anak boleh bermain gadget setiap hari, asalkan:

  • Sudah menyelesaikan tanggung jawabnya, seperti mengerjakan PR, mandi, makan, dan aktivitas harian lainnya. Ingat ya Moms and Dads, menggunakan gadget untuk mengerjakan tugas sekolah dan untuk bermain harus dibedakan.
  • Susun kesepakatan dengan anak tentang berapa lama dan jam berapa waktu main gadgetnya, misalnya satu jam, setelah semua beres maksimal sampai jam sembilan malam. Jam batas maksimal ini penting ya, supaya penggunaan gadget tidak mengganggu waktu tidur anak.
  • Seimbangkan waktu anak dengan kegiatan non-gadget, seperti olahraga, membaca, mengobrol dengan keluarga, dan permainan kreatif lainnya. Dampingi anak supaya ia semangat untuk melakukan aktivitas-aktivitas ini.

Catatan Kecil:

Moms and Dads, aturan mengenai waktu bermain gadget disetiap keluarga bisa jadi berbeda. Hal ini tergantung dari kondisi, kebiasaan dan sumber daya yang ada di setiap rumah. Oleh karena itu, sebaiknya ajak seluruh anggota keluarga untuk berdiskusi mengenai aturan penggunaan gadget. Penting untuk diingat, aturan yang sudah disepakati bukan hanya perlu dijalankan oleh anak, melainkan oleh seluruh anggota keluarga.


Bagian 4: Tips agar Anak Disiplin Menggunakan Gadget

Eduseries-2-5.jpg

  1. Atur Waktunya dan Tujuan Penggunaan Gadget
    Untuk durasi penggunaan gawai bisa mengacu ke rekomendasinya Am AAP. Untuk anak dengan usia lebih besar, bisa bikin kesepakatan bersama tentang durasi penggunaan gadget. Namun, tujuan penggunaan gadget juga perlu diperhatikan, ya.

    Menggunakan gadget untuk cari bahan tugas sekolah harus dibedakan dengan pakai gadget untuk main game, scrolling social media atau menonton Youtube.

    Moms and Dads juga perlu menetapkan waktu tanpa gadget, misalnya saat makan malam bersama atau pada saat di mobil (disesuaikan saja dengan kondisi tiap keluarga).

  2. Sesuaikan Tempat Meletakkan Gadget
    Tidak disarankan meletakkan gadget di kamar tidur anak. Ruang makan juga sebaiknya menjadi tempat tanpa gadget. Hal ini perlu diterapkan, karena waktu makan bersama bisa menjadi momen yang sangat bagus untuk berinteraksi langsung antar anggota keluarga.

  3. Anak Melihat, Anak Meniru
    Moms and Dads, sekarang coba cek kebiasaan kita sebagai orang tua. Seberapa sering kita menggunakan gadget? Sebelum tidur dan setelah bangun tidur, apa yang dicek lebih dulu? Smartphone atau anak? Apakah kita sering makan sambil nonton TV atau main HP

    Nah, kalau frekuensi orang tua menggunakan gadget cukup sering, apa lagi sering main HP ketika sedang berada di depan anak. Jangan kaget kalau anak lebih mencari gadgetnya daripada cari orang tuanya. Jangan ngamuk ya Moms and Dads kalau anak terus melihat gadgetnya dan nggak menoleh ketika dipanggil. Oleh karena itu, tunjukkan pada anak, gadget hanya dipakai ketika dibutuhkan saja, bukan digunakan sepanjang hari.

    Tunjukkan bahwa anak adalah prioritas. Letakkan gadget ketika lagi bersama anak. Cium dan peluk anak sebelum dan ketika bangun tidur. Matikan TV saat makan dan ajak anak untuk menikmati lezatnya hidangan yang sedang disantap.

  4. Family Quality Time untuk Mengisi Tangki Cinta ke Anak
    Moms and Dads, poin ini penting. Anak bisa kecanduan gadget dan game karena tidak mendapatkan interaksi hangat dan bermakna di dunia nyata sehingga merasa kesepian. Selain itu, anak-anak juga bisa merasa tidak pernah diakui atau dihargai di kehidupan nyata. Sementara, dalam game, terdapat skor dan rankingnya. Posting di media sosial ada yang ngelike. Anak jadi merasa ‘dihargai’ oleh game dan merasa disenangi oleh jempol dari netizen.

    Momen berkualitas adalah salah satu tangki cinta anak yang penting untuk terus diisi dan dipastikan penuh. Kalau bukan Moms and Dads yang isi, gadget yang akan menggantikannya. Nah, Moms and Dads, sudahkah kita rutin membangun momen berkualitas dengan anak?

Catatan Kecil:

Moms and Dads, kecanduan gadget sebenarnya hanyalah puncak gunung es. Banyak masalah tidak terlihat yang melatar belakangi, seperti anak yang kesepian, hubungan orang tua dan anak yang renggang, tidak adanya aturan yang jelas di rumah, minimnya alternatif kegiatan selain gadget atau contoh perilaku orang dewasa yang menggunakan gadget secara berlebihan. Hal-hal ini yang perlu menjadi perhatian kita bersama untuk membangun kebiasaan sehat dalam menggunakan gadget pada anak. Mari semangat!


Eduseries-2-6.jpg


Moms and Dads, jadilah yang pertama mereview Orami Parenting Eduseries!

Klik di sini!


Seri ini bekerjasama dengan IDEplus (Lembaga Pendidikan Soft Skill untuk Anak dan Remaja):

Website: www.ideplus.co.id/

Instagram: @ideplus.id


Referensi/Pranala Luar

  • Al-Ayouby, M. H. (2017). Dampak penggunaan gadget pada anak usia dini (Studi di Paud dan TK Handayani Bandar Lampung). (Skripsi). Universitas Lampung, Bandar Lampung
  • Santrock, J. W. (2001). Child Development (9th Ed.). Boston : McGraw-Hill
  • Suhana, M. (2017, December). Influence of Gadget Usage on Children's Social-Emotional Development. In International Conference of Early Childhood Education (ICECE 2017). Atlantis Press.
  • Sundus M (2018) The Impact of using Gadgets on Children. J Depress Anxiety 7: 296. doi:10.4172/2167-1044.1000296
  • www.aap.org
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait