Pernikahan (Marriage)

Eduseries: "Kenapa Dia Menduakanku?"

Seri: Kesetiaan Pada Pasangan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Biro Psi. CMT
Disunting oleh Orami

Cerita Pengantar

“Kenapa Papa tega berselingkuh?”, teriak Mama Ami kepada suaminya

“Papa bosan sama Mama yang selalu marah-marah ketika aku pulang kerja” Papa Riko yang menjawab dengan nada santai sambil duduk menonton tv.

“Harusnya kamu tidak selingkuh Pa, aku begitu juga karena kamu yang mulai cuek dengan rumah tangga kita” suara Mama Ami mulai bergetar menahan tangis.

“yaa yaa yaa…. Mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi.”

Suara tangis Mama Ami pecah, ia berlari ke kamar dan mengunci pintu…

Moms & Dads,
Tahukah bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua kasus perselingkuhan terbanyak dengan hasil survey menunjukkan bahwa 40% responden mengaku pernah berselingkuh dari pasangannya? Kira-kira apa ya yang menjadi sebab seseorang berselingkuh? Dan bagaimana dampak perselingkuhan bagi si kecil? Yuk temukan jawabannya pada Orami Eduseries kali ini, seri Kesetiaan pada Pasangan
1. Kenapa perselingkuhan bisa terjadi?
2. Apa yang Harus dilakukan untuk menghindari selingkuh?
3. Dampak perselingkuhan bagi si kecil?


Bagian 1: Kenapa Perselingkuhan Bisa Terjadi?

Eduseries 3 (3).jpg

Moms & Dads, sebenarnya apa sih definisi dari selingkuh? Selingkuh dapat diartikan sebagai bentuk mekanisme pertahanan atau upaya seseorang untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi tantangan kebutuhan diri. Nah, apabila kebutuhan diri tersebut tidak dapat dicapai atau didapatkan di dalam sebuah keluarga maka seseorang cenderung akan mendapatkannya di luar rumah dengan cara semu atau istilah lainnya adalah berselingkuh.

Perselingkuhan dapat terjadi karena beberapa sebab, seperti lemahnya dasar cinta yang dimiliki pasangan, masih mempertahankan ego masing-masing, komunikasi yang kurang baik, kurang bisa menyesuaikan diri dengan pasangan serta emosi yang belum stabil.

Selain penyebab diatas, terdapat faktor lain yang dapat menyebabkan perselingkuhan terjadi yaitu:
1. Memiliki konflik dengan pasangan dan tidak kunjung diselesaikan
2. Memiliki iman yang hampa
3. Kebutuhan seksual yang tidak terpuaskan
4. Karena adanya peluang dan kesempatan,

Catatan Kecil :
Moms & Dads, selalu ada alasan setiap orang untuk melakukan perselingkuhan dan perselingkuhan sering dijadikan pelarian bagi setiap orang yang tidak memiliki kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dirinya sehingga menempuh jalan perselingkuhan. Namun, selingkuh bukanlah menjadi jalan keluar dari setiap permasalahan dan memenuhi kebutuhan dirinya. Apapun yang terjadi, bicarakan baik-baik dengan pasangan, temukan solusinya bersama-sama. Bukankah seperti itulah sejatinya menjadi teman hidup?


Bagian 2: Apa yang Harus dilakukan agar Pernikahan Terhindar dari Perselingkuhan?

Eduseries 2 (2).jpg

Moms & Dads, apakah pernah merasakan kekhawatiran saat sikap dan perilaku pasangan yang mulai berubah dan cuek? Perasaan khawatir seperti itu dapat muncul karena adanya rasa memiliki pada pasangan sehingga timbul perasaan cemburu, padahal belum tentu terjadi sesuatu yang kita khawatirkan.
Bagaimana tips nya agar hubungan rumah tangga tetap awet dan terhindar dari perselingkuhan? Berikut adalah hal-hal yang dapat diupayakan untuk menghindari perselingkuhan dalam hubungan rumah tangga:

  1. Memiliki dan menjaga komitmen yang kuat dengan pasangan
    Komitmen merupakan landasan yang sangat penting dimiliki oleh pasangan dalam menjalin hubungan. Komitmen membuat pesangan tetap menatap ke arah yang sama disaat banyaknya cobaan dan perbedaan yang menerpa.
  2. Mengelola harapan pribadi
    Moms & Dads, mengelola harapan sangat penting untuk dilakukan. Kekesalan, amarah, kekecewaan, bahkan merasa frustasi justru muncul karena harapan-harapan Anda yang kurang realistis, seperti: meletakkan tanggung jawab untuk membahagiakan Anda pada pasangan dan berharap pasangan mengetahui apa yang kita pikirkan tanpa mengajaknya berbicara. Moms & Dads, sebuah pernikahan semestinya menjadi biduk untuk memelihara harapan bersama dan senantiasa bergandengan tangan dalam suka maupun duka.
  3. Mengedepankan “Saling”
    Ego dan gengsi adalah hal yang dapat menjauhkan Anda dan pasangan. Mendekatlah terlebih dahulu untuk menjadikan hubungan semakin hangat. Saling mendengarkan pada saat pasangan bercerita atau berkeluh kesah. Tetap saling menghormati dan menghargai peranan masing-masing.
  4. Mengedepankan dan memelihara komunikasi yang baik dan terbuka
    Moms & Dads, komunikasi yang baik dalam pernikahan dimulai dengan rasa hormat dan menghargai pasangan. Memberikan kesempatan kepada pasangan untuk berbicara, saling mendengarkan, komunikasi dua arah, adalah hal-hal yang bisa membuat komunikasi terjalin dengan baik dan terbuka. Siapkan waktu, energi, dan cinta saat berbicara dengan pasangan.
  5. Saling memperhatikan terpenuhinya kebutuhan pasangan
    Moms & Dads, dilansir dari Psychology Today, terpenuhinya kebutuhan fisik (seks) dan kebutuhan emosional pasangan, dapat menjauhkan potensi perselingkuhan. Laki-laki cenderung mengekspresikan cinta ke dalam kebutuhan fisik; sedangkan perempuan mengekspresikannya ke dalam perasaan (emosional), seperti: merasa dihargai, ditemani, dimengerti, dan lain sebagainya. Kebutuhan seksual dan emosional ibarat bara dalam pernihakan yang perlu dijaga kehangatannya.

Catatan Kecil :
Moms & Dads, kunci dari hubungan yang harmonis terletak pada komunikasi yang dijalin dengan pasangan kita. Pentingnya keterbukaan komunikasi yang dilakukan dengan pasangan dapat menjadi pondasi utama agar dapat saling mengerti dan memahami. Hal tersebut dapat diterapkan untuk memperkecil peluang pasangan berselingkuh dan hubungan tetap awet .


Bagian 3: Dampak Perselingkuhan Bagi Si Kecil?

Eduseries 1 (3).jpg

Moms and Dads, apakah pernah merenungkan apa dampak yang akan terjadi akibat perselingkuhan? Dampak awal yang ditimbulkan dari perselingkuhan pastinya membuat hubungan keluarga menjadi tidak harmonis hingga terjadinya perceraian. Namun tidak hanya itu saja, perselingkuhan ternyata membawa dampak yang buruk bagi sang buah hati, diantaranya:

  1. Bila orang tua berselingkuh saat anak masih kecil, maka hal tersebut dapat memberikan dampak atau pengaruh yang besar terhadap anak, seperti anak merasa tidak nyaman kepada orangtua hingga membenci orangtuanya.
  2. Kebencian anak kepada orangtua dapat menyebabkan potensi penyimpangan orientasi seksual ketika ia sudah dewasa.
  3. Hal yang anak lihat dari orangtuanya, kemungkinan besar akan dijadikan contoh saat anak sudah berkeluarga nanti.
  4. Anak bisa mengalami perasaan tertekan, stres dan depresi.
  5. Anak bisa mengalami gangguan emosi, menjadi pemberontak dan terjerumus kedalam pergaulan yang salah.
  6. Dapat meninggalkan rasa traumatik yang terbawa hingga dewasa, misalnya menjadi takut untuk menikah.

Catatan Kecil :
Sebelum Moms and Dads mengambil jalan semu melalui perselingkuhan, ada baiknya untuk memikirkan dampak yang akan timbul apabila perselingkuhan tersebut terjadi. Terutama bagi sang buah hati, karena sesungguhnya korban terburuk dari setiap perselingkuhan adalah sang buah hati yang akan paling tajam merasakan dampaknya.

Eduseries quote.jpg


Moms and Dads, jadilah yang pertama mereview Orami Parenting Eduseries!

Klik di sini!


  • Seri ini bekerjasama dengan Biro Psikologi CMT
  • Instagram: @biropsi.cmt
  • Email: biropsi.cmt@gmail.com

Referensi/Pranala Luar

  • Muhajarah, Kurnia. (2016). Perselingkuhan Suami Terhadap Istri dan Upaya Penanganannya. SAWWA, 12(1), 23-40
  • Suryadi. (2015). Ancaman Perselingkuhan Dalam Keutuhan Keluarga Bahagia. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 6(1), 125-140

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait