Pernikahan (Marriage)

Eduseries: “Ma, Papa Kemana? Kok Nggak Pulang-Pulang?”

Seri: Dampak Perceraian Orang tua Terhadap Anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Biro Psi. CMT
Disunting oleh Orami

Cerita Pengantar

"Ma, Papa kemana? Kok nggak pulang-pulang?”

Nina terkejut dengan pertanyaan si Kecil, “Iya sayang, sekarang Papa lagi fokus kerja jadi tinggal di rumah Nenek agar cepat sampai kantor”, jawab Nina sambil membendung air mata.

“Nak, saat ini Mama dan Papa sudah tidak hidup bersama lagi, tapi entah bagaimana cara Mama untuk memberitahumu", ucapnya dalam hati.

Moms & Dads,

Memiliki keluarga harmonis merupakan dambaan semua orang. Namun belakangan ini banyak kita temui kasus perceraian baik dari kalangan public figure maupun masyarakat umum. Perceraian tidak hanya memiliki dampak bagi individual pasangan itu saja, jauh dari itu perceraian memiliki dampak yang mendalam terhadap sang buah hati. Dalam seri ini, kita akan mengetahui lebih mendalam mengenai:

  1. Apa itu perceraian ?
  2. Penyebab terjadinya perceraian
  3. Bagaimana dampak perceraian terhadap anak?
  4. Bagaimana membantu anak untuk menyesuaikan diri pasca orangtua bercerai?

Bagian 1: Apa Itu Perceraian?

Materi 2.jpg

Moms & Dads, menikah dan membina keluarga yang bahagia merupakan impian dari setiap orang dewasa. Tidak ada yang menginginkan adanya perpisahan. Secara definisi, perceraian dapat dibagi menjadi dua jenis. Yang pertama yaitu cerai hidup yang dikarenakan suatu putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Cerai hidup ini merupakan permintaan atau pengajuan dari seorang pasangan yang meminta untuk berpisah. Selanjutnya adalah cerai mati, yaitu perceraian karena pasangan meninggal dunia.

Dari kedua jenis perceraian tersebut dapat ditarik benang merah bahwa perceraian merupakan terputusnya hubungan antara suami dan istri entah itu dilatarbelakangi keputusan kedua belah pihak maupun maut yang memisahkan.

Catatan Kecil:
Moms & Dads, perceraian bukan merupakan jalan akhir dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam berumah tangga. Alangkah baiknya jika Moms & Dads dapat saling mengerti dan berkomunikasi agar tidak terjadi permasalahan yang besar hingga berujung pada perceraian.


Bagian 2: Penyebab Terjadinya Perceraian

Materi 3.jpg

Moms & Dads,
Banyak faktor yang menyebabkan perceraian terjadi, entah itu orang ketiga, hak salah satu pasangan yang tidak terpenuhi atau hal lainnya yang membuat pasangan memutuskan untuk melakukan perceraian.

Faktor yang sering kita jumpai dalam kasus perceraian adalah adanya pihak yang berselingkuh. Pasangan yang diselingkuhi akan mengalami luka yang mendalam sehingga tidak mudah untuk memaafkan dan pada akhirnya mengambil jalan akhir perceraian.

Hal-hal apa saja yang memicu terjadinya perselingkuhan?

  1. Pasangan mengabaikan kewajiban terhadap kebutuhan rumah tangga
    Seringkali beberapa pasangan yang merasakan asik dengan dunianya sendiri, sehingga ia lebih fokus dalam mengatur dunianya sendiri seperti hobi maupun rekan mereka. Hal tersebut akan membawa dampak terhadap lalainya kewajiban suatu pasangan terhadap pemenuhan kebutuhan rumah tangga maupun buah hati. Moms & Dads, sesibuk apapun, tetap perhatikan kewajiban & hak agar keseimbangan keluarga tetap terjaga.
  2. Masalah Ekonomi Keluarga
    Masalah finansial kerap kali menjadi latar belakang beberapa pasangan mengajukan gugat perceraian. Ketidakmampuan salah satu pasangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dalam konteks finansial menjadi penyebab sebagian pasangan memutuskan untuk bercerai. Padahal, dengan terjadinya perceraian belum pasti menjamin akan mendapatkan kehidupan dalam sisi finansial yang layak sesuai harapan. Alangkah lebih baik apabila masalah finansial dapat diatasi bersama-sama.
  3. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
    Kekerasan fisik terjadi akibat adanya gejolak emosi yang besar, sehingga membuat pasangan menjadi mudah untuk melakukan kekerasan fisik terhadap pasangannya. Dalam kehidupan berumahtangga, pasangan perlu berlatih untuk menjaga emosi diri dan memahami emosi pasangan.
  4. Keterlibatan Kerabat atau Keluarga Pasangan
    Moms & Dads, perceraian juga dapat disebabkan oleh faktor keterlibatan kerabat atau keluarga pasangan. Sebaiknya, hindari menceritakan persoalan dengan pasangan kepada kerabat atau keluarga. Bangun komunikasi yang baik dengan pasangan. Berbicara dari hati ke hati merupakan salah satu kunci suatu permasalahan dapat teratasi.
  5. Rasa Tidak Saling Percaya
    Membangun pondasi kepercayaan pada pasangan itu sangat penting. Saling percaya dapat menjauhkan kecurigaan dan kecemburuan.
  6. Kurangnya Komunikasi, Kebersamaan, dan Perhatian yang Mengakibatkan Berkurangnya Perasaan Cinta
    Moms & Dads, penelitian menyatakan bahwa:

    "42,2% keharmonisan pernikahan ditentukan oleh faktor komunikasi antar pasangan."

    Komunikasi yang terjalin dengan baik dapat menjalin kebersamaan dan memunculkan rasa perhatian yang berlebih terhadap pasangan. Pentingnya membangun komunikasi sangat dibutuhkan untuk membina rumah tangga yang harmonis, jauh dari perpecahan.

Sebuah keluarga perlu memiliki sistem kepercayaan yang lebih kuat (family believe system), yaitu kemampuan keluarga untuk memaknai kesulitan yang dihadapi, memandangnya secara positif dan menumbuhkan optimisme di masa depan dengan menaruh kepercayaan kepada Tuhan.

Catatan Kecil
Keterbukaan dan komunikasi yang baik merupakan kunci utama dalam diri sendiri yang sangat dibutuhkan dalam membangun rumah tangga. Keterbukaan dan komunikasi dapat menjaga hangatnya hubungan dalam keluarga dan mendukung kemampuan keluarga dalam menyesuaikan diri dan menghadapi berbagai tantangan dan kondisi.


Bagian 3: Bagaimana Dampak Perceraian terhadap Anak?

Materi 4.jpg

Moms & Dads, tahukah bahwa perceraian memiliki dampak psikologis yang cukup besar untuk Anak? Berikut ini adalah beberapa dampak dari perceraian bagi anak:

  1. Anak merasa sedih
    Perasaan sedih seorang anak akan muncul terutama pada saat melihat temannya mendapatkan rasa kasih sayang yang sangat besar dari keluarga yang dimiliki maupun kebahagiaan saat berkumpul bersama keluarganya. Tentu hal ini dapat memunculkan perasaan sedih dalam diri si kecil.
  2. Anak merasa kesepian dan takut kehilangan cinta dari Orang tuanya
    Perpisahan orang tua dapat membuat sang buah hati merasa tidak ada tempat yang nyaman untuk berbagi cerita terutama kepada keluarganya sendiri. Hal ini dapat terjadi apabila pasangan yang telah memutuskan untuk bercerai memilih untuk tidak memikirkan hal-hal yang dimiliki dengan pasangan sebelumnya dan mulai sibuk dengan dunia barunya.

Catatan Kecil:
Moms & Dads, sangat penting memikirkan secara matang sebelum mengambil keputusan untuk bercerai. Perceraian tidak hanya memberikan dampak kepada pasangan, melainkan juga berdampak pada kondisi psikologis Anak.
Namun, jika memang perpisahan tidak bisa dihindari, orang tua yang berpisah dihimbau untuk tetap memberikan perhatian penuh dan kasih sayang yang cukup untuk sang buah hati.


Bagian 4: Bagaimana Membantu Anak untuk Menyesuaikan Diri Pasca Orang Tua Bercerai?

Materi 5.jpg

Moms & Dads, penelitian menyatakan bahwa:

"Anak-anak mengalami kesulitan paling besar selama 1 (satu) atau 2 (dua) tahun pertama setelah perceraian orang tuanya."


Orang tua sangat berperan dalam membantu Anak menerima dan menyesuaikan diri pasca terjadinya perceraian. Berikut adalah hal-hal yang bisa diupayakan untuk membantu si kecil:

  1. Menerapkan Co-Parenting
    Co-Parenting adalah pengasuhan bersama yang dilakukan oleh orangtua yang sudah bercerai. Orang tua yang tetap bersama-sama mengasuh dan membesarkan si Kecil meskipun sudah tidak ada ikatan pernikahan akan membantu meminimalisir dampak psikologis pada Anak pasca perceraian. Anak-anak akan tetap merasa dicintai dan aman.
  2. Tetap menjaga dan menjalin hubungan yang sehat dengan Anak
    Komunikasi positif, kehangatan orang tua, dan tingkat konflik yang rendah dapat membantu anak menyesuaikan diri dengan perceraian dengan lebih baik. Hubungan antara orang tua dan anak yang sehat telah terbukti membantu anak-anak mengembangkan harga diri yang lebih tinggi dan pencapaian akademis yang lebih baik setelah perceraian.
  3. Mencari bantuan ahli profesional jika dibutuhkan
    Moms & Dads, mengurangi tingkat stres dapat berperan penting dalam membantu anak Anda. Praktikkan perawatan diri dan pertimbangkan berkonsultasi dengan profesional (psikolog) untuk membantu Anda menyesuaikan diri dengan perubahan dalam keluarga Anda. Keadaan orang tua yang stabil akan sangat membantu anak dalam menghadapi perubahan-perubahan pasca perceraian terjadi.

Catatan Kecil:
Bagaimanapun juga, perceraian akan menjadi hal yang menyedihkan bagi anak-anak. Tetap Hadir dan bantulah mereka untuk berdamai dengan kondisi agar mereka dapat belajar mengatasi diri dan situasi dengan cara yang sehat.

Quotes.jpg


Seri ini bekerjasama dengan Biro Psikologi CMT

Instagram: @biropsi.cmt

Email: biropsi.cmt@gmail.com

  • Anderson J. The impact of family structure on the health of children: Effects of divorce. Linacre Q. 2014;81(4):378–387. doi:10.1179/0024363914Z.00000000087
  • Riami, Sumiati, W. Yuliana, & U. Rofiatul. (2020). Perceraian Menurut Persepsi Psikologi dan Hukum Islam. Jurnal Imtiyaz, 4(2), 124-145
  • https://ocs.unud.ac.id/index.php/psikologi/article/download/25045/16261/
  • Rappaport SR. Deconstructing the Impact of Divorce on Children. Family Law Quarterly. 2013;47(3):353-377.
  • https://ipb.ac.id/news/index/2020/12/dr-tin-herawati-covid-19-pandemic-increases-young-couples-divorce-cases/8ca655604ed80ed21f285445d04b1df3
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait