Kehamilan

KEHAMILAN
12 Agustus 2020

Ibu Hamil Terpapar Suara Keras, Ketahui 5+ Efek Sampingnya untuk Ibu dan Janin!

Bisa berdampak berat badan bayi lahir rendah lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Banyak wanita bekerja di pekerjaan yang bising, terutama wanita yang bekerja dengan mesin, senjata , kerumunan orang, sirene, truk, atau pesawat terbang.

Lalu, beberapa Moms pun melakukan aktivitas mendengarkan musik guna menghilangkan sekedar penat atau pelepas stres di tengah pandemi ini.

Tapi, bagaimana bila Moms hamil? Amankah ibu hamil terpapar suara keras? Menurut Whattoexpect, Bayi mulai mendeteksi suara-suara terbatas sekitar minggu ke-16 kehamilan.

Sekitar 24 minggu, telinga luar, tengah, dan dalam bayi termasuk koklea, tabung berbentuk cangkang di telinga bagian dalam di mana getaran diubah menjadi impuls saraf berkembang dengan baik, dan telinga bayi cukup dewasa sehingga ia kemungkinan akan menoleh untuk menanggapi suara dan kebisingan.

Suara tidak menyenangkan atau tidak diinginkan disebut sebagai kebisingan. Kebisingan ada di mana-mana di sekitar kita, termasuk kebisingan yang bisa muncul selama pekerjaan rumah tangga atau di tempat kerja. Namun, tidak semua suara mengganggu wanita hamil.

Baca Juga: Infeksi Telinga saat Hamil Trimester Pertama, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berikut ini adalah contoh tingkat polusi suara yang tinggi berdasarkan Centers for Diseases Control and Prevention:

  • Suara dari lalu lintas atau pesawat terbang (pesawat jet)
  • Suara pabrik
  • Sirene darurat
  • Pengeras suara
  • Kembang api
  • Tembakan dan ledakan
  • Pengering rambut
  • Jackhammer
  • Konser musik rock dan nyaring
  • Traktor digunakan di pertanian
  • Suara dari mesin keras, seperti gergaji mesin

Efek Samping Ibu Hamil Terpapar Suara Keras

Tidak ada tingkat tekanan suara yang tepat dan aman (diukur dalam desibel) untuk Moms saat hamil. Suara dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mencapai bayi yang sedang berkembang.

Beberapa ahli percaya bahwa wanita hamil harus menghindari paparan kebisingan terus menerus untuk suara lebih keras dari 115 desibel. Namun, tinggal jauh di bawah batas kebisingan 115 desibel lebih baik.

Sebuah studi kohort prospektif nasional yang dilakukan di kalangan wanita Swedia telah menunjukkan bahwa kebisingan pekerjaan lebih dari 85 desibel menyebabkan pengurangan pertumbuhan janin. Itu diamati pada ibu yang bekerja penuh waktu.

Lalu, apa efek samping ibu hamil terpapar suara keras terlalu lama? Berikut ulasannya

1. Gangguan Pendengaran

Ibu hamil terpapar suara keras

Efek samping ibu hamil terpapar suara keras yang pertama adalah gangguan pendengaran. Moms, paparan bising yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pendengaran.

Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan dapat disertai dengan persepsi suara dan tinnitus yang terdistrosi berdasarkan jurnal keluaran World Health Organization.

2. Gangguan Tidur

Efek samping ibu hamil terpapar suara keras yang selanjutnya adalah gangguan tidur. Suara keras di lingkungan dapat menyebabkan gangguan tidur. Tidur yang tidak terganggu sangat penting untuk kesehatan fisiologis dan psikologis terutama bagi ibu hamil. Gangguan tidur juga dapat menyebabkan stres.

3. Peningkatan Produksi Hormon Stres

Ibu hamil terpapar suara keras

Efek samping ibu hamil terpapar suara keras mungkin mengalami peningkatan risiko stres. The United States National Library of Medicine (NLM) menerangkan hormone stress tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur.

Baca Juga: 4 Cara Mengobati Masalah Pendengaran Selama Kehamilan

4. Peningkatan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Efek samping ibu hamil terpapar suara keras yang selanjutnya adalah penignkaran risiko penyakit kardiovaskular. Reaksi stres fisiologis akibat terpapar suara keras dapat mencakup aktivasi sistem saraf otonom dan sistem endokrin.

Perubahan dalam sistem ini dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebagai hasil dari perubahan faktor-faktor seperti tekanan darah, kadar lipid, curah jantung, dan lain-lain.

5. Peningkatan Risiko Kelahiran Prematur

Ibu hamil terpapar suara keras

Efek samping ibu hamil terpapar suara keras yang selanjutnya adalah peningkatan risiko kelahiran prematur. Jurnal The Indian Academy of Pediatrics mengungkapkan Ibu hamil yang terpapar suara keras lebih dari 80 desibel selama delapan jam pendudukan cenderung memiliki risiko tinggi kelahiran prematur.

6. Berat Badan Bayi Lahir Rendah

Efek samping ibu hamil terpapar suara keras yang selanjutnya adalah berat badan bayi lahir rendah. Beberapa penelitian telah mencatat bahwa wanita hamil yang tinggal di dekat bandara secara teratur terpapar kebisingan pesawat lebih dari 60 desibel. Paparan konstan, sepanjang siang dan malam, dapat menyebabkan berat lahir rendah pada bayi.

Walaupun begitu, Moms pun kebingungan karena tidak ada cara untuk mengetahui apakah suatu suara adalah 85 desibel atau lebih karena suara itu dapat ditoleransi.

Selain itu, menghindari ibu hamil paparan suara keras pun tidak mudah, terutama mereka yang tinggal di daerah perkotaan atau memiliki paparan pekerjaan.

Baca Juga: Ketahui Dampak Negatif Mainan Bersuara Keras Bagi Balita

Meskipun demikian, Moms dapat mengambil langkah-langkah berikut dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi paparan kebisingan.

  • Jauhkan mesin yang berisik seperti mesin cuci atau mesin pencuci piring dari tempat tinggal atau kamar tidur Moms.
  • Cobalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu di daerah sunyi seperti perpustakaan, atau tempat lain yang tenang
  • Kurangi penggunaan headphone atau earphone yang terus-menerus dengan volume tinggi.
  • Hindari paparan konser rock, musik keras, film berisik, dan mesin berisik.
  • Tetap di dalam rumah ketika ada penggunaan kembang api di sekitar Moms.
  • Jika Mons memiliki paparan kebisingan di tempat kerja, maka Moms dapat mendiskusikannya dengan tempat kerja dan mencoba untuk menghindarinya sebanyak mungkin
  • Perhatikan bahwa memakai penyumbat telinga dapat membatasi ekspos terhadap kebisingan, tetapi mungkin menyebabkan kebisingan untuk mencapai janin.

Terakhir, tak lupa bicarakan dengan dokter kandungan tentang semua bahaya potensial yang telah Moms identifikasi di tempat kerja. Tak lupa pastikan untuk menyebutkan Moms terpapar suara keras.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait