Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
15 November 2020

7+ Efek Samping KB Suntik, Simak Moms!

Alat bantu pengontrol kehamilan yang efektif ini juga memiliki efek samping, apa saja?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Amelia Puteri

Suntik KB atau kontrasepsi hormonal merupakan metode yang dilakukan wanita untuk menunda kehamilan. KB suntik mengandung hormon progestogen (progestin) yang menyerupai hormon alami wanita, yaitu hormon progesteron.

Biasanya KB suntik akan disuntikan pada bagian tertentu di tubuh seperti paha, pundak, bagian bawah perut, atau lengan atas. Kontrasepsi hormonal yang disuntikan ke dalam tubuh mencegah ovarium wanita agar tidak melepas sel telur yang bisa dibuahi.

Suntik kontrasepsi atau KB sebenarnya aman dan nyaman. Namun, ada beberapa kekurangan dan efek samping KB suntik, Moms.

Efek Samping KB Suntik 3 Bulan

Saat ini metode kontrasepsi telah dibuat seaman dan senyaman mungkin, namun KB suntik juga tidak lepas dari efek samping, apalagi KB suntik adalah alat kontrasepsi yang berjenis hormonal. Adapun efek samping KB suntik 3 bulan yang dirasakan yaitu:

Baca Juga: Bisakah Program Hamil Setelah Lepas KB? Yuk Cari Tahu, Moms!

1. Perubahan Siklus Menstruasi

Salah satu efek samping suntik KB adalah kacaunya siklus menstruasi

Foto: freepik.com

Efek samping KB suntik 3 bulan yang pertama adalah adanya perubahan siklus menstruasi. Kebanyakan orang yang melakukan KB suntik akan mengalami perubahan siklus menstruasi, baik menjadi lebih panjang maupun lebih pendek.

Pada tahun pertama penggunaan KB suntik 3 bulan, masalah seperti haid berkepanjangan, adanya flek (spotting) di antara periode haid, bahkan tidak haid sama sekali, merupakan hal yang umum terjadi.

Efek samping KB suntik satu ini memang tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan, karena KB suntik hormonal bekerja dengan menekan penebalan dinding rahim sehingga tidak ada “darah” yang harus diluruhkan.

2. Penambahan Berat Badan

Efek samping KB suntik 3 bulan yang akan dirasakan adalah adanya penambahan berat badan berkisar antara 1-2 kilogram per tahun.

Namun, dalam sebuah studi Combination contraceptives: effects on weight mengemukakan bahwa tidak adanya bukti yang masuk akal tentang efek samping KB suntik dengan bertambahnya berat badan.

Jika Moms mengalami penambahan berat badan secara substansial setelah memulai kontrasepsi hormonal, kemungkinan besar disebabkan oleh faktor lainnya.

Baca Juga: 7 KB yang Cocok untuk Pengantin Baru, Pas untuk yang Menunda Punya Momongan

3. Perubahan Mood

Suntik KB juga berdampak pada mood swing wanita

Foto: freepik.com

Kinerja KB suntik pada hormon dapat memicu terjadinya mood swings atau perubahan suasana hati yang cepat berubah, misalnya akan timbul rasa marah atau kesal yang lebih mudah muncul dari biasanya.

Mengutip dari Hello Clue, studi tentang efek samping KB suntik 3 bulan (kontrasepsi hormonal) dengan perubahan mood belum memiliki hasil yang konsisten.

Ketidakkonsistenan ini kemungkinan karena penelitian dirancang dan dilakukan secara berbeda-beda dan memiliki cara berbeda untuk mengukur hasil mood seseorang.

4. Menurunnya Kepadatan Tulang

Dalam salah satu penelitian, ditemukan bahwa efek samping KB suntik dalam penggunaan jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan efek samping berupa penurunan kepadatan tulang.

Menurunnya kepadatan tulang menjadi salah satu alasan sebagian wanita tidak ingin menggunakan suntik kontrasepsi. Dengan menurunnya kepadatan tulang, maka akan meningkatkan risiko penyakit seperti patah tulang.

Namun, hal ini dapat diminimalisir dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D dan kalsium secara rutin.

Baca Juga: KB Kalender untuk Mencegah Kehamilan, Efektifkah?

5. Gairah Seks Menurun

Efek samping KB suntik juga mempengaruhi turunnya gairah seks

Foto: freepik.com

Efek samping KB suntik 3 bulan selanjutnya adalah membuat gairah seks pada wanita menurun. Hormon sintetis dalam kontrasepsi hormonal dapat menurunkan hormon testosteron pada beberapa wanita.

Hormon testosteron berperan untuk meregulasi hasrat dan gairah seseorang dalam berhubungan seks dengan pasangan. Wanita secara alami juga memiliki hormon ini, namun tidak sebanyak yang dimiliki oleh laki-laki.

Diperkirakan antara 5-10% dari wanita yang melakukan kontrasepsi akan mengalami penurunan gairah seks.

6. Merasa Mual

Wanita yang sedang menjalani KB suntik akan merasakan mual yang lebih sering dari biasanya. Rasa mual ini merupakan salah satu efek samping KB suntik 3 bulan yang dirasakan.

Kemungkinan besar rasa mual ini muncul akibat hormon estrogen yang dapat mengiritasi lambung.

Jika Moms mengalami mual sebagai efek samping KB suntik, cobalah tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisir ketidaknyamanan ini, misalnya dengan mengonsumsi makanan ringan seperti roti dan biskuit.

Hindari makanan yang memiliki rasa kuat seperti makanan yang sangat manis, berminyak, serta makanan yang digoreng. Minumlah minuman dingin dan kurangi aktivitas setelah makan.

Baca Juga: Tipe-tipe KB Spiral yang Perlu Moms Ketahui

7. Masalah Pada Kulit

KB suntik juga dapat menjadi faktor munculnya jerawat

Foto: Freepik.com

Efek samping KB suntik 3 bulan selanjutnya adalah timbulnya berbagai macam masalah kulit. Salah satu yang paling sering terjadi yaitu timbulnya jerawat.

Jerawat dipicu oleh produksi sebum yang berlebihan. Sebum adalah minyak yang dibuat oleh kelenjar di kulit. Bersamaan dengan sel kulit mati, sebum dapat menyumbat pori-pori dan mendorong pertumbuhan bakteri yang berkontribusi pada jerawat.

Hormon progesteron dapat membuat sekresi pada kelenjar minyak dan lemak berlebihan di wajah. Akibat penyumbatan pori-pori disertai inflamasi akibat bakteri inilah yang menyebabkan timbulnya jerawat di kulit.

Namun, fakta menarik dikutip dari Web MD, sebagian orang justru menjadikan KB suntik sebagai salah satu cara untuk menyembuhkan jerawat. Dalam tubuh manusia terdapat hormon androgen yang dapat merangsang kulit untuk memproduksi sebum.

Tingkat androgen yang lebih tinggi dapat menyebabkan kelebihan sebum. Alat kontrasepsi dipercaya dapat menurunkan jumlah androgen dalam tubuh sehingga kulit akan menghasilkan sebum yang lebih sedikit.

8. Nyeri Pada Payudara

Banyaknya hormon pada KB suntik 3 bulan yang masuk ke dalam tubuh memberikan efek samping KB suntik berupa adanya nyeri pada payudara.

Jumlah hormon progestin yang banyak masuk ke tubuh, membuat tubuh membutuhkan waktu untuk menetralisir hormon-hormon tersebut agar kembali stabil.

Stabilnya hormon ini membutuhkan waktu berbeda-beda pada tiap wanita, namun umumnya waktu yang diperlukan sebanyak satu hingga dua bulan. Selama masa ini, Moms akan mengalami masalah-masalah menstruasi, termasuk rasa nyeri pada payudara.

Baca Juga: Beda Bahan-Bahan KB IUD, Bagaimana Efeknya pada Tubuh?

Efek Samping KB Suntik 1 Bulan

Efek samping KB suntik 1 bulan

Foto: Freepik.com

KB suntik umumnya dilakukan selama 3 bulan sekali. Namun, ternyata ada juga KB suntik yang diberikan selama 1 bulan sekali. Cara kerja KB suntik 3 bulan dengan KB suntik 1 bulan sebenarnya tidak berbeda.

Perbedaan yang paling jelas terletak pada jangka waktu penggunaan KB suntik ini. KB suntik 1 bulan merupakan kontrasepsi hormonal yang mengandung campuran hormon estrogen dan progestin.

Keunggulan dari penggunaan KB suntik 1 bulan ini terletak pada sifatnya yang sementara. Artinya ketika Moms sudah berhenti menggunakannya, maka masa subur Moms akan berangsur kembali seperti semula.

Ada beberapa kelompok wanita yang dianjurkan untuk menggunakan KB suntik 1 bulan, di antaranya adalah wanita yang mengalami masalah hati atau liver, mengalami tekanan darah tinggi, mengalami penggumpalan darah dan memiliki riwayat penyakit jantung.

Namun, sama halnya seperti KB suntik 3 bulan, ada beberapa efek samping KB suntik 1 bulan yang dapat dirasakan dan bisa dijadikan pertimbangan sebelum menggunakannya.

Beberapa efek samping dari KB suntik 1 bulanan antara lain tidak mencegah dari penularan penyakit kelamin, terjadinya siklus menstruasi yang tidak teratur, perubahaan suasana hati (mood swing), sakit kepala, nyeri payudara, dan masalah-masalah lainnya.

Dalam sebuah penelitian Once-a-month injectable contraceptives: efficacy and reasons for discontinuation, mengatakan bahwa kombinasi suntik progestin estrogen dengan estrogen sebulan sekali telah diterima di banyak negara Amerika Latin dan telah terbukti sangat efektif untuk mencegah kehamilan.

Namun, dalam penelitian lainnya mengatakan bahwa kombinasi progestin dan estrogen pada KB suntik 1 bulan meningkatkan risiko kanker payudara.

Itu dia Moms, efek samping KB suntik jika Moms berencana untuk memilih KB suntik. Semoga bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait