Kesehatan

6 September 2021

Mengenal Emfisema, Penyakit yang Diakibatkan dari Polusi Udara

Emfisema sangat fatal dan tak dapat disembuhkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Polusi udara telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Salah satu kondisi ketika udara masuk ke jaringan di bawah kulit dan di jaringan lunak disebut dengan emfisema subkutis.

Kegiatan industri skala besar dan emisi kendaraan adalah penyebab utama pencemaran udara lingkungan, terutama di negara-negara berkembang.

Mikropartikel beracun yang disebarkan oleh polusi udara dapat memasuki paru-paru kita melalui saluran hidung dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang bisa separah kanker.

Kondisi ini biasanya terjadi di jaringan lunak di dinding dada atau leher, tetapi bisa juga terjadi di bagian tubuh lainnya.

Penyakit ini biasanya terlihat seperti tonjolan halus pada kulit. Kondisi ini dapat terdeteksi ketika dokter atau tenaga kesehatan meraba lokasinya.

Ketika diraba, tonjolan halus tersebut akan menghasilkan sensasi berderak saat gas didorong melalui jaringan.

Lantas, apa sebenarnya emfisema subkutis dan bagaimana cara menanganina? Simak informasi lengkapnya berikut ini yuk, Moms!

Baca Juga: Ternyata Kulit Juga Bisa TBC. Apa Jenisnya dan Bagaimana Mengatasinya?

Apa Itu Emfisema Subkutis?

mengenal emfisema penyakit karena polusi udara - apa itu emfisema.jpg

Foto: verywellhealth.com

Dilansir dari Indian Jpurnal of Surgery, emfisema subkutis adalah kondisi ketika terdapat udara atau gas yang terperangkap di jaringan kulit.

Kondisi ini paling sering ditemukan di jaringan leher atau dinding dada, meski tidak menutup kemungkinan untuk terjadi di bagian tubuh lainnya.

Sebagian orang yang mengalami emfisema subkutis bisa saja tidak merasakan gejala, terlebih jika kondisi emfisema yang dialaminya tidak terlalu parah.

Namun, emfisema subkutis juga dapat disebabkan oleh penyakit atau kondisi yang berbahaya.

Emfisema subkutis termasuk dalam kelompok penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) karena kerusakan jaringan paru-paru di sekitar saluran udara yang lebih kecil, yaitu bronkiolus.

Kerusakan ini membuat bentuk fisik paru-paru tidak normal saat menghembuskan napas keluar.

Bentuk abnormal ini akan mengganggu pertukaran udara kotor dan udara bersih, sehingga oksigen yang masuk dan karbondioksida yang keluar dari aliran darah di paru-paru tidak maksimal.

Baca Juga: Tak Hanya Rokok, Ternyata Asap Dapur Juga Bisa Menyebabkan Kanker Paru-Paru!

Gejala Emfisema Subkutis

mengenal emfisema penyakit karena polusi udara - gejala emfisema.jpg

Foto: biospectrumindia.com

Dua gejala utama dari emfisema adalah sesak napas dan batuk kronis.

Selain itu, tanda dan gejala lainnya yang mungkin muncul adalah:

  • nyeri tenggorokan,
  • leher sakit,
  • kesulitan menelan,
  • sesak napas,
  • mengi, dan
  • distensi (perut kembung).

Gejala ringan dari penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan khusus.

Namun, jika kondisi ini melibatkan jaringan bagian dalam dari saluran dada dan dinding perut, penyakit ini menjadi kondisi yang parah dan dapat mengancam jiwa.

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

Penyebab Emfisema Subkutis

mengenal emfisema penyakit karena polusi udara - penyebab emfisema.jpg

Foto: manilamed.com.ph

Kualitas udara, polusi udara, dan paparan bahan kimia lain, yang mungkin saja didapat dari lingkungan kerja juga menyebabkan seseorang berisiko terkena penyakit ini.

Walau begitu, penyebab paling umum terjadi adalah karena asap rokok.

Menurut laporan dari Surgeon General’s Office of the Department of Health and Human Services, para perokok meningkatkan risiko mereka untuk terkena emfisema sebanyak 13 kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Beberapa faktor lainnya yang mungkin mendorong kondisi ini adalah:

1. Gangguan Paru-paru dan Saluran Pernapasan

Emfisema subkutis dapat disebabkan oleh gangguan paru-paru seperti pneumothorax.

Pneumothorax adalah kondisi ketika udara terkumpul di rongga pleura, yaitu ruang di antara paru-paru dan dinding dada, sehingga membuat paru-paru mengempis dan tidak bisa mengembang.

Kondisi ini membuat penderitanya sulit bernapas.

Selain itu, emfisema subkutis juga dapat terjadi karena adanya penyakit pada saluran pernapasan, seperti bronkitis kronis, PPOK, dan batuk rejan.

Baca Juga: Mengenal Pertusis Alias Batuk Rejan yang Membahayakan Nyawa Bayi

2. Cedera

Cedera atau benturan benda tumpul di bagian dada, seperti luka tembak dan luka tusuk, dapat menyebabkan terjadinya emfisema subkutis.

Cedera tersebut bisa mengakibatkan robeknya pleura, sehingga udara yang berasal dari paru-paru menyebar ke otot dan lapisan lemak serta jaringan kulit di sekitarnya.

Selain itu, cedera yang mengakibatkan patah tulang wajah dan barotrauma juga dapat menyebabkan emfisema subkutis.

Barotrauma atau cedera yang terjadi akibat perubahan tekanan udara secara mendadak dapat terjadi di organ paru-paru.

Kondisi tersebut lebih berisiko dialami oleh orang yang sering menyelam atau mendaki gunung.

Terkadang, barotrauma juga bisa terjadi pada orang yang sering bepergian dengan pesawat terbang.

Baca Juga: Mengenal Batuk Disertai Sesak Napas (Croup) pada Anak

3. Komplikasi Tindakan Medis

Selain karena cedera atau penyakit tertentu, emfisema subkutis juga bisa terjadi karena komplikasi dari tindakan medis tertentu.

Beberapa tindakan atau prosedur medis yang berisiko menimbulkan emfisema subkutis adalah endoskopi, bronkoskopi, dan intubasi.

4. Efek Samping Obat-obatan

Emfisema subkutis juga kerap dialami oleh pengguna obat-obatan terlarang, terutama kokain.

Obat terlarang tersebut biasanya digunakan dengan cara dihirup dalam-dalam melalui hidung, kemudian menahan napas untuk memaksimalkan jumlah kokain yang dihirup.

Kondisi ini dapat menyebabkan paru-paru rusak dan menimbulkan emfisema subkutan.

Baca Juga: Ini 8 Makanan yang Ramah Jantung

Emfisema Tak Dapat Disembuhkan

mengenal emfisema penyakit karena polusi udara - emfisema tak bisa disembuhkan.jpg

Foto: freepik.com

Penyakit emfisema subkutis tidak dapat disembuhkan. Penanganan yang dilakukan hanya bertujuan untuk meringankan gejala yang dirasakan penderita, serta memperlambat perkembangan penyakit.

Salah satunya adalah menyarankan semua penderita emfisema yang merokok untuk menghentikan kebiasaan tersebut dan beralih ke pola hidup sehat.

Tak cuma itu, dokter akan memberikan obat-obatan seperti obat pelega napas, terapi pendukung, hingga operasi jika dibutuhkan.

Melansir Cleveland Clinic, emfisema subkutis pun dapat berkembang menjadi komplikasi sehingga Moms harus melakukan upaya lain untuk menghambat penyakit tersebut.

Misalnya, sebisa mungkin menghindari asap atau polusi udara, berolahraga, dan melakukan vaksinasi yang dianjurkan oleh dokter.

Baca Juga: Hati-hati, Darah Tinggi Bisa Sebabkan Komplikasi Kehamilan!

Komplikasi Emfisema Subkutis

Melansir Mayo Clinic, orang yang memiliki emfisema subkutis juga lebih mungkin untuk mengalami komplikasi lainnya seperti:

1. Paru-paru Kolaps (pneumotoraks)

Paru-paru yang kolaps dapat mengancam jiwa pada orang yang menderita emfisema subkutis parah, karena fungsi paru-paru mereka sudah sangat terganggu. Ini jarang terjadi tetapi serius ketika itu terjadi.

2. Masalah Jantung

Emfisema subkutis dapat meningkatkan tekanan di arteri yang menghubungkan jantung dan paru-paru.

Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut cor pulmonale, di mana bagian dari jantung mengembang dan melemah.

3. Lubang Besar di Paru-paru (Bula)

Beberapa orang dengan emfisema subkutis mengembangkan ruang kosong di paru-paru yang disebut bula. Mereka bisa sebesar setengah paru-paru.

Selain mengurangi jumlah ruang yang tersedia untuk paru-paru untuk berkembang, bula raksasa dapat meningkatkan risiko pneumotoraks.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kardiovaskular, Penyebab Kematian Nomor Satu di Indonesia

Karena tidak dapat disembuhkan, maka ada baiknya Moms menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari emfisema subkutis, ya!

  • https://medlineplus.gov/ency/article/003286.htm
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9370-emphysema
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542192/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4692895/
  • http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/16975
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/emphysema/symptoms-causes/syc-20355555
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait