2-3 tahun

2-3 TAHUN
27 Februari 2021

10 Fakta Anak Ketiga, Pintar Mengatur Emosi dan Punya Potensi Sukses

Sadar atau tidak, kepribadian anak akan berbeda sesuai dengan urutannya lho Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Setiap anak memiliki pribadi yang berbeda-beda. Sadar atau tidak, kepribadian anak akan berbeda sesuai dengan urutannya.

Moms pun sering dibuat heran dengan sifat yang dimiliki anak pertama, anak kedua, anak ketiga atau seterusnya.

Moms juga mungkin pernah mendengar fakta anak ketiga yang dianggap unik oleh sekitar.

Walaupun berbeda dengan yang lain, sifat yang dimiliki anak ketiga tidak jauh berbeda dibandingkan anak pertama atau anak kedua.

Nah, seunik apa sih sifat anak ketiga? Berikut sederet fakta anak ketiga yang perlu Moms ketahui.

Baca juga: 4 Efek Fobia pada Kepribadian dan Emosi Seseorang

Fakta Anak Ketiga Menurut Sains

Banyak sekali anggapan mengenai kepribadian anak ketiga yang unik, bahkan dianggap aneh.

Padahal, ada lho Moms penjelasan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai fakta anak ketiga. Berikut penjelasannya.

1. Pintar Mengatur Emosi

Fakta anak ketiga yang pertama adalah pintar dalam mengatur emosi.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalan jurnal Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology menunjukan bahwa anak-anak yang tinggal dengan kedua orang tua kecil kemungkinan mengalami gangguan emosional.

Penelitian tersebut juga menunjukkan, fakta anak ketiga memiliki kemungkinan ADHD yang lebih rendah dibandingkan saudara mereka.

Penelitian tersebut menjelaskan keberadaan keluarga yang utuh membuat anak-anak lebih mudah mengontrol emosi.

Para ahli juga percaya bahwa keluarga merupakan pendukung terbaik dalam membentuk emosi dan kepribadian seseorang.

2. Mudah Beradaptasi

fakta anak ketiga

Foto: Orami Photo Stock

Mudah beradaptasi dan bisa bekerjasama dengan sebuah grup besar merupakan fakta anak ketiga lainnya.

Jika tergabung dalam sebuah tim olahraga, anak ketiga akan lebih mudah udah berbaur dengan yang lain.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Genetic Psychology menemukan bahwa fakta anak ketiga cenderung lebih baik dalam situasi kelompok.

Jadi, jika Moms ingin memutuskan antara pelajaran tenis dan sepak bola untuk Si Kecil, mereka akan jauh lebih cocok untuk memilih sepakbola.

Beri mereka beberapa teman dan aktivitas, dan mereka akan siap untuk pergi.

Baca juga: Berkepribadian Kuat, Ini 8 Fakta Ilmiah Anak Pertama

3. Rela Mengambil Risiko

Saat menganalisis data dari National Longitudinal Survey of Youth, para peneliti di University of Colorado di Denver menemukan bahwa fakta anak ketiga lebih berisiko terlibat dengan hal negatif seperti alkohol dan seks.

Hal ini ini tentu bertentangan dengan anak pertama yang lebih lembut dalam tindakan mereka, tetapi anak sulung cenderung berhati-hati.

Hanya saja, semua hal tersebut tergantung pada pola pengasuhan Moms di rumah.

Para peneliti menjelaskan, jika ada anak ketiga terlibat dalam sesuatu yang negatif mungkin saja dikarenakan kurangnya perhatian dari ayah dan ibu mereka.

Karena rela mengambil risiko merupakan fakta anak ketiga lainnya. Sehingga, mereka tidak segan untuk mencoba sesuatu yang baru, walaupun dalam hal negatif.

Namun, Moms tidak perlu khawatir sifat rela mengambil risiko yang ada pada anak ketiha juga bisa untuk hal yang positif.

4. Kurang Mendapat Perhatian dari Ayah dan Ibu

anak butuh perhatian orang tua

Foto: Orami Photo Stock

Dalam buku The Social Outcast: Ostracism, Social Exclusion, Rejection, and Bullying yang ditulis oleh peneliti Australia, Julie Fitness menujukan hasil yang mengejutkan dalam studinya.

Di buku tersebut tertulis, anak ketiga hampir tidak pernah dianggap sebagai "anak favorit".

Mungkin Moms akan menyangkal mengenai fakta anak ketiga yang kurang mendapat perhatian.

Namun, ilmu pengetahuan mengatakan sesuai dengan apa yang mereka teliti dalam beberapa waktu.

Dalam penelitian tersebut menjelaskan, setiap orang tua biasanya lebih peduli terhadap anak pertama.

5. Dikenal Sebagai “Anak Baik” dalam Keluarga

Walaupun anak ketiga bukan “favorit” para orangtua, tidak berarti mereka akan melakukan tingkah laku di luar batas.

Sebuah studi tahun 1964 yang dilakukan oleh Texas Christian University dan University of Minnesota menunjukan bahwa urutan kelahiran sangat erat kaitannya dengan pertemanan.

Para peneliti juga menemukan bahwa fakta anak ketiga yang dikelilingi oleh kakak dan adik yang baik akan menjadi anak baik di dalam keluarga atau di lingkungan sekitar.

Selain itu, anak ketiga juga paling mudah menyesuaikan diri dari kelompok itu.

Baca juga: Stres saat Hamil, Membuat Anak Punya Gangguan Kepribadian?

6. Tidak Terlalu Pintar

anak ketiga tidak terlalu pintar

Ffoto: Orami Photo Stock

Sebuah studi tahun 2001 yang diterbitkan oleh American Psychological Association menemukan bahwa semakin banyak saudara kandung yang dimiliki seorang anak, semakin kurang kecerdasan mereka.

Fakta ini didapat karena orang tua secara alami dapat menghabiskan lebih sedikit waktu dengan setiap anak untuk membantu pembelajaran dan pemahaman.

Jadi fakta anak ketiga kurang cerdas dibandingkan kakaknya tapi lebih pintar dari adik laki-laki atau perempuannya adalah benar.

7. Punya Potensi Lebih Sukses

Katrin Schumann, penulis The Secret Power of Middle Children, mencatat bahwa anak-anak tengah sebenarnya menjadi yang teratas dalam banyak hal.

Salah satu fakta anak ketiga yang menarik adalah 52% presiden Amerika adalah anak tengah.

Kemudian, Bill Gates, Julia Roberts, Donald Trump, Martin Luther King, Jr., dan Nelson Mandela merupakan bukti bahwa anak tengah dapat sukses dengan caranya sendiri.

Schumann mencatat bahwa karena anak-anak tengah cenderung lebih mandiri dan kreatif, itu adalah resep yang sempurna untuk masa depan yang berkembang.

8. Pintar Bernegosiasi

pintar negosiasi

Foto: Orami Photo Stock

Dalam studi tahun 2012, menemukan adanya fakta anak ketiga sangat pintar bernegosiasi. Hal ini dikarenakan anak ketiha mungkin harus bernegosiasi dengan saudara-saudaranya.

Anak ketiga juga dituntut untuk selalu pandai berbicara agar bisa didengar, mereka sangat baik dalam menyampaikan poin mereka dengan fasih.

Beberapa peneliti menjelaskan, tidak heran kalau banyak anak ketiga yang sukses sebagai politikus. Karena mereka merupakan negosiator yang sangat baik. Karena memang sudah terlatih di keluarga.

Baca juga: 5 Alasan Mengajarkan Empati Kepada Balita, Penting untuk Masa Depannya!

9. Berteman dengan Sesama Anak Ketiga

Sadar atau tidak, anak ketiga biasanya akan berteman dengan sesama anak ketiga.

Bahkan, fakta anak ketiga lebih mudah jatuh cinta dengan sesama anak ketiga juga dijelaskan dalam sebuah penelitian.

Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam Journal of Individual Psychology menunjukan bahwa urutan kelahiran dan hubungan romantis sangat erat kaitannya.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa anak ketiga cenderung jatuh cinta dan menumbuhkan hubungan romantis dengan anak ketiga lainnya.

Hal ini mungkin karena mereka merasa sesama anak ketiga dapat saling memahami. Namun, hal ini belum tentu terjadi kepada setiap anak ketiga ya Moms.

10. Lebih Mudah Berkomitmen

bolehkah anak laki laki bermain boneka 3

Foto: Orami Photo Stock

Fakta anak ketiga yang perlu Moms ketahui lainnya adalah mudah berkomitmen.

Biasanya, anak ketiga tidak akan ragu untuk menerima lamaran seseorang yang mereka anggap sudah pas. Hal ini pun dibuktikan melalui studi pada 2009 lalu.

Dalam studi 2009 mengenai tentang urutan kelahiran dan preferensi romantis mengamati 2.500 individu dan pasangan mereka dan menentukan bahwa anak ketiga berakhir dalam hubungan yang jauh lebih bahagia dan memilih untuk tetap setia kepada pasangan dan teman romantis.

Ada satu hal yang Moms tahu pasti, yaitu anak ketiga sangat mudah diandalkan. Selain itu, anak ketiga juga terkenal jujur dan setia terhadap pasangan mereka.

Sifat ini merupakan impian semua orang ya Moms.

Baca juga: Tahukah Moms, 5 Sikap Orang Tua Ini Ternyata Bisa Membuat Anak Bahagia

Sindrome Anak Tengah

sindrom anak tengah

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin pernah mendengar middle child syndrome atau sindrom anak tengah. Hal ini sering dikaitkan dengan anak ketiga yang memiliki adik atau kakak.

Menurut healthline, sindrom anak tengah adalah kepercayaan bahwa anak tengah dikucilkan, diabaikan, atau bahkan diabaikan karena urutan kelahirannya. Menurut cerita, beberapa anak mungkin memiliki kepribadian dan karakteristik hubungan tertentu sebagai akibat menjadi anak tengah.

Pada tahun 1964, Alfred Adler mengembangkan teori tentang pentingnya urutan kelahiran dalam pengembangan kepribadian. Dalam teorinya, ia mengklaim bahwa meskipun anak dapat dilahirkan dalam satu rumah tangga, urutan kelahiran mereka sangat mempengaruhi perkembangan psikologis mereka.

Menurut teori urutan kelahiran Adler, seorang anak mungkin memiliki beberapa karakteristik kepribadian, bergantung pada urutan kelahirannya.

Dalam teori tersebut dijelaskan, anak tertua lebih otoriter dan merasa maha kuasa karena harapan tinggi yang sering ditetapkan oleh orang tua. Anak bungsu diperlakukan seperti bayi manja dan tidak pernah bisa berdiri di atas saudaranya yang lain. Sementara, anak tengah berwatak tenang tetapi kesulitan menyesuaikan diri karena terjepit di antara adik dan kakaknya.

Teori ini membuka jalan untuk melihat lebih dalam bagaimana urutan kelahiran memengaruhi perkembangan psikologis seseorang. Namun, teori Adler hanyalah sebuah teori, dan penelitian sejak itu menunjukkan hasil yang bertentangan tentang dampak urutan kelahiran.

Moms, demikian penjelasan mengenai fakta anak ketiga menurut sains. Semoga bermanfaat ya Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait