Rupa-rupa

24 Juni 2021

Penjelasan Ilmiah Tentang Fenomena Dejavu, Simak Apa Saja Penyebabnya!

Apakah Moms pernah mengalaminya? Yuk, cari tahu mengenai dejavu selengkapnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms pasti pernah mendengar istilah dejavu, bukan? Jika iya, apakah Moms tahu apa yang dimaksud dengan dejavu?

Dejavu berasal dari bahasa Prancis "déjà vu" yang artinya "sudah terlihat". Dejavu muncul ketika Moms menghadapi suatu peristiwa, merasa seperti pernah mengenal seseorang atau pernah ke suatu tempat sebelumnya di masa lalu.

Salah satu contoh dejavu adalah ketika Moms mengunjungi kota baru yang tidak pernah didatangi, tetapi Moms merasa seolah-olah bahwa diri Moms pernah berjalan menyusuri jalan setapak yang ditumbuhi pepohonan itu sebelumnya.

Moms mungkin merasa sedikit bingung dan bertanya-tanya apa yang terjadi, terutama jika mengalami dejavu untuk pertama kalinya.

Seringkali, tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika Moms mengalami dejavu. Meski kondisi ini dapat disertai kejang pada orang dengan epilepsi lobus temporal, tetapi kondisi tersebut juga terjadi pada orang tanpa masalah kesehatan apapun.

Tidak ada bukti konklusif tentang seberapa umum dejavu dapat terjadi. Namun, berbagai perkiraan menunjukkan antara 60 dan 80 persen populasi mengalami fenomena ini.

Baca Juga: Kenali Kondisi Delusional, Gangguan Mental yang Tak Bisa Bedakan Kenyataan dan Khayalan

Jenis-jenis Dejavu

Ada dua jenis dejavu, yakni patologis dan non-patologis.

1. Tipe Patologis

tipe dejavu - 1

Foto: Orami Photo Stock

Pada jenis yang pertama ini, dejavu mengacu pada gangguan medis dan dikaitkan dengan epilepsi atau dengan gejala lain, seperti halusinasi.

Kondisi ini mungkin merupakan indikator penyakit neurologis atau kejiwaan. Dengan kata lain, perasaan ini terjadi pada orang yang tidak stabil secara mental, yang menderita kelainan neurologis terkait dengan pelepasan listrik epilepsi di otak.

Dalam hal ini, mereka memiliki perasaan yang kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini dialami sudah pernah dialami di masa lalu. Dejavu patologis juga terjadi pada mereka yang biasanya menggunakan berbagai jenis obat.

2. Tipe Non-patologis

tipe dejavu - 2

Foto: Orami Photo Stock

Tipe kedua, non-patologis, mengacu pada orang sehat yang sering menghadapi dejavu.

Mereka yang lebih sering bepergian atau menonton film lebih cenderung mengalami dejavu daripada orang lain tanpa kebiasaan ini.

Baca Juga: 8 Jenis Penyakit Psikologi atau Gangguan Mental yang Perlu Dipahami

Penyebab Dejavu

Sejauh ini, para peneliti tidak dapat dengan mudah mempelajari dejavu, sebagian karena itu terjadi tanpa peringatan dan seringkali pada orang-orang tanpa masalah kesehatan mendasar yang mungkin berperan.

Terlebih lagi, pengalaman dejavu cenderung berakhir secepat mereka dimulai. Sensasinya mungkin begitu cepat sehingga Moms mungkin tidak tahu banyak tentang dejavu, bahkan Moms mungkin tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.

Meski demikian, para ahli telah mengidentifikasi beberapa kemungkinan penyebab dejavu. Sebagian besar setuju bahwa dejavu mungkin berhubungan dengan memori dalam beberapa cara. Di bawah ini adalah beberapa teori penyebab dejavu menurut ahli psikologi.

1. Pembagian Persepsi

penyebab dejavu - 1

Foto: Orami Photo Stock

Teori persepsi terbelah atau yang terbagi menunjukkan bahwa dejavu terjadi ketika Moms melihat sesuatu pada dua waktu yang berbeda.

Pertama kali Moms melihat sesuatu, Moms mungkin mengambilnya dari sudut mata atau saat terganggu/kurang fokus.

Otak pun dapat mulai membentuk memori tentang apa yang dilihat, bahkan dengan jumlah informasi terbatas yang didapatkan dari pandangan sekilas yang tidak lengkap.

Jika pandangan pertama Moms tentang sesuatu, seperti pemandangan dari lereng bukit, tidak melibatkan perhatian penuh, Moms mungkin percaya bahwa baru melihat pemandangan dari lereng bukit untuk pertama kali.

Namun, otak telah mengingat persepsi sebelumnya, bahkan jika Moms tidak memiliki kesadaran total tentang apa yang diamati sehingga merasa dejavu.

Dengan kata lain, ketika Moms tidak melihat sesuatu dengan perhatian penuh saat pertama kali memasuki persepsi, Moms akan merasa bahwa dua peristiwa itu berbeda.

Padahal, kedua hal tersebut benar-benar hanya satu persepsi lanjutan dari peristiwa yang sama.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Penyebab dan 5 Jenis Halusinasi yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Mental

2. Kerusakan pada Otak Kecil

penyebab dejavu - 2

Foto: Orami Photo Stock

Teori lain menunjukkan bahwa dejavu terjadi ketika otak "bermasalah".

Dengan kata lain, dejavu bisa terjadi karena campur aduk ketika bagian otak yang melacak peristiwa saat ini dan bagian otak yang mengingat ingatan sama-sama aktif.

Otak pun salah memahami apa yang terjadi di masa sekarang sebagai memori, atau sesuatu yang sudah terjadi.

Jenis disfungsi otak ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan kecuali terjadi secara teratur. Namun, beberapa ahli percaya bahwa jenis lain dari kerusakan otak dapat menyebabkan dejavu.

Ketika otak menyerap informasi, biasanya ia akan mengikuti jalur tertentu dari penyimpanan memori jangka pendek ke penyimpanan memori jangka panjang.

Teori ini menunjukkan bahwa, terkadang, ingatan jangka pendek dapat mengambil jalan pintas ke penyimpanan memori jangka panjang. Hal ini dapat membuat Moms merasa seolah-olah sedang mengambil memori lama daripada sesuatu yang terjadi di detik terakhir.

Sementara itu, teori lainnya menawarkan penjelasan tentang pemrosesan yang tertunda. Ketika mengamati sesuatu, informasi yang diambil melalui indera ditransmisikan ke otak melalui dua rute terpisah.

Salah satu rute ini mungkin saja membawa informasi ke otak sedikit lebih cepat daripada yang lain. Hingga akhirnya, penundaan yang lain mungkin mengarahkan otak untuk membaca peristiwa tunggal ini sebagai dua pengalaman yang berbeda.

Baca Juga: Gangguan Mental pada Wanita, Ini Gejala dan Jenis-jenisnya

3. Ingatan dalam Memori

penyebab dejavu - 3

Foto: Orami Photo Stock

Banyak ahli percaya bahwa dejavu berkaitan dengan cara manusia dalam memproses dan mengingat ingatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Anne Cleary, seorang peneliti dejavu dan profesor psikologi di Colorado State University, telah membantu menghasilkan beberapa dukungan untuk teori ini.

Melalui karyanya, dia menemukan bukti yang menunjukkan bahwa dejavu dapat terjadi sebagai respons terhadap suatu peristiwa yang menyerupai sesuatu yang dialami, tetapi tidak ingat.

Mungkin itu terjadi di masa kanak-kanak, atau sesuatu yang tidak dapat diingat karena alasan lain.

Meskipun tidak dapat mengakses memori itu, otak masih tahu bahwa diri kita pernah berada dalam situasi yang sama.

Proses memori implisit ini mengarah pada perasaan keakraban yang agak aneh. Jika Moms dapat mengingat memori yang sama, Moms akan dapat menghubungkan keduanya dan kemungkinan tidak akan mengalami dejavu sama sekali.

Hal ini biasa terjadi, menurut Cleary, ketika Moms melihat pemandangan tertentu, seperti bagian dalam gedung atau panorama alam, sangat mirip dengan suatu hal lain yang tidak diingat.

Teori ini bertumpu pada gagasan bahwa orang cenderung mengalami perasaan keakraban ketika mereka menghadapi adegan yang memiliki kesamaan dengan sesuatu yang pernah mereka lihat sebelumnya.

Baca Juga: Mewarnai Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental, Ini 5 Manfaatnya Bagi Orang Dewasa

Itulah penjelasan mengenai dejavu dan kemungkinan penyebabnya.

Perlu Moms ingat bahwa hal ini umum terjadi, tetapi para ilmuwan menganggap dejavu sebagai masalah neurologis ketika sangat sering terjadi, muncul bersamaan dengan ingatan seperti mimpi atau pemandangan visual yang abnormal, dan muncul bersamaan dengan hilangnya kesadaran disertai gejala lain, seperti jantung berdebar atau perasaan takut berlebihan.

Apabila Moms mengalami salah satu gejala tidak normal tersebut, segera konsultasikan diri dengan profesional untuk mengatasinya.

  • https://psychology4u.net/psychology/the-true-meaning-of-deja-vu/
  • https://www.healthline.com/health/mental-health/what-causes-deja-vu#causes
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait