2-3 tahun

9 September 2021

8 Persiapan untuk Mengobati Anak yang Terkena Flu Singapura

Beberapa hal yang perlu Moms dan Dads ketahui tentang pengobatan flu singapura di rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Hanya menyebutkan flu singapura atau biasa juga dikenal dengan penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand-Foot-and-Mouth Disease), sudah cukup membuat merinding.

Penyakit masa anak-anak ini sangat menular serta mudah menyerang di ruang bermain, pusat penitipan anak, dan ruang ruang kelas prasekolah.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, flu singapura bisa menyebar melalui udara, kontak fisik dengan penderita, dan menyentuh barang yang telah terkena virus.

Asisten professor klinis pediatric di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh, Sarah Kohl, MD menyebut istilah penyakit tangan, kaki, dan mulut ini berasal dari tanda ruam yang umumnya muncul di bagian sesuai dengan namanya.

Biasanya, setelah terkena penyakit ini, para penderita akan demam tinggi kemudian baru timbul ruam tersebut

Penyakit ini disebabkan oleh virus Coxsackie, coxsackievirus A16 yang hidup dalam cairan hidung, tenggorokan, air ludah, tinja, dan cairan pada ruam kulit.

Penyakit ini pun paling sering terlihat pada bayi, dan anak-anak di bawah 5 tahun karena, mereka belum pernah terpapar virus serta kekebalan tubuhnya belum tumbuh sempurna.

Meskipun tidak ada obat atau perawatan medis untuk flu singapura ini, dokter anak dapat membantu Moms dan Dads untuk membuat Si Kecil lebih nyaman saat penyembuhan.

Baca Juga: Gejala Flu Singapura pada Anak, Ketahui Cara Pencegahannya

Cara Mengobati Flu Singapura di Rumah

Menurut dokter anak di CHOC Children Hospital di California, Jonathan Auth, MD, ada beberapa hal yang perlu diketahui saat melakukan pengobatan flu singapura di rumah, yaitu:

1. Persiapkan Penghilang Rasa Sakit

Contoh Obat-obatan

Foto: Orami Photo Stock

Untuk pengobatan flu singapura di rumah, Moms dan Dads bisa menanyakan kepada dokter anak tentang obat penghilang rasa sakit yang tepat seperti ibuprofen atau asetaminofen, dan ikuti prosedur dosis sesuai usia anak.

Professor pediatric di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Baltimore, Adam Spanier, MD, mengatakan bahwa meminum penghilang rasa sakit ini sebelum waktu makan maka akan membuat anak nyaman untuk mengunyah serta menelan baik makan maupun minum.

Tak lupa, beritahu juga dokter anak Moms dan Dads bila suhu tubuh anak tetap tinggi setelah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit tersebut.

Namun, sebaiknya Moms dan Dads menghindari untuk memberikan aspirin pada anak untuk menghilangkan rasa sakit. Menurut Journal of New Zealand Medicines and Medical Devices Safety Authority penggunaan aspirin pada anak-anak tidak dianjurkan karena berisiko menyebabkan sindrom Reye.

Sindrom Reye adalah kondisi yang sangat jarang terjadi pada anak-anak, tetapi bisa berdampak serius karena menyebabkan peradangan dan pembengkakan otak dan degenerasi lemak pada hati.

2. Jangan Biarkan Anak Mengalami Dehidrasi

Air Putih

Foto: Orami Photo Stock

Dr. Jonathan mengungkapkan agar Si Kecil tetap terhidrasi, baik dengan ASI atau susu formula, atau jika ia lebih tua maka ganti dengan air putih.

“Pantau terus produksi urine anak. Jika anak memiliki kurang dari 3 popok basah dalam satu hari, atau jika sedang dilatih toilet training dan mereka hanya pergi ke toilet kurang 3 kali, maka hubungi dokter anak," tegasnya.

Cara lain untuk memastikan Si kecil terhidrasi adalah produksi air mata basah. Jika ia menangis tanpa air mata itu pertanda dia mungkin mengalami dehidrasi dan perlu segera menemui dokternya.

Selain itu, dehidrasi pada anak juga bisa ditandai dengan mulut kering, mata terlihat cekung, pada bayi, titik lunak (fontanelle) di atas kepala terlihat cekung, kulit kering dan dingin, sifat lekas marah atau mudah rewel, mengantuk atau pusing.

Baca Juga: 3 Cara Ampuh Mencegah Flu pada Anak, Yuk Coba!

3. Pasok Makanan Dingin atau Lunak

Bayi memakan es krim

Foto: Orami Photo Stock

Dalam pengobatan flu singapura di rumah, tentunya orang tua perlu memerhatikan asupan makanan anak.

Namun, Moms dan Dads tak perlu khawatir jika memberikan es krim atau apapun yang dingin selama flu singapura memapar Si Kecil.

Karena, makanan yang dingin serta mudah dimakan akan membantu redakan sakit tenggorokan dan mulut yang menyakitkan. Tak ada salahnya membuat es susu, puding, saus apel, sup dingin, atau smoothie.

Penting juga bagi orang tua untuk menghindari minuman panas, soda, dan makanan asam (jus jeruk, saus tomat, dll) karena dapat memperburuk rasa sakit yang diderita anak.

Menurut penelitian yang dilakukan di USC pada tahun 2010, "Karbonasi dari minuman seperti soda menimbulkan dua sensasi, yakni membuat mulut terasa asam dan menimbulkan rasa kesemutan di hidung dan tenggorokan. Sensasi terbakar yang dirasakan banyak orang saat meminum minuman berkarbonasi berasal dari saraf yang merespon sensasi nyeri dan suhu di hidung dan mulut."

4. Air Kelapa

air kelapa untuk mengatasi flu singapura

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Firstcry Parenting, apabila Si Kecil terserang flu singapura, Moms bisa memberikan air kelapa saat menjalani perawatan di rumah. Air kelapa dapat mendinginkan tubuh dan lembut di perut.

Selain itu, air kelapa mengandung berbagai macam vitamin, mineral, elektrolit dan antioksidan. Air kelapa juga mengandung asam laurat yang dapat melawan virus penyebab flu singapura.

Memberikan air kelapa kepada anak dengan dapat meredakan rasa sakit di mulutnya dan menjaga tubuhnya tetap terhidrasi.

Moms pun dapat membekukan air kelapa dan meminta anak untuk mengunyah air kelapa beku tersebut untuk mengurangi rasa sakit di mulut yang disebabkan oleh sariawan.

Baca Juga: Mengenal Chikungunya, Penyakit Karena Virus yang Ditularkan Lewat Nyamuk

5. Minyak Hati Ikan Cod

Minyak Hati Ikan Kod.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara lain yang dapat Moms berikan sebagai salah satu perawatan anak yang menderita Hand-Foot-and-Mouth Disease, yakni minyak hati ikan kod. Minyak hati ikan kod mengandung vitamin A, D, dan E yang bagus untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan memiliki sifat antimikroba.

Minyak hati ikan kod adalah obat yang baik untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit. Moms dapat memberikannya kepada anak dalam bentuk kapsul atau dengan mencampur minyak hati ikan kod pada jus atau yoghurt.

6. Kumur dan Mandi dengan Air Garam

kumur dan mandi air garam.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sariawan di mulut merupakan salah satu gejala dari penyakit Hand-Foot-and-Mouth Disease. Oleh karena itu, Moms bisa meminta Si Kecil untuk berkumur dengan air garam hangat 3-4 kali sehari, karena ini akan meredakan luka lecet dan sariawan di mulut yang menyakitkan.

Moms dapat menggunakan garam meja biasa untuk membuat air kumur atau garam merah muda Himalaya. Namun, garam merah muda Himalaya lebih efektif karena dapat menyeimbangkan tingkat pH di dalam mulut.

Selain itu, Moms bisa menambahkan garam Epsom ke air mandi anak untuk menenangkan ruam pada tubuh dan membantu anak sembuh lebih cepat dari gejala flu singapura.

Garam epsom juga disebut sebagai magnesium sulfat, berkat komposisinya. Menurut Journal of Immunology, magnesium dapat menghambat peradangan dengan mengurangi produksi sitokin inflamasi dalam tubuh.

Jadi, ini bisa membantu dalam menenangkan lepuh dan ruam yang terkait dengan gejala.

Moms mungkin dapat menambahkan beberapa tetes minyak esensial lavender atau lemon ke dalam air mandi garam Epsom yang dapat memberikan sedikit kelegaan pada anak.

Baca Juga: Mengupas Fakta dan Mitos Penyakit Cacar Air yang Banyak Beredar

7. Lindungi Bagian Kulit yang Melepuh

Flu SIngapura.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa orang tua mempersiapkan salep seperti zinc oxide atau petroleum jelly, untuk melindungi serta menyembuhkan lepuh yang mengganggu aktivitas buah hati selama pengobatan flu singapura berlangsung.

Tapi, tanyakan terlebih dahulu dokter anak Moms dan Dads untuk pengaplikasian terbaiknya.

8. Biarkan Anak Beristirahat

Anak sedang istirahat

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit flu singapura ini cenderung membuat Si Kecil merasa uring-uringan, terutama saat suhu tubuhnya sedang naik, jadi Moms dan Dads siapkan diri untuk memeluknya agar dirinya bisa istirahat dengan tenang dan nyaman.

Dalam kebanyakan kasus, flu singapura ini akan hilang dalam 7-10 hari. Setelahnya, Moms dan Dads bisa melakukan pencegahan, berupa :

  • Cuci tangan secara teratur terutama setelah mengganti popok atau menggunakan kamar mandi
  • Lakukan sterilisasi pada mainan anak, dot bayi, arena makanan, dan lainnya. Cuci juga pakaian serta tempat tidur Si kecil.
  • Cegah anak memasukkan jari ke mulut serta ajarkan untuk mencuci tangan
  • Jaga Si Kecil di rumah dari tempat penitipan anak atau sekolah. Biasanya, anak tidak lagi menularkan flu singapura ketika demam sudah hilang dan luka terbuka sudah sembuh sepenuhnya

Baca Juga: 9 Infeksi dan Penyakit Kulit pada Anak yang Umum Terjadi, Wajib Tahu!

Itulah beberapa hal yang sebaiknya Moms perhatikan saat merawat Si Kecil yang mengalami flu singapura. Semoga informasinya bermanfaat, ya!

  • https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/about/treatment.html
  • https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/about/transmission.html
  • https://parenting.firstcry.com/articles/20-effective-home-remedies-for-hand-foot-mouth-disease/
  • https://www.medsafe.govt.nz/profs/PUArticles/December2015/UseOfAspirinInChildren.htm
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3884513/
  • https://news.usc.edu/29024/Sparkling-Drinks-Spark-Pain-Circuits/
  • https://www.stylecraze.com/articles/hand-foot-and-mouth-disease-home-remedies/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hand-foot-and-mouth-disease/diagnosis-treatment/drc-20353041
  • https://kidshealth.org/en/parents/hfm.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait