Trimester 1

TRIMESTER 1
30 Desember 2020

Sering Buang Air Kecil Saat Hamil Apakah Berbahaya? Ini Penjelasannya!

Tiap trimester, frekuensinya berbeda lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Sering buang air kecil saat hamil merupakan gejala umum yang sering dialami ibu hamil. Selain meningkatnya hormon, kadar cairan tubuh Moms mulai meningkat selama kehamilan.

Kebanyakan wanita merasa mereka harus buang air kecil dengan frekuensi yang lebih sering di akhir kehamilan, mulai sekitar minggu ke 35. Selalu mencari kamar mandi pada malam hari cenderung meningkat sepanjang trimester ketiga juga.

Ini berarti ginjal Moms harus bekerja lebih keras untuk mengeluarkan cairan ekstra. Jumlah urin yang dilepaskan juga akan meningkat.

Apa penyebab sesungguhnya dari sering buang air kecil saat hamil? Yuk kita cari tahu, Moms.

Baca Juga: Ketahui Komplikasi yang Terjadi Tiap Trimester Kehamilan

Penyebab Sering Buang Air Kecil Saat Hamil Muda

Sering Buang Air Kecil saat Hamil

Foto: pamper.com

Sering buang air kecil saat hamil ini berkaitan dengan hormon kehamilan hCG, yang meningkatkan aliran darah ke area panggul kita.

Meskipun aliran darah itu baik untuk meningkatkan kenikmatan seksual selama kehamilan, hal ini tidak baik untuk perjalanan lama dengan mobil, karena hCG juga meningkatkan aliran darah ke ginjal kita, yang menjadi lebih efisien selama kehamilan.

Ketika ginjal menjadi lebih baik dalam pekerjaannya, tubuh kita akan membuang limbah lebih cepat. Dampaknya, Moms jadi sering buang air kecil saat hamil.

Rahim Moms yang sedang tumbuh juga memikul beberapa tanggung jawab atas seringnya kita ke kamar mandi, karena hal itu memberi tekanan pada kandung kemih kita, sehingga mengurangi ruang untuk menyimpan urin.

Menjelang akhir trimester ketiga, ketika bayi sudah berada diposisi yang bersiap untuk dilahirkan, kepalanya akan "jatuh" ke panggul dan menekan kandung kemih Moms secara tepat, yang mengakibatkan Moms akan memiliki dorongan untuk ingin buang air kecil lebih sering dari sebelumnya.

Untuk buang air kecil di malam hari, kaki dan pergelangan kaki yang bengkak juga bisa berperan. Saat tubuh Moms menyerap cairan di kaki saat Moms tidur, cairan tersebut digunakan untuk membuat urin.

Untuk mengurangi frekuensi sering buang air kecil saat hamil, Moms bisa coba untuk mengosongkan kandung kemih kita sepenuhnya dengan mencondongkan tubuh ke depan saat buang air kecil, sehingga Moms bisa tidak terlalu sering menghabiskan waktu untuk ke toilet.

Selain itu, jangan mengurangi asupan cairan, karena berpikir bahwa cara ini akan membuat kita tidak terlalu sering buang air kecil.

Perlu diketahui bahwa tubuh Moms dan bayi di dalam kandungan membutuhkan pasokan cairan yang stabil selama kehamilan. Ditambah lagi, dehidrasi dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.

Jadi Moms harus bisa menjaga jumlah air di dalam tubuh selama hamil, jangan sampai dehidrasi karena akibatnya bisa fatal.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil di Malam Hari, Apa Sebabnya?

Frekuensi Buang Air Kecil saat Hamil

Moms sudah mengetahui apa penyebab sering buang air kecil saat hamil. Lalu, sebenarnya seberapa sering frekuensi buang air kecil saat hamil?

Frekuensi buang air kecil saat hamil di tiap trimesternya berbeda-beda. Tentunya akan semakin sering di trimester akhir, karena berat badan bayi semakin bertambah dan turun ke panggul Moms, sehingga menekan kandung kemih. Terutama beberapa minggu sebelum kelahiran.

Penelitian yang diterbitkan International Urogynecology Journal menjelaskan bahwa sebanyak 4 dari 10 perempuan tidak dapat mengontrol buang air kecil saat hamil.

Selama hamil, janin terus berkembang dan terus menekan ke bawah hingga ke handung kemih, uretra, dan otot pelvis. Kondisi ini yang memicu masalah kontrol terhadap buang air kecil.

Berikut hal yang perlu Moms ketahui mengenai frekuensi buang air kecil saat hamil di tiap trimesternya. Apakah Moms mengalami sering buang air kecil saat hamil?

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil Saat Hamil? Bahayakah?

1. Trimester 1

frekuensi buang air kecil saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Frekuensi buang air kecil saat hamil trimester pertama tidak terlalu sering. Moms masih bisa minum banyak dan buang air kecil beberapa kali saja. Tidak sampai satu jam sekali.

Di tahap ini, buang air kecil di malam hari pun hanya satu atau dua kali, selayaknya kondisi sebelum hamil. Namun, frekuensi buang air kecil saat hamil meningkat seiring dengan pertumbuhan janin.

’’Terutama dalam beberapa minggu pertama setelah pembuahan,’’ kata Sherry A. Ross, MD, seorang ahli kesehatan wanita dan penulis She-ology: Panduan Definitif untuk Kesehatan Intim Wanita. ”Saya berani mengatakan bahwa 99,9 persen wanita hamil baru sering buang air kecil di awal,” lanjutnya.

Baca Juga: Buang Air Kecil Mengeluarkan Darah Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

2. Trimester 2

frekuensi buang air kecil saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Frekuensi buang air kecil saat hamil trimester kedua mulai meningkat.

Memasuki trimester 2, ukuran janin semakin besar. Saat rahim mengembang untuk mengakomodasi bayi yang sedang tumbuh, rahim menekan otot kandung kemih, uretra, dan dasar panggul Moms.

”Rahim yang hamil menekan kandung kemih, sehingga kandung kemih tidak dapat mengembang ke tingkat kepenuhan yang sama,” jelas Lauren Cadish, MD, seorang ahli uroginekologi di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California.

Dorongan akan cenderung tenang selama trimester kedua, di mana titik rahim mendorong keluar melewati panggul menghilangkan tekanan pada kandung kemih.

”Tapi itu kembali lagi sekitar 30 minggu, ketika kepala bayi mulai menekan kandung kemih,” ucap G. Thomas Ruiz, MD, seorang ob-gin di Orange Coast Memorial Medical Center di Fountain Valley, California.

3. Trimester 3

frekuensi buang air kecil saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Frekuensi buang air kecil saat hamil trimester terakhir jadi lebih sering. Air seni yang bocor saat bersin, berolahraga, batuk, atau bahkan tertawa selama kehamilan adalah gejala umum yang terjadi di usia kehamilan delapan bulan.

Moms bisa saja terjaga di malam hari karena kebelet pipis.

Agar Moms bisa beristirahat dengan baik, maka kurangi asupan cairan sebelum tidur. Tetapi pastikan minum cukup di siang hari untuk mempertahankan hidrasi secara keseluruhan.

”Sangat penting untuk tetap terhidrasi selama kehamilan demi kesehatan bayi dan ibu,” kata Ruiz.

Baca Juga: Sering Menahan Buang Air Kecil? Hati-hati, 4 Penyakit Ini Risikonya!

4. Setelah Persalinan

frekuensi buang air kecil saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Keinginan untuk sering buang air kecil tidak akan berkurang setidaknya untuk beberapa hari pertama setelah melahirkan. Bahkan setelah melahirkan, tubuh terus menghilangkan kelebihan cairan yang didapat selama kehamilan.

Namun Moms tidak perlu khawatir, karena setelah buang air kecil seperti biasa, semua sistem kembali ke normal dengan sendirinya.

Nah, itu dia Moms penyebab sering buang air kecil saat hamil, serta seberapa sering frekuensi untuk buang air kecil yang terjadi di masa kehamilan.

Frekuensi buang air kecil saat hamil memang sering jadi perbincangan. Namun, hal ini bukanlah masalah kesehatan yang serius, Moms.

Ingatlah bahwa ketidaknyamanan saluran kencing ini hanyalah masalah kecil yang pasti akan pudar ketika bayi lahir.

Tetaplah terhidrasi selama hamil, karena jika sudah dehidrasi, malah berbahaya untuk kesehatan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait