Kesehatan Umum

15 Oktober 2021

Ini Fungsi Bronkus dan Bronkiolus pada Sistem Pernapasan Manusia

Dua cabang pada saluran pernapasan ini ternyata fungsinya cukup penting
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Debora

Ada banyak bagian dalam sistem pernapasan manusia. Selain paru-paru itu sendiri, fungsi bronkus juga sangat penting.

Bronkus adalah saluran udara yang mengarah dari trakea ke paru-paru dan kemudian bercabang menjadi struktur yang semakin kecil sampai mencapai alveoli.

Di alveoli ini yang merupakan kantung kecil, terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru.

Fungsi bronkus yang paling utama adalah sebagai saluran udara, mereka juga berperan dalam fungsi kekebalan tubuh.

Sejumlah kondisi medis yang berbeda dapat memengaruhi bronkus, termasuk bronkitis, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan kanker paru-paru.

Perawatan pun akan disesuaikan dengan penyakit spesifik dan berkisar dari obat-obatan hingga operasi.

Baca Juga: Mengenal Ventilator: Cara Kerja dan Penggunaannya untuk Membantu Pernapasan

Fungsi Bronkus

fungsi bronkus

Foto: futura-sciences.us

Bronkus bertugas membawa udara ke dan dari paru-paru.

Bronkus juga membantu melembapkan udara yang Moms hirup dan menyaring partikel asing.

Saluran udara ini dilapisi dengan sel-sel yang membuat lendir. Lendir membuat saluran udara menjadi lembap.

Ia juga menjebak bakteri, virus, jamur, dan partikel lain untuk melindungi paru-paru dan mencegah infeksi.

Bronkus dilapisi dengan silia, struktur mirip rambut kecil.

Silia membantu memindahkan lendir (dahak) dan partikel keluar dari paru-paru.

Saat Moms batuk atau menelan, partikel yang terperangkap dalam lendir keluar dari tubuh atau ke saluran pencernaan, di mana tubuh kemudian dapat membuangnya.

Bronkus bekerja dengan sistem pernapasan untuk membantu manusia bernapas. Saat Moms bernapas:

  • Udara akan mengalir dari mulut ke trakea.
  • Trakea kemudian terbagi menjadi bronkus kiri dan kanan.
  • Bronkus membawa udara ke paru-paru.
  • Di ujung bronkus yakni bronkiolus, udara akan dibawa ke kantung kecil di paru-paru yang disebut alveoli. Kemudian di alveoli ini terjadi pertukaran gas tubuh.

Saat Moms menarik napas, oksigen bergerak ke aliran darah.

Saat Moms menghembuskan napas, Moms akan mengeluarkan karbon dioksida. Proses ini dikenal sebagai pertukaran gas.

Pertukaran gas terjadi di alveoli di paru-paru. Moms bisa memiliki sekitar 480 juta alveoli untuk melakukan pekerjaan penting ini.

Bronkus tidak terlibat dalam pertukaran gas, mereka hanya memasok udara ke alveoli.

Baca Juga: Mengenal Bronkitis, Penyakit Menular yang Menyerang Saluran Pernapasan, Waspada!

Anatomi dan Struktur Bronkus

fungsi bronkus

Foto: teachmeanatomy.info

Setelah memahami fungsi bronkus dan bronkiolus, maka kini Moms juga wajib tahu anatomi dari bronkus.

Bagian ini terdiri dari tulang rawan, otot polos, dan selaput lendir.

Bersama-sama, trakea dan struktur bronkus dikenal sebagai pohon trakeobronkial, atau pohon bronkial.

Persimpangan antara trakea dan bronkus dimulai pada tingkat vertebra toraks kelima.

Di bagian bawah trakea adalah tonjolan tulang rawan yang disebut carina.

Carina pada dasarnya terbagi menjadi dua bronkus primer, yakni bronkus kanan berjalan ke paru-paru kanan dan yang kiri ke paru-paru kiri.

Tulang rawan adalah apa yang menjaga bronkus dari kolaps selama inhalasi dan pernapasan.

Sementara trakea dan bronkus atas mengandung tulang rawan berbentuk C, bronkus yang lebih kecil memiliki "lempeng" tulang rawan.

Saat bronkus terbagi menjadi bronkus yang lebih kecil (subsegmental), jumlah tulang rawan berkurang, dan jumlah otot polos meningkat.

Mengutip Stat Pearls, pembuluh darah tidak lagi mengandung tulang rawan karena mereka membelah menjadi bronkiolus, bronkiolus terminal, bronkiolus respiratorik, kantung alveolar, dan akhirnya ke alveoli, di mana pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi. 

Selain itu, pohon trakeobronkial dilapisi dengan membran mukosa yang terdiri dari sel epitel, sel goblet yang mensekresi mukus, dan tonjolan seperti rambut yang disebut silia yang memindahkan partikel asing ke atas dan keluar dari jalan napas.

1. Bronkus Utama Kanan

Bronkus utama kanan lebih pendek dan lebih vertikal daripada kiri, panjangnya kira-kira 2,5 cm.

Bronkus ini terbagi menjadi bronkus yang lebih kecil untuk memasuki tiga lobus paru kanan.

Karena sudut masuknya bronkus ke paru-paru, cairan yang disedot (dihirup) lebih mungkin masuk ke paru-paru kanan.

Pneumonia aspirasi, misalnya, paling sering terjadi di lobus kanan bawah.

2. Bronkus Utama Kiri

Bronkus kiri lebih kecil tetapi lebih panjang dari bronkus utama kanan (sekitar 5 cm).

Bronkus ini, pada gilirannya, terbagi menjadi dua bronkus lobus sekunder yang memasuki dua lobus paru kiri.

Baca Juga: Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak: Jenis, Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyakit yang Bisa Ganggu Fungsi Bronkus dan Bronkiolus

fungsi bronkus

Foto: Orami Photo Stock

Berbagai kondisi medis dapat mengganggu fungsi bronkus dan bronkiolus.

Beberapa di antaranya melibatkan daerah lain dari paru-paru, dan yang lainnya terbatas pada bronkus utama dan bronkus kecil.

Berikut beberapa penyakit dan gangguan tersebut:

1. Masuknya Benda Asing

Jika benda asing secara tidak sengaja terhirup, seringkali tersangkut di salah satu bronkus.

Orang yang mengalami kesulitan makan dan menelan setelah stroke, misalnya karena cenderung mengalami kemasukan makanan.

Pada orang yang tidak sadar, seperti selama operasi yang memerlukan anestesi umum, ada risiko orang tersebut dapat muntah dan aspirasi sebagian.

Inilah sebabnya mengapa orang disuruh berpuasa sebelum operasi.

Zat yang dihirup kemudian dapat menarik bakteri, yang menyebabkan pneumonia aspirasi.

2. Bronkitis Akut

Pada bronkitis akut, infeksi virus biasanya dimulai di hidung atau tenggorokan dan kemudian mempengaruhi sel-sel bronkus, menyebabkan mereka membengkak.

Gejala umum bronkitis termasuk batuk yang sering disertai batuk berdahak, dan mengi.

3. Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis menyebabkan peradangan pada bronkiolus, menyebabkan penumpukan lendir yang banyak di paru-paru yang sedang berlangsung (versus akut).

Gejala termasuk batuk kronis dan kerentanan terhadap infeksi bakteri.

Pada akhirnya, pernapasan menjadi semakin sulit.

Sebagian besar kasus bronkitis kronis disebabkan oleh kebiasaan merokok jangka panjang.

Paparan jangka panjang terhadap asap rokok, polusi udara, dan asap kimia juga dapat berperan.

4. Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Bronkitis kronis adalah salah satu manifestasi dari penyakit paru obstruktif kronik.

Emfisema, yang melibatkan kerusakan pada alveoli, sering menyertai bronkitis.

PPOK adalah penyakit serius yang dapat menyebabkan kanker paru-paru dan seringkali berakibat fatal.

Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Organ Pernapasan? Ini 9 Tips yang Bisa Diterapkan

5. Asma

fungsi bronkus

Foto: Orami Photo Stock

Asma adalah penyakit yang ditandai dengan penyempitan bronkus (bronkospasme).

Kondisi ini mengganggu fungsi bronkus yang sebagai tempat perjalanan udara dari lingkungan ke alveoli paru-paru.

Serangan asma sering dipicu oleh alergi, olahraga, atau iritan.

6. Bronkiektasis

Ketika dinding bronkus menjadi bekas luka permanen, mereka dapat menebal, menyebabkan lendir menumpuk dan menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri.

Seiring waktu, fungsi bronkus ini akan mengganggu fungsi paru-paru juga.

Bronkiektasis biasanya dikaitkan dengan penyakit lain, seperti PPOK, cystic fibrosis, dan kasus pneumonia berulang.

7. Bronkiolitis

Bronkiolitis disebabkan oleh infeksi virus, paling sering virus pernapasan syncytial (RSV).

Bronkiolus membengkak dan terisi dengan lendir, membuat sulit bernapas.

Bayi di bawah tiga bulan adalah yang paling mungkin terkena penyakit ini.

Jenis bronkiolitis yang langka dan serius, yang disebut bronkiolitis obliterans (juga dikenal sebagai "paru-paru popcorn"), adalah bentuk penyakit kronis yang terutama menyerang orang dewasa.

8. Displasia Bronkopulmoner

Displasia bronkopulmoner (BPD) dapat terjadi pada bayi baru lahir (biasanya bayi prematur) yang dirawat dengan oksigen atau menggunakan ventilator untuk masalah pernapasan lainnya.

Jumlah oksigen dan tekanan yang tinggi yang digunakan dalam terapi ini dapat meregangkan alveoli, meradang dan merusak lapisan dalam saluran udara.

Pada beberapa kasus, BPD dapat memiliki efek seumur hidup.

Bronkospasme terjadi ketika saluran udara menyempit sehingga menyebabkan mengi dan kesulitan bernapas.

Bronkospasme adalah gejala dari banyak kondisi yang mempengaruhi saluran udara, termasuk asma, alergi musiman, dan COPD.

Baca Juga: Obstructive Sleep Apnea, Gangguan yang Menyebabkan Berhentinya Pernapasan saat Tidur

9. Karsinoma Bronkogenik

Karsinoma bronkogenik adalah istilah yang lebih tua untuk kanker yang muncul di bronkus dan bronkiolus.

Sekarang, istilah ini digunakan secara bergantian dengan kanker paru-paru dari semua jenis.

Ini adalah jenis kanker paru-paru yang lebih sering ditemukan pada non-perokok, wanita, dan dewasa muda.

Kanker paru-paru sel kecil bertanggung jawab atas sekitar 15 persen kasus kanker paru-paru.

Kanker paru-paru ini cenderung agresif dan mungkin tidak ditemukan sampai mereka telah bermetastasis (menyebar ke bagian lain dari tubuh).

10. Fistula Bronkopleural

Fistula bronkopleural adalah saluran abnormal (saluran sinus) yang berkembang antara bronkus dan ruang antara selaput yang melapisi paru-paru (rongga pleura).

Ini adalah komplikasi serius yang sering disebabkan oleh operasi kanker paru-paru, tetapi juga dapat berkembang setelah kemoterapi, radiasi, atau infeksi.

Fistula bronkopleural adalah kondisi langka namun berbahaya yang berakibat fatal pada 25 hingga 71 persen kasus karena ia sangat mengganggu fungsi bronkus.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537353/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/body/21607-bronchi
  • https://www.verywellhealth.com/bronchioles-anatomy-function-and-diseases-2248931
  • https://www.verywellhealth.com/what-is-the-bronchus-structure-function-and-conditions-2249066
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait