Kesehatan Umum

5 Oktober 2021

Mengenal Anatomi dan Fungsi dari Usus Halus

Usus halus memiliki peranan penting dalam pencernaan tubuh kita, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Memahami anatomi tubuh dan fungsi-fungsinya sangat penting bagi kehidupan, salah satunya adalah usus halus. Usus halus disebut juga sebagai usus kecil.

Sesuai dengan namanya, usus halus tentunya menjadi salah satu organ yang berperan penting dalam sistem pencernaan manusia.

Fungsi utamanya, yaitu untuk memecah dan menyerap nutrisi dari makanan maupun minuman yang Moms konsumsi.

Dilansir dari laman Omni Hospitals, sistem pencernaan manusia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

Tentunya, semua organ tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Jika salah satu organ terserang gangguan, maka dapat menghambat sistem kerja organ-organ lainnya.

Untuk itu, penting sekali menjaga kesehatan pencernaan secara keseluruhan, termasuk pada usus halus.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai anatomi, fungsi, dan cara menjaga kesehatan usus halus agar kualitas hidup Moms terjaga dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Gejala Usus Buntu dan Cara Mengobatinya

Bagian dari Usus Halus

Usus halus menjadi bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar.

Dilansir dari Britannica, bentuk usus halus seperti tabung panjang, sempit, terlipat, atau melingkar yang memanjang dari lambung ke usus besar.

Panjang dari usus halus sekitar 6,7 hingga 7,6 meter, serta terdapat di rongga perut bagian tengah dan bawah.

Nyatanya, usus halus memiliki bagian dan fungsinya masing-masing. Fungsi usus halus dapat berbeda-beda sesuai dengan bagiannya.

Nah, beberapa bagian dari usus halus, yaitu:

1. Duodenum

Duodenum.jpg

Foto: verywellhealth.com

Bagian pertama dan paling terpendek dari usus halus, yaitu duodenum atau yang disebut juga usus dua belas jari.

Bisa dikatakan, duodenum berperan penting dalam sistem pencernaan.

Fungsi dari duodenum, yaitu untuk mencerna nutrisi dan memasukkannya ke dalam pembuluh darah, yang terletak di dinding usus untuk penyerapan nutrisi ke dalam aliran darah.

Duodenum digambarkan sebagai bagian dari usus kecil yang berbentuk C atau tapal kuda, yang letaknya berada di bawah perut.

Lapisan duodenum terdiri dari empat lapisan, yang mana masing-masing dengan fungsi khusus sendiri, yaitu:

Lapisan Mukosa

Ini lapisan yang merupakan lapisan terdalam. Lapisan ini terdiri dari kelenjar lendir dan mikrovili.

Adapun mikrovili adalah proyeksi khusus seperti jari yang berfungsi untuk menyerap nutrisi.

Lapisan Submukosa

Terdiri dari jaringan ikat, memiliki banyak jaringan pembuluh darah dan saraf yang berjalan melalui duodenum. Lapisan submukosa ini mengandung kelenjar yang disebut kelenjar Brunner.

Kelenjar Brunner berfungsi untuk mengeluarkan lendir, yang membantu memungkinkan makanan bergerak dengan mudah melalui duodenum, dan bahan kimia yang disebut bikarbonat.

Bikarbonat berfungsi untuk menetralkan kandungan asam dalam chyme, mempersiapkannya untuk pencernaan lebih lanjut.

Lapisan Muskularis Eksterna

Terdiri dari jaringan otot polos, bertanggung jawab atas kontraksi di saluran pencernaan.

Otot-otot mengaduk chyme, mencampurnya dengan enzim pencernaan dan menyebabkan makanan bergerak di sepanjang saluran pencernaan ke jejunum. Gerakan otot ini disebut peristaltik.

Lapisan serosa, yang merupakan lapisan terluar dari duodenum, terdiri dari epitel skuamosa (satu lapisan sel datar) yang memberikan penghalang ke organ lain.

Menjadi bagian dari usus halus, duodenum memiliki peranan penting. Duodenum bertugas untuk mencampur chyme dengan enzim untuk memecah makanan.

Kemudian, bertugas pula dalam menambahkan bikarbonat untuk menetralkan asam, mempersiapkan chyme untuk pemecahan lemak dan protein di jejunum.

Terakhir, deodenum menggabungkan empedu dari hati untuk memungkinkan pemecahan dan penyerapan lemak.

Adapun gangguan yang dapat terjadi, yaitu peradangan pada duodenum, yang disebut juga duodenitis.

Kondisi duodenitis dapat terjadi secara akut (jangka pendek dan parah) atau kronis (jangka panjang).

Kondisi ini mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, pada kasus lain, dapat muncul gejala, seperti rasa tidak nyaman atau sensasi terbakar di daerah perut.

Baca Juga: Apa Itu Crohn's Disease? Kenali Gejala Penyakit Radang Usus Kronis Ini

2. Jejunum

Jejunum.jpg

Foto: livescience.com

Bagian dari usus halus berikutnya, yaitu jejunum atau yang disebut juga usus kosong.

Dilansir dari laman Very Well Health, jejunum adalah bagian tengah dari usus kecil, yang menghubungkan duodenum dengan ileum.

Sel-sel yang melapisi jejunum bertanggung jawab untuk menyerap nutrisi yang dilepaskan dari makanan selama proses pencernaan.

Kalau dari ukurannya, jejunum kira-kira panjangnya delapan kaki pada rata-rata orang dewasa.

Bagian luar dari jejunum ditutupi oleh selaput tipis yang disebut mesenterium.

Selain mendukung jejunum, mesenterium juga melindungi jejunum dan membantu membuatnya tetap hangat.

Otot pada jejunum membantu memindahkan makanan melalui sistem pencernaan.

Dilansir dari studi yang diterbitkan dalam StatPearls Publishing, jejunum, bersama dengan area lain dari usus kecil, bertanggung jawab untuk menyerap nutrisi dari makanan yang dicerna ke dalam aliran darah.

Nah, jejunum mampu menyerap nutrisi ini karena dilapisi dengan tonjolan yang disebut vili.

Vili bertugas dalam menyerap nutrisi berupa mineral, elektrolit, dan karbohidrat, protein, dan lemak yang dikonsumsi dalam bentuk makanan.

Nutrisi diserap ke dalam aliran darah di mana mereka dapat digunakan untuk energi oleh seluruh tubuh.

Sebagai bagian dari usus kecil, jejunum dapat mengalami sejumlah gangguan, seperti penyakit Celiac, infeksi, kanker usus, obstruksi usus, tukak lambung, dan sindrom iritasi usus.

Baca Juga: Penyebab Radang Usus Buntu dan Penanganannya

3. Ileum

Ileum.jpg

Foto: istockphoto.com

Ini menjadi bagian terakhir dari usus kecil, yang membantu mencerna lebih lanjut makanan yang berasal dari lambung dan bagian lainnya dari usus kecil.

Dikutip dari National Cancer Institute, fungsi ileum yaitu menyerap nutrisi (vitamin, mineral, karbohidrat, lemak, protein) dan air dari makanan sehingga dapat digunakan oleh tubuh.

Fungsi dari ileum sebagai proses penyerapan melalui vili dinding usus, menyerap semua produk pencernaan yang tidak diserap oleh jejunum.

Ini termasuk vitamin B12, garam empedu, dan banyak lagi.

Pada beberapa kasus, pengangkatan ileum diperlukan melalui prosedur operasi. Operasi pengangkatan ileum juga disebut reseksi usus kecil.

Dikutip dari laman Medicinet, beberapa penyebab ileum diangkat melalui operasi, yaitu:

  • Pendarahan yang tidak terkontrol karena perforasi ulkus atau cedera.
  • Penyumbatan ileum karena tumor atau jaringan parut.
  • Kelainan sejak lahir.
  • Penyakit Crohn.
  • Infeksi dan bisul yang sulit untuk disembuhkan.

Ileum bertanggung jawab untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi seperti vitamin B12, lemak, empedu, dan segala sesuatu yang tidak dicerna oleh usus lainnya.

Maka dari itu, pengangkatan ileum dapat berdampak pada kesulitan dalam menyerap nutrisi dan masalah pencernaan lainnya seperti diare.

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami tentang anatomi dan bagian-bagian dari usus halus.

Selanjutnya, bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan usus halus?

Baca Juga: Jangan Remehkan Bahaya Usus Kotor, Berikut 4 Penyakit yang Bisa Menyerang

Cara Menjaga Kesehatan Usus Halus

Cara Menjaga Kesehatan Usus Halus

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, menjaga kesehatan usus halus hampir sama dengan menjaga kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Beberapa hal yang harus Moms lakukan, seperti menjaga sistem pencernaan yang sehat termasuk mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang, rutin berolahraga setiap hari, dan minum banyak cairan.

Selain itu, hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Usus halus yang normal dan sehat mengandung sangat sedikit bakteri dibandingkan dengan usus besar.

Hal ini penting karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan di usus halus dapat mengganggu penyerapan nutrisi.

Dengan demikian, pola makan yang sehat dan bernutrisi sangat berpengaruh.

Itulah penjelasan tentang fungsi, anatomi, dan cara menjaga usus halus dalam tubuh kita.

Semoga menjadi informasi kesehatan yang berguna untuk Moms dan keluarga, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459366/
  • https://www.britannica.com/science/small-intestine
  • https://www.omni-hospitals.com/articles/index/152
  • https://www.verywellhealth.com/duodenum-anatomy-4780308
  • https://www.verywellhealth.com/small-intestine-anatomy-4788350
  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/picture-of-the-intestines
  • https://www.verywellhealth.com/jejunum-what-is-the-jejunum-3157103
  • https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/ileum
  • https://www.medicinenet.com/what_happens_when_your_ileum_is_removed/article.htm
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait